
Duaak ...!
Ia mendengar suara hentaman yang cukup keras. Soohe tak berani membuka matanya. Padahal ia penasaran dengan suara keras tadi.
"Soohe!" tegur seseorang.
Soohe membuka matanya perlahan, "Jay?."
"Soohe apa kau baik-baik saja?" tanya JungWon setelah membunuh salah satu vampir.
Soohe masih terdiam. Ia syok dengan apa yang baru saja terjadi. Ia melihat Jake, Jay, SunOo, JungWon dan yang lain sedang bertarung melawan para vampir yang mengepung Soohe.
Mereka ... bukan manusia biasa.
"Soohe, apa kau tidak apa-apa?" tanya Haeseung sambil membantu Soohe berdiri.
Soohe masih tak bisa berkata. Ia terkejut dengan teman-temannya. Ia bener-benar tak menyangka bahwa temannya bukan orang biasa.
"K-kalian ..."
"Ini ... akan aku jelaskan nanti" ucap Haeseung yang paham dengan kebingungan Soohe.
Memang benar. Untuk saat ini bukan itu yang terpenting. Keadaan mereka saat inilah yang sangat penting. Vampir terus berdatangan kearah mereka.
"JungWon, bawa Soohe pergi menjauh dari sini," titah Haeseung.
Tanpa banyak bicara JungWon langsung menggendong Soohe ala bridal style dan membawanya pergi dari gang itu dengan kemampuan teleportasinya.
————
Soohe menutup mukanya dengan kedua tangan. Ia merasa takut karena JungWon berlari dan melompat secepat kilat.
Ini baru pertama kali ia berteleportasi. Dan energi dari teleportasi begitu besar sampai-sampai membuat Soohe menjadi mual.
"JungWon tunggu sebentar ..."
"Ada apa?"
"Tolong berhenti sebentar. Aku mual ..."
"Apa?!"
****
"Aaarrgghh ..." erang vampir yang tubuhnya terbakar oleh api.
"Berani sekali kau menyerang orang tengah malam begini, ... dan orang itu adalah Soohe ..." ujar Jake dengan suara berat. Tangannya mencengkram leher vampir itu dan membakarnya.
"Inilah akibatnya jika kalian berani menyentuh Soohe ..." ucap Haeseung yang tangannya tengah memegang tongkat besi yang menancap di jantung vampir yang ia hajar.
Tatapannya begitu dingin saat menatap mayat vampir ayang ada di bawah kakinya. Darah menyucur dari vampir itu dan mengenai celana panjang yang dikenakannya.
————
Ia menyandarkan punggungnya pada tiang lampu jalan. Ia terus memukul dadanya pelan berharap gejolak diperutnya menghilang.
"Aauuhh! Perutku ..."
"M-maaf Soohe ... kau pasti kaget," ucap JungWon dengan tampang tak tau harus berbuat apa. Soohe menangkap ekspresi itu.
Dia imut ...
Soohe menyeringai, "Tidak apa-apa ... ini pertama kali aku berteleportasi."
Mata JungWon bergerak liar, "S-soal itu ..." Aku tidak tahu harus menjelaskannya ...
Soohe yang merasakan kakinya masih lemas duduk disebelah tiang lampu. Keadaannya sudah lebih baik. Ia menarik nafas dalam.
"Kau benar baik-baik saja? ... M-mau aku gendong?"
"Tidak perlu JungWon. Jangan khawatir," balas Soohe santai.
"SOOHE ...!" teriak SunOo yang berlari kearah mereka berdua disusul oleh Haeseung, Jake, Jay, Niki dan Sunghoon.
"Soohe, apa kau baik-baik? Apa kau tidak terluka? Vampir itu tidak menggigit mu kan?" tanya SunOo dengan satu tarikan nafas.
"Dasar! Bagaimana kau bisa berhadapan dengan vampir itu? Dan kenapa kau berada diluar pada jam segini, huh! Apa kau tidak tahu jika ada peringatan bahaya vampir? Apa kau tahu? Kau hampir saja jadi makanan para vampir sialan itu!" omel Sunghoon panjang lebar.
Soohe terdiam. Begitu juga dengan yang lain. Sangat jarang mendengar Sunghoon mengomel sampai sepanjang itu kalau bukan karna SunOo yang keras kepala. Itupun tidak sepanjang itu.
Soohe terdiam bukan karna omelannya. Ia terkejut. Haeseung dan saudaranya yang lain lebih terkejut. Sudah bertahun-tahun mereka bersama, tapi baru kali ini mereka melihat Sunghoon yang seperti ini.
Sunghoon melirik Soohe dan saudara-saudaranya yang terdiam.
"K-kenapa kalian menatap ku seperti itu? ... Apa ada yang salah dengan ucapan ku?"
