
...(Keesokan Harinya)...
Saat ini Karvian dan Melvin sedang menikmati sarapan pagi mereka. Tiba-tiba Pak Security datang menghampiri Karvian. Jdjdjhd
"Tuan," panggil Pak Security yang bernama Pak Joko. Bdjdjdj
"Emm ada apa?" tanya Karvian tanpa melirik sedikitpun terhadap lawan bicaranya. H
"Diluar ada orang yang mau ketemu sama Tuan, "jawab Pak Joko.
" Siapa namanya?" tanya Karvian.
"Namanya Anara Tuan," jawab Pak Joko.
"Ya udah kamu suruh dia masuk dan tunggu diruang tamu," kata Karvian
"Baik Tuan," kata Pak Joko.
Pak Joko segera pergi meninggalkan meja makan. Mendengar nama Anara disebut, Melvin segera berhenti makan lalu dia beranjak dari duduknya.
"Melvin habiskan dulu makannya," tegur Karvian.
Namun Melvin tidak memperdulikan teguran Ayahnya. Dia terus berjalan menemui Anara.
"Maaf Tuan kalau boleh tau Anara itu siapa? Kenapa Den Melvin begitu semangat ketemu sama dia?" tanya Bi Arum.
"Anara itu adalah Babysitter baru Melvin dia juga yang udah menemukan Melvin kemarin dan mengantarkan Melvin pulang," jawab Karvian.
"Oh begitu," kata Bi Arum
Karvian beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan meja makan untuk menemui Anara.
Sesampainya di ruang tamu, Melvin melihat Anara yang sedang duduk. Melvin pun segera berlari menghampiri Anara.
"Melvin," kata Anara yang menyadari kedatangan Melvin.
Melvin langsung memeluk Anara. Tak lama kemudian Karvian datang menemui mereka.
"Melvin habiskan dulu makanan kamu. Papah kan udah pernah bilang sama kamu untuk selalu menghabiskan makanan, mubazir sayang," kata Karvian.
"Melvin sayang, sekarang kamu habiskan ya makanan kamu nanti kamu telat loh ke sekolah," kata Anara.
Melvin mengangguk lalu dia segera pergi meninggalkan ruang tamu. Karvian terkejut melihat Melvin yang sangat menurut dengan Anara.
Setelah Melvin pergi, Karvian mempersilahkan Anara untuk duduk.
"Kamu duduk," kata Karvian.
Karvian dan Anara segera duduk disofa. Karvian pun memulai pembicaraan mereka.
"Ini seragam kamu dan ini daftar jadwal kegiatan Melvin, dimulai dari dia makan siang, bermain, tidur siang, mandi, dan makan malam terus disitu juga ada apa yang boleh dilakukan Melvin dan tidak boleh dilakukan Melvin nanti kamu baca sendiri," kata Karvian.
Anara langsung mengambil seragam dan buku itu dari tangan Karvian. Tak lama kemudian, Bi Arum datang dengan membawa nampan berisi minuman.
"Kenalin ini Bi Arum, dia ART disini," kata Karvian.
"Saya Arum Non," kata Bi Arum memperkenalkan diri.
"Saya Anara Bi," kata Anara memperkenalkan dirinya dengan sopan.
Tak lama kemudian Melvin kembali datang menghampiri Ayahnya dan Anara dengan tas sekolah di punggungnya.
"Gimana udah kamu habisin makannya?" tanya Karvian.
Melvin mengangguk menjawab pertanyaan Ayahnya.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang," kata Karvian.
Karvian dan Melvin segera pergi meninggalkan rumah. Melvin melambaikan tangannya pada Anara. Anara pun membalasnya dengan melambaikan tangannya juga pada Melvin.
Sesampainya diluar, Karvian dan Melvin segera masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumahnya.
Sementara di dalam rumah, Bi Arum mendekati Anara dan menyuruh Anara untuk berganti pakaian.
"Non mau ganti pakaian ya?" tanya Bi Arum.
"Iya Bi, tapi saya gak tau dimana kamar mandinya Bi," jawab Anara.
"Kamar mandinya ada di dapur Non, dapur tinggal lurus aja dari sini," kata Bi Arum," Semoga Non Anara betah ya kerja disini."
