Descendants Of The Moon

Descendants Of The Moon
Bab 6 : Bertemu Putri Kerajaan



Fajar mulai menyinari bumi dari gelapnya malam , menghembuskan udara dingin dan sejuk .


Daun sesekali meneteskan embun pagi yang menyelimutinya.Dari sudut jalan sempit yang dikelilingi hutan tampak beberapa orang tengah menempuh jalan.


"Hei Kek , apa kau tau jalan menuju kerajaan? aku rasa dari tadi kita hanya berputar melewati jalan ini terus..." keluh Kemuri yang kelelahan merangkul adiknya yang tak sadarkan diri


"Aku tauu...bagaimana tidak...aku adalah mantan tabib Kerajaan!" jawab Kakek tua itu dengan kesal


"Jadi??? kenapa kita terus berulang kali melewai jalan ini??? aku sudah kelelahannn!" keluh Kemuri yang tak bisa menahan diri


"Heiii!!! bisakah kau bersabar!!! ini adalah jalan menuju kerajaan...jelas-jelas di ujung sana ada bangunan tinggi dari Kerajaan ituu!!!"


Suasana yang semula sepi ditengah hutan kini menjadi ramai sebab keduanya tampak ribut dengan tingkahkonyolnya.


hiksss kakek tua ini mungkin saja membohongiku...aku yakin dia pasti lupa jalannya...kan dia sudah tua! ya jelas dia sudah pikun! . batin Kemuri dengan tatapan sinisnya pada Kakek tua yang ada didepannya sembari merangkul adiknya yang pingsan


Suasana kembali sepi hingga Kakek tua itu membuka bicara


"Sebentar lagi kita sampai...sebab jalan yang kita temukan akan sama sebanyak tiga kali agar musuh merasa resah"


Kemuri hanya mendengarkan ucapan Kakek tua itu dengan mendengkus kesal dan memalingkan pandangannya pada sosok bangunan besar separuh ditutupi beberapa pepohonan yang tampak jauh dihadapannya.


Setelah beberapa jam menempuh jalan yang cukup panjang , Kakek tua dan Kemuri berhasil menemukan Kerajaan yang mereka tuju.


Dan lagi-lagi mereka menemukan gerbang kedua dari Negara Chikyu yang menampakkan dua prajurit gagah berani yang menyilangkan kedua senjatanya melindungi kerajaan dengan ketat.


Mereka pun berjalan mendekati Gerbang itu.


"Tabib???" tanya salah seorang prajurit yang kaget melihat sosok yang lama ia tak jumpai


" Ya..aku kembali! kali ini aku membawa dua orang pelindung kerajaan yang terluka akibat melindungi kerajaan dari musuh, mereka ditugaskan langsung oleh Yang Mulia Raja " ucap Kakek tua yang berusaha menjelaskan dengan sedetail mungkin


"ouh jadi begitu...tapi sebelum masuk tunjukkan dulu identitas diri kalian dan surat izin dari Negara ini" pinta Prajurit dengan sopan


Mereka pun menunjukkan kartu identitas dirinya dan surat masuk izin dari Negara ini. Sulit mendapatkan surat izin masuk kesetiap Negara jika ingin berkunjung kecuali langsung menghadap Raja dan perangkatnya terlebih dahulu.


"Baiklah...suratnya asli dan kalian sepertinya orang baik...jadi silahkan masuk termasuk kamu tabib" kata Prajurit yang selesai memeriksanya


Setelah mendapat izin mereka pun melangkahkan kakinya memasuki suatu desa kecil yang dipimpin oleh Kerajaan Tsumetaidesu .Suasana yang masih asri dan segar dengan dipenuhi aneka tanaman dan air yang bersih membuat suasana yang mampu menyegarkan tubuh yang lelah.


" huuummm...segarnyaaa " ucap Kemuri sembari menghirup udara sedalam mungkin


" ya ...suasananya indah dan menyegarkan. Desa ini telah mengalami perubahan yang sangat baik tak seperti dahulu " kata Kakek tua yang melihat teliti disetiap sudut


desa


Perjalanan yang cukup memuaskan dan melelahkan membuat mereka sampai dengan cepat di Kerajaan Tsumetaidesu.


Banyak pelayan dan prajurit mondar mandir mengambil dan membawa barang . Kakek tua yang melihat itu sedikit merekahkan senyuman.


