
"Sial! Aku lupa minum obat hari ini..."
"Sakit...Sekali...!"
Akhirnya Andhika pun terjatuh ke lantai
"Kali ini kau berhutang kepadaku, Dres"
Keesokan paginya...
Jam : 7:00
"Aku akan mencoba memasak" Ucap Andrew
Di Dapur
"Sudah lama sekali Aku tidak memasak" Ucap Andrew dalam batin
Jam : 7:30
Di kamar Sylvia
"Sudah jam berapa ini, Eh! Aku harus memasak sarapan untuk adik adik !" Ucap Sylvia
Sylvia pun keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur
Sampai di dapur...
"Aroma apa ini...?"
"Kakak ! Sini ikut makan ! Sarapan hari ini sangat enak !"
"Morgan, James, siapa yang memasak sarapan ini ?"
"Kakak tampan ! Itu dia !"
"Kau sudah bangun, Sylvia"
"Lain kali kamu tidak usah masak, kamu kan tamu di rumah ini"
"Tak apa apa, lagian kelihatannya adikmu sangat menyukainya"
"Eh James, kau lihat. Seperti Kakak tampan itu adalah pacarnya Kak Syl!"
"Iya! Mungkin saja!"
"Apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Kak Adrian! sini ikut makan!"
"Adrian Zhang!" Ucap Andrew dalam batin
"Siapa dia?"
"Dia anak yatim piatu, pamannya mengusirnya dari rumah. Jadi Aku mengangkatnya sebagai adik angkat"
"Siapa namamu?"
"Namaku Andhika"
"Nama lengkapmu?!"
"Andhika...Andhika Keagan!"
"Oh, Aku Adrian Zhang, Kakaknya Sylvia dan dua bocah ini"
"Namaku Morgan Lucas Zhang!"
"Aku James Louis Zhang
"Baruku tau...Ku kira Keluarga Zhang hanya memiliki 2 anak, ternyata 4 anak" Ucap Andrew dalam batin
"Kakak, ku pikir Andhika bisa menjadi koki di rumah kita"
"Ya, tapi Aku lebih suka jika dia menjadi orangku"
"Maksud Anda?" Tanya Andrew
"Menjadi orang yang membantuku untuk mengurus tahananku"
"Bagus sekali itu! Aku bisa bertemu dengan Andres!" Ucap Andrew dalam batin
"Gimana? Kau mau?"
"Iya. Tentu saja, Tuan Adrian"
"Baiklah, siang ini setelah makan siang. Tolong beri makan tahananku di ruang bawah tanah"
"Baiklah, Tuan"
Setelah selesai makan siang...
"Dimana Kakakmu, Syl?"
"Sepertinya sedang bekerja"
"Apa kau tau ruang bawah tanah itu dimana?"
"Tau, ikut Aku"
Sampai di ruang bawah tanah...
"Baiklah, terima kasih Sylvia"
"Ya, Aku pergi dulu. Sampai jumpa nanti"
Sylvia pun pergi meninggalkan Andhika
"Dimana ruang tahanan kelas ekslusif ini?"
"Nah ini dia!"
Andrew pun membuka pintu dengan kunci yang diberikan oleh Adrian
"Mewah sekali penjara ini!"
"Ini penjara atau apartemen mewah sih?!"
"Makan siangnya sudah sampai!"
"Letakkan saja di meja sampingku"
"Baiklah"
"Andres"
"Ada apa? Kenapa kau belum pergi?"
"Kau masih belum mengenali ku?"
"Suara ini..."
"Kakak!"
"Kau tak apa apa kan?"
"Iya! Kenapa Kakak bisa jadi pelayan disini?"
"Kenapa Kau tiba tiba memanggilku Kakak?"
"....."
"Aku tak suka! Jangan memanggilku Kakak lagi!"
"Tapi kan Kau lebih tua dariku"
"Lebih tua apanya? Kita hanya beda 3 menit!"
"Iya...Andrew"
"Siapa yang menyuruhmu untuk sedih!? Aku tidak ingin Kau sedih! Apa yang membuat mu sedih?!!"
"Aku ingin pulang ke rumah... Kak Anna pasti sangat khawatir"
Tiba tiba...
"Ekhem!"
"Eh!" Ucap Andrew Andres secara bersamaan
"Siapa kau sebenarnya, Andhika?!!" Ucap Adrian Zhang sambil mencekik Andrew
"Argh! A...Aku...Andhika...Keagan!"
"Jangan berbohong lagi!" Mencekik lebih keras
"Hentikan! Lepaskan dia! Jangan sakiti dia!" Ucap Andres
"Kau kira Aku tidak mengenalmu, Andrew Denburg!!"
"Argh...!!! A...apa...ma...mau...mu..."
"Aku ingin-"
"Kak Adrian! Kenapa Kakak mencekiknya! Lepaskan Kak Andhika!"