Dear Revania

Dear Revania
Dear Revania Part 45



Tanpa disadari waktu berlalu begitu saja....


Sudah 4 bulan lebih berlalu tapi Vania masih mengalami amnesia.....


Dirinya tetap kuliah seperti biasanya....


Hari ini Vania baru saja menyelesaikan tugas kuliahnya....


Karna mulai minggu depan dirinya sudah memasuki semester 6....


Vania marasa lelah karna tadi dirinya baru saja menyelesaikan krs nya...


Akhirnya Vania memilih untuk istirahat sebentar.....


Vania duduk di bangku di bawah pohon yang di sediakan kampusnya untuk mahasiswa yang ingin istirahat.....


Dirinya menghirup udara yang sangat sejuk di siang hari karna Vania sedang duduk dan berada di bawah pohon sambil menikmati minumannya....


"Terpaan angin yang sepoi-sepoi membuat diriku melupakan semua beban yang ada di pikiran,aku tidak tau dengan angin yang begitu sejuk sehingga membuat diriku lupa dengan segala hal yang pernah terjadi di masa lalu,karna aku hanya ingin tau ketika aku bisa mengingatnya lagi di masa yang akan datang_Dear Revania...."


Hari ini Vania bebas beristirahat,karna dirinya sudah menyelesaikan tugas kampusnya....


Dirinya memilih untuk istirahat sebentar sebelum dirinya ingin pulang nantinya....


"Vania,panggil seorang laki-laki yang teriak sambil berlari menghampiri Vania....."


"Kenapa dia harus manggil manggil gue sih,batin Vania....."


Renal datang dan duduk di samping Vania...


"Kenapa loo belum pulang,tanya Renal yang melihat Vania masih duduk santai di tempatnya...."


"Gue gk mau pulang,ucap Vania...."


Semenjak Vania kembali ke kampus dirinya dan Renal sudah sangat dekat karna Renal selalu menyapa Vania duluan.....


Apalagi mereka sudah lamaran 1 bulan yang lalu....


Ozian mengikhlaskan Vania demi sahabatnya semenjak dirinya tau kalau Vania sudah dijodohkan dengan Renal sahabatnya....


"Pulang yok,ucap Renal...."


"Gk mau,jawab Vania...."


"Loo tau gk,tanya Renal...."


"Besok orang tua gua mau datang ke rumah loo buat acara pertunangan kita...."


"loo tau kan,tanya Renal...."


"Gue tau kok,jawab Vania...."


"Ooh,jawab Vania cuek...."


"Kok cuek sih,tanya Renal kesal...."


"Enggak kok,jawab Vania...."


"Yaudah ayok pulang,ucap Renal sambil menarik tangan Vania....."


"Iyaa iyaa,ucap Vania kesal...."


"Tapi gue mau ke toilet bentar,ucap Vania...."


"Ngapain,tanya Renal...."


"Mau cuci tangan bentar,jawab Vania...."


"Yaudah pergi sana,cepetan ya jangan lama,ucap Renal...."


"Iyaa,jawab Vania....."


Vania segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.....


Vania mencuci tangannya di wastafel...


Tiba-tiba dirinya mendengar suara tangisan dan suara teriakan seperti orang yang sedang berkelahi....


Karna merasa penasaran Vania berjalan untuk menuju ke tempat itu...


Vania terkejut ketika melihat seorang wanita yang sedang di siksa habis habisan....


Entah kenapa dirinya merasa sangat sakit ketika melihat gadis itu menangis seperti dirinya juga pernah merasakan hal itu di posisi yang sama.....


Karna Vania tidak tega melihat gadis itu di siksa dirinya berniat untuk membantu....


"Loo pikir ini tempat nenek moyang loo apa,main seenak enaknya nyiksa anak orang,ucap Vania dengan suara lantangnya yang menghampiri mereka...."


Vania segera membantu wanita itu untuk bisa segera berdiri....


Silsia melihat Vania yang sangat berani menghentikan aksi pembullyannya.....


"Kenapa loo ikut campur hah,ucap Silsia dengan mendekati tubuh Vania....."


"Loo jangan sok jadi pahlawan disini,ucap Silsia mendorong tubuh Vania....."


Vania menghembuskan nafasnya gusar....


"Selama loo terus nyakitin dia,gue tetap ikut campur,ucap Vania yang menjabak rambut Silsia dan mendorong ke lantai...."


Sahabat sahabatnya Silsia tidak berani melawan Vania semenjak mereka tau kalau orang tua mereka berkerja sama dengan perusahaan mamanya Vania....


Mereka memilih untuk tidak membela Silsia karna mereka takut jika Vania bakalan mengadu ke orang tuanya dan orang tuanya Vania bakalan ngebatalin semua kontrak dengan orang tua mereka.....


"Berani loo yaaa,ucap Silsia yang segera berdiri..."


"Iyaa gue berani,ucap Vania....."


"Awas loo ya,ucap Silsia...."


Vania segera memegang tangan wanita itu dan segera keluar dari tempat kejadian itu....


"Makasih yaa karna udah mau nolongin gue,ucap wanita itu..."


"Iyaa sama sama,jawab Vania sambil tersenyum...."


"Oh ya nama loo siapa,tanya wanita itu...."