"Hei...Yujin! panggil pelayan medis datang kemari untuk membawa pasien" perintah Kakek tua


Prajurit yang semula berjalan dan meninggalkan mereka kini berhenti dan berbalik badan sebab suara yang didengarnya tak asing baginya.


"Umm...tabib yaa?" tanya Prajurit yang melihatnya


" yaaa...masa kau lupa padaku!!! cepattt ini darurat!" ucap Kakek tua dengan gembira


Setelah mendapat panggilan dari prajurit , pelayan medis pun datang menemui mereka yang tengah duduk di anak tangga Kerajaan.


"Apa tuan memanggil saya?" tanya pelayan


"yaa...tolong bawa dia ke ruangan


khusus pengobatan kerajaan yang lengkap" jawab Kakek tua dengan bijak


Kasai dan Kemuri pun dibawa kesebuah ruangan istitarahat agar diperiksa lebih lanjut.


****


Kemuri berjalan melintasi koridor-koridor istana yang mewah, barang-barang yang terbuat dari emas dan batu permata biru memanjakan mata yang melihatnya.


"Hei...?" sapa Kemuri yang menyapa Seseorang didepannya yang tidak lain adalah Putri Kerajan


"Kau putri Nami... bukan?" tanyanya memastikan


"Ya..." jawab Putri Nami dengan gugup


"Heiii...kau masih seperti duluu. Kau sudah besar! , tambah cantik lagi!" puji Kemuri yang semula berhenti dan melanjutkan Kalimatnya


"Bagaimana kabarmu?"


"Baik...dengan siapa kamu disini?" tanya Putri Nami heran


" ouh...aku sama adikku dan mantan Tabib Kerajaan...kami terluka saat melawan musuh...tapiiii aku tidak..Kasailah yang melindungiku...hufftt keras kepala sekali diakan!" ucap Kemuri dengan santai


Wajah putri Nami berubah menjadi aneh , wajahnya mulai memerah dan penuh penasaran.


"Ahh..d d dimana Tabib Kerajaan?" tanya Putri Nami memastikan


" ummm di ruangan itu bersama Kasai. Dia berusaha sekeras mungkin untuk menyelamatkannya sebab Kasai diserang oleh serangan mematikan" jawabnya sendu


" Begitu ya...aku akan kesana!" sahut Putri Nami


Kemuri yang mendengar itu awalnya biasa saja tetapi ia terkejut setelah mengingat sesuatu.


" Ah ..ya Aku lupa. Tujuanku kesini untuk bertemu Yang Mulia Raja. Sebab aku harus melapor terlebih dahulu karena masuk istana tanpa memberitahu!"


"Ayahku ada diruangan keluarga...silahkan jika ingin bertemu" ucap putri Nami dengan tergesa-gesa


" okeee...baiklah terima kasih Putri!" teriak Kemuri yang melihat posisi Putri Nami semakin menjauh


Disela-sela ia berlari, Putri Nami dikejutkan oleh seseorang dari balik dinding pembatas ruangan.


"Doorrrr..."


"Ahhhhhh...." teriak putri Nami yang kaget dan tersungkur jatuh kelantai


"Astagaa putrikuuu...maafkan ayah heheheh" ucapnya terkejut


" Ayahhhhhh..." keluh putri Nami


"maaf...maaf...habisnya kau tengah terburu-buru sih....mau kemana?" tanya Raja


" mau ke ruangan tabib, yah. Ouh, jadi begini pelindung Kerajaan sudah tiba tapi dalam keadaan terluka, aku ingin menjenguknya!" jawabnya


"Pelindung Kerajaan? kenapa bisa mereka masuk istana tanpa sepengetahuanku!" bentak Raja yang mulai memanas


Ekspresi Raja setelah mendengar itu cukup menyeramkan, matanya semula berbinar-binar kini mengernyitkan keningnya seolah-olah tak menerima apa yang terjadi.


"Bukan begitu ayah...mereka terpaksa masuk sebab ada mantan tabib kerajaan bersamanya..itu juga karena kondisinya yang tak memungkinkan" lanjut putri Nami berusaha menjelaskan yang sebenarnya


"Terserah..Ayah memerintahkan padamu...jaga Putri Hikari saat ini!" pinta Raja dengan tegas


"Aaayaaahhhh...." bujuk putri Nami agar bisa bertemu seseorang


"Tidak!...cepatlah..ini perintah Raja bukan ayahmu!" bentak Raja dengan tegas


Putri Nami yang mendengar itu sedikit kesal dan marah sebab perilaku ayahnya selalu saja begitu.