
"Baguslah, maaf ya tadi pot di halaman belakang rumahku jatuh menimpamu"
"Oh, tidak apa apa kok. Aku baik baik saja"
"Oh ya, di mana Velisca dan yang lain?"
"Aku meminta mereka untuk keluar dan beristirahat saja karena besok kita akan pergi ke puncak"
"Baiklah, tapi apa Kau punya..."
"Punya apa?"
"Argh! Obat..."
"Obat? Obat apa?!!"
"Tidak, tidak apa apa"
"Baiklah, selamat beristirahat. Aku akan keluar dulu"
"Baiklah"
"William mirip sekali dengan seseorang"
Sylvia pun pergi meninggalkan William
Keesokkan harinya...
"Semuanya sudah siap?"
"Sudah!"
"Sebentar, dimana William?"
"Aku disini"
"Baiklah, semuanya sudah lengkap"
"Ayo kita berangkat!"
Keluarga Zhang dan Keluarga Putra pun berangkat ke puncak gunung
Beberapa jam kemudian mereka sampai di Villa mewah keluarga Zhang
"Wah! Mewah sekali!!!"
"Iya!"
"Paman, Aku pergi ke sana sebentar ya"
"Kenapa?"
"Aku hanya ingin berkeliling saja"
"Baiklah"
"Aku ikut, Will!"
"Sylvia?"
"Iya! Aku mau ikut"
"Baiklah"
Sylvia pun mengikuti William berkeliling di sekitar villa
"Will! Kau lihat itu! Villa itu sangat mewah bukan? Itu villa termewah nomor 1 di gunung ini loh!"
"Wah! Siapa pemiliknya?"
"Kata Papaku itu milik Keluarga Denburg! Villa itu di bangun oleh Tuan Steven Denburg"
"Oh..."
"Sayangnya Tuan Steven Denburg dan istrinya, Nyonya Jenny Linz meninggal karena-"
"Cukup!"
"Ha...kenapa?"
"Aku ingin kau tau bahwa..."
"Aku adalah Andrew Denburg!"
"Andrew Denburg? Kau...yang dulu menyamar sebagai Andhika?!"
"Iya!"
"Kenapa kau bisa bersama keluarga Putra?"
"Argh, tentang itu...Aku akan memberitahumu nanti saja"
"Satu lagi, jangan beritahu Adrian kalau William adalah Aku"
"Oh, sejak kematian orang tuaku...Mereka mewariskannya kepada...Aku"
"Wah?! Jadi Kau ada kuncinya? Aku ingin sekali masuk ke dalam sana!"
"Kuncinya ada 2 satu denganku dan satunya lagi dengan...An-"
"Argh!"
"Kenapa?!!"
"Kepalaku...pu...pusing sedikit. Aku ke villa dulu"
"Aku akan membantumu"
"Ter...terima...kasih"
Keesokkan harinya...
"Kak Will! Kau bisa temani Aku, Edward dan mereka main main di taman?"
"Bisa, ayo!"
William pergi ke taman bermain bersama dengan Harry dan adik adiknya
Sesampainya di taman, Harry, Edward, Morgan dan James pun bermain main di sana sementara William berjalan jalan di sekitar taman bermain disana. Hingga tiba tiba tak sengaja William jatuh tergelincir dari atas bukit dan kepalanya terbentur keras oleh sebuah batu besar hingga ia pingsan.
"Kak Will!!!"
"Edward! Kau panggil Papa, Mama dan Kakak kakak!"
"Baik!"
Edward pun cepat cepat berlari ke dalam villa
"Papa!!! Mama!!!!"
"Edward?!! Ada apa?!!"
"Kak Will, dia..."
"Kenapa? William kenapa?!"
"Dia terjatuh dari atas bukit!!"
"Apa?!!!!"
Keluarga Putra & Keluarga Zhang pun cepat cepat berlari menuju William dan langsung membawanya ke rumah sakit
Di rumah sakit...
"Dokter! Bagaimana keadaan anak saya?!"
"Kepalanya terbentur sangat keras, tidak ada luka luar yang serius hanya, kemungkinan besar dia akan kehilangan ingatannya"
"Apa?!"
"Sekarang kalian sudah bisa melihatnya"
"Baiklah, terima kasih Dokter"
Keluarga Putra pun masuk ke dalam ruang rawat William (Keluarga Zhang sudah kembali ke rumahnya karena permintaan Tuan Putra)
"William!"
William pun terbangun...
"Ka...kalian siapa?"
"Kau tidak mengingat kami?"
"Tidak, kalian siapa?"
"Kami keluargamu, Aku Papamu dan yang di sebelahku Mamamu"
"Namamu adalah William, namaku Velisca dan ini adik adikmu"
"Aku Harry"
"Aku Edward"
"Aku kakakmu, Jack"
"Oh? Kalian keluargaku?!"
"Iya!"
Beberapa hari kemudian William sudah boleh keluar dari rumah sakit. Mereka pun pergi ke rumah Keluarga Zhang
Lokasi : Rumah Keluarga Zhang