Dear Revania

Dear Revania
Dear Revania Part 58



Welcome to America.....


Vania baru saja tiba di negera kelahirannya.....


Dirinya segera menelpon Dion anak buah mamanya untuk menjemput dirinya.....


Vania juga menelpon mamanya dan Renal untuk memberitahukan kalau dirinya sudah sampai....


Vania duduk salah satu kursi bandara untuk menunggu Dion orang kepercayaan mamanya menjemput dirinya.....


Vania menyadari bahwa sangat berbeda berada di negera orang walaupun Amerika adalah tempat kelahirannya....


"Excuse me are you Miss Vania?tanya seorang lelaki yang baru saja menghampiri Vania...."


"Yes I am Vania,jawab Vania....."


"Is your name Dion,my mother's confidant in America?tanya Vania kembali....."


"Yes,I am Dion,the person who Tianti trusts the most,jawab lelaki itu ramah...."


"Introduce my name is Revania Rissa Unaiya I am very happy to meet Uncle Dion here,ucap Vania memperkenalkan dirinya....."


"I am also very happy to meet Miss Vania,ucap Dion sambil tersenyum ramah....."


"Can uncle speak Indonesian?tanya Vania...."


"Tentu saya bisa,jawab Dion sambil tersenyum...."


"Vania terkejut ketika mendengar Dion berbicara bahasa Indonesia...."


"Apakah mama saya yang ajarin paman bahasa Indonesia,tanya Vania penasaran...."


"Iyaa nyonya,jawab Dion...."


"Yaudah ayo saya antarkan nyonya ke rumah mama Vania sendiri,ucap Dion...."


"Iyaa ayo paman,jawab Vania...."


Vania segera menuju rumah mamanya yang ada di kawasan Amerika.....


Dirinya tiba di rumah mamanya dulu tempat kelahirannya dulu.....


Vania terkejut ketika melihat rumah yang sangat besar di depan matanya....


Rumah bangunan kaca yang terdiri dari sekitaran 10 lantai....


"Ini serius rumah mama,tanya Vania kepada Dion...."


"Iyaa Vania ini adalah rumah mama kamu,jawab Dion...."


"Yaudah ayo masuk,ucap Dion mengajak Vania untuk masuk...."


Vania segera masuk kedalam rumahnya sambil mengikuti paman Dion menaiki tangga untuk menuju lantai 5....


"Ini kamar kamu,ucap Dion yang membuka pintu kamar untuk Vania...."


"Makasih ya paman,ucap Vania...."


"Iyaa sama-sama,jawab Dion..."


"Kamu istirahat ya karna besok paman akan antarkan kamu ke makam papa kamu dan adik kamu,ucap Dion yang menyuruh Vania untuk istirahat...."


"Baiklah paman Vania akan istirahat sekarang,jawab Vania....."


"Iyaa baik saya pulang dulu ya,ucap Dion...."


"Iyaa baik paman,jawab Vania...."


Dion segera pulang setelah mengantar Vania tadi....


Vania memilih untuk segera tidur karna dirinya merasa sedikit lelah....


Dirinya melihat jam di handphonenya yang sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi waktu Indonesia sedangkan di Amerika masih menunjukkan pukul IX malam waktu Amerika....


Vania memilih untuk segera memejamkan matanya karna besok dirinya harus berziarah ke makam papanya dan adiknya.....


Tanpa di sadari waktu berlalu beberapa jam kebelakang.....


Vania terbangun dari tidurnya.....


Dirinya melihat jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi waktu Amerika.....


Vania memilih untuk mandi karna nanti paman Dion akan menjemputnya....


Setelah melakukan ritualnya Vania segera membukakan kopernya untuk mengambil baju yang cocok di negera Amerika.....


Vania memakai jas kardigan selutut yang terbuat dari wol asli yang namanya belikan.....


Dirinya memilih untuk meleraikan rambutnya saja daripada mengikatnya kemudian memakaikan topi agar tidak terkena angin yang sangat sejuk nantinya....


Kebetulan ketika Vania datang ke Amerika dirinya bertemu dengan musim dingin jadi Vania harus memakaikan pakaian yang sesuai untuk musim dingin....


Setelah siap dirinya memakaikan sepatu dan sarung tangan yang khusus mamanya belikan untuk beraktivitas di negara Amerika di waktu musim dingin....


"Permisi nyonya Vania apakah anda sudah siap,tanya Dion yang baru saja tiba di depan kamarnya Vania sambil me nguntuk pintu...."


"Ayo berangkat,ucap Vania yang baru saja keluar dari kamarnya...."


"Apakah nyonya mau makan dulu sebelum berangkat,tanya Dion..."


"Nanti saja setelah kita pulang dari pemakaman,jawab Vania...."


"Yaudah ayo pergi sekarang,ucap Vania...."