"Amin, terima kasih Bi," kata Anara.
Anara segera pergi menuju dapur untuk mengganti pakaiannya di kamar mandi.
→TK Kasih Bunda.
Karvian telah sampai mengantar Melvin ke sekolahnya. Melvin segera turun dari mobil diikuti oleh Karvian.
"Melvin belajar yang rajin ya sayang , jangan nakal, jangan berantem sama teman. Nanti pas pulang sekolah Melvin tunggu Papah disini aja jangan ke mana-mana ya," kata Karvian.
Melvin mengangguk mengiyakan perkataan Ayahnya . Setelah itu, dia segera berjalan memasuki lingkungan sekolah. Melihat putranya yang sudah masuk ke sekolah, Karvian kembali masuk ke dalam mobil lalu dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan sekolah putranya dan pergi menuju kantornya.
→Kediaman Keluarga Ardian.
Keluarga Ardian sedan berkumpul bersama di ruang makan untuk sarapan pagi bersama. Saat ini mereka sedang menikmati hidangan sarapan paginya.
"Oh ya Pah, apa Papah udah kasih tau Vian kalau minggu nanti kita mau Ziarah ke makan Dira?" tanya Farah.
"Belum Mah, kemarin Papah lupa kasih tau dia," jawab Ardian.
"Kok belum sih Pah? Harusnya Papah kasih tau dia dong jadi biar dia bisa ikut kesana," kata Calista.
"Ya udah nanti Papah kasih tau dia lewat telpon, " kata Ardian.
Mereka melanjutkan makan mereka. Setelah selesai makan, Ardian berpamitan kepada istrinya untuk berangkat ke kantornya.
"Mah, Papah berangkat dulu ya," kata Ardian.
"Iya Pah," kata Farah.
Ardian segera pergi meninggalkan meja makan. Sesampainya di luar, Ardian masuk ke dalam mobilnya. Ardian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
→TK Kasih Bunda
Saat ini Melvin dan Hanin sedang asyik bermain puzzle bersama di dalam kelas.
"Melvin, 2 hari lagi aku hari ulang tahun aku Loh," kata Hanin dengan semangatnya.
Melvin:Oh ya? Selamat ya.
"Ih, kasih ucapannya nanti aja pas hari ulang tahun aja," kata Hanin.
Melvin:Ups, maaf
"Nanti aku bakal kasih tau Mamah sama Papah aku, kalau aku mau ngerayain ulang tahun aku," kata Hanin," Nanti kamu datang ya."
Melvin:Iya, aku pasti bakal datang.
"Aku gak sabar mau ngerayain ulang tahun ku dan aku akan jadi princess yang paling cantik di acara ulang tahun ku nanti," kata Hanin.
Melvin tersenyum melihat kegembiraan sahabat itu. Namun di dalam hatinya, dia sangat merasa sedih karena setiap ulang tahunnya dia hanya merayakan ulang tahun bersama Ayahnya dan juga keluarga tanpa seorang Ibu. Dia merasa sedikit iri dengan Hanin yang bisa merayakan ulang tahun dengan orang tua yang lengkap.
Melihat wajah Melvin yang sedih, membuat Hanin bingung dan dia langsung bertanya pada Melvin.
"Melvin, kamu kenapa sedih?" tanya Hanin.
Melvin:Aku gak papa Hanin.
"Beneran kamu gak papa?" tanya Hanin kembali.
Melvin:Iya aku gak papa.
"Ya udah yuk kita main lagi," kata Hanin
Mereka berdua kembali bermain bersama. Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi. Semua murid kembali duduk tempat duduknya Masing-masing menunggu kedatangan Bu Billa. Tak lama kemudian, Bu Nilla datang dan pelajaran pun dimulai.
→Dirgantama Groups
Karvian sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya di laptopnya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Karvian segera mengambil handphonenya yang dia taruh di atas meja kerjanya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
Drtt... Drtt... Drtt...
Papah Ardian is Calling...
Setelah mengetahu Ardian yang menelponnya, dengan cepat Karvian menerima panggilan telpon tersebut.
"Hallo Pah," sapa Karvian.
"Hallo Vian, maaf Papah ganggu waktu kerja kamu," jawab Ardian.
