Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 28



"Benarkah? Kalau begitu maaf, saya salah mengenal orang"


"Baiklah, Tuan ingin memesan apa?"


"Semua menu di halaman 3"


"Baiklah, saya pergi dulu" (pergi)


Beberapa menit kemudian


"Aku ke toilet dulu" (pergi)


"Eh? Ruang apa itu?"


"Itukan pelayan yang tadi?" (mendekati ruangan itu)


"Aku merindukanmu Dres..."


"Dres? Andres? Aku? Dia, dia betul betul Andrew!"


"Andrew!"


"..." (terkejut)


"Andrew! Kau kan itu?!"


"Maaf, Tuan. Sekali lagi saya bilang, nama saya Jason Wilmer. Bukan Andrew, anda sudah salah mengenal orang"


"Sudah lah Drew! Kau jangan berpura pura! Jelas jelas tadi ku dengar kau menyebut namaku!"


"....."


"Aku merindukanmu!!!" (memeluk Andrew)


"Maaf, nama Tuan siapa?" (melepas pelukan)


"Apa? Kau...kau tak ingat namaku?! Aku Andres! Kenapa kau lupa namaku?!"


"Saya bahkan tidak mengenalmu, dan kalian terus mengatakan bahwa saya adalah Andrew, padahal saya adalah Jason Wilmer"


"Oh, benarkah...kalau begitu maaf, saya pergi dulu" (pergi)


"Dia memang bukan Andrew..." (batin)


"Andres!"


"Eh?" (menoleh)


"Kau sudah ingat aku?!"


"Kalung anda terjatuh di lantai, ini" (memberi kan kalung pewaris)


"Terima kasih" (mengambil kalung)


"Oh ya, Tuan. Apa ini kalung pewaris Denburg? Apakah Anda calon pewaris keluarga Denburg?"


"Iya, tapi seharusnya bukan aku"


"Lalu siapa?"


"Seseorang yang ku sayangi" (pergi)


"Heh, bocah ini..." (batin)


"Jason Wilmer, ada yang ingin bertemu denganmu, di ruang VIP"


Di Ruang VIP


"Namamu Jason Wilmer, ya. Aku ingin kau jadi gigoloku malam ini"


"Maaf, saya menolak" (pergi)


"Dua ratus juta" (menahan Jason/Andrew)


"Hm...berikan saya waktu" (pergi)


"Aku memang sedang sangat butuh uang, tapi aku tak mungkin menjadi gigolonya. Aku juga tidak boleh sering sering ke rumah paman tetangga untuk makan..." (batin)


"Saya, menolak" (berbalik badan)


"Benarkah? Kau ingin menjadi seorang gelandangan?"


"Tentu saja tidak, walaupun saya sangat butuh uang, tetapi saya tidak akan pernah melakukan pekerjaan kotor itu" (pergi)


"Jason Wilmer ini sungguh menarik" (batin)


Di dapur restoran


"Son, ada apa denganmu? Sudah hampir satu jam kau diam begini"


"Besok aku tidak akan bekerja, tolong beritahukan kepada Bos"


"Baik, memangnya kau ingin kemana?"


"Ada urusan keluarga" (pergi)


"Ey? Setauku dia tak punya keluarga?"


Di tempat lain


"Oi, Jack. Apa kau tak merasa pelayan di restoran tadi itu sangat mirip dengan Andrew?"


"Iya...tapi dia bilang dia bukan Andrew"


"Suaranya juga sama"


"Oh ya, mana Andres dan Velis?"


"Velisca bilang ingin menemani Andres di bukit sana"


"Wah wah wah, adikku ternyata sudah dewasa ya, cepat sekali..."


"Jangan berpikir macam macam dulu deh"


Di Bukit


"Andres!"


"Velis...ada apa?"


"Harusnya aku yang bertanya kepadamu, ada apa? Kenapa sejak kembali dari restoran tadi kau terus diam?"


"Tidak apa apa"


"Kalau kau ingin curhat silahkan, aku akan mendengarkan curhatanmu"


"Oh ya? Banyak sekali yang aku ingin ceritakan, apa kau bisa?"


"Tentu saja!"


"Saat umur 5 tahun, setelah kami kehilangan kedua orangtua kami. Andrew menjadi sangat pendiam dan dingin. Tetapi dia tetap merawat ku yang buta dulu. Dia juga sering berantam dengan anak anak di komplek kami yang menbuliku karena buta. Andrew lebih suka langsung memukul mereka daripada harus berbicara. Sampai sampai ada beberapa orang yang mengira bahwa Andrew terlahir bisu. Suatu hari saat aku sedang bermain dengan mainanku di taman, ada kurang lebih dua orang anak yang mendatangiku dan merebut semua mainanku. Mereka juga mendorongku hingga jatuh dan mengejekku. Lalu Andrew datang dan memukul kepala anak itu hingga anak itu menangis dan mengadu kepada ibunya. Setelah itu, ya kau tau lah...Andrew dan aku dikucilkan oleh anak anak komplek. Tetapi masih ada beberapa anak perempuan yang tertarik terhadap Andrew dan berusaha mendekatinya"