
Roarrrr!!
Masih terbang, sang naga lalu meraung. Raungan nya membelah langit. Hingga muncul kilat sesekali di antara awan-awan hitam yang bergumul di atas nya.
Giliran langit ikut bergemuruh. Mengikut serta seperti tornado air yang juga bergemuruh setiap kali menabrak bibir pantai di kejauhan sana.
Selama itu terjadi, Dion masih tetap bergeming di tempat nya berdiri sejak tadi. Dengan satu tangan yang terulur ke arah naga ungu itu terbang saat ini.
Ketika fisik dan mental nya mulai emrasa letih menahan kegentaran yang mengancam hati nya, Dion tiba-tiba saja mendengar sebuah suara dalam pikiran nya.
Suara ini milik seorang wanita dewasa.
'Aku mendengar nyanyian mu. Suara mu tak terlalu merdu. Tapi, aku menangkap jelas kesedihan dalam nyanyian mu, anak muda. Siapa nama mu?' tanya suara itu.
Mata Dion membelalak lebar. Ia yakin, tak ada sosok wanita dewasa yang berada di dekat nya saat ini. Terlebih lagi suara itu benar-benar terdengar nyata. Meski Dion yakin benar kalau suara itu hanya ada di pikiran nya saja.
'Apa aku sudah gila?! Kenapa aku mendengar suara lain di benak ku??' tanya Dion pada dirinya sendiri.
'hahaha! Kau tidak gila, Anak Muda. Tunggu sebentar. Nama mu adalah..Dion. oh! Nama yang unik. Aku suka nama mu. Salam kenal, Dion. Nama ku Maryleen,' sapa suara itu memperkenalkan diri.
'Kau tahu nama ku! Apa kau sungguhan ada? Aku tidak gila kan? Di mana kau? Kenapa aku bisa mendengar suara mu di pikiran ku?!' tanya Dion maish lewat benak nya.
'Hahaha. Kau ini lucu sekali, Dion. Bukan kah kau yang sudah membangunkan ku? Jelas saja aku jadi tahu nama mu. Karena aku adalah naga ungu yang sudah kau bangunkan, Anak Muda. Sekarang, kau harus bertanggung jawab kepada ku!' tuntut Maryleen kepada Dion.
'Kau adalah naga itu?! Jadi.. jadi.. apa sekarang aku sudah menjadi pengendali mu, wahai naga Maryleen?' tanya Dion merasa takjub.
'Cukup panggil aku Maryleen, Dion. Jangan mengembeliku dengan gelar aneh lain nya. Hmm.. coba ku pikir-pikir dulu. Apa sebaik nya aku menundukkan diriku yang hebat ini kepada bocah sebelas tahun seperti mu ya?' ujar Maryleen di benak Dion.
Tiba-tiba saja Dion merasa gugup. Ia khawatir kalimat berikutnya Maryleen akan berisi penolakan untuk menjadi naga nya.
'Hmm.. sayang sekali kau masih sangat muda, Dion. Aku tak mau menyerahkan keselamatan ku pada seseorang yang bahkan belum bisa menjaga diri nya sendiri,' imbuh Maryleen kemudian.
'Apa maksud mu, Maryleen?' tanya Dion tak mengerti.
'Orang-orang yang datang dengan nu itu.. mereka memiliki niat jahat kepada ku. Bahkan mereka juga memiliki niat jahat kepada mu dna juga Anak perempuan yang ada di dekat mu itu. Bagaimana bisa kau datang bersama mereka?' tanya Maryleen tiba-tiba.
'Maksud mu, Paman Zacko adalah orang jahat? Bagaimana kau bisa tahu, Maryleen?' tanya Dion merasa sangsi atas ucapan Maryleen tadi.
'Aku bisa melihat niat baik atau buruk seseornag melalui mata nya. Dan tampak jelas, lelaki yang berdiri di belakang mu itu adalah otak kejahatan yang sangat berbahaya. Ia mengancam keselamatan ku, Dion. Karena itu lah aku tak mau melandas di hadapan mu,' ujar Maryleen memberi tahu.
