Dion, The Golden Boy

Dion, The Golden Boy
Ras Naga Ungu



Anna lalu menjelaskan tentang kronologi peristiwa magis yang dialami nya selama sepersekian detik tadi.


"Aku tadi sedang mencoba melatih kemampuan inner power ku, kan Yan. Fokus ku adalah pada para naga kecil yang sedang berterbangan di atas langit sana," tunjuk Anna ke arah langit.


Memang di langit kota Biol berseliweran para naga kecil dengan beragam corak dan juga warna. Di dataran kota ini para anak naga terbang bebas tanpa merasa takut kalau mereka akan diburu. Karena mereka tahu, para penduduk di kota ini akan menjaga keamanan mereka dari para pemburu naga, seperti kelompok Exzacta.


"Inner power? Apa itu?" Tanya Abiel tiba-tiba memotong ucapan Anna.


Anna dan Yan Chen lalu saling bertukar pandang. Sampai akhirnya Yan Chen lah yang memberikan penjelasan kepada sahabat nya itu.


"Inner power itu, mirip seperti sihir.."


Wajah Abiel seketika menjadi pias. Bagaimana pun juga penggunaan sihir adalah hal yang tabu untuk dilakukan di Dunia Pengendali Naga ini.


Melihat perubahan di wajah sahabat nya itu, Yan Chen pun terburu-buru menjelaskan.


"..tapi inner power tak benar-benar seperti sihir juga sih, Abb! Bila sihir bisa dipelajari oleh semua orang. Maka inner power adalah kemampuan yang telah dimiliki oleh seseorang sejak ia lahir. Dengan kata lain, itu tidak bisa dipelajari oleh siapa pun!" Papar Yan Chen menjelaskan.


Kini wajah Abiel berubah menjadi bingung.


"Aku tak mengerti. Maksud mu inner power itu sejenis sihir yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja sejak mereka terlahir, begitu?" Abiel menyimpulkan.


"Tepat sekali!"


"Dan inner power istri mu ini adalah..?" Tanya Abiel.


"Membaca suara hati seseorang. Umum nya sih orang yang terdekat dan bisa ia sentuh. Tapi bila Anna menggunakan seluruh konsentrasi nya ke satu orang tertentu, ia bisa jadi membaca pikiran orang tersebut, meski mereka berada dalam jarak yang jauh," lanjut Yan Chen menjelaskan.


"...ll..luar biasa!" Komentar Abiel menatap Anna dengan pandangan dipenuhi rasa takjub.


Anna tertunduk malu.


"Jadi Ann, lanjutkan lagi cerita mu tentang Dion tadi!" Pinta Yan Chen kemudian.


Anna terlebih dulu menganggukkan kepala nya sekali. Sebelum akhirnya kembali melanjutkan cerita magis yang dialami nya tadi.


"Saat aku sedang melatih inner power ku untuk membaca pikiran salah satu anak-anak yang sedang bercanda di halaman sana, aku tiba-tiba saja menangkap getaran rasa hati milik Dion, Yan. Dion seperti sedang terkejut atas sesuatu. Dan aku.."


Abiel kembali memotong ucapan Anna.


"Bagiamana itu bisa terjadi? Maksud ku, bagaimana kau tahu kalau itu adalah, apa tadi nama nya? Getar suara hati milik Dion?" Tanya Abiel tak mengerti.


Kali ini Anna tak menunggu Yan Chen untuk membantu nya menjelaskan kepada Abiel. Wanita itu sendiri yang menjawab pertanyaan Abiel kemudian.


"Suara hati seseorang mirip dengan suara vokal nya ketika ia berbicara. Apalagi jika aku pernah membaca suara hati nya, maka akan lebih mudah bagi ku untuk menangkap getaran rasa hati seseorang tersebut. Terutama adalah orang-orang yang terdekat dan memiliki ikatan batin dengan ku," jelas Anna.


"... Oh.. begitu.."


"Ya. Dan tadi aku tiba-tiba saja mendengar suara Dion seperti berseru 'Waah!' negtiu. Itu hanya terjadi sebentar saja. Sebelum akhirnya aku tak lagi menangkap getar suara hati nya,"jelas Anna.


"..."


".."


"Apa kamu bisa memastikan titik lokasi asal suara Dion berada tadi, Anna?" Tanya Yan Chen kemudian.


"Ya. Dia berada sekitar 1000 mil lebih jauh nya dari sini. Tepat nya ada di sebelah Barat Daya sana!" Tunjuk Anna ke satu arah.


"Tunggu sebentar! Aku akan mengambil peta dahulu!" Seru Abiel langsung berlari ke dalam tenda tempat nya beristirahat usai berlatih.


Tak lama kemudian Abiel kembali dan membawa sebuah peta dari kertas kekuningan. Ia lalu menjabarkan peta itu hingga terbuka lebar di hadapan Anna dan juga Yan Chen.


"Kata mu tadi 1000 mil ke arah Barat Daya kan? Itu berarti.."


"Daratan Ilusi? Di mana itu?" Tanya Anna kepada Abiel.


Yan Chem lalu memotong.


