Dear Revania

Dear Revania
Dear Revania Part 41



Renal duduk bersama keluarganya di ruang tamu untuk membahas sebuah hal penting....


"Renal,panggil Rivia mamanya Renal...."


"Iyaaa maa,jawab Renal...."


"Jadi gini bulan depan kita bakalan datang ke rumahnya tante Tianti buat acara lamaran kamu sama Vania,ucap Rivia...."


Renal sangat senang ketika mendengar Vania bakalan di kamar untuk dirinya.....


"Berarti bulan depan ya ma,tanya Renal..."


"Iyaa sayang,jawab Rivia...."


"Terus tunangannya sama pernikahannya kapan ma,tanya Renal...."


"Kamu nih ya belum acara lamaran udah mikirin kapan pernikahan,ucap Harsa ayahnya Renal...."


Renal tertawa ketika melihat papanya yang mengatai dirinya...


"Tunangannya sebulan setelah acara lamaran,ucap Rivia..."


"Kalau pernikahannya ma,tanya Renal...."


"Pernikahan setelah kalian melewati semester 7 sebelum kalian wisuda,ucap Rivia...."


"Berarti 1 tahun lagi dong ma,ucap Renal sambil...."


"Iyaa,jawab Rivia....."


"Nanti kalau kamu udah nikah papa bakalan kasih sebagian aset perusahaan buat kamu,ucap Rivan...."


"Gk papa pa Renal gk butuh harta papa,ucap Renal...."


"Loh kenapa,tanya Rivia merasa heran dengan anaknya...."


"Soalnya Renal bakalan sambung S2 kedokteran spesialis di Amerika setelah mendapatkan gelar doktor spesialis Renal bakalan pulang lagi ke Indonesia dan membuka rumah sakit pribadi,ucap Renal kepada orang tuanya....."


"Terus Vania mau kamu kemanain kalau kamu pergi ke Amerika hmm,tanya Rivia...."


"Renal bakalan bawa Vania sekalian ke Amerika supaya Vania bisa selalu berada di samping Renal,ucap Renal....."


"Apakah itu memang keputusan kamu,tanya Harsa...."


"Iyaa pa Renal udah mikirin semuanya karna Renal ingin hidup mandiri dengan Vania dan ingin memulai semuanya dari awal ketika kami menikah nanti...."


Harsa merasa sangat bangga dengan anaknya yang memiliki pemikiran dewasa....


Rivia merasa bangga dengan anak laki-laki nya yang memiliki sifat dewasa....


"Kamu hebat Renal papa suka dengan keputusan kamu,ucap Harsa sambil menepuk pundak anak laki-laki nya....."


"Renal harus dewasa pa apalagi gk lama lagi Renal bakalan nikah sama anak orang,ucap Renal...."


"Pokoknya kamu harus bisa jagain Vania kalau nanti kalian udah nikah,ucap Rivia memperingatkan anaknya...."


"Iyaa ma Renal bakalan selalu jagain Vania kok,ucap Renal...."


"Bagus papa bangga punya anak laki-laki seperti kamu,ucap Harsa...."


"Iya dong Renal gitu loh,ucap Renal dengan gaya angkuhnya...."


"Rivia terkekeh ketika melihat anak laki-laki nya yang sedikit lucu...."


"Ma Renal boleh minta sesuatu gk,tanya Renal kepada mamanya...."


"Boleh sayang apa emangnya,tanya Rivia...."


"Renal minta nomornya Vania sama mama boleh,ucap Renal...."


"Dasar kamu katanya Vania calon istri tapi nomor Vania gk ada,ucap Rivia mengejek anak laki-laki nya...."


Renal tersenyum malu ketika mendengar perkataan mamanya barusan....


"Gk ada nomor Vania sama mama ya,tanya Renal...."


"Ada ini,ucap Rivia sambil menyerahkan handphonenya untuk Renal bisa mengesave nomor Vania...."


"Renal segera mengesave nomor Vania....."


"Ini handphonenya ma,ucap Renal sambil menyerahkan handphone mamanya kembali...."


"Yaudah Renal mau ke atas dulu ya ma,ucap Renal kepada mamanya...."


"Iyaa sayang,jawab Rivia...."


Setelah membahas masalah lamaran pertunangan dan pernikahan dengan orang tuanya.....


Renal segera masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.....


Dilain sisi seorang wanita sedang duduk santai di ruang tamunya sambil memakan snacknya....


"Iyaa maa,ada apa tanya Vania...."


Tianti menghampiri Vania dan duduk di samping anaknya.....


"Jadi gini masalah perjodohan kamu dengan Renal itu tetap mama paksakan buat kalian bisa menikah,ucap Tianti...."


"Hmm iyaa ma,jawab Vania singkat...."


"Kamu mau kan menikah dengan Renal,tanya Tianti...."


"Iyaa ma Vania mau,jawab Vania...."


Vania mau menerima perjodohan dengan Renal alasannya dirinya ingin membahagiakan mamanya.....


"Bulan depan acara lamaran kamu dengan Renal,ucap Tianti...."


"Bulan depan ma,tanya Vania yang terkejut ketika mendengar perkataan mamanya...."


"Iyaa sayang bulan depan,ucap Tianti...."


"Hmm iyaaa ma,ucap Vania...."


"Yaudah ma Vania mau ke kamar dulu ya,ucap Vania....."


"Iyaa sayang,ucap Tianti...."


"Emang kamu gk kuliah hari ini,tanya Tianti kepada anaknya...."


"Hari ini gk ada mata kuliah ma,jawab Vania sambil menaiki tangga untuk menuju kamarnya...."


Setiba di kamarnya Vania memilih untuk berbaring karna dirinya sedikit ngantuk....


Vania memikirkan masalah perjodohannya dengan Renal....


Entah kenapa dirinya merasa sesuatu ada yang berbeda.....


Apakah gue punya masalah sama dia,batinnya di dalam hati.....


Vania memilih untuk melihat handphonenya sebentar supaya dirinya bisa menghilangkan pikiran anehnya itu....


Sebuah notifikasi masuk di whatsapp-nya...


Vania segera melihat siapa yang mengechat dirinya....


*Chatingan WhatsApp*


"+62 812 **** ****"


"P save ya Renal...."


"Hmm iya,jawab Vania...."


"Jangan lupa save, ucap Renal..."


"Iya iya,jawab Vania...."


"Loo lagi ngapain,tanya Renal...."


"Gua lagi tidur,jawab Vania...."


"Kok sama ya,ucap Renal...."


"Kebetulan,jawab Vania...."


"Oh ya nanti malam loo sibuk gk,tanya Renal...."


"Ada kenapa,tanya Vania...."


"Jalan jalan mau,ucap Renal...."


"Kemana,tanya Vania...."


"Ke taman,ucap Renal...."


"Iyaa boleh,jawab Vania...."


"Yaudah nanti malam gua jemput loo oke,ucap Renal...."


"Jam berapa emangnya,tanya Vania..."


"Pukul 19:10 oke,ucap Renal...."


"Okee,jawab Vania...."


"Chatingan berakhir..."


Vania mau jalan-jalan bersama Renal alasannya dirinya ingin mengenal Renal lebih dalam.....


"Aku ingin mengenalnya lebih dalam supaya aku bisa mengetahui buruk dan baiknya dia dimana karna sebuah hubungan komitmen di mulai dari pengenalan sifat kedua belah pihak_Dear Revania......"