Contract Wife

Contract Wife
020-Kekesalan Karvian



...(Malam Harinya)...


Setelah makan malam, Anara pergi ke kamarnya. Saat ini, Anara duduk dipinggir kasur. Pikirannya sedang tidak karuan. Dia takut jika Karvian berbuat macam-macam dengannya, meskipun Karvian mengatakan tidak akan macam-macam dengannya,


namun tetap saja dia merasa takut.


Pintu pun terbuka dan yang datang adalah Karvian. Tanpa memperdulikan Anara, Karvian berjalan mendekati lemari lalu mengambil kasur lipat, selimut, dan bantal.


"Nih Ambil," kata Karvian sambil memberikan kasur lipat, selimut, dan bantal pada Anara.


"Apa ini?" tanya Anara.


"Kamu tidur dibawah," jawab Karvian.


"Gak bisa! saya yang tidur di kasur," kata Anara tidak terima dirinya disuruh Karvian untuk tidur dibawah.


"Kalau kamu tidur diatas, saya tidur dimana?" tanya Karvian.


"Ya, tidur disitu," jawab Anara sambil menunjuk lantai.


"Enak aja! ini kamar saya, jadi saya yang harus tidur di kasur," kata Karvian.


"Gini aja Tuan, biar adil mendingan kita suit aja, siapa yang menang maka dia yang tidur di kasur," kata Anara.


"Ck, kayak anak kecil aja main siutan," kata Karvian.


"Mau atau gak? kalau gak mau ya udah, biar saya aja yang tidur di kasur," kata Anara.


"Ya udah kita suit," kata Karvian mengalah.


Mereka pun melakukan suit dan ternyata yang menang adalah Anara.


"Yeyy, menang," kata Anara sambil meloncat kesenangan.


Karvian sangat kesal karena dia kalah suit dengan Anara. Dengan perasaan kesal dia mengambil kasur lipat, selimut, dan bantal tidur dari Anara lalu segera menggelar kasur di lantai. Lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.


Sedangkan Anara, dia langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


Tiba-tiba dia teringat sesuatu yang harus dia tanyakan pada Karvian. Anara pun mengubah posisinya kembali menjadi duduk.


"Tuan," panggil Anara.


"Emm," jawab Karvian dengan mata terpejam.


"Nanti di depan keluarga, saya harus panggil Tuan apa?" tanya Anara.


"Terserah kamu," jawab Karvian.


"Kalau gitu saya akan panggil Tuan Mas ya didepan keluarga?" tanya Anara.


"Emm. Udah tidur sana, " jawab Karvian.


"Iya, " kata Anara.


Anara kembali merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya untuk tidur. Tak lama kemudian, Anara telah tertidur dengan pulas. Sedangkan Karvian, dia tidak bisa tidur berulang kali dia membolak-balikan badannya namun tetap saja dia tidak bisa tertidur. 30 menit kemudian, barulah Karvian bisa tertidur dengan pulas.


→Rumah Rifa.


Saat ini Rifa sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Ayahnya. Di dalam rumah, dia hanya tinggal berdua dengan Ayahnya sedangkan Ibunya sudah meninggal sejak dia masih kecil.


Setelah selesai masak, kini Rifa melayani Ayahnya dengan mengambil nasi dan lauk pauk untuk Ayahnya.


"Makasih sayang," kata Ayah Rifa.


"Sama-sama Ayah," kata Rifa.


Setelah melayani Ayahnya, Rifa segera duduk dikursinya. Mereka pun memulai makan makan.


"Oh ya gimana tadi acara pernikahan Nara?" tanya Ayah Rifa.


"Berjalan dengan lancar Ayah dan kelihatannya Anara juga bahagia dengan pernikahannya," jawab Rifa.


"Sahabat kamu sudah menikah lalu kapan kamu menikah?" tanya Ayah Rifa.


"Kenapa tiba-tiba Ayah membahas soal pernikahan?" tanya Rifa kembali.