"Aku pernah mendengar tentang Daratan Ilusi ini. Bukan kah itu adalah daratan yang dikatakan menjadi tempat pelarian para penyihir zaman dulu, Abb?" Tanya Yan Chen menyampaikan dugaan nya.


"Ya. Benar. Tapi yamg paling ku takutkan tentang Daratan ailusi ini adalah, bahwa para Tetua mengira kalau Zacko kemungkinan berada di daratan tersebut dan membentuk kelompok militer nya sendiri di sana," ungkap Abiel dengan wajah sarat akan kecemasan.


"Apa?! Jadi Zacko kuga ada di tempat otu?!" Tanya Yan Chen memastikan.


"Ya.. entahlah. Tapi menurut agen rahasia yang kami kirim untuk melacak Zacko. Mereka memastikan kalau jejak terakhir Zacko mengarah ke Daratan Ilusi tersebut," jelas Abiel tak yakin.


"Kalau begitu, Dion berada dalam bahaya besar!" Seru Yan Chen seketika.


"Bukan hanya Dion yang berada dalam bahaya besar, Chen! Melainkan semua entitas penghuni di dunia ini berada dalam bahaya besar!" Seru Abiel dengan kecemasan yang terlihat takut di wajah nya.


"Kenapa bisa begitu?" Kali ini Anna lah yang bertanya.


"Karena, Para Tetua kami menduga kalau Zacko seperti nya memiliki tujuan untuk menguasai ras naga terkuat dari semua ras naga yang ada di dunia ini. Yakni ras naga ungu. Ras naga itu adalah satu-satu nya ras naga yang bisa berbicara dalam bahasa manusia. Dan dahulu kala ia dipercaya menjadi tunggangan para penyihir hebat!"


Anna diam mendengarkan sambil mengerutkan kening.


"Apa bahaya nya itu? Maaf. Aku belum mengerti.." ujar Anna mengomentari ucapan abiel tadi.


"Bahaya nya adalah, bila Zacko berhasil kenguasai satu saja naga dari ras ungu, maka dia bisa menguasai Pusaka Magis yang dipercaya sebagai Pusaka terkuat seperti tongkat sihir para penyihir hebat! Ini berbahaya sekali. Apalagi Zacko memiliki dendam dengan Tetua kami. Karena kami pernah melukai kekasih nya yang seorang penyihir,"


"Aku menduga, Zacko akan membalaskan dendam nya ke semua pengendali naga di daratan Biol ini. Bila sampai dia berhasil mendapatkan Pusaka Magis tersebut. Karena itulah, Zacko membutuhkan keberadaan seorang golden. Teritama adalah Golden yang kuat!"


"Chen! Apa Dion termasuk Golden yang kuat atau lemah?" Tanya Abiel tetiba.


"Aku belum tahu, Abb. Dion sudah lebih dulu diculik sebelum kami sempat membawa nya menemui para Tetua untik dinilai jenis kekuatan Golden nya," sahut Yan Chen dengan suara pasrah.


"..."


"...hh.. kalau begitu, semoga saja putra mu itu termasuk ke dalam Golden yang lemah ya, Chen." Ujar Abiel.


"Kau lupa ya, Abb. Ada kemungkinan juga kan kalau Dion berada di tangan kelompok Exzacta? Jika putra ku termasuk Golden yang lemah, maka umur nya tak akan bertahan lama di tangan mereka, bukan?" Tukas Yan Chen dengan senyuman sedih.


"Ahh.. kau benar juga," komentar Abiel.


"Jadi, apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk menolong Dion?"


Pertanyaan Anna itu menyadarkan Abiel dan Yan Chen pada apa yang memang harus dipikirkan mereka saat ini.


Dibanding berfokus pada mengeluhkan masalah yang dihadapi, memang sudah sepatut nya mereka memikirkan cara penyelesaian dari masalah yang dihadapi saat ini.


Abiel tersenyum tipis.


"Istri mu benar sekali, Chen. Sebaik nya kita beritahu dulu para Tetua tentang apa yang diketahui Anna tentang Dion," saran Abiel kemudian.


"Apa menurut mu para Tetua akan melukai Anna seperti kekasih nya Zacko juga Abb?" Tanya Yan Chen khawatir.


"Nah. Soal itu. Biar aku yang menyampaikan nya secara perlahan kepada para Tetua. Aku yakin, sebenar nya para Tetua lun menyesal dengan kejadian kekasih nya Zacko tempo dulu. Bukti nya, karena kesalahan mereka di masa lalu itu, mereka malah melahirkan seorang Zacko yang berkhianat kepada sekte. Bukan?" Sahut balik Abiel.


"Kalau begitu, aku mengandalkan mu, Abb! Terima kasih!" Ujar Yan Chen sambil menepuk bahu sahabat nya itu sekali.


"Sama-sama, Sobat! Ayo kita bergegas ke Barak Utama. Para Tetua biasanya sedang berukumpul di waktu sekarang ini," ajak Abiel melangkah paling depan.


Diikuti oleh Yan Chen dan juga Anna di belakang nya.


***