Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 21



"Andrew! Andrew dimana kau!"


"Eh, kenapa aku jadi begini...apa jangan jangan aku menyukainya...?"


"Dia tampan, baik, dan cerdas..."


"Andrew! Andrew!"


"Ey, dia sedang apa di lorong sepi ini dengan siswi itu?"


"Andrew, aku sangat merindukanmu"


Siswi itu memeluk Andrew


"Oh...ternyata Andrew sudah punya pacar ya?"


"Memanglah aku bukan jodohnya...lebih baik aku pergi saja daripada dia sadar kalau aku sedang mengupingnya"


Regina pun pergi ke kelas


"Mia, jangan begitu. Lepaskan pelukanmu!"


"Ish, kau jadi sangat kasar!"


"Kita tidak punya hubungan apa apa, jadi jangan menyentuhku" (dingin)


"Owh, begitu ya? Kalau begitu fotomu sedang berciuman bersama wanita itu akan ku sebarkan ke media sosial!"


"Apa yang kau mau?" (dingin)


Siswi itu tersenyum licik


"Jadilah pacarku" (bahasa Inggris)


"Apa tidak ada yang lain?" (bahasa Inggris)


"Tidak ada! Kalau kau tak mau ya sudah aku unggah foto ini di media sosial! Nanti keluargamu akan melihatnya dan-" (bahasa Inggris)


"Aku setuju" (bahasa Inggris)


"Baguslah, kalau begitu ayo kita pergi ke kantin, sayangku" (bahasa Inggris)


Aileen Renzha pun mengandeng tangan Andrew dan pergi ke kantin


Di kantin...


"Sayang, aku ingin makan spaghetti ini, kamu pesenin dong" (bahasa Inggris)


"Iya" (bahasa Inggris)


Andrew pun pergi membeli spaghetti untuk Aileen Renzha


"Ini" (bahasa Inggris)


"Makasih, sayangku!" (bahasa Inggris)


"Jangan keras keras, nanti murid murid tau" (berbisik)


"Apaan! Biarkan mereka tau! Jadinya mereka tidak akan mengacau kita lagi!" (bahasa Inggris)


Setelah pulang sekolah


"Andres, bertemu sekarang di tempat biasa"


Beberapa waktu kemudian


"Drian, kenapa tiba tiba memanggil?"


"Iya, kenapa memanggil tiba tiba kak?"


"Tadi saat aku sedang makan di kantin, tiba tiba Aileen Renzha anak kepala sekolah mengatakan..."


"Mengatakan apa?"


"Dia dan Andrew sudah berpacaran"


"Apa?!!!!"


"Kenapa Andrew mau sama dia?! Selama ini dia tak pernah ingin berpacaran, tapi..."


"Aileen itu bukan anak baik, dia juga sangat licik dan jahat!"


"Tipe yang paling Andrew benci, pasti ada sesuatu di balik semua ini"


"Iya! Aku tak percaya Andrew bisa suka kepada perempuan seperti ini!"


"Ngomong ngomong tadi di sekolah nilai Andrew paling tinggi di antara semua murid di Warren Academy"


"Biasa saja itu, dulu waktu kami kelas enam SD, nilai ujian nasional Andrew paling tinggi di antara satu kota ini"


"Wah!!! Jenius ya! Tak seperti kakakku ini! Bodoh tolol otak kosong"


"Hei bocah! Kau jangan bilang padanya lah!"


"Suka suka aku lah, kakek tua!"


"Nah nah untuk beli jet pribadi keluaran terbaru, ini untuk kalian"


"Makasih, kakek tua!"


"Ada apa kalian menatapku?"


"Minta duit"


"Vel, kalau kau ingin uang, tinggal minta saja sama abangmu itu. Uangnya banyak itu!"


"Oh ya? Kemarin aku cek dompetnya tak ada"


"Dia simpan uangnya di lemari celana dalamnya. Totalnya ada ratusan triliun, kalau kau ingin uang tinggal ambil saja dari sana"


"Sip, kapan kapan aku akan meminta bocah bocah ini untuk mengambilnya, hehe"


"Bagaimana denganku, kak?"


"Syl, nah nah satu milliar cukup tidak? Atau ingin minta tambahan lagi? Ini satu setengah milliar lagi"


"Wah, makasih kak! Kau memang terbaik!"