Contract Wife

Contract Wife
008-Rencana Liyana



→Kediaman Orang Tua Karvian


Saat ini Liyana dan Nikolas sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menikmati secangkir teh hangat. Mereka berdua sedang membicarakan hal serius mengenai Karvian.


"Pah," panggil Liyana.


"Apa Mah," jawab Nikolas.


"Mamah kasihan deh Pah sama putra kita Vian, dia mengurus putranya seorang diri bahkan dia juga harus mengurus pekerjaannya," kata Liyana.


"Terus mau Mamah apa?" tanya Nikolas.


"Mamah punya rencana buat jodohin dia," jawab Liyana.


"Apa? Mamah punya rencana buat jodohin Vian?" tanya Nikolas.


"Iya dengan dia memiliki istri, dia jadi lebih terurus bahkan Melvin juga bisa mendapatkan kasih sayang seorang Ibu. Papah tau setiap kali Mamah lihat Melvin, Mamah kasihan sama dia Pah, Mamah gak tega lihat cucu Mamah kekurangan kasih sayang dari seorang Ibu," jawab Liyana.


"Tapi Mah, Mamah tau sendiri kan Vian pernah bilang sama kita kalau dia gak mau menikah lagi. Apa Mamah yakin dia mau dijodohkan? Dan untuk soal Melvin, apa wanita yang akan dijodohkan sama Vian nanti bisa menerima Melvin? Papah gak mau ya Mah, kalau dia hanya bisa menerima putra kita tapi tidak dengan cucu kita, " kata Nikolas.


"Mamah akan bicarakan soal ini sama dia nanti terus untuk soal Melvin, nanti Mamah akan bilang yang sebenarnya sama gadis itu dan Mamah yakin dia pasti akan bisa menerima Melvin juga," kata Liyana.


"Ya sudah terserah Mamah saja," kata Nikolas.


"Oke, nanti Mamah akan mulai mencari gadis yang cocok untuk putra kita," kata Liyana.


Tak lama kemudian, Kayla telah pulang dari sekolahnya dan dia berjalan menghampiri orang tuanya.


"Mamah, Papah, aku pulang," kata Kayla.


"Kamu udah pulang sayang," kata Liyana.


"Mamah sama Papah lagi bicarain apa tadi? Kok kelihatan serius banget?" tanya Kayla.


"Mamah sama Papah cuma lagi bahas soal Kak Vian," kata Liyana.


"Oh. Mah, Pah aku ke kamar dulu ya," kata Kayla.


"Iya sayang," kata Liyana.


Kayla segera pergi menuju kamarnya sedangkan Liyana dan Nikolas mereka melanjutkan pembicaraan mereka.


→Dirgantama Groups


Melvin telah terbangun dari tidurnya. Dia mengucek matanya dan dia tidak menemukan keberadaan Anara.


Melvin langsung beranjak dari kasurnya lalu berjalan keluar untuk mencari keberadaan Anara.


"Sayang kamu udah bangun," kata Karvian.


Melvin menulis sesuatu di buku komunikasinya lalu memberikan tulisannya pada Karvian.


Melvin:Papah Tante Anara mana?


"Sayang, Tantenya lagi kerja diluar. Melvin jangan nganggu Tantenya kerja ya, " jawab Karvian," Ayo sini duduk sama Papah."


Melvin berjalan menghampiri Papahnya. Karvian mengangkat tubuh Melvin lalu mendudukan Melvin di pangkuannya.


"Papah mau tanya sesuatu sama Melvin," kata Karvian.


Melvin:Tanya apa Pah?


"Kalau misalnya Tante Anara jadi Babysitter kamu, kamu mau gak?" tanya Karvian


Melvin mengangguk dengan semangat menjawab pertanyaan dari Ayahnya.


"Kalau begitu, mulai besok Tante Anara akan jadi Babysitter kamu," kata Karvian.


Melvin:Beneran Pah?


"Beneran," jawab Karvian.


Tentu saja Melvin sangat senang ketika tau bahwa Anara akan menjadi Babysitternya. Melihat putranya yang sangat membuat Karvian bahagia, biarlah untuk kali ini dia menekan egonya asalkan dia bisa melihat putranya bahagia. Apapun akan dia lakukan asalkan putranya kesayangannya itu bahagia.


"Sekarang kamu main dulu sambil nunggu Papah nyelesain pekerjaan Papah habis itu baru kita pulang," kata Karvian.


Melvin pun mengangguk lalu kembali bermain di ruang bermainnya.


→Aldinata Groups


Saat ini Ardian sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya. Dia hanya fokus menatap laptopnya. Tanpa sengaja dia menatap foto putrinya yang dia taruh di meja kerjanya.


Ardian mengambil foto putrinya itu lalu memandanginya sambil meneteskan airmata.


