Dark Side (Kim Taehyung & Kim So Hyun)

Dark Side (Kim Taehyung & Kim So Hyun)
Episode 9 - The Puzzle



Preview:


Suara tawa gadis itu semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya gadis itu berkata, "Halo, Eun Soo-ah. Bukankah, kita bersahabat? Kenapa kau takut seperti itu?" Gadis itu mulai berkata sambil mengangkat poninya ke atas.


Eun Soo menatap aksi mengangkat poni gadis itu. Sambil mengangkat poni, gadis itu tertawa terbahak-bahak dengan suara yang melengking.


"Mi... Mi... So?" pekik Eun Soo dengan suara ketakutan.


***


Taehyung, Jimin dan Yoo Min -kakak perempuan So Hyun- tengah menemani So Hyun dengan suasana yang cukup ceria.


Jimin yang sudah kenal lama dengan Yoo Min, dapat mengejeknya dengan leluasa tanpa rasa canggung sedikitpun. Meskipun Taehyung awalnya canggung, akhirnya laki-laki itu mulai mengeluarkan sisi lainnya. Dari yang bertatapan tajam, menjadi seseorang yang sangat jahil.


Mereka berempat tertawa terbahak-bahak karena ulah Jimin mengisap gas helium dari balon yang ia dapatkan entah dari mana. Meskipun So Hyun tidak izinkan untuk banyak bergerak, tetapi ia telah melanggarnya.


Aksi aneh dari orang-orang yang menemaninya itu membuatnya menggerakkan tangan kanannya. Terkadang, ia juga sampai memiring ke arah kanan dan memegang pinggiran ranjangnya.


"Hentikan suara bodohmu, Jimin-ah!" So Hyun berujar sambil mendorong bahu Jimin keras. Ia juga masih menahan tawanya kuat-kuat.


Yoo Min masih tertawa di kursinya. Tangannya masih memegangi perutnya yang terasa sakit akibat terlalu lama tertawa. Taehyung juga seperti. Ia tertawa dengan menyandarkan punggungnya di dinding sebelah jendela kamar inap tersebut.


Mereka berempat tidak ada hentinya untuk tertawa, hingga Taehyung memilih menatap keluar jendela.


Namun, suara tawa Taehyung langsung berhenti ketika ia menatap keluar jendela itu.


Karena kamar So Hyun berada di arah depan -berpelurus dengan lobby-, siapa pun dapat melihat akses tersebut. Keluar-masuk, aktivitas harian satpam, dan mobil ambulance yang datang dan pergi. Taehyung mendapat sebuah pemandangan yang begitu ramai.


Sebuah mobil ambulance datang dengan tergesa-gesa. Ketika mobil itu terparkir, 4 orang perawat laki-laki langsung menyediakan dua ranjang rumah sakit.


Merasakan Taehyung tidak tertawa lagi, Jimin menghentikan aksi bodoh dan konyolnya itu. So Hyun dan Yoo Min sama-sama meringis berhenti tertawa.


Mereka semua menatap ke arah Taehyung dengan bingung.


Jimin meletakkan balon yang sudah kempes itu di atas meja, lalu menghampiri Taehyung. "Kau sedang melihat apa?"


Taehyung menoleh ke arah Jimin, sekaligus So Hyun dan Yoo Min. Ia mendengus sebentar, "Aku sedang melihat itu." Jari tangannya langsung menunjuk ke arah luar jendela.


So Hyun memiringkan kepalanya bingung. Jimin langsung berjalan, lalu ikut menatap keluar jendela rumah sakit. Tepat saat ia menatap keluar jendela, 2 orang perawat itu tengah mengeluarkan 1 orang perempuan tak berdaya dari dalam ambulance tersebut.


Mata Jimin sedikit membulat terkejut. Ini pertama kalinya ia melihat cara perawat mengeluarkan mayat ataupun pasien emergency dari ambulance.


"Astaga..." Jimin bergumam pelan ketika ia dapat melihat kondisi wanita itu.


Taehyung menoleh ke arah Jimin sebentar. "Sangat menyeramkan. Aku merasa kasihan terhadap wanita itu. Kondisi badannya seperti rusak total."


"Ya, benar. Tapi, tunggu dulu..." Jimin menghentikan ucapannya.


Ia memicingkan matanya dan menatap ke bawah dengan serius. Sepertinya wanita itu bukan pasien emergency, melainkan sudah menjadi jenazah.


"Ya! Itu adalah mayat wanita!"


So Hyun kembali menoleh ke arah dua temannya itu. "Eonnie, bantu aku berjalan ke sana." Gadis itu meminta tolong kakak perempuannya dengan pasti.