"Sayang, Ayah itu sakit-sakitan dan Ayah pengen banget lihat kamu menikah dan bahagia dengan keluarga kecil itu. hanya itu permintaan kecil Ayah sebelum Ayah tiada," kata Ayah Rifa.


"Ayah ngomong apa sih? Ayah gak boleh bicara kayak gitu, aku yakin Ayah pasti bisa sembuh," kata Rifa," Dan soal kapan aku menikah, aku pasti akan menikah Ayah tapi nanti setelah aku siap. Saat ini aku mau fokus merawat dan menjaga Ayah."


"Baiklah Ayah mengerti, karena menikah itu butuh persiapan mental dan hati yang kuat tapi Ayah berharap kamu bisa memenuhi permintaan Ayah ini nanti," kata Ayah Rifa.


"Iya Ayah nanti aku pasti akan memenuhi permintaan Ayah tapi Ayah harus janji sama aku, Ayah harus tetap optimis untuk bisa sembuh dari penyakit Ayah biar nanti Ayah bisa mendampingi aku di pernikahan aku," kata Rifa.


"Iya sayang makasih udah kasih Ayah semangat ya," kata Ayah Rifa.


"Sama-sama Ayah. Ayo kita lanjut makan," kata Rifa.


Mereka pun melanjutkan makan malam. Setelah selesai makan malam, Rifa membantu Ayahnya berdiri lalu menuntunnya menuju kamar.


Setelah memastikan Ayahnya sudah tidur, barulah Rifa pergi ke kamarnya untuk beristirahat juga.


Sesampainya Rifa di kamar, dia duduk pinggir kasur sambil memikirkan perkataan Ayahnya tadi. Dia memang menyuruh Ayahnya untuk optimis dengan kesembuhannya dari penyakit leukimia yang dideritanya namun di dalam hatinya, dia ragu karena Dokter mengatakan jika umur Ayahnya tidak lama lagi. Sejak mendengar kabar itu, Rifa menjadi takut, dia takut kehilangan Ayahnya karena dia hanya memiliki Ayahnya di dalam hidupnya.


Tiba-tiba handphone Rifa berbunyi. Dia segera menghapus airmatanya dan mengambil handphonenya yang dia taruh diatas nakas untuk melihat chat masuk dihandphonenya.


+628xxxxxxxx


Selamat malam Mbak Rifa


Ini aku Althaf, save nomor ku ya.


"Ck, cowok itu ternyata," gumam Rifa.


Rifa pun segera membalas chat dari Althaf.


^^^Iya.^^^


+628xxxxxxxx


Mbak lagi ngapain sekarang?


^^^Saya mau ngapain itu terserah saya dan bukan urusan kamu.^^^


+628xxxxxxxx


Ya saya kan cuma nanya aja


mbak.


^^^Kamu ini gak ada kerjaan apa?^^^


+628xxxxxxxx


Gak ada.


makanya aku chat mbak


Biar aku ada temen dan kita bisa


tambah dekat.


^^^Dekat pala mu!^^^


±628xxxxxxx


Ya siapa tau kalau kita dekat


kita bisa berjodoh.


^^^😡😡😡^^^


±628xxxxxxx


Maaf mbak aku cuma


bercanda tapi kalau


beneran aku senang banget


^^^Udah ya, daripada saya pusing^^^


^^^Dengerin omongan kamu^^^


^^^yang makin ngaco, mending^^^


^^^saya tidur.^^^


±628xxxxxxx


Ya udah gak papa


kalau Mbak mau tidur, tidur aja


karena kan besok pasti mbak


mau kerja.


Selamat tidur mbak Rifa yang cantik


Mimpi yang indah tentang aku ya.


Rima pun mengakhiri chattingnya dengan Althaf. Dia menaruh kembali handphone di atas nakas lalu merebahkan tubuhnya untuk tidur. Tak lama kemudian, Rifa pun sudah tertidur dengan nyenyak.


...****************...


...(Keesokan Harinya)...


