
Sudah hampir 1 jam, Oma Dayanti dan Anara belum juga kembali dari kamar hingga membuat semua orang kecuali Calista cemas dan gelisah.
"Aku harus temui Oma di kamarnya," kata Karvian.
"Vian jangan, kamu tau kan gimana marahnya Oma kalau perintah di langgar. Udah kita tunggu aja disini," kata Liyana mencegah Karvian pergi.
Karvian pun terpaksa menahan dirinya untuk tidak pergi ke kamar Omanya padahal dirinya sudah sangat penasaran apa yang terjadi antara Omanya dan Anara di dalam kamar.
Sementara di dalam kamar, Anara sedang memijat kaki Oma Dayanti. Oma Dayanti tersenyum menatap Anara lalu mengusap lembut puncak kepala Anara.
"Saya mau tanya sesuatu sama kamu," kata Oma Dayanti.
"Tanya apa Oma?" tanya Anara.
"Apa kamu benar-benar mencintai cucu saya Vian?" tanya Oma Dayanti.
"Iya Oma saya tulus mencintai Mas Vian," jawab Anara dengan kebohongan.
"Ingat ya kamu harus tulus mencintai Vian dan tolong jaga dia dan Melvin juga karena cuma kamu yang saya percaya untuk mencintai dan menjaga Vian dan Melvin," kata Oma Dayanti.
"Iya Oma, saya pasti akan menjaga mereka," kata Anara.
"Saya juga mau minta maaf sama kamu," kata Oma Dayanti.
"Minta maaf kenapa Oma?" tanya Anara.
"Karena di awal perkenalan kita tadi, saya agak kasar sama kamu saya bahkan menyuruh kamu melakukan ini itu, kamu tau saya melakukan itu karena saya ingin mentest kamu. Saya ingin tau apa kamu cocok atau gak menjadi istri dari cucu saya. Ternyata pilihan Vian memang selalu benar, kamu sangat cocok dan pantas menjadi istri Vian," jawab Oma Dayanti.
"Gak papa Oma lagian saya gak keberatan kalau Oma menyuruh saya melakukan test yang Oma berikan tadi," kata Anara.
"Sudah cukup kamu memijat kaki saya," kata Oma Dayanti.
Anara pun berhenti memijat kaki Oma Dayanti lalu Oma Dayanti beranjak dari duduknya dan mengajak Anara keluar kamar.
"Ayo kita keluar," kata Oma Dayanti.
Mereka berdua segera keluar dari kamar dan pergi menuju ruang tamu. Sesampainya disana, melihat Anara dan Oma Dayanti datang, keluarga pun langsung menghampiri mereka.
"Vian, kamu memang gak salah memilih Anara sebagai istri kamu," kata Oma Dayanti.
Semua orang terkejut mendengar perkataan Oma Dayanti. Melihat semua orang terkejut, membuat Oma Dayanti bingung.
"Kalian kenapa? Kok kelihatan kaget gitu?" tanya Oma Dayanti.
"Mamah gak salah bicara kan soal Anara?" tanya Liyana.
"Mamah gak salah bicara, emang itu kenyataannya jika Anara pantas menjadi istri Vian," jawab Oma Dayanti.
Oma Dayanti mengambil tangan Karvian dan Anara lalu menyatukan tangan mereka dan mengenggamnya dengan erat.
"Oma memberi restu buat kalian berdua dan kalian berdua harus janji sama Oma kalian gak boleh berpisah," kata Oma Dayanti.
Karvian dan Anara saling pandang sesaat lalu mereka kembali menatap Oma Dayanti.
"Ayo kalian janji sama Oma," kata Oma Dayanti.
"Kami janji Oma, kami gak akan pernah berpisah," kata Karvian dan Anara bersamaan.
Oma Dayanti segera memeluk Karvian dan Anara dengan erat. Nicolas dan Althaf tersenyum melihat Oma Dayanti yang memeluk Karvian dan Anara sedangkan Liyana, Calista, dan Kayla, mereka mengerut kesal karena Oma Dayanti memberi restu untuk Karvian dan Anara.
Setelah memeluk Karvian dan Anara, Oma Dayanti menatap tajam Kayla.
Melihat tatapan Oma nya membuat Kayla menjadi takut.