"Hmm... baiklah. Aku juga ingin melihat apa yang sedang mereka lihat." Yoo Min langsung memegangi lengan kiri So Hyun lembut. Lalu, membantu adik perempuannya berjalan.


Mereka berempat sudah berada di depan jendela yang sama. Tak ada yang mengalihkan pandangan mereka sedikitpun. Sampai, dua perawat laki-laki lainnya mengeluarkan satu orang perempuan lagi dari dalam ambulance itu.


So Hyun menatap para perawat itu dengan serius. Ada hal ganjil yang ia rasakan dalam perasaannya. Tidak hanya So Hyun yang merasakan hal itu, Jimin dan Taehyung juga.


Perasaan mereka terasa kalut sekarang. Perempuan yang terlihat seperti masih gadis itu, terbaring lemah. Para perawat itu bergerak cepat menggerakkan ranjang itu ke dalam ICU.


"Kalau itu baru emergency..." Jimin kembali bergumam.


Kedua bola matanya tetap mengikuti arah para perawat itu berjalan sambil menggerakkan ranjang rumah sakit tersebut. Lalu, menghilang di depan pintu ICU.


"Kira-kira, perempuan itu kenapa, ya?" Yoo Min berucap dengan penasaran.


"Entahlah. Sakit mungkin. Atau, kecelakaan." Taehyung mengangkat kedua bahunya secara bersamaan. Setelah para perawat itu menghilang, ia langsung membalikkan badannya. Kemudian, berjalan untuk mengambil tasnya.


"Kau mau kemana?" tanya So Hyun dengan raut wajah sedikit sedih.


"Pulang. Ini sudah sore menjelang malam. Apalagi, langit terlihat begitu menyeramkan." jawab Taehyung sambil mengenakan ranselnya. "Jimin-ah, kau mau pulang sekarang atau menyusul?"


Jimin membalikkan badannya, "Tentu saja pulang bersama. Aku tidak suka pulang sendirian. Kalau bayangan hitam waktu itu muncul lagi bagaimana? Aku bersyukur di selamatkan Eun Soo." Jimin menjawab pertanyaan Taehyung dengan sedikit bertele-tele.


"Kau ini bicara apa sih? Dia hanya bertanya kau mau pulang sekarang atau tidak." So Hyun mendorong Jimin keras dengan tangan kirinya. Tingkah perempuan ini, memang terlihat kasar. Berbeda dengan penampilannya.


"Ya, aku pulang sekarang. Kau tak apa, kan?" Jimin langsung menjawab dengan canggung.


"Kau kira kakakku akan ikut pulang?" sahut So Hyun dengan sedikit ketus.


"Aku juga. Aku pamit pulang. Lekas sembuh, So Hyun-ah. Yoo Min noona, aku pamit pulang. Permisi." Taehyung membungkukkan badannya ke arah Yoo Min.


"Ya, hati-hati kalian berdua." sahut Yoo Min.


"Ya, hati-hati." gumam So Hyun pelan. Ada secercah perasaan sedih di batinnya ketika melihat Taehyung dan Jimin berjalan meninggalkan kamarnya. Dan, pamit pulang.


"Ne." sahut Taehyung pelan. Tanpa melakukan hal yang sama seperti Jimin, laki-laki itu langsung berjalan menuju ambang pintu. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, dan berjalan begitu saja.


"Noona, So Hyun. Sampai jumpa! Annyeong!" ujar Jimin sekali lagi. Laki-laki yang selalu terlihat ceria itu berjalan menyusul dengan langkah kaki yang berbeda dengan Taehyung.


So Hyun menatap kedua temannya yang berjalan keluar kamar inapnya. Yoo Min menangkap mimik wajah sedih So Hyun. Gadis itu langsung tersenyum menatap adiknya. Tangan kanannya terulur mengeluar kepala adiknya.


"Aku tahu bagaimana rasanya melihat sahabatmu pergi meninggalkanmu setelah membuatmu tertawa seperti itu." ujar Yoo Min dengan sebuah senyum penyemangat.


***


Taehyung dan Jimin berjalan bersebelahan setelah keluar dari sebuah elevator rumah sakit. Ekspresi jahilnya sudah menghilang, dan berganti dengan ekspresi yang seperti biasanya.


Laki-laki itu hanya menatap lurus ke depan. Berbeda dengan Taehyung, Jimin menatap ke sana kemari dengan datarnya. Ketika mereka melewati perawat yang tengah menggerakkan ranjang rumah sakit itu, Jimin tak sengaja melihat siapa yang terbaring di ranjang itu.


Ia dapat melihat jelas siapa yang terbaring itu, meskipun wajahnya tertutup mesin penguap napas. Kali ini Jimin benar-benar terkejut melihat siapa gadis yang terbaring itu.


