Dark Side (Kim Taehyung & Kim So Hyun)

Dark Side (Kim Taehyung & Kim So Hyun)
Episode 2 - THE MIRROR



***


Preview~


"Aku merasa aneh dengan orang-orang untuk hari ini." Eun Soo berbicara sambil terus mengelap air yang berceceran dimana-mana.


"Maksudmu?" So Hyun menyahut dengan dahi yang mengerut tak yakin.


"Kau ingat tidak? Guru Yoo masuk dengan wajah merah padam seperti habis meledak? Selama pelajaran juga, Guru Yoo hanya berbicara sepatah dua patah saja. Lalu sekarang, sifat In Hyong tiba-tiba menjadi keras kepala seperti itu. Apa itu tidak aneh?" jelas Eun Soo.


Jimin menghentikan gerakan tangannya. Ia menatap So Hyun yang terlihat kebingungan dan panik, "Aku juga merasa seperti itu. Sudahlah. Mungkin mereka ada masalah. Tidak baik mencuriga mereka dengan mudah begitu saja."


"Ya, aku tahu itu." Eun Soo menjawab sambil memeras kain pelnya di atas ember yang sempat terguling tadi.


So Hyun menatap lurus ke arah ambang pintu tadi. Ia mengingat seseorang yang tengah mengintip ke dalam kelasnya, lalu menghilang begitu saja.


Ada yang aneh... Kini, batin So Hyun mulai merasakan ada hal yang ganjil


***


Keesokkan harinya, sifat In Hyong yang aneh semakin menjadi. In Hyong menjadi sangat keras kepala. Gadis itu selalu merasa dirinyalah yang paling benar.


Ia juga melukai perasaan orang-orang dengan kata-kata tajamnya. Tak hanya itu, In Hyong juga menjadi super sensitif. Salah berbicara sedikit saja, ia akan melukai perasaan orang.


Entahlah, tapi sifat manis yang dikenal teman-temannya terasa menghilang dari kesehariannya itu.


Sampai suatu saat, In Hyong menjambak rambut Eun Soo secara tiba-tiba. Meskipun Eun Soo sudah menjerit-jerit dan menangis, gadis itu tetap menjambaknya.


Ia juga melemparkan gelas yang berisi jus ke arah Jimin tanpa alasan yang jelas.


.


.


.


.


Dan saat ini, gadis itu tengah berseteru dengan So Hyun di kelasnya sendiri.


Saat ini, tak ada yang berani menahan In Hyong yang cukup ganas itu. Eun Soo masuk UKS dengan rambut yang hampir rontok banyak.


Jimin juga sama, bahunya membiru ketika menerima timpukkan benda-benda dari In Hyong.


"Minggir!" jerit In Hyon kencang.


"Aku tidak akan pindah, jika sikapmu seperti itu." sahut So Hyun dingin.


Tiba-tiba mata In Hyong terbelalak lebar, seperti ingin keluar. Gadis itu mengambil sebuah pensil mekanik.


Ia berjalan cepat ke arah So Hyun dengan tatapan begitu menyeramkan.


Semakin dekat...


Semakin dekat...


Semakin dekat, kini ia ingin menusuk mata So Hyun dengan pensil itu.


Sebelum menusukkan pensil itu, In Hyong menarik pergelangan tangan So Hyun dan memelintirnya. So Hyun langsung menjerit seketika. Ia tidak menyangka In Hyong akan menjadi seperti itu.


"Cepat minggir, atau aku akan menusuk matamu!" In Hyong menatap So Hyun dengan menempatkan ujung pensil itu di depan mata So Hyun.


Gadis itu kehilangan kata-kata, air matanya mengalir begitu saja. Sakit dan nyeri. Itulah yang dirasakan oleh So Hyun. Mungkin saja, tulang hastanya bergeser.


Genggaman dan pelintiran In Hyong sangatlah keras dan kuat. So Hyun mulai terisak dengan rasa sakitnya. Ia juga tidak bergerak sedikitpun. Ia tetap pada posisinya.


So Hyun yang masih menagis kesakitan itu, tetap menatapnya dengan sendu. Gerakan tangan In Hyong semakin mendekati mata So Hyun. Lalu...


Cetak!


So Hyun menutup matanya rapat-rapat. Ia merasa ketakutan, kali ini ia tidak bisa bersikap sinis seperti biasanya. Ia menerjapkan matanya.


Seorang laki-laki berdiri di hadapannya dan menahan gerakan tangan In Hyong. Taehyung... ya, itu adalah Taehyung.