"Minten tolong kamu bawa Melvin bermain di taman belakang," pinta Oma Dayanti pada Bi Minten.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Bi Minten pun membawa Melvin pergi menuju taman belakang rumah. Setelah Melvin pergi, Oma Dayanti berjalan menghampiri Kayla.
"KAMU KETERLALUAN KAYLA!!!OMA BENAR-BENAR KECEWA SAMA KAMU," murka Oma Dayanti pada Kayla
"Kenapa Oma marah sama aku? A--aku salah apa Oma?" tanya Kayla.
"Kamu gak usah pura-pura gak tau, salah kamu adalah kamu udah masukin sesuatu ke dalam masakan yang Anara masak buat Oma iya kan?" tanya Oma Dayanti.
Kayla sangat terkejut mendengar perkataan Omanya. Dia tidak menyangka jika Omanya mengetahui perbuatannya itu.
"E---Enggak Oma, itu gak benar," jawab Kayla.
"Althaf coba pinjam handphone kamu dan tunjukin video yang kamu tunjukkan ke Oma tadi," pinta Oma Dayanti pada Althaf.
Althaf segera merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya lalu memberika handphonenya itu pada Omanya.
"Lihat ini kamu kan?" tanya Oma Dayanti sambil menunjukkan video di handphone Althaf pada Kayla.
Semua orang terutama Kayla sangat terkejut setelah melihat video yang ditunjukkan oleh Oma Dayanti.
"Oma aku bisa jelasin semuanya," kata Kayla.
"Mau jelasin apa kamu hah?" tanya Oma Dayanti.
"Aku cuma disuruh Oma sama Kak Lista. Ini bukan rencana aku Oma tapi rencananya Kak Lista," kata Kayla.
"Eh kok kamu nuduh aku sih," kata Calista.
"Aku gak nuduh, emang nyatanya Kakak kan yang nyuruh aku buat masukin obat itu ke makanan Oma biar Kak Anara dimarahin sama Oma," kata Kayla.
"Oh jadi kamu yang nyuruh cucu saya buat ngelakuin perbuatan jahat? kamu benar-benar sangat hebat Calista luar biasa. Itu sebabnya saya sangat tidak menyukai kamu karena kamu adalah gadis jahat," kata Oma Dayanti.
"Tapi Oma aku---"
"Liyana, ini gadis yang mau kamu jodohkan sama Vian? Benar-benar buruk untung saja Vian tidak menerima kamu dan lebih memilih menikah sama Anara," kata Oma Dayanti menjelekkan Calista.
Liyana hanya bisa terdiam mendengar perkataan Ibu mertuanya sedangkan Calista, dia sangat kesal dan marah karena Oma Dayanti berani menghinanya.
"Heh gadis jahat dengar saya ya, mulai sekarang kamu tidak boleh masuk ke dalam rumah ini lagi dan sekarang saya mau kamu pergi dari sini karena saya sudah muak lihat wajah kamu," usir Oma Dayanti.
Dengan perasaan kesal, Calista segera pergi meninggalkan rumah keluarga Karvian.
Sesampainya di luar, Calista masuk ke dalam mobilnya lalu melampiaskan amarahnya.
"Dasar tua bangka jelek! lihat aja aku pasti akan berhasil menghancurkan rumah tangga Kak Vian sama gadis itu dan setelah aku menjadi istrinya Kak Vian, aku akan langsung balas dendam sama wanita tua bangka itu," gumam Calista.
Setelah meredakan amarahnya, Calista mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah orang tua Karvian.
Sementara di dalam rumah, Oma Dayanti sedang menasehati Liyana untuk tidak berhubungan lagi dengan Calista ataupun mengizinkan Calista untuk memasuki rumah ini.
"Mamah ingatkan sekali sama kamu Liyana, mulai sekarang kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan gadis itu ataupun membawa dia untuk masuk ke dalam rumah ini dan kalau kamu melanggar nasehat Mamah, kamu harus angkat kaki dari rumah ini," ancam Oma Dayanti pada Liyana.
"Baik Mah," kata Liyana sambil menundukkan wajahnya.
"Kayla Papah tidak menyangka jika kamu akan melakukan ini semua, kamu udah membuat Papah malu," kata Nicolas.
"Pah aku melakukan ini itu ada alasannya," kata Kayla.