Cepat-cepat ia menahan tangan Taehyung untuk menghentikan langkahnya. Dengan tarikkan tangan yang cukup kuat, Taehyung menghentikan langkahnya.


"Taehyung-ah! Gadis yang terbaring itu..." Jimin berkata sambil menunjuk ke arah perawat beserta ranjang dan gadis itu yang sudah berjalan menjauh.


"Mwo?" tanya Taehyung yang ikut menatap ke arah yang sama dengan Jimin.


"Gadis yang tadi kita lihat dari atas.... gadis yang di keluarkan dari ambulance..." Jimin terlihat kehabisan kata-kata untuk berbicara.


"Iya, aku tahu. Kenapa?" Taehyung bertanya dengan ekspresi bingung.


"Itu... itu bukannya Eun Soo?" jawab Jimin.


Taehyung menatap Jimin dengan mulut yang sedikit menganga. Namun, ia segera mengembalikan ekspresinya kembali seperti semula.


"Mungkin kau salah lihat. Aku juga lihat gadis yang terbaring itu. Tapi, hanya sekilas. Wajahnya tidak mirip Eun Soo. Wajahnya juga tertutupi saluran mesin penguap, kan? Belum tentu itu Eun Soo."


"Awalnya, aku pikir seperti itu. Tapi, itu benar-benar mirip dengan Eun Soo! Sungguh!" Jimin kembali menatap ke arah lorong yang di lalui para perawat itu.


"Begini saja. Kita lihat besok saja. Ia masuk atau tidak. Dan kabar apa yang akan di sampaikan oleh sekolah, jika ia tidak masuk Jika itu benar, jangan beritahu So Hyun.." Taehyung berkata dengan wajah biasanya, lalu melanjutkan langkah kakinya. Mau tidak mau, Jimin kembali menyamai langkah kaki laki-lak iitu cepat.


"Ya." Jimin berjalan dengan mata yang masih menelusup ke arah lorong itu.


***


Hari sudah berlalu, So Hyun sudah dapat dinyatakan sembuh dan di izinkan pulang. Meskipun belum pulih sepenuhnya, pihak rumah sakit sudah memasang plat besi di tulangnya.


Plat besi itu sengaja di pasangkan agar tangan kanan So Hyun dapat bekerja dengan normal. Senang akan pernyataan pihak rumah sakit, kini So Hyun tengah berjalan keluar dari kamar inapnya bersama dengan kakaknya, Yoo Min.


Ketika sudah benar-benar beres, So Hyun dan Yoo Min berjalan menyusuri lorong rumah sakit bersama-sama. Terlihat dari raut wajah gadis itu, So Hyun terlihat merasa sebuah kebebasan.


Ia ingin sekali keluar dari gedung itu secepatnya. Rasa bahagia itu terus menyelubunginya sejak keluar dari kamar inap. Yoo Min hanya bisa ikut tersenyum simpul, dengan berjalan di belakang So Hyun beberapa senti saja.


So Hyun mengenduskan napas lega. Ketika ia hendak melewati ruang ICU, seorang dokter wanita keluar dengan penampilan yang familiar. So Hyun berhenti melangkah dan menatap dokter wanita itu. Ia memicingkan matanya, lalu meyakinkan dirinya terhadap sosok dokter wanita itu.


Yoo Min juga itu berhenti melangkah. Ia juga ikut menatap ke arah dokter wanita yang tengah adiknya perhatikan. "Kau sedang melihat apa?"


So Hyun menoleh ke arah kakaknya sebentar, "Tidak. Eonnie ke mobil duluan saja. Aku akan menyusul."


"Ya, baiklah. Jangan lama-lama, karena 1 jam lagi aku ada pertemuan di tempat kerja." sahut Yoo Min sembari menyeret koper miliki dirinya dan adiiknya.


So Hyun hanya mengangguk. Gadis itu berjalan menuju tempat dokter wanita itu tengah berdiri. Dokter wanita itu tengah menatap keluar jendela besar.


Wanita yang bertubuh cukup ramping dan tinggi itu, terlihat serius menatap ke arah keluar jendela. Padahal, diluar jendela hanya ada pemandangan hutan saja.


Tanpa malu atau apapun lagi, So Hyun menghampiri dokter wanita itu. Tepat ketika So Hyun ingin berdiri di sebelah dokter itu, dokter tersebut membalikkan tubuhnya. Mereka langsung bertemu pandang. Mereka juga sama-sama terkejut.


***


To Be Continued


***


Apa yang dilihat Jimin bener ya? Itu bener Eun Soo sahabat nya? Atau bukan?


Nantikan di part selanjutnya!


Like dan Comment sangat dibutuhkan ya! Udah kayak mau cari pekerja😂