'Itu sebab nya kau terus terbang berputar-putar di langit sana. maryleen?' terka Dion.
'aku.. aku tak bisa bergerak, Maryleen.. aku tak tahu apa yang terjadi pada kedua kaki ku..' ungkap Dion mengaku jujur.
'Oh! Hahaha! Maa! Aku hampir lupa kalau aku masih memancarkan aura ku terlalu kuat ke dalam jiwa mu. Tunggu sebentar. Nah. Seksrang, kau bisa menggerakkan kaki mu lagi. Bukan?' tanya Maryleen.
Dion lalu mengangkat kaki nya dna ebrpindah tempat. Benar saja. Ia memang sudah bisa bergerak kembali.
Dengan nada kesal, Dion kembali bicara dalam hati nya.
'Kenapa kau melakukan itu? Aku sungguh dibuat ketakutan karena nya! Ku pikir aku akan mati di tempat atau entah apa..' Dion sedikit menggerutu.
'Hihihi. Maafkan aku Dion. Itu emmag harus ku lakukan. Aku ingin tahu, seberapa kuat jiwa mu menahan aura ku. Dan, patut ku acungi jempol, nyali mu memang cukup kuat!' puji Maryleen dengan tulus.
'Jadi, apa yang harus ku lakukan sekarang?' tanya Dion meminta nasihat Maryleen.
'Apa menurut mu, kau bisa lari menjauh dari orang-orang jahat di belakang mu itu?' tanya Maryleen kemudian.
Dion berpikir sejenak sebelum akhirnya memberikan jawaban kepada Maryleen.
'Jika hanya berlari. Aku mungkin masih bisa. Tapi untuk menjauh, itu akan sulit untuk ku lakukan. Paman Zacko dan Kakak dari Anak Besar seperti nya memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni,' jawab Dion dengan lesu.
'Yah.. kalau begitu sayang sekali. Aku jelas tak bisa mendekat pada mu sekarang ini, Dion. Karena kau sendiri sedang ada dalam bahaya. Hmm.. tunggu sebentar! Sepertinya aku melihat sebuah kesempatan lari untuk mu!' ujar Maryleen tiba-tiba.
'Bagaimana caranya Maryleen?' tanya Dion penuh harap.
'Nah.. sebentar lagi akan ada sekelompok manusia pengguna sihir yang akan datang ke tempat mu berada. Meski mereka juga memiliki niat jahat kepada mu, tapi kau bisa memanfaatkan situasi saat kelompok lelaki yang datang dengan mu berseteru dengan kelompok pendatang itu nanti nya. Apa kau mengerti maksud ku, Dion?' tanya Maryleen.
'hmm.. aku kurang paham. Jadi, kapan aku bisa lari pergi?' tanya Dion memperjelas jawaban Maryleen.
'Soal itu, aku akan mengatakan nya padamu nanti. Kau bersabar dulu ya. Nah.. itu dia mereka datamg! Dion, berhati-hati lah! Kelompok pendatang ini jauh lebih jahat dibandingkan lelaki jahat yang datang dengan mu. Jadi, jangan sampai kau tertangkap oleh nya juga ya!' Maryleen memperingatkan Dion.
'Begitu kah? Kalau begitu, Maryleen. Aku mengandalkan mu!' ujar Dion dengan kepercayaan penuh.
'Nah! Soal itu, jelas aku tak akan membuat mu kecewa, Anak Muda. Sekarang simpan energi mu itu untuk berlari nanti ya. Jika kau sudah berada dalam jarak yang aman dari orang-orang jahat itu, aku akan melesat ke arah mu dan membawa mu pergi. Deal?!'
'Deal!'
Dan terjadilah kesepakatan pertama di antara naga dan pengendali muda nya itu. Tak ads yang tahu, kalau takdir mereka akan dimulai sejak hari itu.
***