Contract Wife

Contract Wife
010-Sarapan Bersama



...(Malam Harinya)...


Setelah makan malam dan menggosok gigi, Melvin pun bersiap untuk tidur.


"Udah sikat giginya?" tanya Anara.


Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Anara.


"Nah sekarang tidur ya. Besok kan sekolah," kata Anara.


Melvin:Aku mau dibaca dongeng sama Tante.


"Ya udah Tante bacain dongeng ya buat kamu tapi kamu harus cepat tidur Oke," kata Anara.


Melvin pun mengangguk lalu merebahkan tubuhnya ke kasur. Anara mulai membacakan dongeng untuk Melvin.m


"Di sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya. Raja hutan tersebut dikenal sangat mengerikan, tidak mengenal rasa takut dan dia merasa harus dihormati oleh semua makhluk yang ada di hutan. Dia menghabiskan sebagian waktunya dengan berburu dan sebagian lagi untuk tidur," kata Anara sambil mengelus rambut Melvin dengan lembut.


Perlahan, Melvin pun menutup matanya dan akhirnya akhirnya tertidur. Setelah memastikan Melvin sudah tertidur nyenyak, Anara  menyelimuti tubuh Melvin dengan selimut Lalu dia mematikan lampu kamar tidur Melvin dan keluar dari kamar Melvin.


Sesampainya di ruang tamu, Bi Arum datang menghampirinya.


"Den Melvin udah tidur?" tanya Bi Arum.


"Udah Bi," jawab Anara," Kalau gitu saya pulang ya."


"Kamu pulangnya naik apa? Ini kan udah malam, bahaya kalau anak gadis pulangnya sendiri apalagi kalau malam-malam begini," kata Bi Arum.


"Saya pulangnya naik taksi Bi lagian gak papa kok, saya udah terbiasa pulang malam begini," kata Anara.


"Ya sudah, kamu hati-hati ya dijalan," kata Bi Arum.


"Iya Bi," kata Anara.


Anara segera berjalan menuju keluar rumah. Sesampainya di luar, dia melihat mobil Karvian telah tiba di depan rumahnya. Karvian pun turun dari mobilnya lalu berjalan menghampiri Anara.


"Melvin udah tidur?" tanya Karvian.


"Sudah," jawab Anara.


"Kamu mau kemana?" tanya Karvian.


"Ya mau pulang lah Tuan, masa mau jalan-jalan malam-malam begini," jawab Anara.


"Oh.ya usah sana cepat pulang, ngapain masih disini," kata Karvian.


Anara pun pergi meninggalkan rumah Karvian. Sedangkan Karvian, dia masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju kamar putranya.


Sesampainya di kamar putranya, Karvian masuk ke dalam kamar Melvin. Dia tersenyum melihat putranya yang tertidur nyenyak.


"Oh ya, apa hari ini dia ada tugas sekolah ya? coba aku cek," gumam Karvian.


Karvian segera mengambil tas sekolah Melvin lalu membuka tas Melvin dan mengambil buku putranya itu.


'Udah dikerjain? siapa yang ngerjain? Dari tulisannya sih emang Melvin, tapi sama dia ngerjainnya? apa jangan-jangan sama gadis itu ya? ternyata gadis itu pintar juga ya,' batin Karvian.


Karvian kembali memasukkan buku pelajaran Melvin ke dalam tasnya. Sebelum pergi, dia mencium kening putranya dengan pelan lalu dia pun pergi meninggalkan kamar Melvin.


→Rs. Citra Medical


Anara telah sampai dirumah sakit. Setelah membayar harga taksi, Anara segera turun dari mobil lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan pergi menuju kamar inap ibunya.


Sesampainya di kamar Ibunya, Anara melihat Ibu dan adiknya yang sudah tertidur nyenyak. Dia pun masuk ke dalam dengan perlahan.


"Kakak udah pulang," kata Nafara yang terbangun dari tidur.


