
Kringgg...
Suara alarm berbunyi dengan sangat nyaring, namun seorang gadis cantik masih saja tidur dengan pulasnya. Dia enggan untuk membuka matanya.
Tiba-tiba sebuah ketukan pintu mengusik tidurnya.
"Nara ayo bangun, udah pagi nanti kamu telat ke kantor," kata orang itu dari luar kamar.
Ternyata nama gadis cantik itu adalah Anara.
"Iya Bu aku bangun nih," kata Anara.
Anara segera membuka matanya lalu mengucek matanya. Dia melirik ke arah jam weker diatas nakas. Tiba-tiba dia terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
"Udah jam 7? Ya ampun aku bisa telat nih ke kantor," gumam Anara.
Anara segera beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa.
Setelah selesai mandi dan rapi dengan pakaian kantornya, Anara langsung keluar dari kamarnya lalu pergi menuju ruang makan.
Sesampainya disana, dia menyapa ibu dan adik perempuannya.
"Selamat pagi Ibu, Fara," sapa Anara.
"Selamat pagi juga Nara," jawab Ibu Anara yang bernama Bu Nurmala.
"Selamat pagi juga Kak Nara," jawab Adik Anara yang bernama Nafara.
"Ayo sayang kamu sarapan dulu," kata Bu Nurmala
"Udah gak sempat Bu, aku udah telat banget nih," kata Anara," Bu aku berangkat sekarang ya."
Setelah berpamitan, Anara segera berjalan meninggalkan ruang makan. Sesampainya diluar rumah, dia menunggu kedatangan taksi yang sudah dia pesan terlebih dulu di aplikasi di handphonenya.
"Aduh, mana lagi nih taksi? Mana aku udah telat pakai banget ini," gumam Anara.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya taksi yang Anara pesan sudah datang. Anara langsung masuk ke dalam taksi itu.
"Dengan Nona Anara?" tanya Supir Taksi.
"Iya saya Anara, udah gak usah banyak tanya cepat jalan. Saya udah telat banget nih ke kantor," kata Anara.
"Oh baik," kata Supir Taksi itu.
Supir taksi itu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Anara.
Sementara di tempat lain, di sebuah Rumah mewah, Seorang Pria sedang bersiap untuk pergi bekerja. Pria itu bernama Karvian Jevras Dirgantama. Karvian terkenal sebagai pengusaha terkenal. Dia memiliki sifat dingin, kejam, dan arogan.
Setelah selesai bersiap, Karvian segera keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.
Sesampainya di meja makan, Karvian melihat ARTnya sedang menata makanan dimeja. Dia pun segera menghampirinya. Melihat kedatangan majikannya, wanita paruh baya itu langsung menyapanya.
"Selamat pagi tuan," sapa ART Karvian yang bernama Bi Arum.
"Emm," jawab Karvian.
"Silahkan duduk, Tuan makanannya sudah selesai saya siapkan" Kata Bi Arum.
Karvian segera duduk di kursinya. Menyadari sesuatu hal, Karvian pun bertanya pada Bi Arum.
"Melvin mana? Apa dia sudah bangun?" tanya Karvian.
"Saya belum tuan, soalnya daritadi saya sibuk memasak sarapan pagi," jawab Bi Arum.
"Kamu ini gimana sih? Kenapa Melvin gak kamu bangunin hah? bisa-bisa dia telat masuk sekolah," kata Karvian memarahi Bi Arum.
"Maaf Tuan," kata Bi Arum seraya menundukkan wajahnya.
"Kasih mana? Kenapa jam segini dia belum datang?" tanya Karvian.
"Tuan lupa, Kan dia udah berhenti kemarin karena dia tidak tahan dengan sifat Den Melvin" Kata Bi Arum.
Karvian menghela nafasnya berat. Dia baru saja ingat jika Baby sister anaknya baru saja berhenti kemarin. Memang, anaknya itu sangat susah untuk dekat dengan orang asing. Sudah hampir 20 kali Karvian mempekerjakan Baby Sister untuk anaknya namun hasilnya sama mereka berhenti karena alasan yang sama yaitu tidak tahan dengan sifat anaknya.
"Ya sudah biar saya yang bangunin dia," kata Karvian.
Karvian segera pergi menuju kamar Kemal untuk membangunkan anaknya itu.
Sesampainya di kamar Melvin, Karvian duduk ditepi kasur Kemal dan membangunkannya.Karvian hanya bersikap lembut dan penyayang jika dia bersama dengan Melvin.
"Melvin sayang ayo bangun, " kata Karvian berusaha membangunkan Melvin.
Namun tidak ada respon dari Melvin. Dia masih setia dengan posisinya yaitu membelakangi Ayahnya. Sebenarnya Kemal sudah bangun daritadi namun Entah kenapa dia tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya.
