
Mereka telah tiba di tepi danau....
Vania melihat ke sekitar area danau,sangat banyak pasangan yang terlihat romantis...
Ada yang sebagian sedang bahagia berbunga-bunga karna bisa berduaan dengan pasangan mereka....
Vania juga melihat ke arah lain,disana terdapat satu keluarga yang sedang berbahagia.....
Dirinya teringat akan sosok mamanya,karna di satu harapan Vania selalu ingin kalau dirinya bisa pergi jalan jalan dengan mamanya untuk bisa menikmati hari hari yang bisa membuatnya terlihat ceria dan bahagia....
Karna semenjak dirinya lahir Vania tidak pernah sekalipun bisa merasakan kehangatan dari kasih sayang seorang ibu...
Vania selalu di abaikan dan selalu dimarahin oleh mamanya....
Vania tersadar dari lamunannya ketika dirinya melihat Zilvin sudah tidak ada di sampingnya.....
Kemana Zilvin,batinnya di dalam hati....
Zilvin mencari kursi yang bisa dirinya duduki bareng Vania......
"Vania kesana yok,ucap Zilvin menghampiri Vania...."
"Kemana kak,tanya Vania...."
"Ke sana yang ada bangku itu,biar kita bisa duduk,ucap Zilvin...."
"Ooo yaudah ayo kak,ucap Vania...."
Vania duduk di kursi itu barengan Zilvin....
Vania memakan Eskrim yang tadi di belikan oleh Zilvin....
Sedangkan Zilvin memperhatikan Vania yang sedang menjilat eskrimnya....
"Zilvin tergoda terhadap Vania...."
Dirinya tersenyum senyum sendiri ketika melihat cara Vania manjilat eskrim....
"Sangat manis,batin Zilvin di dalam hati...."
"Vania memakan eskrim dengan sangat lahap bahkan eskrimnya sudah berceceran di samping bibirnya...."
"Saat sudah memakan eskrimnya vania segera tersenyum ke arah Zilvin.....
"Makasih ya kak,eskrimnya sangat enak loh,ucap Vania..."
Zilvin yang melihat sisa eskrim di bibirnya Vania tersenyum dan berencana untuk menghapusnya....
"Kalau makan eskrim yang abis dong,ucap Zilvin sambil menghapus sisa eskrim dibibirnya Vania....."
"Vania terkejut ketika melihat Zilvin memegang bibirnya...."
Seseorang sedang memperhatikan mereka berdua....
Dirinya tidak menyangka terhadap apa yang dirinya lihat....
"Dasar cewek murahan,pura pura sok cupu,sok baik,sok pendiam lagi,padahal murahan,batin Renal di dalam hati...."
Dirinya merasa marah ketika melihat seorang wanita yang selama ini dirinya bully mempunyai pacar....
"Kenapa kakak selalu memperhatikan pasangan itu,tanya Rivia...."
"Gk kenapa kenapa kok,jawab Renal...."
"Kakak kenal sama mereka yaa,tanya Rivi...."
"Enggak lah,kakak gk pernah kenal sama wanita jelek seperti dia,ucap Renal kesal...."
"Hahaha,ternyata kakak cemburu sama kakak itu rupanya,ucap Rivi mengejek kakaknya...."
"Ngaku deh kak,ucap Rivi...."
"Serius kakak gk cemburu sama tu cewek,jawab Renal....."
"Dia itu salah satu mahasiswa di kampus kakak,jawab Renal....."
"Ooo pantesan kakak selalu merhatiin mereka berdua,ucap Rivi....."
"Kenapa tu cowok mau sama dia,udah jelek norak lagi,ucap Renal....."
"Rivi hanya tertawa ketika melihat kakaknya terlihat sangat cemburu...."
"Ya jelas mau lah kak,soalnya mereka sangat cocok,ucap Rivi...."
"Gk cocok tau,ucap Renal...."
"Cocok loh kak,liat kakak itu,yang satunya sangat cantik dan yang satunya lagi juga sangat tampan,mereka adalah pasangan yang serasi,ucap Rivi sambil melihat ke arah orang yang sedang mereka bicarakan....."
"Apanya tampan,gantengan gua juga sama tu cowok,ucap Renal dengan sedikit kesal...."
"Iya iya deh,gantengan kakak,ucap Rivi karna tidak ingin lanjut berdebat dengan kakaknya...."
"Renal kembali memakan makanannya sambil memperhatikan Vania yang sedang bersama pacarnya...."
"Renal memperhatikan Vania dengan sangat fokus,dirinya tidak ingin kalau Vania musuhnya itu di apa apain sama pacarnya...."
"Rivi hanya bingung melihat tingkah kakaknya yang terlihat sangat cemburu....."
"Vania,panggil Zilvin...."
"Iyaaa kak,jawab Vania yang sedang melihat ke arah danau....."
"Kakak mau ngomongin hal penting sama kamu,ucap Zilvin...."
"Mau gomongin apa emangnya,tanya Vania....."
"Kakak mau ngomongin hal penting dan serius,jawab Zilvin....."
"Yaudah kakak ngomongin aja sama aku,jawab Vania...."
"Kamu dengerin baik baik ya,soalnya ini semuanya sangat serius,ucap Zilvin....."
"Iyaa kak,jawab Vania yang melihat ke arah Zilvin untuk menyimak...."
"Aku suka sama kamu Vania,ucap Zilvin...."
"Vania terkejut dengan ungkapan Zilvin barusan,dirinya tidak menyangka kalau Zilvin menyukai dirinya......"
"Vania menunduk setelah mendengar perkataan Zilvin barusan....."
"Aku udah lama suka sama kamu Vania,semenjak hari pertama kamu bekerja di tempat aku,ucap Zilvin....."
"Dan aku juga udah terlanjur sama kamu,ucap Zilvin....."
"Kamu mau kan jadi pacarnya kakak,ucap Zilvin lagi...."
"Vania minta maaf sebesar-besarnya kak,Vania tidak bisa membalas perasaan kakak,karna Vania sudah menganggap kakak seperti kakak kandung Vania sendiri,ucap Vania sambil menunduk....."
"Zilvin merasa sedikit sedih ketika mendengar perkataan Vania barusan....."
"Tapi Zilvin juga merasa lega karna sudah mengungkapkan perasaannya terhadap Vania....."
"Maafin Vania ya kak,karna gk bisa balas perasaan kakak terhadap Vania,ucap Vania meminta maaf...."
"Hmm,gk papa kok Vania walaupun kakak di tolak,setidaknya kakak udah ungkapkan perasaan kakak sama kamu...."