"Dira sayang, Papah kangen banget sama kamu. Kenapa kamu harus ninggalin Papah sayang? Kamu tau sayang sekarang putra kamu sudah besar dan dia sangat tampan. Kalau saja seandainya waktu itu Papah bisa menyelamatkan kamu, kamu pasti masih hidup sampai sekarang. Maafkan Papah sayang," gumam Ardian.


Saat Ardian sedang menangisi foto putrinya, Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi.


"Papah," panggil orang itu.


Ardian sangat terkejut dengan kehadiran istrinya itu.


"Mamah,kok Mamah kesini gak bilang-bilang dulu?" tanya Ardian.


"Emangnya harus ya Mamah bilang duluan sama Papah, kan Mamah istri Papah jadi terserah dong Mamah mau datang kapan aja," kata Farah," Oh ya Papah tadi habis nangisin foto Andira ya?"


"Iya, Papah kangen banget sama dia," kata Ardian.


"Harusnya Papah gak boleh tangisi dia, Andira udah tenang disini Pah, dia pasti sedih kalau lihat Papah tangisi dia seperti ini," kata Farah.


"Iya Mamah benar, tapi mau gimana lagi. Papah itu kangan banget sama dia," kata Ardian.


"Kalau Papah kangen gimana kalau hari minggu nanti kita Ziarah ke makam Andira?" tanya Farah.


"Mamah benar juga, Baiklah hari minggu nanti kita akan Ziarah ke makam Dira," jawab Ardian," Makasih ya Mah, Mamah udah hibur Papah."


"Sama-sama Pah. Oh ya, lihat Mamah bawain makanan kesukaan Papah," kata Farah.


"Wah, kelihatannya enak tuh Mah, Ayo Papah cobain" kata Ardian.


Farah dan Ardian segera duduk disofa. Farah langsung menyiapkan makanan yang tadi dibawanya untuk suaminya. Ardian menyantap makanan itu dengan sangat lahap.


→Dirgantama Groups


Setelah cukup lama berkutat dengan pekerjaanya, akhirnya Karvian telah menyelesaikan pekerjaannya. Dia pun berjalan mendekati Melvin dan mengajaknya pulang.


"Melvin ayo kita pulang," ajak Karvian.


Melvin segera beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayahnya. Mereka bergandengan tangan menuju keluar ruangan.


Sesampainya di Lobby, mereka bertemu dengan Anara. Melvin langsung berlari menghampiri Anara.


Melvin menulis sesuatu untuk Anara lalu memperlihatkan tulisannya pada Anara.


Melvin:Tante, ayo pulang bareng sama aku dan Papah.


Anara sangat terkejut membaca tulisan dari Melvin. Anara langsung menolak tawaran dari Melvin.


"Gak usah sayang, Tante bisa kok pulang sendiri," kata Anara.


Melvin pun kembali menulis namun kali ini dia menulis untuk Ayahnya.


Melvin:Papah, boleh kan Tante Anara pulang bareng kita.


Karvian pun juga terkejut membaca permintaan dari Melvin. Dia seketika terdiam. Setelah berpikir cukup lama akhirnya Karvian pun mengiyakan permintaan Melvin untuk mengantar Anara pulang.


Anara seketika terkejut mendengar perkataan Karvian yang bersedia untuk mengantarnya pulang. Sedangkan Melvin, dia sangat senang karena Ayahnya akan mengantarkan Anara pulang. Dia langsung menggandeng tangan Anara lalu berjalan bersama keluar dari kantor.


→Kediaman Keluarga Ardian.


Siang pun telah berganti ke sore hari, Kini


Calista telah pulang ke rumahnya. Setelah turun dari mobil, dia langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Sesampainya di dalam, dia disambut oleh ARTnya yang bernama Bi Sum.


"Non Lista udah pulang," kata Bi Sum.


"Tolong bikinin aku jus jeruk dong, ingat jangan terlalu banyak gula dan jangan terlalu asem," kata Calista.


"Baik Non," kata Bi Sum.


Bi Sum segera berjalan menuju dapur membuatkan jus untuk Calista. Sedangkan Calista, dia sedang memainkan handphonenya sambil rebahan disofa.


Tak lama kemudian, Calista melihat kedatangan Ibunya. Dia langsung menyapa Ibunya itu.


"Mamah darimana?" tanya Calista.


"Mamah habis dari kantor Papah kamu," jawab Farah setelah duduk disofa disamping Calista," Oh ya hari minggu nanti kita akan ke makam Andira, kamu ikut ya?"


"Ke makamnya Kak Dira , Ih ogah panas-panasan nanti kulit aku jadi gosong. Mending aku dirumah aja," kata Santai.


"Ih kamu itu bodoh banget sih. dengar ya Vian juga akan ikut kesana jadi kalau kamu ikut kesana juga otomatis kamu bisa deketin dia ya setidaknya kamu bisa mendapatkan simpatinya Vian kan," kata Farah.


"Ya juga ya Mah, Okelah aku juga akan ikut nanti," kata Calista.