→Kediaman Karvian


Kini malam sudah berganti. Matahari sudah menampakkan sinarnya namun Anara maupun Karvian belum menunjukkan tanda-tanda akan terbangun dari tidur mereka. Tiba-tiba alarm berbunyi dan Anara merasa terusik dengan Alarm tersebut. Dia mematikan alarm itu dan melirik keatas nakas jam sudah menunjukkan waktu jam 7 pagi. Seketika Anara terkejut dan berteriak.


"APA? SUDAH JAM 7 PAGI," teriak Anara.


Karvian yang mendengar teriakan Anara seketika langsung terbangun dari tidurnya. Dia pun memarahi Anara.


"Kamu apaan sih? Teriak-teriak Pagi-pagi begini?" tanya Karvian memarahi Anara.


"Maaf Tuan,saya cuma kaget ketika tau ini sudah jam 7 pagi," jawab Anara.


"APA? JAM 7 PAGI?" teriak Karvian.


Karvian langsung beranjak dari kasurnya lalu mengambil handuk dan pakaian kerjanya di lemari pakaiannya dan berjalan memasuki kamar mandi.


15 menit kemudian, Karvian telah selesai mandi. Dia menatap tajam Anara sambil mengancing lengan bajunya.


"Ini semua gara-gara kamu," kata Karvian.


"Kok gara-gara saya sih Tuan?" tanya Anara tidak terima disalahkan oleh Karvian.


"Kalau saja kamu gak suruh saya tidur di lantai, saya akan mungkin telat begini bangunnya," jawab Karvian.


"Saya gak suruh Tuan tidur di lantai, itu kan sudah perjanjian kita kalau saya menang suit saya yang tidur di kasura dan karena Tuan kalah berarti Tuan yang tidur di lantai," kata Anara," Salah saya dimana?"


"Kamu---"


Belum sempat Karvian menyelesaikan ucapannya disela oleh Anara.


"Daripada Tuan marah-marah gak jelas dan bikin Tuan malah tambah telat mendingan Tuan ke bawah buat sarapan," kata Anara.


Anara berjalan mendekati lemari pakaiannya lalu mengambil baju mandi dan baju gantinya. Dia berjalan memasuki kamar mandi.


Karvian sangat dibuat kesal dengan sikap Anara padanya. Dia pun keluar dari kamarnya dan pergi menuju meja makan.


Sesampainya di meja makan, Karvian melihat putranya sudah duduk di meja makan sambil menunggu dirinya. Karvian pun berjalan mendekati meja makan.


"Selamat pagi jagoan Papah," sapa Karvian pada Melvin lalu mencium puncak kepala Melvin.


Melvin:Selamat pagi juga Papah. Oh ya Pah, Ibu mana?"


"Ibu lagi mandi, bentar lagi juga kesini. Udah kita makan duluan aja," kata Karvian.


Melvin pun menuruti perkataan Ayahnya dan mulai menyantap makanannya. Tak lama kemudian, Anara pun datang mendekati meja makan.


"Selamat pagi Melvin," sapa Anara.


Melvin:Selamat pagi juga Bu. Ibu ayo duduk kita sarapan bareng.


"Iya sayang," kata Anara.


Anara duduk dikursinya dan mulai menyantap makanannya. Tidak ada suara diantara mereka, yang ada hanya suara dentingan peralatan makan saja.


Setelah selesai sarapan, Anara mengantarkan Karvian dan Melvin ke depan rumah mereka.


"Kamu belajar yang rajin ya disekolah, jangan nakal terus Ibu sudah masukin kotak makan kamu di tas, jangan lupa di habisin ya bekalnya," kata Anara.


Melvin pun mengangguk mengiyakan permintaan Anara. Anara berjalan mendekati Karvian lalu mengambil tangan Karvian dan menyalami. Hal itu membuat Karvian terkejut karena baru pertama ini tangannya disalimi istrinya.


"Hati-hati di jalan ya Mas, jangan ngebut bawa mobilnya," kata Anara dengan senyuman.


"Mas?" tanya Karvian pelan. Dia terlihat bingung karena Anara memanggilnya dengan sebutan Mas.


Karvian meminta Melvin untuk masuk terlebih dulu masuk ke mobil dan Melvin menuruti pekertaan Ayahnya. Setelah Melvin pergi, Karvian langsung menanyakan panggilan Anara padanya.