"Revania Rissa Unaiya loo bisa panggil gue Vania,ucap Vania...."


"Kalau loo siapa namanya,tanya Vania...."


"Kalau nama gue Amita Junia Na,loo panggil aja Amita,ucap wanita itu...."


"Oke Amita,jawab Vania...."



"Yaudah gue pulang dulu ya,ucap Vania...."


"Iya hati hati ya,ucap Amita....."


"Iya,jawab Vania...."


"Dia wanita yang baik,udah cantik baik lagi,batin Amita didalam hatinya....."


"Vania segera menghampiri Renal yang sedang menunggunya....."


"Ayok pulang,ucap Vania yang baru saja menghampiri Renal...."


"Udah,tanya Renal...."


"Iyaa udah,jawab Vania...."


Vania dan Renal segera pulang dari kampusnya dan Renal segera mengantarkan Vania ke rumah....


Hari ini Vania tidak membawa mobilnya karna mamanya menyuruhnya untuk berangkat bersama Renal....


Setibanya di rumah Vania langsung masuk kedalam rumahnya,tanpa menyuruh Renal untuk masuk....


Vania masuk ke dalam Kamarnya dan segera berbaring tanpa mengantikan bajunya karna hari ini dirinya merasa sangat lelah....


Renal baru saja tiba di rumahnya setelah tadi mengantarkan Vania....


Renal masuk kedalam rumahnya setelah menempatkan mobilnya di garasi...


Dirinya segera menuju kamarnya untuk bisa segera mandi karna keringat di badannya sudah sangat lengket.....


Waktu sudah menunjukkan pukul 18:12 malam Renal baru saja selesai mandi....


Setelah mandi dirinya langsung memakaikan pakaiannya.....


Renal memilih untuk rebahan setelah tadi dirinya mandi....


Tiba-tiba Renal teringat akan Vania.....


Dia lagi ngapain ya,batin Renal didalam hati sambil memikirkan Vania....


Renal segera mengambil handphonenya untuk bisa segera menghubungi Vania....


Sudah 1 jam lebih Vania ketiduran akibat tadi dirinya yang memilih untuk berbaring sebentar karna kewalahan....


Vania sangat nyenyak tidur bahkan dirinya tidak sadar kalau dirinya belum mandi...


Suara di handphonenya sudah berbunyi 2 kali,tapi Vania masih di bawah alam sadarnya....


"Kenapa dia gk angkat ya,ucap Renal yang melihat panggilannya tidak di jawab oleh Vania....


Renal memilih untuk meneleponnya lagi....


Vania terkejut ketika mendengar suara nada dering di handphonenya....


Vania melihat siapa yang menelepon dirinya ternyata Renal,batin Vania yang masih setengah ngantuk.....


Vania segera mengangkat....


*Panggilan Vidio Call WhatsApp*


~Cowok Aneh~


"Ada apa,tanya Vania yang sedang mengucek matanya karna baru terbangun...."


Renal melihat Vania yang sepertinya baru bangun tidur....


"Loo baru bangun tidur ya,tanya Renal...."


"Iyaa,jawab Vania...."


"Loo pasti belum mandi,ucap Renal...."


"Hmm iya,jawab Vania...."


"Dasar jorok,ucap Renal...."


"Biarin,jawab Vania...."


"Gk mau gua punya calon istri kek lo,ucap Renal..."


"Vania jorok,ucap Renal mengejek Vania...."


"Yaudah cari calon jodoh lain biar gk jorok,ucap Vania dengan santainya....."


"Gk mau,ucap Renal....."


"Kenapa loo telepon gue,tanya Vania...."


"Karna gua kangen,ucap Renal sambil merayu Vania...."


"Serius,tanya Vania sedikit kesal dengan jawaban Renal....."


Renal terkekeh ketika melihat Vania yang sedang cemberut.....


Gua cuma mau bilangin kalau besok loo harus cantik ya karna besok acara tunangan kita,ucap Renal....


"Gue selalu cantik kok,ucap Vania dengan sedikit kesal..."


"Iyaa iya gua tau,ucap Renal...."


"Pokoknya loo harus cantik selalu ya,ucap Renal..."


"Hmm iyaa,jawab Vania...."


"Yaudah gue tutup dulu ya mau mandi soalnya,ucap Vania...."


"Iyaa hati hati ya,ucap Renal..."


"Kenapa harus hati hati,tanya Vania heran...."


"Karna ada kecoa,ucap Renal menakuti Vania..."


"Gue bunuh loo,ucap Vania....."


Renal tertawa ketika melihat amarah Vania meluap....


Vania segera mematikan panggilannya karna dirinya merasa kesal dengan Renal yang menakut-nakuti dirinya....


Panggilan berakhir.....


Vania segera pergi ke kamar mandinya supaya dirinya bisa segera mandi.....


"Jangan pernah gegabah dalam menginginkan seseorang jika kamu memilihku karna alasan fisik maka ku katakan satu pernyataan padamu yaitu bahwa kamu sangat keliru,karna seorang wanita yang cantik belum tentu baik seperti apa yang kamu harapkan_Dear Revania...."


"Aku bukanlah wanita cantik dan baik namun jika kau menerima ku dengan alasan ketulusan maka akan ku pastikan bahwa kau akan mendapatkan ketiga tiganya dariku_Dear Revania...."