"Nah gitu dong. Pokoknya kamu harus bisa jadi istrinya Vian menggantikan Kakak kamu," kata Farah.


"Iya Mah, Mamah tenang aja aku pasti bisa jadi istrinya Kak Vian dan menggantikan posisinya Kak Dira. Ah, rasanya aku gak sabar menantikan hal itu terjadi Mah," kata Calista.


"Mamah juga sayang. Udah ah, Mamah mau  istirahat di kamar," kata Farah.


Farah segera berjalan menuju kamarnya sedangkan Calista dia melanjutkan memainkan handphonenya sambil berkhayal menjadi istrinya Karvian.


→RS.Citra Medical


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Anara telah sampai di depan rumah sakit diantar oleh Karvian. Karvian terlihat bingung karena Anara berhenti di depan rumah sakit.


"Ngapain kamu di rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Karvian.


"Ibu saya yang sakit," jawab Anara.


"Oh," kata Karvian singkat.


"Melvin, Tante turun dulu ya," kata Anara berpamitan pada Melvin.


Anara pun turun dari mobil Karvian. Saat Anara ingin pergi, tiba-tiba Karvian menghentikannya.


"Tunggu," kata Karvian.


"Apa lagi Tuan?" tanya Anara.


"Kamu gak sopan. harusnya kamu bilang makasih sama orang yang udah anterin kamu kesini," jawab Karvian.


"Makasih Tuan Karvian yang terhormat," kata Anara.


"Nah gitu dong," kata Karvian.


Karvian kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Anara, dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Sesampainya di kamar Inap Ibunya, Anara segera masuk ke dalam lalu berjalan menghampiri Ibunya.


"Bu," panggil Anara.


"Kamu udah pulang sayang," kata Bu Nurmala.


"Iya Bu," kata Anara.


"Kamu bawa apa?" tanya Bu Nurmala yang melihat Anara membawa kantong plastik.


"Oh ini obat Ibu tadi Fara telpon aku katanya obat Ibu habis," jawab Anara.


"Emm... kayaknya Ibu mau pulang aja deh," kata Bu Nurmala.


"Loh kenapa Bu?" tanya Nafara.


"Ibu sekarang udah baikan lagian kalau Ibu lama disini kasihan Kakak kamu ngeluarin uang terus buat Ibu," jawab Bu Nurmala.


"Gak papa Bu, itu kan udah tugas aku sebagai anak Ibu," kata Anara.


"Tetap aja Ibu mau pulang, Ibu gak betah lama-lama disini," kata Bu Nurmala.


"Tapi kata Dokter Ibu belum sembuh banget," kata Anara.


"Ibu udah sehat sayang, kan bisa rawat jalan aja," kata Bu Nurmala.


"Ya udah nanti coba aku konsultasi dulu ya sama Dokter," kata Anara.


"Iya sayang," kata Bu Nurmala.


"Sekarang Ibu istirahat ya," kata Anara.


Bu Nurmala merebahkan tubunya ke kasur dengan dibantu Anara. Tak lama kemudian, Bu Nurmala pun tertidur.


"Gimana kerja Kakak hari ini?" tanya Nafara pelan setelah memastikan Ibu mereka tertidur.


"Cukup baik tapi mulai besok aku udah gak kerja di perusahaan itu," jawab Anara.


"Loh kenapa? Apa Kakak di pecat lagi?" tanya Nafara.


"Bukan, aku ditawarin kerja jadi Babysitter dan gaji yang ditawarkan sama aku lumayan besar, makanya aku memutuskan buat nerima pekerjaan itu," jawab Anara.


"Jadi Babysitter? Emangnya Kakak bisa jadi Babysitter?" tanya Nafara meragukan Kakaknya.


"Ya akan aku coba, kan belum dicoba mana tau kita bisa atau enggak," jawab Anara.


"Apapun pekerjaan yang Kakak kerjakan aku akan dukung asalkan itu halal," kata Nafara.


"Makasih ya kamu selalu dukung aku," kata Anara.


Mereka berdua pun berpelukan. Setelah cukup lama berpelukan, kakak beradik itu melepaskan pelukan mereka masing-masing.


"Oh ya apa Kakak lapar?" tanya Nafara.


"Lapar sih," jawab Anara.


"Ya udah aku mau cari makan dulu ya buat kita," kata Nafara.


"Terus uangnya mana?" tanya Anara.


"Ya uang Kakaklah, aku kan gak punya uang sekalian ya lebihin buat ongkos bensin" jawab Nafara.


"Dasar nih uangnya aku lebihin tuh," kata Anara seraya memberikan uang selembar berwarna pink pada Nafara.


"Makasih Kakak ku yang cantik," kata Anara.


Nafara segera pergi meninggalkan kamar Inap Ibunya untuk membeli makanan untuk dirinya dan Kakaknya. Sedangkan Anara, dia duduk santai disofa lalu memainkan handphonenya sambil menunggu Nafara datang membawa makanan.


...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...