"Kenapa kamu panggil saya Mas?" tanya Karvian.


"Ya supaya orang-orang sekitar sini gak curiga, lagipula Tuan kan sudah setuju kalau saya bakalan panggil Tuan Mas di depan orang-orang terutama keluarga kita," kata Anara.


"Kapan saya bilang setuju?" tanya Karvian.


"Kemarin malam saya tanya sama Tuan kalau di depan keluarga kita saya panggil Tuan apa? terus Tuan jawab terserah dan saya bilang kalau saya akan panggil Tuan dengan sebutan Mas," kata Anara.


"Terus saya bilang setuju?" tanya Karvian.


"Tuan bilang emm yang artinya setuju," jawab Anara," Makanya sekarang Tuan harus terbiasa dengan panggilan baru Tuan Oke."


Karvian terdiam setelah mendengar perkataan Anara. Entah ada apa dengan dirinya kemarin malam sehingga dia menyetujui Anara untuk. Memanggilnya dengan sebutan Mas.


"Saya pergi dulu," kata Karvian.


"Hati-hati di jalan Mas," kata Anara sambil melambaikan tangannya.


Karvian segera masuk ke dalam mobilnya. Melvin melambaikan tangannya pada Anara dan Anara membalas lambaian tangan Melvin. Karvian mulai menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya. Setelah mobil Karvian pergi, Anara kembali masuk ke dalam rumah.


→Kediaman Keluarga Ardian.


Keluarga Ardian sedang sarapan pagi bersama. Tidak ada suara diantara mereka. yang ada hanya suara dentingan peralatan makan saja. Tiba-tiba Calista membuka suara dan berbicara pada Ayahnya.


"Pah," panggil Calista.


"Emm," jawab Ardian.


"Tolong izinin aku keluar rumah ya, aku mau jalan-jalan sama temen-temen aku," kata Calista.


"Pah, tolong lah jangan kekang Lista seperti ini kasihan dia. Dia pasti bosan dirumah terus," kata Farah membela Calista.


"Oke Papah akan mengizinkan kamu keluar rumah tapi ada satu syarat," kata Ardian.


"Apa syaratnya Pah? aku janji aku bakalan memenuhi syarat dari Papah apapun itu," kata Calista.


"Apa gak ada syarat lain Pah?" tanya Calista merasa keberatan dengan syarat yang diajukan Papahnya.


"Tidak ada," jawab Ardian.


"Oke aku bakalan memenuhi syarat dari Papah," kata Calista.


"Baik, jika kamu ketahuan Papah melanggar syarat ini maka Papah akan kirim kamu kembali ke luar negeri. Papah gak main-main sama ancaman Papah ini Lista, " kata Ardian.


"I--iya Pah," kata Calista dengan wajah takut.


"Kita lanjut makan aja," kata Farah mencoba mencairkan suasana.


Mereka melanjutkan sarapan pagi. Setelah selesai sarapan pagi, Ardian langsung berangkat ke kantornya.


Setelah Ardian pergi, Farah menghampiri Calista dan mempertanyakan keputusannya tadi.


"Lista apa kamu yakin sanggup untuk memenuhi syarat dari Papah kamu tadi?" tanya Farah.


"Mah tadi aku cuma pura-pura aja biar Papah percaya sama aku," kata Calista.


"Tapi kalau kamu ketahuan pura-pura gimana?" tanya Farah.


"Mamah tenang aja, aku kan pandai menjalankan sandiwara dan aku akan bermain cantik biar gak ketahuan," kata Calista.


"Oke Mamah percaya sama kamu tapi ingat jangan sampai ketahuan sama Papah kamu," kata Farah.


"Siap Mamah ku sayang," kata Calista," Udah ah aku mau siap-siap mau jalan ke Mall, apa Mamah mau ikut?


"Tentu saja mau sayang," kata Farah.


Mereka berdua pergi menuju kamar mereka untuk bersiap pergi ke Mall.


→Dirgantama Group.