"Papah tau Loh, Melvin udah bangun, Ayo sekarang kamu bangun nanti kamu telat lagi ke sekolah," kata Karvian
Mendengar perkataan Ayahnya, Akhirnya dengan terpaksa Melvin bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"Selamat pagi jagoan Papah, ayo mandi habis itu langsung sarapan dan berangkat ke sekolah,Papah tunggu dibawah," kata Karvian.
Saat Karvian ingin pergi, tiba-tiba Kemal menahan tangannya.
"Ada apa, sayang?" tanya Karvian.
Melvin mengambil buku kecil dan pulpen yang terletak diatas nakas. Lalu dia menuliskan sesuatu. Memang seperti ini adalah cara Melvin berkomunikasi dengan orang lain karena Melvin tidak mau berbicara semenjak kematian ibunya.
Melvin:Aku gak mau ke sekolah
Alain terkejut melihat apa yang dituliskan Kemal kepadanya.
"Kenapa kamu gak mau sekolah?" tanya Karvian
Melvin kembali menuliskan sesuatu di kertasnya lalu kembali memberikan secarik kertas itu kepada Ayahnya.
Melvin:Soalnya disekolah aku sering diejek sama teman-teman kata mereka aku anak yang aneh.
Karvian tertegun setelah membaca tulisan anaknya. Dia langsung memeluk Melvin dan mengusap rambut Kemal dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, dengerin Papah kalaupun semua orang menghina kamu, kamu gak boleh begini. Kamu harus tetap sekolah buktikan sama mereka kalau kamu sama seperti mereka Ok, " kata Alain, " Dan satu hal lagi kamu bukan anak Aneh, kamu itu jagoan Papah anak kesayangan Papah, kalau Kamu sayang sama Papah Kamu harus sekolah ya."
Melvin pun mengangguk mengiyakan permintaan Ayahnya.
"Pintar anak Papah, " kata Karvian seraya mencium kening " Ayo sekarang kamu siap-siap."
Melvin pun langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi. Sedangkan Karvian, melihat anaknya kembali semangat, Karvian pun segera keluar dari kamar Melvin.
Diluar kamar Melvin, Karvian menumpahkan kesedihannya lalu dia menatap foto mendiang istrinya yan telah tiada terpajang dinding.
"Kamu lihat Ayana setelah kepergian kamu, banyak yang berubah dalam keluarga kita. anak kita menjadi seperti ini. Kenapa kamu harus meninggalkan aku dan Melvin disaat kami masih membutuhkan kamu, Kenapa?" gumam Karvian menumpahkan rasa sedihnya.
Setelah puas menumpahkan perasaan sedihnya pada foto istrinya, Karvian kembali ke meja makan untuk menunggu anaknya.
Disisi lain, Anara sudah sampai di depan kantor perusahaan tempat dia bekerja. Setelah membayar biaya taksi, Anara langsung berlari memasuki kantornya.
Sesampainya di dalam, dia langsung duduk dimeja kerjanya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Tiba-tiba seorang gadis cantik datang menghampiri Anara.
"Telat lagi Nara?" tanya Gadis itu.
"Iya, aku bangunnya kesiangan lagi," jawab Anara.
"Dasar kebiasaan kamu, makanya kamu pasang dong alarm" kata Gadis itu.
"Aku udah pasang alarm Rifa, tapi tetap aja aku gak bangun," kata Anara.
"Dasar kebo, makanya jangan begadang tiap malam," kata Gadis itu yang ternyata bernama Rifa. Dia adalah sahabat baik Anara di sejak mereka masih sekolah dulu.
"Habisnya nonton drakor seru dan bikin nagih, coba deh kamu nonton pasti ketagihan juga," kata Anara.
Tiba-tiba seseorang datang mendekati meja mereka.
"Anara," panggil seseorang.
Anara segera menoleh ke belakang dan dia terkejut ketika mengetahui jika yang memanggil dirinya adalah Direkturnya.
"Telat lagi Anara?" tanya Pak Direktur
"Hehehe, iya Pak tapi kali ini cuma lima menit kok," kata Anara.
"Kamu ikut ke ruangan saya," kata Pak Direktur.
"Baik Pak," kata Anara.
Pak Direktur segera berjalan menuju ruang kerjanya, sedangkan Anara dia mengikuti Pak Direktur dari belakang.
→Kediaman Karvian.
Kini Karvian sedang menikmati sarapan pagi bersama putranya.
"Kemal udah selesai makannya?" tanya Alain
Kemal pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Papahnya.
"Kalau begitu ayo kita berangkat," kata Karvian.
"Den Melvin, ini kotak Bekal makan Den Melvin, dihabisin ya makanannya," kata Bi Arum dan diangguki oleh Melvin.
Karvian dan Melvin segera pergi meninggalkan meja makan. Sesampainya diluar rumah, mereka segera masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya Karvian telah sampai mengantar Melvin ke sekolahnya. Kemal bersekolah di TK Kasih Bunda.
