
Pohon besar berusia puluhan tahun kini menjadi pijakan Kasai disetiap dahan besarnya untuk berlindung dari datangnya musuh dan memantau keadaan yang masih dalam kendalinya.
Fenomena alam yang dijanjikan setiap 100 tahun sekali mulai nampak dari cahaya bulan yang aneh.
Bulan perlahan mengumpulkan cahaya terangnya pada satu sisi hingga membentuk pagar silinder. Bertepatan dengan turunnya salju pertama membuat salju terhisap masuk kedalam pagar silinder yang membuat musim dingin tahun ini tidak akan turun.
Raja Tsumetaidesu mengeluarkan kekuatannya membentuk gelembung air berukuran besar untuk melindungi kerajaannya dari musuh dan membantu proses kedatangannya.
Cahaya yang turun membentuk pagar kini mulai mencapai batu emerald hijau diruangan terbuka kerajaan, dimana disana terdapat anggota kerajaan dan prajurit serta pelayannya menantikan fenomena itu berlangsung.
"sialll!!!... bayangan hitam mulai menyerbu kerajaan!" ucap Kasai
Kasai berlari tepat dibelakang bayangan hitam dan menusuknya menggunakan pedang bermata 1 miliknya.
(pusshhh)..tidak mempan?..bayangan hitam tidak punya raga. Siall..kenapa aku bodoh? Tapi...meskipun begitu pasti ada titik lemah mereka. batin Kasai
Kasai terus menyerang bayangan hitam itu menggunakan berbagai cara beserta pikiran yang terus berjalan, ia mulai menemukan titik lemah musuhnya.
(ttssssyyuuukkk) kini pedang bermata 1 milik Kasai berhasil menembus titik lemah dari bayangan hitam itu
"Pusat energi...pusat energi adalah kelemahanmu" kata Kasai dengan tatapan membunuhnya serta senyuman menggeletirnya membuat suasana semakin mencekam
Perlahan semakin banyak bayangan hitam yang mendekati Kerajaan tapi Kasai tak akan membiarkan itu. Ia terus melawan mereka dengan gerakan kilat yang ia pelajari.
Satu demi satu bayangan hitam mulai musnah dihadapan Kasai tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya.
Monster besar muncul dari kumpulan bayangan hitam yang musnah menjadi satu.
Mata merah menyala dengan wajah yang rusak membuatnya kelihatan cukup mengerikan . Tapi itu adalah suasana yang sering dilihat oleh kasai sewaktu ia kecil.
"Mmmonnsterr ituu??...tidak dia bukan monster....dia IBLIS!" bentak kasai melawan argumennya
tiba-tiba dari belakang, seseorang menyentuh pundak Kasai hingga menyentuh lehernya secara perlahan
"Ya....dia ciptaanku...aku membuatnya cukup lama agar pada fenomena alam ini tujuanku bisa tercapai" ucapnya
Kasai yang merasakan sentuhan itu sedikit merasakan geli pada tubuhnya. Ia dengan cepat menepis pergelangan tangan itu dan berbalik badan.
Seseorang dengan topeng yang menutup wajahnya membuat aura yang tak asing baginya.
"Siapa Kau!" tanya Kasai
"Tak perlu tahu siapa aku...yang jelas jangan pernah kau menghalangi jalanku!" bentaknya dengan nada tinggi
"hmmm...begitu?" ucap Kasai dengan senyuman tipis mematikan
Orang dibalik topeng itu heran dengan tingkah aneh Kasai yang tiba-tiba muncul.
"UUAAAAAAAAAAAAAAAAAH" teriakan Kasai meringis kesakitan membuat kemarahannya tak terkendali
Kepalan tangan yang membentuk keras hingga mengeluarkan bunyi retakan dan kaki dengan pelan melangkah kearah sasaran membuat orang bertopeng itu mundur dengan cepat.
(puuufffff) suara pukulan Kasai seperti ledakan , tangannya tepat kearah sasaran dengan paduan teknik kilat yang ia miliki membuat lawannya tak sanggup untuk menghindar.
Monster besar dibelakangnya pun hilang dalam sekejap sebab pusat kekuatannya ada pada pemiliknya.
Topeng yang ia gunakan perlahan mengeluarkan bunyi retakan dan membentuk beberapa garis kecil.
Siall...dia marah!!! ...jika aku berada disini maka aku akan mati konyol. batinnya
"Biar kuberikan kau serangan mematikan milikkuuu!!!! kali ini kau tidak akan bisa mengalahkanku" teriak orang bertopeng itu dengan mengepal tangannya membentuk kepalan api yang keluar
Api?! bukannya yang menguasai teknik api adalah keturunan matahari dari kerajaan Taiyo?. batin Kasai yang heran
Namun disela-sela ia berpikir masih ada waktu luang untuknya menghindari serangan mematikan itu.
"Kasaiiiiiii!!!!!" teriak seseorang dari belakang
Kasai pun menoleh mencari sumber suara dan tepat dibelakangnya Kemuri yang berlari setengah berteriak berusaha menyelamatkan Kasai dari serangan mematikan itu.
Kasai yang menyadari itu pun langsung menghindari arah pukulan orang bertopeng itu tetapi tujuan darinya bukan Kasai tapi Kemuri!.
" Siall...bukan aku!" kata Kasai
"Kakak...menghindar!!" teriak Kasai disela-sela tindakannya
Kasai berlari dengan cepat menghalang serangan yang tertuju pada Kemuri.
(puuummmmm) serangan kepalan api berhasil mengenai titik pusat energi Kasai yang separuh terbuka
"ttttiiiidaakk" ucap Kemuri yang melihat gumpalan asap keluar dari bekas pukulan orang bertopeng itu
Kasai jatuh pingsan tak berdaya, energi dan kekuatannya kian melemah luka pada tangan kanan yang terkena jebakan itu kini mengeluarkan darah lagi.
(ttkkkk) retakan topengnya kini mulai nampak dan memperlihatkan wajah asli orang itu.
bahaya jika aku ketahuan...maka hal buruk akan terjadi. batinnya
kemudian ia berlari dalam kegelapan dan menghilang
Kasai yang terbaring lemah dalam dekapan Kemuri membuatnya sedikit menetskan air mata.
"Ttidakk Kasai...jangan mati dulu" ucap Kemuri yang tak sanggup menahan air matanya