In Hyong langsung menatap Taehyung benci, lalu melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Taehyung. Dengan tenaga yang cukup besar, In Hyong mendorong tubuh Taehyung hingga nyaris menabrak So Hyun yang masih berdiri di belakangnya.


Taehyung terdiam menatap In Hyong yang pergi dengan sikap anehnya. Ia langsung menenangkan So Hyun yang terlihat ketakutan. Ia pun berkata, "Apa kau tidak apa-apa?"


So Hyun terdiam dalam isak tangisnya, "Mataku tidak apa-apa berkatmu. Namun, pergelangan tanganku yang bermasalah."


"Boleh aku lihat?" Taehyung mengulurkan tangannya, dan meraih tangan kanan So Hyun lembut.


Salahnya, Taehyung meraih tepat pada sumber nyeri. Rasa sakit yang luar biasa mulai menjalar ke sekujur tubuh So Hyun.


Dan... So Hyun pun menjerit kesakitan lagi. Dugaan tentang tulang hasta yang bergeser mungkin saja benar. Hanya dengan sentuhan lembut saja, ia kesakitan seperti itu.


"Ya!" Taehyung terpekik, So Hyun telah menjerit tepat di gendang telinganya. "Aku tahu sakit. Sini ikut aku ke UKS." Laki-laki itu merangul So Hyun perlahan untuk tidak membuatnya menjerit kesakitan lagi.


Mereka berdua berjalan perlahan-lahan. So Hyun belum juga menghentikan isak tangisnya. Pergelangan tangannya terasa seperti terjepit pintu gerbang besar. Tulangnya seperti patah, dan terdapat serpihannya di aliran darahnya sendiri.


Taehyung melirik teman dari sahabatnya itu. Meskipun mereka tidak saling mengenal dekat, tapi Taehyung sering muncul di saat yang pas. Tidak, seperti Jimin yang selalu merusak suasana.


Disaat mereka melewati toilet perempuan. Terdengar pecahan kaca dan jeritan anak perempuan.


Taehyung langsung menoleh ke arah pintu masuk toilet itu. Beberapa siswi langsung berlarian keluar sambil menjerit keras. So Hyun pun menoleh ke sumber suara jeritan itu.


"Ta- Taehyung­-ah, ada apa? disana?" tanya So Hyun pelan. Ia menahan isak tangisnya sekuat tenaga.


"Entahlah." Taehyung menggeleng pelan.


Tangan kiri So Hyun bergerak melepas rangkulan Taehyung, "Lepaskan aku sebentar. Aku ingin lihat apa yang terjadi."


"Tudak bisa. Tangamu patah, kau tidak mungkin harus menahan rasa nyeri itu lebih lama!" Taehyung mengeratkan rangkulannya.


"Tidak, Taehyung-ah. Aku harus ke sana. Pasti terjadi sesuatu hingga membuat mereka semua menjerit." So Hyun bersikeras melepaskan rangkulan Taehyung.


"Baiklah." Taehyung menghela napas mengalah.


Tepat ketika So Hyun membuka pintu toilet, Mi So terduduk dengan tubuh bergetar hebat sambil terus menatap lurus ke arah serpihan kaca yang pecah itu. Matanya membulat sempurna, ia juga mengeluarkan air matanya dimata kanannya. Gadis itu terlihat begitu ketakutan.


So Hyun melepaskan rangkulan Taehyung keras dengan menggunakan tangan kirinya. Taehyung mengalah, ia tidak bisa ikut masuk ke dalam toilet perempuan, kan? Namun, matanya menatap ceceran darah di dekat serpihan kaca itu. Begitu juga dengan So Hyun, gadis itu melongok ke dalam.


Tiga cermin dari empat cermin yang ada di toilet perempuan itu, pecah menjadi serpihan-serpihan kecil.


Di dalam toilet itu hanya tinggal Mi So seorang. Namun di di bilik kamar mandinya, terdapat jas sekolah dengan name tag In Hyong. So Hyun terdiam. Ia yakin In Hyong pasti ada di dalam toilet ketika insiden aneh ini terjadi.


Setelah menerawang cukup lama, ia tidak mendapati sosok In Hyong dalam toilet itu. Ceceran darah dimana-mana.


Taehyung yang tadinya tidak ingin melihat ke dalam, akhirnya terbengong menatap kondisi toilet itu. Kacau balau, serpihan kaca dimana-mana. Begitu juga dengan darah.


Taehyung menatap Mi So yang menjadi teman sekelasnya itu, lalu berkata, "Dimana In Hyong?"


Mi So menatap Taehyung masih dengan tubuh yang bergetar, "I- I - In- Hy- Hyong..."


***


To Be Continue


***