
"**..tapi, Paman! Aku.. aku tak tahu bagaimana cara memanggil naga ungu itu!" Dion mengakui ketidak tahuan nya dalam memanggil naga.
"Aku tahu, Paman!" Seru Mix bersemangat.
"Bagus! Tunjukkan ke Dion, Mix! Bagaimana cara mu melakukan nya!" Imbuh Zacko sambil tersenyum senang.
Sedari dulu, Mix selalu berharap bisa mengendalikan satu naga saja dalam hidup nya. Bagaimana pun juga, ia terlahir dari keluaraga pengendali naga. Dan mendiang kedua kakak nya pun dulu juga memiliki seekor naga yang berhasil mereka kendalikan.
Mix selalu nerasa iri setiap kali melihat kedua kakak nya pamer menaiki mahkota di atas kepala naga yang telah mereka kendalikan. Mix pun ingin bisa terbang ke angkasa seperti kedua kakak nya dulu.
Karena itu lah Mix minta diajarkan kepada Kakak nya cara untuk memanggil naga.
Mula-mula Mix menenangkan pikiran nya. Selanjut nya, ia memfokuskan pikiran nya pada hamparan gunung-gunung tinggi menjulang di hadapan nya. Dan selanjutnya, Mix pun bernyanyi.
Somewhere pass the end of the long way, (Suatu tempat di ujung jalan sana)
There's the dark shades cloud over sky, (Ada rona gelap yang membentuk awan di angkasa)
Like a butterfly, (Seperti seekor kupu-kupu)
The colours dancing in your eyes, (Warna-warni pun menari di depan mata mu)
Bring the bright new colour up to sky.. (Membawa warna cerah yang baru hingga ke langit sana)
Some time pass the end of the long trip, (Suatu waktu di akhir perjalanan yang panjang)
There's the voice came from above cliff, (Terdapat suara yang berasal dari atas bukit)
Something made you run, (Sesuatu membuat mu lari)
Reaching for some dreams to be done, (Meraih beberapa mimpi yang harus dituntaskan)
While you feel the stars were calling you.. (Di saat kau merasa para bintang sedang memanggil-manggil mu)
(Lagu ini berjudl "While The Stars were Calling You". Karya cipta Mel sendiri, atas nama pena lain, Lazuli Nun)
Mix terus menyanyi dengan suara merdu di tengah dataran tandus tempat mereka berada kini. Hamparan gunung keunguan di hadapan mereka tampak bergetar sedikit kala mendengar suara nyanyian Mix.
Akan tetapi, hingga Mix selesia bernyanyi, tak ada apapun yang terjadi. Bahkan sebentuk naga pun tak terlihat di mata mereka.
Mix yang masih menatap penuh harap bila nyanyian nya bisa memanggil para naga, pada akhirnya harus menelan pil kecewa setelah waktu terus berlalu dalam keheningan yang menyesakkan dada.
Mix telah gagal dalam menuntaskan misi pertama nya untuk memanggil seekor naga.
Kepala Mix pun tertunduk lesu. Ia sungguh kecewa pada dirinya sendiri.
Di dekat nya, Dion masih bingung dengan apa yang seharusnya terjadi. Karena penasaran, ia pun bertanya keoada Mix.
"Apa cara memanggil naga adalah dengan bernyanyi? Itu saja?" Tanya Dion.
Pertanyaan Dion itu langsung dijawab Mix dengan gerutuan nya yang seperti biasa.
Anak perempuan itu malu karena lagi-lagi Dion harus menyaksikan detik-detik memalukan dalam hidup nya.
'Kemarin ketahuan menangis, melamun. Sekarang, aku gagal memanggil baga oun Dion juga menyaksikan nya! Apa jangan-jangan dia itu pembawa sial ya!' rutuk Mix sambil menatap sengit ke arah Dion.
"Tentu saja tidak sekedar bernyanyi saja, Bodoh! Kita harus fokus memandang ke titik tertentu di kejauhan sana. Tempat di mana para naga sekiranya berada. Lalu kita bersungguh-sungguh bernyanyi. Utamakan lagu yang menceritakan tentang kesepian atau kesedihan," Mix menyampaikan instruksi yang didapat nya dari mendiang kakak nya dulu.
"Kenapa harus lagu tentang kesedihan? Apa para naga menyukai nya?" Tanya Dion lagi.
"Mana ku tahu para naga suka atau tidak! Aku kan belum punya naga yang bisa ku kendalikan!" Dumel Mix tanpa bisa dicegah nya.
"Tapi.. kata kakak ku sih, para naga menyukai semua jenis musik. Hanya saja, bila tentang kesedihan atau kesepian, para naga lebih mudah terpanggil. Menurut mereka, musik kesedihan terdengar santai dan menarik," imbuh Mix kembali.