Karvian baru saja tiba di kantornya dan dia langsung turun dari mobil lalu berjalan memasuki kantornya.


Sesampainya di ruangan, Karvian langsung duduk di kursi kebesarannya. Badannya terasa pegal karena pertama kalinya dia tidur di lantai dan penyebab semua ini adalah Anara, untung saja dia tepat waktu datang ke kantornya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," kata Karvian.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Dilon dengan membawa beberapa dokumen.


"Permisi Tuan, ini ada beberapa dokumen yang harus Tuan tandatangani," kata Dilon.


"Taruh saja disitu," kata Karvian.


"Kalau begitu saya permisi Tuan," kata Dilon.


"Emm," kata Karvian.


Dilon pun pergi meninggalkan ruangan Karvian. Sedangkan Karvian, dia mulai memeriksa satu per satu dokumen yang dibawa oleh Dilon tadi.


→Adhiwijaya group


Ardian sedang disibukkan dengan beberapa dokumen perusahaannya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," kata Ardian.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Sekretaris Ardian yang bernama Ira.


"Permisi Pak," kata Ira.


"Ada apa Ira?" tanya Ardian.


"Saya memberitahu Bapak kalau proposal kerja sama kita dengan perusahaan Mr. Willard sudah diterima Pak dan kita harus berangkat ke London untuk meeting dengan beliau," kata Ira.


"Kapan kita berangkat ke London?" tanya Ardian.


"Malam ini Pak," jawab Ira.


"Ya sudah kamu siapkan tiket keberangkatan kita ke London," kata Ardian.


"Baik Pak. kalau begitu saya permisi dulu," kata Ira.


"Ya silahkan," kata Ardian.


Ira segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Ardian. Sedangkan Ardian, dia harus menyiapkan keperluannya untuk keberangkatannya ke London malam ini.


"Sebaiknya jam makan siang nanti aku pulang dulu ke rumah untuk menyiapkan keperluan ku untuk malam ini," gumam Ardian.


Ardian pun kembali mengerjakan pekerjaan kantornya agar pekerjaannya cepat selesai.


→Tk. kasih sayang


Melvin dan Hanin sedang duduk di Taman sekolah sambil memakan bekal makan mereka masing-masing.


"Jadi sekarang Tante Anara jadi Ibu kamu?" tanya Hanin.


Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Hanin.


"Kamu pasti senang sekarang kamu sudah punya orang tua yang lengkap," kata Hanin.


Melvin:Iya aku senang banget sekarang aku punya orang tua yang lengkap yang menyayangi aku.


Tiba-tiba wajah Hanin menjadi murung. Melihat wajah Hanin yang sedih membuat Melvin bingung dan khawatir pada sahabatnya itu.


Melvin:Kamu kenapa sedih Hanin?


"Aku sedih karena orang tua aku gak pernah perhatian sama aku, mereka cuma sibuk bekerja bahkan tadi malam aku dengar mereka bertengkar Melvin," kata Hanin.


Melvin:Udah kamu jangan sedih Hanin aku yakin kok orang tua kamu itu sayang banget sama kamu. kamu ingat kan nasehat Ibu Anara di acara Ultah kamu kemarin.


"Iya aku ingat kok," kata Hanin.


Melvin:Makanya sekarang kamu jangan sedih lagi Oke, kalau kamu masih sedih aku juga sedih nih.


"Ya udah aku gak sedih lagi, karena aku gak mau sahabat aku sedih karena aku," kata Hanin.


Hanin segera memeluk Melvin. Sedangkan Melvin, dia bingung karena tiba-tiba Hanin memeluknya.


"Melvin makasih ya kamu udah mau jadi sahabat aku dan kamu selalu menghibur aku saat aku lagi sedih," kata Hanin sambil memeluk Melvin.


Hanin pun melepaskan pelukannya terhadap Melvin. Setelah Hanin berhenti memeluknya, dia menulis sesuatu di buku komunisasinya dan memperlihatkannya pada Hanin.


Melvin:Sama-sama, kita kan sahabat jadi sudah tugas aku menghibur kamu kalau kamu sedih.


