
Sinar fajar memancarkan cahayanya di ufuk timur....
Waktu masih menunjukkan jam 5:03 pagi....
Dirinya terbangun dan terkejut ketika memimpikan sesuatu.....
Semua kenangan masa lalunya terlintas di pikiran semua kejadian beberapa bulan lalu juga menjadi sebuah pertanyaan baginya.....
Apakah ini mimpi,batinnya di dalam hati sambil meneteskan air matanya.....
Jika memang selama ini yang ku alami adalah fakta lantas bagaimana caranya supaya aku bisa menghadapi semua kenyataan ini,batinnya sambil menangis....
"Vania,kamu kenapa,tanya Tianti yang baru saja melihat anaknya terbangun dari tidurnya....."
"Mama,ucap Vania ketakutan....."
"Kamu kenapa sayang,tanya Tianti yang merasa resah karna melihat Vania menangis...."
Vania tidak menjawab perkataan mamanya....
Dirinya segera memeluk mamanya sambil menangis....
Tianti meneteskan air matanya ketika merasa Vania sudah seperti dulu.....
"Kamu kenapa sayang coba ceritain sama mama,ucap Tianti sambil mengusap pundak Vania...."
"Ini beneran mama Vania kan,tanya Vania sambil melepaskan pelukannya...."
"Iyaa ini mama Vania,ucap Tianti....."
"Mama jangan tinggalin Vania lagi yaa,ucap Vania sambil meneteskan air matanya kembali...."
Tianti menangis ketika melihat sisi rapuh Vania....
Vania udah bisa mengingat kembali semua kejadian yang pernah Vania alami di masa lalu,ucap Vania sambil menangis....
Tianti memeluk anaknya dengan sangat erat karna dirinya merasa sangat bersyukur atas kembalinya ingatan Vania....
"Maafin mama ya Vania karna udah jahat sama kamu selama ini,ucap Tianti yang kembali mengingat masa lalunya saat masa menyakiti Vania....."
Vania kembali menangis ketika mendengar mamanya meminta maaf kepada dirinya....
Ada rasa senang dan bersyukur ketika mendengar mamanya meminta maaf....
"Kamu beneran udah mengingat semua tentang kejadian di masa lalu,tanya Tianti kepada anaknya sambil melepaskan pelukannya...."
"Iyaa beneran ma Vania udah mengingat semuanya,ucap Vania sambil menangis..."
"Waktu itu Vania mengalami kecelakaan karna membantu Renal supaya tidak tertabrak truk,ucap Vania yang mengingat kejadian masa itu...."
Tianti kembali menangis karna merasa bersalah telah menjodohkan Vania dengan Renal....
"Maafin mama ya sayang karna udah jodohin kamu sama Renal sebab mama tidak tau kalau kamu mengalami semua Ini akibat menolong Renal,ucap Tianti yang merasa bersalah...."
"Vania ikhlas tolongin Renal waktu itu kok ma,ucap Vania kepada mamanya...."
"Sekali lagi mama minta maaf sama kamu atas semua kejahatan dan kesalahan yang pernah mama lakuin,ucap Tianti sambil menangis..."
"Mama gk usah minta maaf sama Vania karna mama gk pernah berbuat salah apapun terhadap Vania,ucap Vania sambil tersenyum ke arah mamanya..."
"Kamu emang anak baik yang tuhan takdirkan untuk mama,ucap Tianti sambil mengusap rambut Vania...."
"Aku akan melupakan semua hal yang menyakitkan yang pernah ku alami di masa lalu karna rumus untuk menjadi bahagia adalah aku harus mengikhlaskan semua kepahitan dalam hidup yang pernah ku rasakan_Dear Revania...."
"Maa ayo kita pulang dari rumah sakit Vania gk bentah jika harus terus berbaring lemah di sini,ucap Vania Kepada Tianti...."
"Kamu belum sembuh sayang,ucap Tianti...."
"Aku udah sembuh ma,ucap Vania sambil melepaskan silang impus nya di tangan...."
