Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 22



"Oh ya, Kak Adrian"


"Apa?"


"Setahuku, umurmu sama dengan Kakakku, tapi kenapa kau masih sekolah?"


"Aku kuliah di Warren Campus, tapi makanan di kantin kampus sangat tidak enak jadi aku sering datang ke kantin sekolah untuk makan siang di sana"


"Dan juga sebenarnya Kakakku ini tidak naik kelas 2 atau 3 kali, jadi barusan tadi dia berbohong. Sekarang dia kelas 3 SMA di umur 19 tahun"


"Lohhh, jadi siapa yang benar?"


"Perempuan selalu benar"


"Dres, setiap jam pelajaran ataupun jam istirahat, pintu gerbang antara sekolah dan kampus selalu di tutup. Jadi bagaimana bisa Kak Adrian pergi ke kantin sekolah di waktu istirahat?"


"Wah, benar juga itu"


"Kakek tua tolol!!!!"


"SIAPA YANG MEMINTA KALIAN MASUK?!"


"Blekk, kami hanya ingin memberitahu, tadi waktu kami sedang memilih milih jet, kami melihat kakak tampan dan seorang cewek cantik masuk ke dalam hotel di sekitar sini"


"Apa?!"


"Tak mungkin!"


"Lebih baik kita ke hotel itu, hei bocah dimana hotelnya?"


"Kami tidak akan memberitahumu jika kau tetap memanggil kami seperti itu"


"Adikku tersayang, tertampan, terpintar, apa kalian tahu nama hotel itu?"


"Nah gitu dong, kakek tua. Di hotel Zuan sepertinya kamarnya di lantai delapan"


"Yasudah, ayo kita berangkat!"


Sesampainya di hotel Zuan


"Hei! Aku mau booking semua kamar di lantai delapan!"


"Maaf tuan, ada satu kamar yang sudah dihuni di lantai delapan"


"Kamar berapa?"


"812 tuan, selain itu, kamar lainnya kosong"


"POKOKNYA AKU MAU BOOKING KAMAR ITU JUGA!"


"Tuan, kamar itu sudah dihuni"


"Aku bayar lima puluh juta, ini! Berikan aku kunci kamar 810, 812, dan 814!"


"Baiklah tuan, ini kunci kamar 810, 812, 814"


"Terima kasih!"


Beberapa waktu kemudian


"Velisca, Andres, kalian ke kamar 810"


"Aku dan Sylvia akan ke kamar 814, sampai jumpa, jangan macam macam"


"Baiklah"


"Dres, apa ada cerita tentang Andrew lagi?"


"Ada, masih banyak sekali. Dulu waktu kami berumur 10 tahun, ada seorang siswi yang suka kepada Andrew tetapi Andrew menolak nya. Jadi karena sakit hati, dia meminta pelayannya untuk menculik Andrew, di sana dia mencelakai Andrew. Lalu Andrew terluka dan melarikan diri"


"Kasihan sekali nasibnya"


"Mungkin sekarang dia akan mengalami kejadian itu lagi, susah sekali ya jadi orang tampan"


"Hahaha, bukannya lebih baik kita ke kamar kak Adrian dulu?"


"Iya, ayo"


Kamar 814


"Jadi bagaimana?"


"Kita langsung grebek saja"


"Baiklah, dimana kunci kamarnya?"


"Ini"


"Oke, let's go!"


Kamar 812


"Hei! Apa yang sedang kalian lakukan!"


"Anda?"


"Hei, kau bukan Aileen! Kau siapa?!"


"Saya seorang pelajar, tadi lelaki ini pingsan di pinggir jalanan, jadi aku membawanya ke hotel ini"


"Kau tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan kan?"


"Maksud anda? Aku hanya mengobatinya"


"Baguslah, kalau begitu kau bisa pulang, kami akan merawatnya"


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu"


Gadis itu pun meninggalkan hotel itu


"Keningnya panas sekali, sepertinya dia demam"


"Aduh, kalian..."


"Drew, kau sudah sadar?"


"Apa yang terjadi?"


"Tadi kau pingsan di jalan dan seseorang membawamu ke sini"


"Di mana orang itu?"


"Dia sudah pergi"


"Kepalaku...pusing sekali..."


"Drew! Aku kan sudah bilang! Bawa obat penenang itu kemana mana! Kau ini memang sangat keras kepala!"


"Tadi...setelah pulang sekolah...aku pergi bersama Aileen...setelah aku minum...aku merasa tak enak badan...dan aku berjalan pulang...tapi saat di tengah perjalanan...aku sudah tidak tahan lagi...dan kepalaku sangat pusing sekali..."