"Begini Vian, rencananya hari minggu nanti Papah, Mamah, sama Lista mau Ziarah ke makam Dira. Apa kamu dan Melvin bisa ikut kesana?" tanya Ardian.
"Bisa Pah, aku sama Melvin pasti ikut," jawab Karvian.
"Ya udah, nanti kita ketemuannya disana aja ya," kata Ardian.
"Iya Pah," kata Karvian.
"Udah dulu ya Vian, Papah mau lanjut kerja," kata Ardian.
"Iya Pah," kata Karvian.
Karvian mematikan sambungan telponnya lalu setelah itu, dia kembali mengerjakan pekerjaan kantornya.
→Kediaman Karvian
Setelah ganti pakaian, Anara melihat Bi Arum sedang memasak. Anara pun berjalan mendekati Bi Arum.
"Bi Arum," panggil Anara.
"Ada apa Non Anara?" tanya Bi Arum.
"Apa saya boleh bantu Bibi masak?" tanya Anara menawarkan diri untuk membantu Bi Arum.
"Non mau bantu Bibi masak?" tanya Bi Arum memastikan perkataan Anara.
"Iya, boleh kan saya bantu Bibi?" tanya Anara kembali.
"Boleh Non," jawab Bi Arum.
"Terima kasih Bi," kata Anara," apa yang perlu sama bantu Bi?"
"Non Anara bisa bantu saya buat masak makanan kesukaannya Den Melvin," kata Bi Arum.
"Tapi Bi saya gak tau makanan kesukaannya Melvin," kata Anara.
"Biar Bibi kasih tau resepnya jadi Non Anara tinggal masak saja," kata Bi Arum.
"Baik Bi," kata Anara.
Anara pun mulai memasak makanan kesukaan Melvin dengan di bantu oleh Bi Arum.
"Non Anara," panggil Bi Arum.
"Bibi panggilnya Anara aja jangan pakai Non," pinta Anara.
"Kenapa begitu?" tanya Bi Arum.
"Soalnya aku gak biasa dipanggil seperti itu. Jadi Bibi panggilnya Anara aja ya," pinta Anara.
"Baiklah," kata Bi Arum," Kenapa kamu bisa dekat banget sama Den Melvin? Padahal sama orang lain, Den Melvin itu susah banget dekatnya apalagi sama orang yang pertama kali dia kenal."
"Saya juga gak tau Bi, kenapa dia bisa dekat banget sama saya," kata Anara.
"Tapi saya senang karena dengan kehadiran kamu Den Melvin bisa ceria dan bahagia. Karena sejak ditinggal Ibunya, Den Melvin jadi pemurung dan pendiam bahkan dia gak mau bicara," kata Bi Arum.
Anara seketika terkejut mendengar jika sebenarnya Melvin bisa bicara.
"Jadi sebenarnya Melvin itu bisa bicara Bi?" tanya Anara
"Iya tapi semenjak Ibunya meninggal, dia menjadi gak bisa bicara seperti ini," jawab Bi Arum.
"Apa penyebab dia gak bisa bicara Bi?" tanya Anara.
"Kalau itu saya gak tau tapi saya menduga Den Melvin seperti ini mungkin ada hubungannya sama kematian Nyonya Dira," jawab Bi Arum.
"Kalau boleh tau, memangnya ada apa dengan kematian Ibunya Melvin?" tanya Anara penasaran.
"Dia melakukan bunuh diri," jawab Bi Arum.
"Apa? Bunuh diri?" kata Anara terkejut.
"Iya, bahkan dia bunuh diri tepat di hari ulang tahun pernikahannya dengan Tuan Karvian," jawab Bi Arum.
"Kenapa dia bunuh diri?" tanya Anara.
"Bibi juga gak tau alasan Nyonya Dira bunuh diri tapi beberapa hari sebelum kejadian, Nyonya Dira sempat bertengkar sama Tuan Karvian. Mungkin itu sebabnya Nyonya Dira bunuh diri," jawab Bi Arum.
"Apa kasus bunuh diri Nyonya Dira ini
ini udah dilaporin ke polisi?" tanya Anara.
"Sudah tapi kasusnya udah ditutup," jawab Bi Arum.