"Iya.Apa tadi Ibu cari aku?" tanya Anara


"Ibu tadi cariin Kakak terus aku bilang aja kalau Kakak lembur hari ini," jawab Nafara," Oh ya tadi kata Dokter besok Ibu udah boleh pulang tapi kita harus tetap jaga Ibu supaya tensi darahnya gak naik lagi."


"Syukurlah kalau Ibu udah sembuh," kata Anara," Ya udah kamu tidur lagi, besok kamu harus sekolah kan?


"Iya," kata Nafara.


Nafara pun kembali tidur. Sedangkan Anara, dia duduk dikursi di samping brankar ibunya.


Anara menempelkan tangannya pada brankar ibunya. Karena kelelahan, akhirnya Anara pun tertidur dengan begitu cepat bahkan nyenyak.


Di tempat lain, Hanin sedang menunggu kedatangan orang tuanya di teras rumahnya sambil memeluk boneka Teddy bear kesayangannya. Tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghampirinya dan duduk disampingnya.


"Non Hanin," panggil wanita itu.


"Bi Iroh," jawab Hanin.


Ternyata wanita itu adalah Bi Iroh. Dia adalah seorang ART dirumah Hanin sekaligus orang yang menjaga Hanin saat orang tuanya bekerja.


"Non ngapain ada disini?" tanya Bi Iroh.


"Aku lagi nungguin Mamah sama Papah Bi, tapi sampai sekarang mereka belum pulang juga," jawab Hanin.


"Mungkin mereka lagi sibuk Non di kantor, sekarang Non tidurnya besok kan Non harus sekolah," kata Bi Iroh.


"Gak mau! Pokoknya aku mau nungguin Mamah sama Papah pulang!" kata Hanin.


"Ya udah Bibi temenin ya Non," kata Bi Iroh.


Bi Iroh pun menemani Hanin menunggu orang tuanya pulang. Tiba-tiba mereka melihat sebuah mobil yang sangat mereka kenali berhenti di depan rumah.


Lalu turunlah seorang Pria dari mobil itu.


"Papah," kata Hanin.


Hanin segera beranjak dari duduknya lalu berjaan menghampiri Papahnya dan memeluknya dengan erat.


"Papah kenapa pulangnya lama banget?" tanya Hanin.


"Maaf sayang, tadi Papah harus lembur dulu di kantor. Terus kenapa princess kesayangan Papah ini belum tidur juga? Ini udah malam sayang," kata Papah Hanin.


"Aku nungguin Papah sama Mamah dulu baru tidur. Oh ya Pah, Mamah mana? Kok gak pulang bareng Papah?" tanya Hanin.


"Emm... Papah gak tau Mamah kemana sayang, kan Mamah sama Papah beda kantor mungkin Mamah lembur di kantornya," jawab Papah Hanin.


Hanin merasa sedih karena Mamahnya ternyata tidak pulang bersama Papahnya. Melihat wajah putrinya yang sedih Papah Hanin mencoba menghibur Hanin.


"Ih Kok wajahnya jadi sedih gini, jangan sedih dong. Nanti cantiknya hilang loh," kata Papah Hanin.


"Ih Papah," kata Hanin.


Papah Hanin mencium kedua pipi Hanin karena merasa gemas dengan putrinya itu.


"Ayo kita masuk hari ini tidurnya bareng Papah dulu ya," kata Papah Hanin.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Hanin berjalan menuju kamarnya dan diikuti oleh Papahnya dibelakang


Sesampainya di kamar, Hanin merebahkan tubuh ke kasur sedangkan Papahnya dia duduk di pinggir kasur Hanin untuk menidurkan Hanin.


"Pah, apa Papah ingat 2 hari lagi, hari apa?" tanya Hanin.


"Emm.. Apa ya? Papah lupa sayang," jawab Papah Hanin.


"Ihh Papah, kok lupa sih? Kan 2 hari lagi hari ulang tahun aku Pah," kata Hanin.


"Oh iya Papah hampir lupa kalau princess Papah ini akan berulang tahun," kata Papah Hanin," Sekarang bilang sama Papah, Hanin mau kado apa dari Papah?"


