Drew & Dres

Drew & Dres
EPISODE 5



"Kenapa kau bisa kecebur ke kolam?" Tanya Andrew


"Clarence Fang dan teman temannya mendorongku hingga kecebur di kolam ini" Jawab Hanna


"Clarence!?" Ucap Andrew dalam batin


"Aku ingin ke kelas dulu...Terima kasih sudah menolongku" Ucap Hanna


"Iya" Balas Andrew


"Aku akan mencari Clarence!" Ucap Andrew dalam batin


Andrew pun pergi ke kelas 9-B yakni kelas Clarence Fang


"Eh Andrew, Kenapa kesini?" Tanya beberapa murid


"Aku ingin mencari Clarence" Jawab Andrew dengan sangat dingin


"Itu dia" Ucap seorang siswa sambil menunjuk kearah tempat duduk Clarence


"Ada apa kau mencariku? Masih ingin membahas tentang itu?" Ucap Clarence


"Kau...!"


"Ya? Kenapa?!"


Andrew langsung menampar Clarence lalu pergi keluar


"Lihat saja kau nanti! Jangan menyesal nanti!!!" Ucap Clarence sambil menangis


Lokasi : Atap Sekolah


"Pertama kalinya Aku menampar seorang wanita dengan tanganku..."


"Semoga Papa dan Mama tidak marah atas apa yang telah ku lakukan"


"Papa pasti sudah membangun perusahaan yang baru di Surga, semoga di Surga tidak ada orang jahat lagi yang ingin membunuh Papa"


"Aku menyayangi kalian"


"Sekarang Drew harus pergi dulu, sampai jumpa nanti"


Andrew pun berdiri dan pergi


Sepulang sekolah


"Sepertinya hari ini Supir Niko tidak datang menjemput lagi" Ucap Andres


"Aku ke toilet dulu, Dres" Ucap Andrew


"Iya, Aku akan menunggumu" Balas Andres


Beberapa menit kemudian


"Aku sudah kembali, ayo kita per-"


"Dimana Andres?!!"


"Eh ini... Kalung milik pewaris keluarga Zhang!"


"Pasti mereka menculik Andres!"


Lalu Andrew pun pulang ke rumahnya


Sampai di rumah...


"Anna, Aku sudah pulang"


"Dimana Andres?!"


"Dia..."


"Kalau Aku bilang bahwa Andres diculik, nanti Anna pasti akan panik, lebih baik Aku berbohong saja...Maaf Anna" Ucap Andrew dalam batin


"Andres sedang kerja kelompok bersama teman temannya, jadi dia pergi ke rumah temannya"


"Oh, baiklah. Ayo makan dulu"


Selesai makan...


"Kak Irene, apa kau tau alamat rumah keluarga Zhang?"


"Ada, ini, Tuan Muda"


"Terima kasih"


Sementara itu...


"Hei Bocah, sudah sadar?"


"Kalian siapa?!" - Andres


"Kenapa kalian menculikku?!" - Andres


"Owh, tidak apa apa. Hanya saja Aku ingin kau jadi umpan"


"Umpan? Untuk apa!? Apa maksudmu?!"


- Andres


"Kakak laki lakimu pasti akan datang untuk mencarimu"


"Apa yang kau mau darinya?!!" - Andres


"Andrew Denburg, Kakakmu adalah Calon Pewaris Keluarga Denburg."


"Lepaskan Aku!!!"


Di Luar rumah Keluarga Zhang


"Ini rumahnya?"


"Bagaimana caranya agar Aku bisa masuk ke dalam?"


Beberapa waktu kemudian...


Pelayan keluar untuk membuang sampah


"Eh kamu siapa anak ini?"


"Dek...Dek...Bangun"


"Kamu siapa, Dek?"


"Sa...saya anak yatim piatu..."


"Kasihan sekali anak ini"


Pelayan pun membawa anak malang itu yang tak lain adalah Andrew yang sedang menyamar


"Siapa anak ini?"


"Nona Sylvia, Saya menemukan anak malang ini di dekat rumah. Kedua orangtuanya sudah meninggal. Pamannya mengusirnya dari rumah"


"Biarkan Aku berbicara dengannya"


"Baiklah, Nona"


Pelayan itu pun pergi


"Siapa namamu?"


"Namaku...Andhika, Nona Sylvia"


"Kamu boleh tinggal disini"


"Terima kasih, Nona Sylvia"


"Panggil Aku Sylvia saja"


"Baiklah, Sylvia"


"Aku akan membawamu ke kamarmu"


Sylvia pun membawa Andhika (Andrew) pergi ke kamar tamu


"Ini kamarmu, sekarang kau sudah ku anggap sebagai Adikku sendiri"


"Terima kasih"


"Baiklah, Aku ada beberapa urusan. Jadi Kamu istirahat dulu saja"


"Baiklah, Sylvia"


Sylvia pun meninggalkan kamar Andhika