"Uwaaahh ... Sunghoon! Apa aku tadi salah dengar? Apa bisa diulang bagaimana kau mengomel tadi?" ejek SunOo.
Yang lain hanya menggeleng sambil menahan tawa. Disaat seperti ini SunOo masih bisa melucu.
"Soohe," panggil Haeseung.
"Iya?"
"Apa yang kau lakukan diluar selarut ini? Diluar berbahaya, kenapa kau keluar?" Omelnya tapi tak terdengar seperti omelan.
Apa dia sedang memarahi ku? batin Soohe.
Soohe mengalihkan pandangannya, ia bingung harus menjawab apa.
Ia masih diam. Sekali ia melirik Haeseung yang menunggu jawaban darinya.
"A ... Itu ... Aku ..."
Apa aku harus jujur? Jangan! Mereka akan mengetahuinya nanti.
Soohe memainkan ujung jaketnya, "Itu ... Ada sesuatu yang harus aku beli. Karena mendesak, jadi aku keluar untuk membelinya ..."
"Apa? Barang apa yang ingin kau beli selarut ini?" tanya Sunghoon.
"Pembalut" jawabnya dengan suara sekecil mungkin agar tak terdengar mencolok.
"Hah?! Pem-pembalut?" seru Sunghoon dan langsung mengecilkan suaranya pada kata 'Pembalut.'
Jay mendengus. Ia berkacak pinggang sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.
"Karna itu kau keluar selarut ini? Astaga ..." Jay sudah tak bisa menahan tawanya lagi.
Soohe mengangguk pelan sambil menyunggingkan sudut bibirnya. Tawa garing juga keluar dari mulut gadis ini.
Bagus! Mereka percaya dengan alasan ku.
Disaat yang lain sedang tertawa, Haeseung diam dan menatap wajah Soohe dengan seksama. Detik kemudian dahinya berkerut.
"Kau berbohong," telepati Haeseung hanya pada Soohe.
Mata Soohe terbelalak. Senyumnya seketika hilang. Haeseung tahu jika ia berbohong.
Ini adalah salah satu kemampuan Haeseung yang lain. Selain bisa bertelepati pada saudara-saudaranya, ia juga bisa membaca fikiran dan perasaan orang.
Ketika melihat ekspresi Soohe seketika terbaca begitu saja.
"Apa?" ucap Soohe dengan wajah panik. Bagaimana dia bisa tahu? Apa dia membaca pikiran ku?
"Kenapa kau berbohong, Soohe?" tanya Haeseung lagi.
"Kenapa aku harus menjelaskan itu? Apa itu penting bagi mu?" balas Soohe yang emosi. Tentu ia emosi. Pertanyaaan ini menyangkut identitasnya dan alasan kenapa ia berkeliaran diluar sekolah pada tengah malam.
"Apa pertanyaanku menyinggung mu?" tanya Haeseung yang merasa bersalah karna sudah membuatnya marah.
Soohe tak menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Haeseung yang berdiri dihadapannya. Tatapan matanya mendingin. Ia mencoba bangkit memaksakan kakinya yang lemah untuk berdiri.
Jake yang melihat Soohe kesusahan saat akan berdiri mencoba untuk membantunya. Tapi niatnya diurungkannya karna Soohe mengangkat tangannya menandakan bahwa ia tak butuh bantuan.
"Bukankah ada sesuatu yang harus kalian jelaskan pada ku? Pada saat di gang itu, tiba-tiba kalian datang, padahal kalian tahu jika diluar berbahaya. Lalu Jake yang bisa membakar vampir itu dan teleportasi JungWon. Apa kalian bisa jelaskan pada ku?" tatapannya tetap tak beralih dari Haeseung yang terlihat sendu menatapnya.
"Siapa kalian sebenarnya?"
Akhirnya semua pertanyaan yang ia simpan dari tadi terluahkan di waktu dan tempat yang tidak tepat ini.
"Soohe, soal itu ..." Jay bingung.
"Akan ku jelaskan," tatapan Haeseung berubah serius.
"Akan ku jelaskan kenapa kami datang tiba-tiba, lalu Jake yang mambakar vampir dengan tangannya lalu teleportasi JungWon ... Akan ku jelaskan semuanya!" jawab Haeseung. Ia tidak meninggikan nada bicaranya.
.
.
.
Sorry guys Thor baru bisa update karna sebelumnya punya kesibukan lain😁🙏
Dan Thor juga belum bisa crazy up karna waktu yang belum bisa buat Thor update gila-gilaan😅
Makasih🙏 yang udah baca "DARK MOONLIGHT: The Hidden Secret" sampai sekarang😭
Jangan lupa dilike, komen, Vote, terus pencet favorit biar Author semangat bikin novelnya🥺😁😁
Terima kasih semuanya ...♥️♥️