
Sudah satu jam berlalu dan Renal masih menunggu kabar dari dokter tentang Vania di luar ruangan ICU.....
Rivia dan Rivan orang tuanya Renal baru saja tiba di rumah sakit bersama dengan Rivi juga.....
Mereka menghampiri Renal yang sedang berada di ruang ICU.....
"Kamu gk apa apa kan nak,tanya Rivia mamanya Renal yang baru saja tiba sambil memeluk anaknya...."
"Aku gk apa apa kok ma tapi Vania,ucap Renal yang kembali meneteskan air matanya...."
"Kecelakaan yang terjadi sama Vania sangat parah ma bahkan tadi dia muntah darah,ucap Renal dengan suara parau akibat menangis....."
"Rivi yang melihat kakaknya menangis membuat dirinya juga ikutan menangis....."
"Ini semuanya salah Renal ma dia rela ngorbanin nyawanya demi nyelamatin aku,ucap Renal kepada mamanya...."
"Yang sabar ya nak,ini semuanya ujian,kamu harus sabar,do'ain aja supaya dia gk kenapa napa,ucap Rivia yang sudah menangis karna tidak tega melihat anaknya yang sedang terpuruk rapuh...."
"Ini juga salah Rivi,karna tadi Rivi ninggalin kak Vania Sendiri,ucap Rivi yang sudah menangis dari tadi...."
"Apakah sudah ada kabar dari dokter,tanya Rivan ayahnya Renal....."
"Belum ada pa,jawab Renal....."
Dokter keluar dari ruangan Vania dirawat.....
"Apakah kalian keluarga atas nama pasien Revania Rissa Unaiya,tanya dokter kepada mereka...."
"Saya temannya dok,jawab Renal..."
"Bagaimana keadaan Vania sekarang,tanya Renal kepada dokter..."
Pasien yang bernama Vania sampai saat ini tidak sadarkan diri dan masih mengalami koma,luka di kepalanya mengakibatkan saratnya rusak dan harus di operasikan segera,ucap dokter kepada Renal.....
Renal menangis ketika mendengar ucapan dokter barusan.....
"Apakah dia bisa selamat dok,tanya Renal kepada dokter..."
"Kemungkinan ada setelah operasi tapi sangat sedikit,do'ain aja yang terbaik buat pasien Vania,ucap dokter...."
"Renal hanya terdiam tak berdaya ketika mendengar bahwa sangat sedikit kemungkinan untuk Vania bisa selamat...."
"Tolong lakukan perawatan terbaik untuk pasien Vania,ucap Rivan ayahnya Renal...."
Rivan Harsa ayahnya Renal menangani semua biaya operasi dan biaya rumah sakit untuk Vania dirinya juga mentandatangani surat pernyataan operasi supaya Vania bisa dioperasikan segera.....
Setelah mengurus biaya rumah sakit,Vania segera dibawa ke ruang operasi untuk segera dioperasikan.....
Renal dan keluarganya sedang menunggu di luar ruang pengoperasian....
Dokter keluar dari dalam ruangan operasi....
"Dokter bilang operasi Vania berjalan dengan lancar dan Vania berhasil menjalankan operasinya walaupun dirinya masih koma....
Setelah operasi Vania langsung dibawa ke ruang anggrek kamar 7 untuk bisa dirawat lebih lanjut.....
Dokter tidak memperbolehkan masuk siapa pun dulu ke dalam ruangan Vania karna pasien baru saja menjalankan operasinya....
Besok pagi baru diperbolehkan masuk kedalam ruangan untuk menjenguk Vania...
"Renal,mama pulang dulu ya,ucap Rivia mamanya Renal...."
"Iyaaa ma,jawab renal dengan suara parau..."
"Besok mama dan papa datang lagi sambilan bawa baju ganti buat kamu,ucap Rivia...."
"Iyaaa maa,jawab Renal...."
"Kak aku pulang dulu ya,ucap Rivi dengan matanya yang sudah bengkak akibat menangis....."
"Iyaaaa,jawab Renal pelan...."
"Yaudah ayo kita pulang,ucap Rivia mamanya Renal....."
Renal sangat lemah bahkan dirinya belum makan dari tadi pagi....
"Dirinya tetap tidak ingin pulang karna alasan ingin menjaga Vania....."
Renal menatap kamar Vania di rawat,dirinya merasa sangat sakit ketika melihat tubuh Vania yang terbaring di ranjang rumah sakit....
"Maafin gua untuk semua kesalahan yang pernah gua lakuin ke kamu gua akui kalau gua emang manusia bodoh dan hanya bisa selalu nyakitin loo_Renaldi Rivan Umay...."
Renal melihat jam di dinding rumah sakit yang sudah menunjukkan jam 02:00 malam....
Renal tetap tidak bisa lupa memikirkan keadaan Vania....
Waktu berlalu begitu saja,batin Renal sambil memandangi jam di dinding rumah sakit...
Tiba-tiba Romi dan Andra datang di rumah....
"Vania gimana,tanya Romi yang baru saja tiba di luar ruangan Vania di rawat...."
"Vania baru saja menjalankan operasinya dan sekarang masih koma dokter tidak tahu kapan Vania akan bisa sadar,ucap Renal kepada sahabatnya...."
"Sekarang Vania di rawat di ruangan mana,tanya Andra...."
"Di ruang anggrek kamar 7 tapi tidak diperbolehkan untuk masuk dulu,ucap Renal yang menunjuk kamar Vania dirawat....."
"Emang kapan dibolehkan untuk masuk,tanya Andra kepada Renal...."
"Besok pagi baru diperbolehkan masuk,ucap Renal...."
"Loo yang sabar ya,ucap Romi kepada Renal...."
"Gua nyesel udah benci dan nyakitin Vania selama ini,ucap Renal yang kembali meneteskan air matanya karna mengingat betapa jahatnya dirinya dulu kepada Vania...."
"Loo sabar aja,do'ain aja supaya Vania gk kenapa napa,ucap Andra sambil menepuk pundaknya Renal...."
"Nanti loo minta maaf kalau Vania udah sadar,ucap Romi memperingati sahabatnya..."
"Iyaaa,jawab Renal...."
"Satu jam berlalu bergitu saja..."
"Andra melihat arloji di tangannya yang sudah menunjukkan waktu tengah malam..."
"Gua dan Andra balik dulu yaa,soalnya besok harus pergi ke kampus lebih awal,ucap Romi...."
"Besok gua dan Romi bakalan datang kesini lagi sekalian sama Ozian,ucap Andra....."
"Ozian,tanya Renal...."
"Iyaa Ozian,karna dia bilang dia bakalan tiba di indonesia nanti jam 7 pagi,ucap Andra...."
"Oh,jawab Renal...."
"Renal mengingat sesuatu yang dirinya belum ambil semenjak kecelakaan yang terjadi kepada Vania..."
"Loo tolongin gua bentar boleh,ucap Renal kepada sahabatnya...."
"Tolongin apa,tanya Romi....."
"Loo ambil bentar mobil gua yang ada di samping jalan raya bagian selatan kota tanggerang,karna semenjak kecelakaan yang terjadi kepada Vania gua gk ingat apa apa,ucap Renal kepada sahabatnya....."
"Iyaaa boleh gua bawa pulang aja ke rumah gua ya besok gua bawa lagi kesini,ucap Romi...."
"Iyaaa boleh,jawab Renal....."
"Yaudah gue dan Andra pulang dulu,ucap Romi....."
"Iyaaaa hati-hati,jawab Renal...."
"Andra dan Romi segera pulang dari rumah sakit...."