
"Heiii!!!... apa kauuu seeedang bermimpiiii???" teriak seseorang yang berusaha membangunkannya dengan melambaikan telapak tangannya berulang kali
Kasai mulai sadar dan terbangun dari tidurnya, penglihatan yang buram kini nampak jelas . Tepat didepan matanya seorang lelaki yang usianya lebih tua darinya tengah merekahkan sebuah senyuman kegembiraan.
"Arrrggghhhh...kau mengagetkanku kak" keluh Kasai yang kesal sebab kepalanya terbentur didahan tempatnya tertidur
"Hahahaha ....maaf...maaff...akhirnya kita bertemu juga setelah semalam berpisah" ucap Kemuri dengan membelai rambut hitam Adiknya , kemudian melanjutkan kalimatnya,
"AAAhhhh yaaaa kau sedang bermimpi tadi yaaa....kau bermimpi apa? seorang wanita?"
Wajah kasai yang semula ceria kini mulai datar kembali sebab mendengar sepotong kalimat Kemuri yang membuat hatinya menjadi kesal.
"Ahh sudahlah...sudah berapa kali aku bilang ...jangan pernah menyebutkan kata itu dihadapanku...aku membencinya" lirih Kasai yang kesal dan beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Kemuri
"Eiihhh...aku lupaa...maaf yaa dekk...jangan marah gituu donggg" bujuk Kemuri sembari merangkulnya
Kemuri berusaha menyelaraskan langkahnya dengan kasai dan berusaha membujuk adiknya yang tengah marah sebab ia telah mengetahuinya , jika kasai marah maka akan sulit untuk dikendalikan.
Sialll...kenapa aku mengingat kejadian itu lagi, selalu saja begini...ini hampir yang ketiga kalinya aku memimpikannya .
Apakah ayah ingin menyampaikan sesuatu padaku ? atau dendam ayah?..dendam ayah belum terselesaikan!!!...aku harus secepatnya menyelesaikan ini , tapi aku harus memulainya dari awal.
Awal sebuah kehancuran...
Batin Kasai yang selalu sibuk dengan pikirannya tanpa mendengarkan kakaknya.
****
~Percakapan kedua pihak didalam ruangan rahasia~
"Malam ini akan terjadi fenomena alam yang selalu ditunggu-tunggu setiap sekali dalam 100 tahun...maka persiapkan dirimu, Nak" ucap Tetua Kerajaan
"Belum tentu...kerajaanku yang mendapatkannya, Kek" jawab Raja Tsumetaidesu
Kemudian melanjutkan kalimatnya, "Lindungi kerajaanmu sesegera mungkin dan usahakan ini semua dirahasiakan oleh orang lain!"
"Ya...aku sudah menyiapkan semuanya sebelum Kakek datang kemari termasuk pelindung kerajaan" jawab Raja Tsumetaidesu
Tetua kerajaan tampak sibuk memperhatikan suasana sekitar kerajaan dari balik jendela dan mengatakan, "Apa kau yakin dengan pelindung kerajaanmu?"
Tetua tampak ragu dengan apa yang dikatakan raja Tsumetaidesu dan ada sesuatu yang ia sembunyikan.
"Aahh... ya aku ...YAKIN!" kata Raja dengan tegas
"Baiklah ...kalau begitu...aku rasa tugasku selesai...aku akan pergi sebab waktu yang diberikan tak lama" ucap Tetua yang kemudian menghilang dalam sekejap
Raja Tsumetaidesu sangat berterima kasih pada Tetua itu sebab ini akan sangat membantunya dalam menghadapi fenomena alam yang selama ini ditunggu-tunggu.
Namun tak hanya orang terpilih saja yang mengetahui itu tetapi ada banyak diluar sana iblis yang sangat ingin mendapatkannya bahkan manusia berhati jahat dengan keegoisan yang dimilikinya tak segan-segan mengorbankan segalanya hanya untuk memilikinya.
****
"Sekarang sudah pukul 17:00 , aku sangat kelelahan ...bisakah kita beristirahat sejenak" keluh kemuri
Kasai tidak peduli apa yang dikatakan kakaknya, ia tetap berjalan menyusuri hutan yang baru saja terlihat gerbang yang menandakan pintu masuk desa sudah hampir tiba.
"Kita akan beristirahat didesa kak, aku akan mencari penginapan yang murah" Tutur Kasai dengan nada datarnya
Kasai dan Kemuri sudah berkelana dihutan selama 3 hari untuk menjalankan sebuah misi penting yang diberikan Ayahnya. Dimana misi itu adalah melindungi Kerajaan Tsumetaidesu dalam fenomena alam yang akan terjadi.
"Berapa lama lagi kita tiba?, aku sudah sangat lapar dan kelelahan sebab perjalanan jauh ini membuat tenagaku sudah terkuras habis" lirih Kemuri
"Bertahanlah...sebentar lagi kita tiba...pintu gerbang utama Negara Chikyu sudah terlihat" sahut Kasai dengan menyipitkan matanya melihat dari arah kejauhan
Perjalanan mereka membuahkan hasil meski sebelumnya harus bertarung melawan musuh yang cukup banyak.