"Tepat sekali ucapan Mix itu, Dion. Namun pada inti nya adalah, musik apapun yang akan kau nyanyikan untuk emmanggil naga, maka kau harus benar-benar mendalami lagu nya. Jangan sampai pikiran mu melantur ke hal lain saat kau sedang bernyanyi. Para naga bisa merasakan kesungguhan mu dalam bernyanyi," imbuh Paman zacko di belakang keduanya.
"Sekarang, coba lah, Dion! Bernyanyi lah dengan hati mu! Dan panggil oara naga ungu itu untuk datang kemari!" Titah Oaman Zacko terdengar begitu berharap.
Dion mengabaikan harapan yang didengar nya dalam ucapan Oaman Zacko sesaat tadi. Ia pun memikirkan lagu apa yang sekiranya akan ia nyanyikan untuk para naga yang tinggal di balik gunung-gunung keunguan sana.
'Ah! Ku rasa aku akan menyanyikan lagu itu saja,' Dion akhirnya membuat pilihan.
Terlebih dulu, ia menghela napas dalam-dalam. Setelah pikiran nya jauh lebih tenang, Dion pun memejamkan kedua mata nya. Dan, ia pun akhirnya mulai bernyanyi.
Yuuyami semaru kumo no ue, (Jauh.. jauh di atas awan yang membelakangi matahari)
Itsumo ichiwa de tonde iru, (Seekor elang terbang sendirian, memekik sendirian)
Taka wa kitto kanashikarou, (Aku mendengar tangisan kesepian nya, pastilah ia merasa sedih)
Otomo to daeta kaze no naka, (Mengendarai sepi nya angin, elang tersebut terbang sendirian)
Sora wo tsukanda sono tsubasa, (Meraih dengan sayapnya yang terbentang, demi memeluk langit yang kosong)
Yasumeru koto wa dekina kute, (Berkelana dalam diam bersama angin, dan tak pernah beristirahat)
Reff:
Kokoro wo nani ni tatoe you, (Apa yang ada dalam hati ku, tak ada siapa pun yang bisa tahu)
Taka no you na kono kokoro, (Sebentuk hati yang seperti hati nya elang lah sebenar nya hati ku ini)
Kokoro wo nani ni tatoe you, (Apa yang ada dalam hati ku, tak ada siapa pun yang bisa tahu
Sora wo mau you na kanashi sa wo... (Elang yang kesepian, di hamparan langit yang kosong)
(Lagu di atas berjudul "Teru no uta" yang dinyanyikan oleh Aoi Teshima. Terjemah Lirik oleh Mel sendiri. Yang penasaran, silahkan search di youtube)
Selesai Dion menyanyi, tiba-tiba saja terdengar suara seperti gemuruh yang sangat kencang. Asal nya daei puncak gunung keunguan di hadapan mereka itu. Di saat yang bersamaan, awan-awan gelap kembali menutupi langit pagi yang tadi baru menerima sinar matahari dari arah Timur.
Namun dengan keberadaan awan-awan kehitaman tersebut, langit di daerah Dion dan yang lain nya berada pun kembali menggelap segelap malam.
CTARR!!
Suara guntur menggelegar terdengar dari atas langit, namun tak ada setetes pun air yang turun. Dion tiba-tiba didera oleh perasaan cemas yang sama lagi seperti yang sempat ia rasakan di perjalanan nya menuju tempat ini.
Remaja lelaki itu berharap ia bisa mundur dan berlari menjauh dari tempat ini. Sayang nya kaki nya seolah tertancap di tempat nya berdiri saat ini.
CTARR!
CTARR!
CTARR!
Gemuruh demi gemuruh saling terdengar bersusulan satu sama lain.
Ketakutan itu kian mencekam di benak Dion. Aneh nya kedua netra nya tak mampu ia palingkan dari puncak salah satu gunung di kejauhan sana. Gunung terjauh sekaligus juga gunung tertinggi dalam penglihatan mata remaja lelaki tersebut.
"A.. apa yang sebenar nya terjadi, Paman?! Tidak kah sebaik nya kita harus pergi sekarang? Sepertinya hujan badai akan turun!" Cicit Mix ketakutan di dekat Dion.
Dion pun sebenarnya ingin menanyakan hal itu sedari tadi. Tapi selesai bernyanyi. Ia tak lagi bisa berkata apa-apa lagi. Seluruh indra nya seolah terlunci hanya pada satu ttiik di kejauhan sana.
"Tenang lah, Mix. Seperti nya, Dion berhasil memanggil satu naga ungu ke tempat ini," jawab Paman Zacko dengan kegembiraan yang tak bisa ia tutupi dalam suara nya.
"Di mana naga nya, Paman?" Tanya Mix tak percaya.
"Sabar dan tunggu lah..ah, itu dia!" Tunjuk Paman Zacko ke satu titik di kejauhan sana.
***