
Vania baru saja terjaga dari pingsannya tadi....
Dirinya melihat suasana yang sangat sunyi....
Dimana gue,batin Vania dalam hatinya....
Vania melihat tangannya yang di ikat dan mulutnya yang di lap ban....
Dirinya merasa sangat lemah karna tangannya yang sudah merah akibat di ikat....
Vania berusaha melepaskan tali di tangannya....
Akhirnya loo bangun juga,ucap Silsia yang baru saja muncul di tempat Vania di ikat.....
Bukankah itu wanita jahat yang selalu ganggu gue,batin Vania didalam hatinya....
Silsia segera melepaskan lapban di mulut Vania.....
"Tolongg tolongin gue,ucap Vania sambil teriak untuk meminta bantuan...."
"Loo diam kalau enggak gue bunuh loo,ucap Silsia...."
Vania memilih untuk diam karna dirinya tau betul kalau wanita didepannya sangat jahat....
"Lepasin gue,ucap Vania sambil menatap Silsia memohon...."
"Enak aja,ucap Silsia menatap Vania remeh...."
"Kenapa loo rebutin Renal dari gue hah,ucap Silsia sambil menampar Vania....."
"Gue gk rebutin Renal dari loo,ucap Vania...."
Silsia menampar Vania untuk kedua kalinya....
Darah di sudut bibir Vania sudah keluar karna tamparan Silsia yang sangat keras....
Vania menangis karna merasa sangat sakit dengan tamparan Silsia yang sangat keras....
Kalau loo pengen gk mati di sini loo harus tinggalin Renal,ucap Silsia sambil memegang dagu Vania.....
"Gue gk bakalan mau tinggalin Renal karna gue sayang udah sayang sama dia,ucap Vania sambil membentak Silsia....."
"Silsia menjabak rambut Vania....."
"Berani loo bentak bentak gue hah,ucap Silsia sambil menjabak rambut Vania semakin keras...."
Renal dan Ozian baru saja tiba di kampus....
Mereka segera masuk kedalam kawasan kampus....
Karna kampus mereka yang luas akhirnya mereka memilih untuk berpencar supaya bisa menemukan Vania....
Renal segera berlari menuju ruangan jurusan prodi ekomomi yang ada di lantai 6 untuk mencari Vania...
Sedangkan Ozian mencari Vania di kawasan sekitaran kampus yang dekat dengan lapangan basket....
Mereka memasuki ke seluruh ruangan yang ada di kampus....
Namun nihil Vania tidak bisa ditemukan....
Renal dan Ozian bertemu lagi di tempat mereka berpencar tadi....
Mereka menghembuskan nafasnya gusar karna mereka kelelahan....
"Auww tolongin gue,ucap Vania teriak meminta pertolongan...."
"Vania,ucap Renal serentak dengan Ozian saat mendengar suara Vania...."
"Itu suara Vania kan,ucap Renal sambil was was..."
"Iyaa itu suara Vania,jawab Ozian..."
"Kita harus kemana sekarang,ucap Renal yang pusing harus ke arah mana..."
"Gudang iya gudang gua dengar suara Vania berasal dari sana,ucap Ozian...."
"Ayo kesana ucap Renal...."
"Mereka segera berlari menuju gudang..."
Renal teriak teriak sambil memanggil nama Vania....
Vania sangat sakit dengan tangannya karna tergores akibat ulah Silsia....
Darah berjatuhan di lantai akibat tangan Vania yang mengeluarkan darah sangat banyak....
"Mampus loo,ucap Silsia setelah menggores tangannya Vania....."
"Bos sepertinya ada orang yang menuju ke arah sini,ucap anak buah Silsia yang memantau keadaan di luar...."
"Ayo kita lari dari sini supaya tidak ketahuan,ucap Silsia...."
"Silsia segera melepaskan tali di tangan Vania supaya dirinya bisa membawa Vania lari...."
"Silsia membawa Vania lari sambil melewati lantai 5 karna dirinya mencari jalan pintas supaya bisa kabur lolos...."
"Lepasin Vania,ucap Renal yang baru saja menemukan Silsia...."
Renal berada di bawah tangga dan mengepung Silsia supaya tidak bisa lari....
Silsia segera mengeluarkan pisau yang ada di kantong bajunya dan meletakkan di leher Vania....
"Kalau loo berdua berani mendekat gue bunuh Vania,ucap Silsia mengancam Renal dan Ozian...."
"Renal tolongin gue,ucap Vania sambil menangis....."
"Lepasin dia,ucap Renal sambil menatap iba ke arah Vania....."
"Enak aja loo main suruh lepasin,ucap Silsia...."
"Loo harus lepasin Vania kalau loo gk mau berurusan sama polisi,ucap Ozian memperingatkan Silsia....."
"Gue gk takut,ucap Silsia....."
"Gua mohon sama loo tolong loo lepasin Vania,ucap Renal sambil menangis...."
"Gue gk mau karna dia udah rebutin loo dari gue,ucap Silsia sambil membentak...."
"Gua emang sayang sama Vania dan dia gk pernah rebutin gua dari loo,ucap Renal....."
"Loo diam gue gk mau dengar loo ngomongin sayang sama Vania,ucap Silsia sambil teriak..."
"Gua mohon sama loo tolong loo lepasin Vania,ucap Renal memohon agar Vania di bebaskan....."
"Loo mau gue lepasin Vania kan,tanya Silsia sambil tertawa hambar....."
"Iyaa gua mau loo lepasin dia,jawab Renal....."
"Silsia segera mendorong tubuh Vania ke tangga agar Vania bisa terjatuh ke lantai....."
"Vania terjatuh ke lantai dan kepalanya terbentur dan mengeluarkan darah sangat banyak....."
"Mampus mati loo,ucap Silsia...."
"Silsia berencana untuk segera berlari setelah mendorong Vania...."
"Jangan bergerak,ucap Polisi yang baru saja tiba bersama Romi di tempat kejadian Vania terjatuh...."
"Silsia mengangkat tangannya karna dirinya di tangkap oleh polisi...."
"Silsia di tangkap dan anak buahnya juga di tangkap mereka segera di bawa ke kantor polisi untuk di periksa lebih lanjut....."
"Renal segera menghampiri Vania....."
"Vania loo bangun,ucap Renal sambil menangis...."
Renal melihat tubuh Vania yang sudah tak berdaya....
Dirinya segera menggendong Vania supaya bisa dilarikan ke rumah sakit segera....
"Ozian ikut bersama Renal untuk menuju rumah sakit...."
Sedangkan Romi sudah pergi ke kantor polisi untuk meluruskan masalah tentang Silsia.....
Ozian menyentir mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata....
Ozian sangat terburu-buru sekarang karna dirinya harus bisa segera tiba di rumah sakit....
Renal memeluk Vania di bangku belakang mobilnya Ozian sambil menangis.....
"Vania loo bangun,ucap Renal sambil menangis...."
"Ozian cepetan lagi loo bawa mobilnya,ucap Renal...."
"Iyaa baik,jawab Ozian sambil mempercepat laju kecepatan mobilnya....."
"Aku mohon padamu tolong jangan pergi tanpa alasan karna aku tidak sanggup jika harus hidup tanpa tawamu_Renalldi Rivan Umay....."
"Tolong bertahanlah karna aku akan mencari segala cara untuk bisa menyembuhkan mu segera agar kamu tidak menanggung rasa sakit itu sendirian_Renalldi Rivan Umay....."