"Ditutup? Kenapa kasusnya di tutup Bi?" tanya Anara.
"Karena kasusnya tidak menemukan titik terang jadinya Tuan karvian dan pihak keluarga Nyonya Dira memutuskan untuk menutup kasus Nyonya Dira," jawab Bi Arum.
"Tapi kata Bibi tadi Melvin ada hubungannya sama kematian Ibunya. Kenapa bisa begitu?" tanya Anara.
"Karena saat kejadian Den Melvin ada bersama Nyonya Dira," jawab Bi Arum.
"Kenapa Melvin gak dibawa ke psikolog aja? Biar kita tau kejadian sebenarnya dan penyebab kematian ibunya karena tidak menutup kemungkinan dia adalah saksi kunci kematian ibunya," kata Anara memberi saran.
"Awalnya Tuan Karvian mau bawa Den Melvin ke psikolog tapi Den Melvin gak mau," kata Bi Arum.
"Padahal kalau Melvin mau dibawa ke psikolog itu akan membantu mengungkap kasus kematian ibunya," kata Anara.
"Iya, tapi sudahlah lagian Tuan Karvian tidak mau mengingat kejadian itu lagi, jadi kamu harus tutup mulut jangan sampai kamu bicarain kasus Nyonya Dira sama Tuan Karvian," kata Bi Arum memberi nasehat pada Anara.
"Baiklah Bi," kata Anara.
Mereka pun meneruskan kegiatan masak mereka.
...****************...
...(Siang Harinya)...
→Kediaman Karvian
Melvin telah pulang dari sekolahnya. Dia langsung menghampiri Anara yang sedang sibuk menyiapkan makanan dimeja makan.
"Melvin kamu udah pulang," kata Anara," Sekarang kamu ganti baju habis itu cuci tangan,cuci kaki habis itu langsung ke meja makan ya."
Melvin mengangguk lalu dia segera pergi menuju kamarnya untuk berganti baju.
10 menit kemudian, Melvin telah selesai berganti baju. Kini dia langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan, Melvin segera duduk di kursinya. Bi Arum pun melayani Melvin dengan baik.
"Ini Den Melvin makanannya," kata Bi Arum.
"Nah sekarang Melvin makan ya, dihabisin makannya jangan sampai gak ya," kata Anara.
Namun Melvin sama sekali tidak menyentuh makannya. Hal itu membuat Anara menjadi bingung.
"Loh kok makanannya gak dimakan?" tanya Anara.
Melvin mengambil buku komunikasinya lalu menuliskan sesuatu disana. Setelah selesai menulis, Melvin memberikan tulisannya itu pada Anara.
Melvin:Apa aku boleh disuapin sama Tante?
"Oh jadi kamu makannya mau disuapin sama Tante? Kenapa gak bilang? " tanya Anara.
Melvin:Aku takut Tante Marah.
Anara tersenyum setelah menerima jawaban dari Melvin. Dia mengelus rambut Melvin dengan lembut.
"Mana bisa Tante marah sama anak selucu kamu. Ya udah sini tante suapin tapi makannya harus habis Oke," kata Anara.
Melvin pun mengangguk. Anara meraih piring berisi makanan lalu dia menyuapi Melvin dengan telaten dan penuh kasih sayang. Bi Arum yang melihat pemandangan itu seketika tersenyum. Baru kali ini dia melihat Melvin minta disuapi oleh pengasuhnya. Anara menyuapi Melvin hingga makanannya habis.
"Nah, makanannya udah habis. Melvin emang anak pintar," puji Anara.
Melvin tersenyum senang mendengar pujian dari Anara.
"Oh ya kamu ada tugas sekolah hari ini?" tanya Anara.
Melvin:Ada tapi biasanya aku kerjainnya sama Papah.
"Udah kamu kerjain tugasnya sama Tante aja. Lagian kalau sama Papah kamu nanti kemaleman terus kan Papah kamu pasti capek karena kerja seharian. Gimana kamu mau kerjain tugas sama Tante? Habis itu baru kita main sepuasnya" tanya Anara.
Melvin mengangguk semangat. Melvin segera menarik tangan Anara pergi ke kamarnya untuk membantunya mengerjakan tugas sekolah.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...