"Sebelum minta kado, apa boleh Hanin minta satu hal sama Papah?" tanya Hanin.


"Minta apa sayang?" tanya Papah Hanin.


"Hanin mau ulang tahun dirayain Pah dengan meriah Pah," jawab Hanin.


"Oh jadi itu yang Hanin mau Oke, nanti kita akan rayain ulang tahun Hanin dengan meriah," kata Papah Hanin.


"Papah serius?" tanya Hanin.


"Iya serius," jawab Papah Hanin.


"Yeyy, makasih Papah," kata Hanin.


"Terus selain itu Hanin minta kado apalagi sama Papah?" tanya Papah Hanin.


"Emm... Hanin mau sepeda baru Pah," jawab Hanin.


"Oke, nanti Papah akan belikan sepeda baru buat Hanin," kata Papah Hanin.


"Asyikkk... Hanin sayang Papah," kata Hanin seraya memeluk Papahnya.


"Papah juga sayang banget sama Hanin," kata Papah Hanin," Nah sekarang Hanin tidur ya besok kan Hanin harus sekolah."


"Oke Papah," kata Hanin.


Hanin melepaskan pelukannya dari Papahnya lalu dia memejamkan matanya untuk tidur. Tak lama kemudian, Hanin sudah tertidur nyenyak.


Melihat putrinya yang tertidur nyenyak, Papah Hanin menyelimuti Hanin dengan selimut lalu dia pun segera pergi keluar dari kamar putrinya.


...****************...


...(Keesokan Harinya)...


Pagi-pagi sekali, Anara telah tiba di rumah Karvian. Melihat kedatangan Anara, Pak Joko segera membukakan pintu gerbang untuknya lalu menyapanya.


"Selamat pagi Pak Joko," sapa Anara.


"Selamat pagi juga Mbak Anara," jawab Pak Joko


"Saya ke dalam dulu ya Pak." kata Anara.


"Ya silahkan Mbak," kata Pak Joko.


"Kamu udah datang Anara," kata Bi Arum.


"Iya Bi, apa Melvin udah bangun?" tanya Anara.


"Udah, dia lagi sarapan bersama Tuan Karvian. Udah sana kamu langsung temuin dia di ruang makan," jawab Bi Arum.


"Iya Bi," kata Anara.


Anara segera pergi menuju ruang makan. Sesampainya diruang makan, Anara langsung menyapa Melvin.


"Selamat pagi Melvin," sapa Anara.


Melvin mengambil buku komunikasinya lalu dia menulis sesuatu di sana. Setelah selesai menulis, dia memberikan tulisannya pada Anara.


Melvin:Selamat pagi juga Tante. Ayo Tante duduk. Kita sarapan bareng.


"Gak usah sayang, Tante berdiri disini aja temenin Melvin ya," kata Anara.


Melvin kembali menulis dibuku komunikasinya lalun dia memberikan tulisannya itu pada Karvian.


Melvin:Pah, Tante Nara boleh ikut sarapan ya bareng kita? Aku mohon.


Karvian cukup terkejut setelah membaca tulisan dari putranya. Sebenarnya dia ingin menolak keinginan putranya tapi melihat putranya yang memohon, akhirnya dengan terpaksa Karvian mengizinkan Anara untuk sarapan bersama mereka.


"Anara, kamun duduk dan sarapan bareng kami!" perintah Karvian.


"Apa? Saya sarapan bareng sama Tuan dan Melvin? Apa saya gak salah dengar?" tanya Anara.


"Udah kamu cepat duduk!" kata Karvian.


"Udah kamu duduk aja daripada Tuan Karvian marah, bisa-bisa kamu dipecat," kata Bi Arum.


Anara pun duduk dikursi disamping Melvin. Saat Bi Arum ingin mengambilkan nasi untuk Anara, Tiba-tiba Anara mencegahnya.


"Biar saya sendiri yang ambil nasi sama ikannya Bi," kata Anara.


