
Di perjalanan menuju ruangannya,sangat banyak mahasiswa memperhatikan dirinya....
Macam macam kalimat pujian di ucapkan untuk dirinya....
Tapi Vania tetap tidak peduli dengan mahasiswa yang memujinya....
Silsia terkejut dan tidak percaya ketika mendengar kabar bahwa Vania sudah berubah drastis....
Dirinya berniat untuk menyapa Vania untuk memastikan apakah Vania mengenalnya....
Vania baru saja tiba di depan ruangannya berkat bantuan seorang wanita di kampusnya yang mau membantunya menunjukkan arah....
"Makasih ya udah mau bantuin gue,ucap Vania kepada seorang wanita yang membantunya...."
"Iyaa sama sama,jawab wanita itu...."
Vania segera masuk kedalam ruangannya dan duduk di meja paling depan...
Semua orang memperhatikan Vania...
Ada yang tak suka ada yang memujinya ada yang membencinya...
"Kenapa loo berani duduk di meja depan,ucap seorang wanita yang biasanya mengusir Vania ketika dirinya duduk di depan...."
Pasti gue punya masalah dengan orang-orang didalam ruang ini,batin Vania didalam hatinya....
"Eh budek,gue tanyain kenapa loo berani duduk di depan hah,ucap wanita itu mencaci Vania...."
Vania berdiri dari tempat duduknya dan menatap wanita itu tajam tajam....
"Mau gue duduk di depan di belakang itu bukan urusan loo,ucap Vania sambil mendorong tubuh wanita yang barusan mencari masalah dengannya.... "
Mahasiswa di ruangnya terkejut ketika melihat sifat Vania yang melawan....
Biasanya Vania tidak memperdulikan semua orang yang menyakitinya....
"Ooo loo berani dorong gue hah,ucap wanita itu...."
"Iyaa gue berani kenapa loo takut,ucap Vania yang mendekati wanita itu dan mendorong tubuhnya lagi...."
Wanita itu terkejut dan ketakutan ketika melihat sifat baru Vania.....
Mahasiswa di ruangnya ketakukan dan tidak berani lagi menganggu Vania.....
Apalagi ketika mereka tau kalau Vania adalah anak dari seorang wanita pengusaha sukses yang memiliki perusahaan di mana mana di Amerika....
Membuat mahasiswa di ruangannya tidak berani lagi macam macam dengannya...
Dua mata kuliah baru saja selesai....
Vania melihat jam di handphonenya yang sudah menunjukkan pukul 14:50 siang....
Karna merasa haus Vania memilih untuk mampir ke kantin untuk membeli minuman....
Renal dan Ozian baru saja keluar dari ruangannya setelah menyelesaikan mata kuliahnya....
Tanpa sengaja Renal melihat seorang wanita yang baru saja menuruni tangga dari lantai 6...
Renal melihat ke arah wanita itu sambil menelan ludahnya.....
Kenapa dia berpakaian seperti itu pergi ke kampus,batin Renal didalam hati....
"Bukankah itu Vania,ucap Ozian yang terkejut ketika melihat wanita yang turun dari tangga yang berpakaian tidak seperti biasanya...."
"Iyaa itu Vania,jawab Renal....."
Ozian segera berlari menghampiri Vania....
"Vania,ucap Ozian sambil memeluk tubuh wanita yang selama ini dirinya rindukan...."
"Maafin gua karna udah ninggalin loo selama ini,ucap Ozian sambil memeluk Vania dengan sangat erat...."
Sedangkan Renal menatap Ozian kesal karna seenak enaknya dia memeluk wanita yang dijodohkan dengan dirinya untuk kedua kalinya....
Vania tidak bisa bernafas akibat pelukan Ozian yang sangat erat....
Ozian segera melepaskan pelukannya....
"Loo siapa apakah kita kenal,tanya Vania kepada Ozian...."
Ozian merasa sedih mendengar perkataan Vania barusan....
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya bahwa Vania sudah tidak mengenal dirinya dan tidak mengingat apa apa.....
"Gua Ozian Vania,sebelumnya kita lumayan dekat,ucap Ozian...."
"Serius,tanya Vania..."
"Iyaa serius Vania ini buktinya,ucap Ozian sambil memperlihatkan chatingan mereka berdua sebelum Vania mengalami kecelakaan....."
"Ohh berarti kita dekat ya,tanya Vania lagi...."
"Iyaa Vania,jawab Ozian...."
"Boleh gua minta nomor handphone loo,tanya Ozian lagi...."
"Untuk apa loo nomor handphone dia,ucap Renal yang baru saja menghampiri mereka...."
Vania menatap lelaki di depannya itu lama seperti dirinya pernah melihatnya sebelumnya....
"Loo lelaki yang waktu di rumah sakit itu kan,tanya Vania...."
"Iyaa,jawab Renal..."
"Ngapain loo disini,tanya Vania kepada Renal...."
"Ya kuliah lah,jawab Renal..."
Ozian menatap Vania yang sudah berubah drastis...
"Vania loo sangat cantik dan sexy,ucap Ozian...."
Renal yang mendengar perkataan Ozian barusan membuat dirinya kesal dan langsung memilih berdiri di tengah-tengah antara Ozian dan Vania.....
"Kenapa loo pakai rok sependek itu pergi ke kampus,ucap Renal yang menceramahi Vania karna dirinya tidak ingin lelaki lain melihat Vania berpakaian seperti itu...."
Vania menatap bingung dengan lelaki yang ada didepannya itu....
Sedangkan Ozian kesal terhadap sahabatnya karna seenak enaknya Renal menganggu dirinya dan Vania yang sedang bicara....
Kabar Renal yang menyukai Vania sudah di ketahui oleh dirinya semenjak dirinya kembali pulang dari Eropa....
Ozian tidak marah terhadap Renal yang menyukai wanita yang sama walaupun dirinya juga menyukai Vania....
Karna Ozian berpikir dewasa jika Renal juga menyukai Vania itu adalah haknya Renal,sebab dirinya dan Vania belum sepenuhnya dekat apalagi menjalin sebuah hubungan....
"Gue pergi dulu ya,ucap Vania karna tidak ingin memperdulikan lelaki didepannya itu siapa lagi kalau bukan Renal..."
"Mau kemana,tanya Ozian...."
"Gue mau ke kantin,ucap Vania..."
"Gua ikut boleh,tanya Ozian....."
"Hmm boleh aja,jawab Vania....."
Renal membayangkan kalau di kantin pasti sangat banyak lelaki yang sedang nongkrong.....
Jika Vania kesana pasti mereka akan selalu memperhatikan Vania yang berpenampilan sangat sexy,termasuk Ozian,batin Renal didalam hati....
Renal segera berlari dan pergi dari hadapan Ozian dan Vania....
"Mau kemana loo,tanya Ozian menanyai sahabatnya yang hilang di hadapannya karna berlari...."
"Gua kesana dulu,ucap Renal sambil teriak..."
Renal segera berjalan buru buru sambil berlari karna dirinya ingin mengambilkan jaket yang ada di mobilnya.....
"Aku gk suka kalau orang lain menatapmu karna aku merasa cemburu ketika kamu di perhatikan oleh lelaki lain_Renalldi Rivan Umay...."