"Pokoknya kita harus jadi sahabat selamanya janji, " kata Hanin sambil menunjukkan kelingking.


Mereka pun melakukan janji kelingking dengan mengaitkan jari kelingking mereka Masing-masing.


"Ayo kita habiskan makanan kita baru setelah itu kita main," kata Hanin.


Melvin pun mengangguk. Mereka berdua segera menghabiskan bekal makan mereka. Setelah menghabiskan bekal makan, mereka pun pergi bermain bersama.


...****************...


...(Siang Harinya)...


→Kediaman Karvian


Anara sedang sibuk memasak makanan kesukaan Melvin karena sebentar lagi Melvin akan pulang dari sekolahnya.


Sementara itu, Melvin sudah sampai di rumahnya. Dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Kedatangannya disambut oleh Bi Arum.


"Den Melvin udah pulang," kata Bi Arum.


Melvin:Bi Ibu mana?


"Nyonya ada di dapur Den," kata Bi Arum.


Melvin segera pergi menuju dapur untuk menemui Anara.


Sementara di dapur, Anara sudah selesai masak dan kini dia sedang menata makanan di meja makan.


"Akhirnya selesai juga masaknya, aku harap semoga Melvin suka sama masakan aku," gumam Anara.


Melvin telah sampai di dapur dan dia langsung memeluk Anara.


"Melvin udah pulang sayang," kata Anara," Nah sekarang Melvin ke kamar ganti baju habis itu kembali kesini lagi ya."


Melvin mengangguk lalu dia berlari menuju kamarnya untuk berganti baju. Tak lama kemudian Bi Arum datang menghampiri Anara.


"Bi Arum ikut kami makan siang juga ya," pinta Anara.


"Aduh jangan Nyonya lagipula gak pantas rasanya kalo saya ikut makan siang bersama Nyonya dan Den Melvin, saya nanti makan di kamar saja," kata Bi Arum.


"Gak papa Bi, lagipula aku gak enak sama Bibi kalau Bibi cuma berdiri lihatin aku sama Melvin makan doang," kata Anara.


Tak lama kemudian, Melvin telah datang kembali ke meja makan.


"Sayang, Bi Arum boleh kan ikut makan bareng kita?" tanya Anara pada Melvin.


Melvin:Boleh Bu, aku senang kok Bi Arum ikut makan bareng kita.


"Tuh Bi Melvin aja gak keberatan," kata Anara


Melvin kembali menulis sesuatu di dalam buku komunikasinya lalu memperlihatkannya pada Bi Arum.


Melvin:Ayo Bi, kita makan bareng kalau Bibi gak mau aku sedih nih"


"Ya sudah Bibi mau kok makan siang bareng Den Melvin dan Nyonya Anara," kata Bi Arum. 


"Ayo kita makan siang bareng, habis itu baru kita main Oke," kata Anara.


Melvin mengangguk mengiyakan perkataan Anara. Mereka pun


duduk di kursi Masing-masing dan mereka memulai makan siang mereka. Setelah menghabiskan makan siang, barulah Anara menanyakan tentang kegiatan Melvin di sekolah.


"Gimana sekolah kamu hari ini sayang?" tanya Anara.


Melvin:Cukup menyenangkan Bu. Tapi hari ini Hanin sedih Bu.


"Hanin sedih kenapa?" tanya Anara penasaran.


Melvin:Dia sedih karena orang tuanya berantem kemarin malam terus dia juga sedih karena orang tuanya kerja terus gak ada waktu buat dia.


"Ya Ibu kalau jadi Hanin pasti juga merasa sedih karena gak diperhatikan sama orang tua bahkan mendengar orang tua bertengkar," kata Anara," Nah, makanya Melvin harus bersyukur karena Melvin punya Papah yang sayang banget sama Melvin meskipun Papah sibuk kerja, dia masih sempat buat jemput dan antar Melvin ke sekolah."


Melvin:Iya aku bersyukur punya Ayah seperti Papah yang sayang banget sama aku dan sekarang aku tambah bersyukur karena aku punya Ibu yang juga sayang banget sama aku.