Anara segera mengambil piring itu dari tangan Melvin lalu dia mengambil nasi beserta ikan dan lauk pauknya. Setelah itu, Anara pun menyantap makanannya. Sungguh suasana menjadi canggung. Kini yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu. Sedangkan Melvin, dia sangat senang karena Anara ikut sarapan bersamanya dan Ayahnya.


Setelah selesai sarapan, Melvin berpamitan pada Anara.


"Melvin jangan nakal ya di sekolah, bekal sama Botol minumnya udah Tante taruh di tas Melvin. Dihabisin ya bekalnya


nanti pulang sekolah kita main lagi kayak kemarin Oke, " kata Anara.


Melvin pun mengangguk. Setelah berpamitan, Karvian dan Melvin segera pergi meninggalkan meja makan.


Sesampainya diluar rumah, Karvian dan Melvin masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumahnya.


→Kediaman Keluarga Hanin.


Saat ini Hanin masih tidur dengan nyenyaknya. Tak lama kemudian, Bi Iroh masuk ke kamarnya dan membangunkannya.


"Non Hanin bangun, udah pagi," kata Bi Iroh.


"Bibi aku masih ngantuk nih," kata Hanin.


"Emangnya Non hari ini gak ke sekolah, Papah sama Mamah Non udah nungguin Non diruang makan," kata Bi Iroh.


Mendengar Mamahnya disebutkan, Hanin pun langsung bangun.


"Mamah beneran udah pulang Bi?" tanya Hanin.


"Iya Non," jawab Bi Iroh.


Hanin segera beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju kamar mandi sedangkan Bi Iroh, dia keluar dari kamar Hanin dan kembali menuju dapur.


Selama 15 menit, Hanin sudah siap dengan pakaian seragamnya. Setelah selesai, dia langsung membawa tasnya keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Hanin sangat senang karena Mamahnya ada dirumah dan ikut sarapan bersama dengannya. Dia pun berjalan menghampiri Mamahnya.


"Mamah," panggil Hanin.


"Hanin Princessnya Mamah," kata Mamah Hanin.


"Mamah kapan pulang? Mamah tau malam tadi Hanin nungguin Mamah pulang," kata Hanin.


"Maaf ya sayang, Mamah malam tadi banyak kerjaan di kantor makanya Mamah pulangnya larut malam," kata Mamah Hanin.


"Hanin sayang ayo makan dulu nanti kamu telat ke sekolah," kata Papah Hanin.


"Iya Pah," kata Hanin.


Hanin segera duduk di kursinya lalu dia mulai menyantap sarapan paginya sambil berbicara pada Ibunya.


"Mah, besok lusa hari ulang tahun Hanin Loh," kata Hanin.


"Oh iya, kamu benar sayang Mamah hampir lupa soal ulang tahun kamu. Sekarang Bilang sama Mamah kamu mau apa?" tanya Mamah Hanin.


"Hanin mau ulang tahun Hanin dirayain dengan meriah Mah," jawab Hanin.


"Oke Mamah akan bikinkan pesta ulang tahun yang sangat meriah buat kamu," kata Mamah Hanin.


"Hanin juga mau Mamah sama Papah ada di samping Hanin menemani Hanin di pesta ulang tahun nanti, boleh ya Mah, Pah, kalian gak usah kerja nanti cuma satu hari aja buat Hanin ya," kata Hanin.


Orang tua Hanin langsung terdiam saat mendengar permintaan putri mereka. Permintaan Hanin sangatlah sulit untuk mereka wujudkan.


"Mamah sama Papah kok diam aja? Apa Mamah sama Papah bisa ya satu hari gak kerja demi Hanin?" tanya Hanin.


"Baiklah Papah janji, akan menemani Hanin di pesta ulang tahun Hanin nanti," jawab Papah Hanin.


"Kalau Mamah?" tanya Hanin penuh harap.


"Akan Mamah usahakan sayang. Oh ya selain itu kamu minta kado apa lagi dari Mamah?" tanya Mamah Hanin.


"Aku mau rumah Boneka Barbie yang besar Mah," jawab Hanin.


"Oke Mamah akan belikan itu buat kamu sayang," kata Mamah Hanin.