"Sayang ,kamu belajar yang rajin ya dan gak boleh nakal dan berantem sama teman, "Kata Karvian dan diiyakan oleh Kemal dengan anggukannya
Melvin segera turun dari mobil Ayahnya dan berjalan menuju kelasnya. Melihat anaknya yang sudah memasuki sekolah, Karvian kembali menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Melvin dan pergi menuju kantornya.
Disisi lain, Anara sedang berada di dalam ruangan Pak Direktur. perasaan Anara saat ini campur aduk antara takut, gelisah, khawatir dan cemas.
"Kamu tau kan kenapa saya panggil kamu kemari?" tanya Pak Direktur.
"Tau Pak," jawab Anara sambil menundukkan kepalanya.
"Anara, ini sudah kesekian kalinya kamu telat masuk kantor," kata Pak Direktur,"
"Tapi Pak tadi saya cuma terlambat 5 menit doang," kata Anara.
"Sama saja Anara dan saya sudah memutuskan mulai hari ini kamu saya pecat," kata Pak Direktur.
"Apa? Saya dipecat Pak?" tanya Anara tidak percaya.
"Iya karena saya tidak butuh orang yang tidak menghargai waktu dan tidak bertanggung jawab seperti kamu, jadi silahkan kamu kemasi barang-barang kamu sekarang juga," kata Pak Direktur.
"Baik Pak," kata Anara.
Anara segera pergi meninggalkan ruang Pak Direktur dengan gontai. Dia tidak percaya jika dia harus dipecat dari pekerjaan ini.
Sesampainya di meja kerjanya, Anara langsung ditanya oleh Rifa.
"Nara? Apa yang dibicarakan Pak Dirut sama kamu?" tanya Rifa.
"Aku... Aku dipecat Rifa," jawab Anara.
"What? Kamu dipecat?" tanya Rifa.
"Iya," jawab Anara.
"Kamu yang sabar ya Nara," kata Rifa.
Tiba-tiba handphone Anara berbunyi. Dia segera mengambil handphone yang ada di dalam tasnya untuk melihat siapa yang menelponnya.
Fara is calingg...
Setelah mengetahui siapa yang menelponnya, Anara langsung menerima panggilan telpon tersebut.
"Hello Fara ada apa?" tanya Anara.
"Kak, Ibu masuk rumah sakit Kak," jawab Nafara dari sebrang telpon.
"Apa? Ibu masuk rumah sakit? Ibu sakit apa Fara?" tanya Anara.
"Aku juga gak tau Kak, tadi aku ditelpon sama Bu Tini, katanya ibu pingsan di depan rumah," jawab Nafara.
"Ibu dirawat dirumah sakit mana?" tanya Anara.
"Di rumah sakit Citra medical Kak," jawab Nafara.
"Ya udah, aku segera kesana. Kamu tunggu aku ya jangan panik," kata Anara.
"Iya Kak," kata Nafara.
Anara memutuskan sambungan telponnya lalu dia segera membereskan barang-barangnya.
"Ada apa Nara?" tanya Rifa.
"Ibu aku masuk rumah sakit Rifa" jawab Anara.
"Ya ampun, terus sekarang gimana kondisi Tante Mala?" tanya Rifa.
"Aku juga gak tau Rifa," jawab Anara.
Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Anara berpamitan kepada Rifa.
"Rifa, aku pergi dulu ya," kata Anara.
"Ya udah, kamu hati-hati dijalan dan aku bakalan jenguk Tante Mala nanti setelah pulang kantor," kata Rifa.
"Iya," kata Anara.
Anara segera pergi menuju keluar kantor sambil membawa kardus berisi barang-barangnya.
→Dirgantama Groups.
Setelah mengantar putranya ke sekolah, Karvian telah sampai di depan gedung perusahaannya. Setelah turun dari mobil, Karvian langsung berjalan masuk ke dalam gedung perusahaannya.
Sesampainya di dalam, semua orang menundukkan kepalanya dan memberi hormat kepada Karvian.
Karvian memasuki lift khusus dirinya lalu dia memencet angka 5. Tak lama kemudian, dia sudah berada di lantai 5 tempat ruang kerjanya berada. Tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Selamat pagi Tuan," sapa Orang itu yang bernama Dilon. Dia adalah asisten sekaligus sekretaris Karvian.
"Pagi, apa agenda kita hari ini?" tanya Karvian dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Kita ada pertemuan dengan client penting Tuan," jawab Dilon.
"Oke, urus semua yang dibutuhkan," kata Karvian memberi perintah pada Dilon.
"Baik Tuan," kata Dilon.
Karvian pun berjalan masuk ke dalam ruangannya. Sesampainya di dalam, dia menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Sepertinya aku harus mencari pengasuh baru buat Melvin, tapi siapa yang mau buat jadi pengasuhnya Melvin? Ah untuk soal itu nanti saja aku pikirkan, sebaiknya aku kerja saja dulu" gumam Karvian.
Karvian mulai memeriksa satu per satu berkas yang ada di meja kerjanya dengan teliti.
...^^^|BERSAMBUNG...!!!]^^^...