"Iyaa ayo nyonya,jawab Dion....."


Dion segera melajukan mobilnya untuk menuju tempat ke pemakaman orang tua Vania dan adiknya...."


Dalam perjalanan membutuhkan 20 menit untuk sampai di sana....


Tanpa di sadari waktu berlalu 30 menit ke belakang..


Akhirnya mereka sampai juga di tempat pemakaman setelah tadi mampir sebentar untuk membeli bunga.....


Dion segera turun dari mobilnya dan segera menuju ke tempat kuburan papa dan adik kembar Vania.....


"Vania ini kuburan papa kamu dan ini kuburan adik kembar kamu,ucap Dion yang menunjukkan kuburan bersebelahan...."


"Makasih ya,ucap Vania..."


"Sama-sama,ucap Vania...."


"Yaudah saya tunggu nona di mobil saja ya,ucap Dion...."


"Iyaaa,jawab Vania...."


Vania menatap kuburan papanya dan juga adik kembarnya dengan lesu tetesan air matanya terjun begitu saja di pipinya....


Dirinya meletakkan bunga di atas kuburan papanya dan juga adiknya....


"Paa Vania datang untuk melepaskan rindu Vania sama papa,ucap Vania sambil menangis...."


"Maafin Vania ya pa karna baru sekarang Vania bisa datang,ucap Vania sambil memegang batu nisan papanya...."


"Papa tau gk kalau Vania sangat senang bisa datang ke sini untuk berziarah ke kuburan papa dan adik Vania,ucap Vania yang juga melihat ke arah kuburan adik kembarnya....."


"Makasih ya pa karna pernah memberikan kasih sayang yang sangat tulus buat Vania,ucap Vania sambil memeluk batu nisan papanya...."


"Vania berharap semoga papa bisa selalu bahagia di surga sana,ucap Vania....."


"Vania mau kasih tau papa kalau Vania udah bertunangan sama lelaki yang sangat mencintai Vania pa..."


"Semoga papa memberikan restu untuk Vania ya pa,ucap Vania yang kembali meneteskan air matanya....."


Setelah melepaskan rasa rindunya kepada papanya....


Vania segera membalikkan badannya untuk menyapa adik kembarnya.....


"Dek kakak datang,ucap Vania yang mengusap batu nisan adik kembarnya sambil menangis...."


"Maafin kakak ya karna kakak gk tau kalau kakak memiliki saudara kembar,ucap Vania merasa bersalah...."


"Kakak rindu sama kamu ingin rasanya melihat kamu dan bermain bersama kamu tapi itu mustahil kan dek karna kamu udah duluan ninggalin kakak untuk menuju surga,ucap Vania sambil menangis...."


"Kakak berharap semoga suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita di surga,ucap Vania sambil tersenyum menatap kuburan adik kembarnya...."


"Pasti kalau kamu masih ada di dunia ini dan udah dewasa seperti kakak saat ini kakak berpikir bahwa kamu pasti menjadi wanita yang jauh lebih cantik dari kakak,ucap Vania kepada adiknya...."


"Yaudah kakak mau minta restu juga sama kamu ya karna gk lama lagi kakak bakalan jadi istri orang,ucap Vania sambil terkekeh....."


Vania segera berdiri untuk berpamitan dengan almarhum papanya dan adiknya....


"Dek kakak pulang dulu ya nanti kapan kapan kakak datang lagi,ucap Vania berpamitan kepada almarhum adiknya...."


"Vania pulang dulu ya pa nanti kalau ada waktu Vania pasti bakalan datang lagi ke sini kok,ucap Vania berpamitan kepada almarhum papanya sambil tersenyum...."


Setelah berpamitan Vania segera pergi untuk menuju paman Dion yang menunggunya di mobil....


"Udah,tanya Dion yang melihat kedatangan Vania...."


"Udah paman,jawab Vania....."


"Udah lepasin rindunya kan,tanya Dion lagi...."


"Udah,jawab Vania sambil tersenyum...."


"Paman gk ada yang rinduin,ucap Dion membuat ekspresi sesedih mungkin...."


"Oh ya Vania lupa kalau mama titip salam buat paman dion sebelum Vania pergi ke Amerika,ucap Vania yang baru teringat dengan titipan salam dari mamanya...."


"Kirimkan salam balik dari paman buat mama kamu ya,ucap Dion...."


"Iyaa baik paman,jawab Vania...."


"Yaudah ayo pulang,ucap Dion mengajak Vania untuk segera pulang...."


"Iyaa ayo paman,jawab Vania....."


"Aku merasa lega setelah melepaskan segala rindu ku kepada seorang lelaki hebat yang pernah memperjuangkan titik lelahnya untuk mencari dolar untuk membiayai hidupnya dulu Thanks you dad_Dear Revania....."