"Yeyy, makasih Mamah, Papah. Hanin sayang banget sama Mamah dan Papah," kata Hanin.


"Papah juga sayang banget sama Hanin," kata Papah Hanin," ayo lanjutin makannya."


Mereka melanjutkan makan mereka. Setelah selesai makan, Hanin segera berangkat ke sekolahnya bersama supir pribadinya.


→Kediaman Karvian


Anara sedang membantu Bi Arum membereskan rumah. Awalnya Bi Arum tidak mengizinkan Anara untuk membantunya karena dia merasa tidak enak pada Anara. Namun karena Anara memaksa akhirnya Bi Arum pun mengizinkankannya.


Saat Anara sedang asyik bersih-bersih, tiba-tiba Anara melihat sebuah foto wanita yang sangat cantik. Dia pun mengambil foto itu.


"Sepertinya wanita ini adalah Ibunya Melvin. Ternyata dia sangat cantik dan anggun tapi kok aku gak asing sama wajah Ibunya Melvin ini, " gumam Anara.


"Kamu lagi lihatin apa Anara?" tanya Bi Arum yang tiba-tiba datang menghampiri Anara.


"Ya ampun Bi Arum bikin saya kaget aja. Ini saya lagi lihat foto ini," jawab Anara.


"Oh. Ini itu foto Nyonya Dira. Lihat dia cantik kan?" tanya Bi Arum.


"Iya Bi, dia sangat cantik," kata Anara.


"Nyonya Dira bukan cuma cantik dari wajahnya tapi juga hatinya. Dia sangat baik dan dermawan. Setiap hari minggu, dia dan Tuan Karvian selalu mengunjungi panti asuhan dan berbagi rezeki sama anak yatim-piatu," kata Bi Arum.


"Semoga Nyonya Dira ditempatkan di surga paling indah," kata Anara.


"Amin," kata Bi Arum mengaminkan doa Anara," Tapi kalau saya lihat, wajah kamu sama Nyonya Dira terlihat mirip ya."


"Bibi ngaco deh, mana mungkin aku mirip sama Nyonya Dira, aku sama Nyonya Dira itu jauh banget ibaratkan langit sama bumi," kata Anara," Udah ah mending kita lanjut bersih-bersih aja."


Anara meletakkan kembali foto itu ditempatnya lalu kembali membereskan rumah bersama Bi Arum.


→TK Kasih Bunda


Melvin telah sampai di depan sekolahnya. Setelah berpamitan pada Ayahnya, Melvin pun turun dari mobil lalu berjalan menuju ruang kelasnya.


Sementara di ruang kelas, Hanin menunggu kedatangan Melvin. Dia sudah tidak sabar ingin memberitahukan tentang acara ulang tahunnya pada Melvin.


Tak lama kemudian Melvin pun datang. Hanin bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Melvin.


"Melvin, aku hari ini senang banget," kata Hanin sambil memeluk Melvin dengan erat.


Melvin mengambil buku komunikasinya dari dalam tas lalu dia menulis sesuatu di sana. Setelah selesai menulis, dia memberikan tulisannya pada Hanin.


Melvin:Kamu senang kenapa Hanin?


"Ayo kita duduk dulu baru aku cerita," kata Hanin.


Hanin menarik tangan Melvin menuju tempat duduk mereka. Lalu mereka pun duduk ditempat duduk mereka.


"Ulang tahun aku jadi dirayain, aku senang banget soalnya Papah sama Mamah aku bakalan hadir di acara ulang tahun aku dan menemani aku," kata Hanin.


Melvin:Wah, aku juga ikut senang dengarnya Hanin.


"Kamu pasti datang kan?" tanya Hanin.


Melvin:Aku pasti datang sama Papah aku.


"Oke. aku tunggu ya kedatangan kamu nanti," kata Hanin.


Melvin:Oke.


Obrolan mereka terhenti ketika Guru mereka datang. Kelas yang semula ribut kini menjadi tenang. Mereka pun memulai kegiatan belajar mereka.


...^^^[BERSAMBUNG... ]^^^...