Tianti terkejut ketika melihat anaknya yang sangat nekad....
Karna tidak ingin membuat Vania kecewa akhirnya Tianti memilih untuk pulang walaupun masih jam 5:60 pagi....
Tianti tiba di rumahnya bersama dengan anaknya....
Vania melihat sekeliling rumahnya yang sangat besar....
"Ayo kita duduk di sana dulu,ucap Tianti yang mengajak Vania untuk duduk di kursi sofa ruang tamu...."
"Iyaa sayang ini rumah kita,jawab Tianti..."
"Kamu gk ingat ya semua perkataan mama waktu itu,tanya Tianti...."
"Vania ingat ma cuma Vania gk nyangka aja rumah kita segede ini karna dulu kita tinggal di kos-kosan,ucap Tianti...."
"Itu dulu sayang sekarang mama udah beli rumah ini buat kita tinggal,ucap Tianti...."
"Terus rumah lama kita sekarang siapa yang tinggal ma,tanya Vania kepada mamanya...."
"Udah mama kasih buat orang yang membutuhkan tempat tinggal,jawab Tianti...."
"Vania kangen sama kenangan di rumah itu ma,ucap Vania....."
"Yaudah nanti kapan kapan kita pergi kesana ya,ucap Tianti...."
"Iyaa ma,jawab Vania sambil tersenyum...."
"Mama,ucap Vania sambil memanggil namanya...."
"Ada apa sayang,tanya Tianti...."
"Vania mohon sama mama tolong jangan bilangin sama Renal kalau ingatan Vania udah kembali,ucap Vania kepada mamanya...."
"Kenapa begitu,tanya Tianti merasa sedikit heran dengan anaknya...."
"Karna Vania mau adaptasi sama perasaan Vania dulu ma,jawab Vania...."
"Tapi kamu udah bertunangan dengan Renal,ucap Tianti sambil memegang cincin tunangan Vania di tangannya..."
Vania melihat cincin tunangan di tangannya terasa bagaikan mimpi karna dulu Renal sangat membenci dirinya....
"Vania tau kalau Vania udah bertunangan dengan Renal ma tapi Vania harus bisa adaptasi dulu terhadap perasaan Vania terhadap Renal,ucap Vania...."
"Kalau begitu keinginanmu mama turutin aja,ucap Tianti....."
"Makasih ya ma,ucap Vania..."
"Tapi ingat gk lama lagi kalian bakalan menikah,ucap Tianti...."
"Iyaa ma,ucap Vania....."
"Vania teringat sama perkataan mama waktu itu yang mengatakan kalau Vania memiliki adik kembar yang sudah meninggal,ucap Vania...."
"Iyaa sayang dan kuburan adik kamu ada di Amerika,ucap Tianti....."
"Kalau Vania mau kesana untuk berziarah ke kuburan adik Vania boleh gk ma,tanya Vania...."
"Boleh sayang tapi mama gk bisa ikut temanin kamu,ucap Tianti...."
"Terus Vania pergi sama siapa ma,tanya Vania...."
"Dari sini kamu pergi aja dulu sendiri nanti setelah tiba di Amerika mama bakalan telepon Dion untuk menjaga kamu,ucap Tianti...."
"Siapa dion itu ma,tanya Vania...."
"Dion itu tangan kanannya mama di Amerika,jawab Tianti...."
"Oh gitu,ucap Vania...."
"Terus kapan kamu mau ke Amerika,tanya Tianti kepada Vania...."
"Besok ma,jawab Vania...."
"Gk boleh kamu masih sakit,ucap Tianti memperingatkan...."
"Yaudah deh 3 hari lagi ya ma,ucap Vania...."
"Iyaa boleh,ucap Tianti kepada Vania...."
"Makasih ma,ucap Vania sambil memeluk mamanya...."
"Sama-sama sayang,jawab Tianti...."
"Aku akan menemuimu nanti di sana jika Tuhan mentakdirkan aku bisa melangkah untuk menuju ke sana_Dear Revania...."