Descendants Of The Moon

Descendants Of The Moon
Bab 5 : Kehadirannya!!!



"sebaiknya kita bawa dia di kerajaan!"


ucap kakek tua yang tiba-tiba muncul


" haaa? sejak kapan kakek disini?" tanya Kemuri yang berusaha menahan isakan tangisnya


"baru... aku tadi melihat dia" jawabnya datar


" DIA??? diaaa siapaaaa...diaaa berusaha mencelakakan adikkuuuu...akuuu tidak akan memaafkannyaa " teriak Kemuri yang tak sanggup lagi menahannya


" sudahlah...yang penting aku mengetahuinya...yang jelas...kita selamatkan dulu KASAI!!!" bentak kakek tua


Mereka pun membawa Kasai ke Kerajaan yang dilindunginya agar mendapat perawatan yang cukup dan tepat. Sebab perjalanannya sudah cukup jauh dan tak memungkinkan bila harus kembali ke rumah kakek tua itu.


****


Setelah Cahaya yang membentuk pagar silinder tiba. Batu emerald hijau memancarkan cahaya yang begitu indah hingga membuat sepasang mata tak kuat untuk melihatnya.


Didalamnya terdapat Kumpulan salju pertama yang turun ke bumi membentuk menjadi satu dan membuat pola layaknya seorang manusia. Dibantu dengan Teknik air dari Raja Tsumetaidesu , proses penciptaan dan penerimaan kejutan dari langit berjalan dengan lancar.


Namun suasana yang semula gembira berubah menjadi suasana yang menegangkan , sebab cahaya yang menyilaukan tadi kini perlahan terlihat transparan dan membuat sosok yang ada didalamnya mulai nampak.


"Ayah...cukup kau terlihat lemah tenagamu terkuras habis" pinta Ratu


"Tidak...ini hampir selesai!" jawabnya yang masih fokus pada titik tertentu


"Heeii...heiiii.....dia mulai menampakkan dirinyaaa!!!"teriak salah satu dari pelayannya


Setelah proses penciptaan dan penerimaan selesai, raja menurunkan tangannya yang cukup sakit dan pegal sebab harus menahannya selama beberapa jam dan mengeluarkan kekuatan yang cukup banyak.


Cahaya yang terang kini mulai meredup, menampakkan seorang gadis remaja yang menginjakkan kakinya pada batu emerald hijau yang tepat berada dibawahnya.


Kedaannya setengah sadar sedikit mengucapkan sesuatu


"HIKARI TSUKI "


Tubuh yang lemas tak bertenaga membuatnya pingsan tak sadarkan diri


Orang-orang yang melihatnya heran dan kebingungan tentang apa yang terjadi dihadapannya.


"Kali ini kejutan dari langit adalah seorang gadis remaja???" tanya salah satu pelayan dengan mengernyitkan keningnya


"Apa iniiii!!!!" tanya Ratu kebingungan


"Entahlah...apapun itu kita harus menerimanya" ucap Raja


Kemudian Raja dan Ratu mencoba mendekatinya untuk memeriksa keadaanya


Gadis yang berambut silver dan Dress putih yang dikenakannya cukup unik dan sederhana tapi cantik dan menawan.


"Pelayan...ambilkan selimut!!!" perintah Ratu membuat pelayan yang semula mematung kini refleks dan pergi mengambilnya


"Ini...Ratu" kata pelayan yang berhasil mengambil selimut dengan cepat dan memberikannya pada ratu


" baik...terima kasih!" ucap Ratu sembari mengambil dan memakaikannya pada gadis itu


" suhunya sangat dingin , sebaiknya kita bawa pada ruangan yang hangat" pinta Raja


" baiklah ... dikamar putri Nami ruangannya cukup hangat...kita bisa membawanya kesana " ucap Ratu yang mengusulkannya


"Benar juga... Putriku Nami...bagaimana? apakah kamu setuju?" tanya Raja yang memastikan


" y..y.. ya... Ayah..." jawab Putri Nami dengan lembut


Mereka pun membawa gadis itu dikamar Putri Nami dan meletakannya pada kasur yang empuk dan lembut agar memberikan nuansa kehangatan untuknya.


"untuk semua pelayan dan prajurit serta anggota kerajaan ini, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan" teriak raja yang berusaha mengambil perhatian


mereka yang ikut serta


"apa ayah?" tanya putri Nami mewakili semuanya


"Putri Nami adalah bungsu dari kerajaan Tsumetaidesu , dan baru saja kita mendapatkan kejutan dari langit berupa seorang gadis yang usianya tak jauh dari putriku. Jadi, hari ini , jam ini, dan menit ini, akan aku angkat gadis ini menggantikan posisi putri bungsu kerajaanku... Kemudian untuk fenomena langka yang mengejutkan kita kali ini , aku harap jangan ada satu orang pun yang mengetahui ini selain mereka yang berperan untuk membantuku"


Mereka mendengarkan pengumuman dan perintah dari Raja dengan seksama.


" Ayah...bagaimana dengan Kakak Yuki dan Kakak Furosu yang saat ini masih di Akademi ...apakah mereka boleh mengetahui keberadaan calon putri bungsu kerajaan ini...apalagi dia adalah keturunan bulan yang secara tiba-tiba hadir di Kerajaan kita?" tanya putri Nami dengan teliti


"Ya ... suamiku!" tanya Ratu yang memastikan


" Untuk saat ini...tidak ada yang boleh mengetahuinya meskipun Putra dan Putri kita yang masih Di Akademi...sebab mereka tidak ikut serta dalam membantuku dan memungkinkan akan memberikan efek negatif pada kita" jawab Raja dengan bijak


" efek negatif seperti apa? justru jika kita tidak memberitahu mereka..maka akan menjadi masalah besar...ayah tahu kan? Kak Yuki tidak mau menerima kakak Furosu sebagai bungsu kerajaan hingga aku lahir " kata Putri Nami dengan sendu


"apa yang dikatakan Putriku Nami benar...Yuki sebagai putri pertama kerajaan sangat sulit menerima keberadaan si bungsu" ucap Ratu yang menambahkan


"Kalau begitu kita akan jelaskan pada dia sebaik mungkin dan Untuk kalian prajurit dan pelayan kerajaan... ingat!!!tak boleh ada yang mengetahui ini lagi!.... jika informasi ini terungkap oleh negara lain bahkan kerajaan lain...maka aku tak segan memberikan HUKUMAN MATI pada kalian yang membocorkan ini!!!!" ucap Raja dengan tegas


"Baik"


"siap Raja"


....


jawaban yang beraneka ragam dari Para Prajurit dan Pelayan kerajaan menggema disudut ruangan itu .