Anara tersenyum membaca tulisan Melvin lalu dia memeluk Melvin. Entah kenapa semakin kesini, dia semakin menyayangi Melvin, padahal Melvin bukanlah anaknya tapi hatinya terasa sangat dekat dengan Melvin.


"Ibu sayang banget sama Melvin," kata Anara.


Melvin:Aku juga sayang banget sama Ibu.


Setelah Anara melepaskan pelukannya terhadap Melvin, dia mengajak Melvin untuk bermain.


"Oke kalau gitu ayo kita main," ajak Anara.


Melvin mengangguk dengan semangat dan segera menarik tangan Anara menuju ruang bermain.


→Kediaman Ardian.


Farah dan Calista telah tiba dirumah setelah seharian berbelanja di Mall. Setelah turun dari mobil, mereka segera melangkahkan kaki mereka memasuki rumah dengan membawa begitu banyak belanjaan.


Sesampainya di dalam rumah, mereka duduk disofa dan menaruh belanjaan mereka diatas meja.


"Ah, akhirnya sampai juga dirumah setelah seharian shopping di Mall. Rasanya badan Mamah capek banget,"


kata Farah.


"Tapi puas kan Mah udah belanja di Mall," kata Calista.


"Iya sih," kata Farah.


Tiba-tiba terdengar suara mobil yang sangat mereka kenali berhenti di depan rumah.


"Mah itu kan mobilnya Papah," kata Calista.


"Iya tumben banget Papah kamu jam segini udah pulang," kata Farah.


Tak lama kemudian, Ardian pun datang menghampiri mereka.


"Papah kok tumben jam segini udah datang?" tanya Farah.


"Papah mau nyiapin keperluan Papah buat keberangkatan Papah ke London malam ini," jawab Ardian.


"Apa? Papah mau ke London? Kok dadakan gini?" tanya Farah.


"Iya soalnya proposal kerja sama perusahaan baru saja ditandatangani oleh Mr.Willard dan Papah harus kesana untuk ketemu sama beliau," kata Ardian.


"Oh gitu," kata Farah.


"Berapa lama Papah di London?" tanya Calista.


"Ya sekitar 3 bulan," jawab Ardian.


"Kok lama banget sih Pah?" tanya Farah.


"Ya mau gimana lagi Mah lagipula Papah kesana buat urusan perusahaan," jawab Ardian," Setelah menyiapkan keperluan Papah, Papah mau ke rumah Vian buat jengukin Melvin."


Mendengar Papahnya akan ke rumah Karvian membuat Calista seketika senang dan ingin ikut kesana.


"Mamah ikut ya Pah," kata Farah.


"Aku juga Pah," kata Calista.


"Kalian gak boleh ikut kesana, karena Papah yakin kalian pasti mau mengusik istri Vian kan?" tanya Ardian.


"Gak Pah, kita kesana mau ketemu sama Melvin. Kita kangen banget sama dia, iya kan Lista?" tanya Farah pada Calista.


"Iya Pah, lagipula aku gak lupa kok sama syarat yang Papah berikan tadi pagi," kata Calista.


"Ya sudah, kalian boleh ikut tapi kalian harus janji sama Papah kalau kalian harus bersikap baik sama istri Vian dan jangan mengusik dia," kata Ardian.


"Iya Pah," kata Farah dan Calista bersamaan.


"Papah mau menyiapkan keperluan Papah dulu," kata Ardian.


"Mamah bantu ya Pah, biar cepat selesai dan kita bisa ketemu sama Melvin secepatnya," kata Farah.


Ardian dan Farah segera pergi menuju kamar mereka. Sedangkan Calista, dia sangat bahagia ketika mendengar Ayahnya akan pergi ke luar negeri karena artinya selama Ayahnya pergi, dia akan bebas melakukan apapun sesuka hatinya.


"Yes, mulai besok aku bakalan bebas melakukan apapun sesuka hati ku dan aku pastiin hal pertama yang aku lakukan adalah mencari cara agar rumah tangga Kak Vian dengan gadis itu hancur berantakan," batin Calista.


...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...