Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 29



"Jadi, apa Andrew pernah terluka saat melindungimu dari anak anak itu?"


"Iya, malahan sangat sering. Dari dahinya yang koyak hingga membutuhkan 17 jahitan, tangannya hampir patah, sampai kepalanya terbentur keras hingga harus dioperasi"


"Waduh, jadi setelah itu dia tetap melindungi mu?"


"Tentu saja, walaupun dia sangat dingin terhadapku, tetapi dia juga sangat perhatian kepadaku...sayang sekali jika aku kehilangan seorang kakak yang sangat langka ini...dan juga sejak operasi mataku, aku sudah bisa melihat seberapa tampan Andrew ini. Dan ternyata benar, Andrew sangat tampan. Aku bisa melihat wajah tampan Andrew, wajah cantik kak Anna, dan dunia yang sangat indah ini. Sayang sekali aku harus kehilangan 8 tahun hidupku tanpa penglihatanku"


"Dia benar benar merupakan seorang kakak yang sangat baik, Dres"


"Apa...kau...tertarik dengannya...?"


"Siapa?"


"Andrew..."


"Tentu saja"


"Oh...begitu ya..."


"Maksudku, sebagai kakak yang baik, aku ingin dia menjadi kakakku"


"Baguslah jika begitu"


"Apa katamu tadi?"


"Tidak, tidak ada apa apa. Oh ya aku masih punya beberapa pr yang belum ku siapkan, aku pulang dulu! Bye!" (pergi)


"Bye..."


"Eh? Bukannya sekolah masih libur hingga 2 Minggu kedepannya?" (batin)


"Haha, kalau dipikir pikir Andres imut juga..."


Keesokkan harinya...


Di Taman...


"Andres mana ya? Katanya ketemuan di taman ini pada jam 8 pagi, sekarang dah jam 9 pagi, dia masih belum datang juga" (batin)


Tiba tiba ada sebuah batang pohon besar yang patah dan jatuh di atas Velisca, tetapi seseorang melindungi Velisca


"Andres, kau kah itu...?" (menoleh)


"Kau, Andrew...kah?"


"Duduk"


Velisca pun duduk di bangku taman


"Kamu Andrew ya?"


"...."


"Kalau bukan, siapa namamu? Apa kau kenal yang namanya Andrew Den-"


"Kau tak terluka kan?" (dingin)


"Astaga, siapa anak ini? Cara bicaranya sangat dingin..." (batin)


"Tak apa, kenapa kau bisa ada di sini?"


"Temanku yang bernama Andres mengajak ku untuk ketemuan di taman ini pada jam delapan pagi, tetapi sampai sekarang dia masih belum datang juga..."


"Maaf Vel! Aku terlambat"


"Itu dia Andres"


"Kau-"


"Kau darimana saja?"


"Siapa kau emangnya?! Kenapa kau sangat kepo? Darimana aku? Emang apa hubungan nya denganmu? Velisca aja tidak masalah dengan ini, kenapa kau yang ribut?!"


Orang itu mencekik baju Andres


"Apa kau tau dia hampir saja tertimpa batang kayu besar yang jatuh?!! Kau mengajaknya bertemu di taman ini tetapi kau malah datang terlambat?! Di mana respon mu terhadap anak perempuan?!!"


"Amarah ini...seperti amarah..." (batin)


"Andrew!"


Ya, orang itu adalah Andrew


Andrew kemudian melepaskan cekikannya


"Kalau kau sudah tau, lebih baik kau bawa dia ke rumah sakit. Cek dulu apa dia terluka atau tidak, aku pergi dulu" (pergi)


"Eh! Punggungmu terluka Drew!"


Andrew tak menghiraukannya dan terus lanjut berjalan. Hingga Andrew tidak sadar kalau ada sebuah truk yang sedang lewat di jalanan itu. Akhirnya Andrew tertabrak truk dan tidak sadarkan diri


"DREW!!!!" (menghampiri Andrew)


"Astaga...!" (batin)


Andres dan Velisca pun membawa Andrew ke rumah sakit disusul oleh Jack, Adrian, dan Sylvia


Di rumah sakit


"Dok! Cepat tolong kakak saya! Dia tertabrak sebuah truk!"


"Baiklah, bawa ke ruang UGD


"Baik, dok!"


Beberapa jam kemudian


Dokter keluar dari ruang UGD


"Dok! Bagaimana keadaan kakak saya?!"


"Pasien kehilangan banyak darah, dia membutuhkan donor darah"


"Rumah sakit ini kan ada banyak persediaan darah!"


"Tetapi, golongan darah pasien adalah Golden Blood, jenis golongan darah yang paling langka. Rumah sakit hanya punya beberapa tetes golongan darah ini"