"Apa alasan kamu melakukan ini?" tanya Oma Dayanti.
"Aku mau Kak Vian bahagia karena aku yakin dia hanya terpaksa menikah sama gadis ini," kata Kayla.
Karvian merangkul Anara dengan mesra. Anara terkejut ketika Karvian merangkulnya seperti ini dan dia merasa hal yang berbeda saat Karvian merangkulnya.
"Kamu salah Kayla, aku bahagia menikah dengan Anara jadi aku minta sama kamu tolong jangan kamu rusak kebahagiaan aku," kata Karvian," Dan untuk soal tadi aku juga kecewa sama kamu. Apa kamu tau akibat perbuatan kamu Oma bisa celaka."
"Aku gak mau minta maaf sama dia," kata Kayla.
"KAYLA MINTA MAAF SEKARANG ATAU PAPAH HUKUM KAMU," bentak Nicolas.
"Mah, lihat Papah mau menghukum aku karena gadis itu Mah," rengek Kayla kepada Liyana.
"Kayla untuk soal ini Mamah gak bisa membela kamu karena Mamah rasa kamu sudah keterlaluan dan hampir membuat Oma kamu celaka," kata Liyana.
"Kenapa sih semua orang nyalahin aku," kata Kayla.
"Ya karena emang kamu salah Kayla," kata Althaf.
"Ini semua gara-gara Kak Althaf," kata Kayla memarahi Althaf.
"Kok salah aku sih? Aku melakukan ini demi Oma kalau aja Oma memakan makanan itu yang ada Oma bisa celaka Kayla," kata Althaf.
"Tapi gara-gara Kakak aku kena marah semua orang Kak," kata Kayla.
"Kamu jangan nyalahin Kakak kamu karena dia sudah melakukan hal yang benar dengan mengatakan yang sejujurnya," kata Nicolas," Dan karena kamu gak mau minta maaf sama Anara Papah akan menghukum kamu,"
"Pah aku mohon Pah jangan hukum aku Pah," kata Kayla memohon pada Nicolas.
"Hukuman kamu adalah kamu gak boleh keluar rumah dan kamu harus fokus belajar dirumah untuk ujian kamu," kata Nicolas memberikan hukuman pada Kayla," Sekarang kamu masuk ke kamar dan jangan keluar sampai waktu makan malam tiba."
Dengan berlinangan airmata, Kayla berlari menuju kamarnya.
Nicolas menghampiri Anara lalu meminta maaf kepada Anara atas perbuatan putrinya itu.
"Anara Papah atas nama Kayla meminta maaf sama kamu ya atas perbuatan Kayla," kata Nicolas.
"Gak papa Mah, aku udah maafin Kok yang penting bagi aku Oma baik-baik aja," kata Anara.
Tak lama kemudian Melvin datang bersama Bi Minten. Dia langsung menghampiri Orang tuanya. Melihat Melvin yang sudah datang, Karvian pun pamit untuk pulang.
"Pah, Mah, Oma, kami mau pamit pulang," kata Karvian.
"Loh kok pulang? Kenapa gak menginap aja disini? Oma kan masih mau ngobrol sama kalian," kata Oma Dayanti.
"Besok aku harus kerja Oma dan Melvin juga harus sekolah lagian Oma bisa kok datang ke rumah kami atau weekend nanti kami akan kesini lagi buat Oma," kata Karvian.
"Ya sudah tapi kalau ada waktu kalian harus kesini ya temuin Oma," kata Oma Dayanti.
"Iya Oma," kata Karvian dan Anara bersamaan.
Setelah berpamitan, mereka bertiga keluar dari rumah besar itu. Sesampainya diluar rumah, mereka pun masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah orang tuanya.
→Kediaman keluarga Ardian.
Calista telah sampai di rumahnya. Dia pun turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumahnya.
Sesampainya di dalam, Calista langsung duduk disofa dengan wajah yang cemberut. Melihat wajah Calista yang cemberut membuat Farah bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi pada Putrinya itu.
"Kamu kenapa sayang? Kok mukanya cemberut gitu?" tanya Farah.
"Aku lagi kesal Mah," jawab Calista.
"Kamu kesal sama siapa?" tanya Farah kembali.
"Sama keluarga Kak Vian terutama itu si tua bangka itu," kata Calista.
"Si Tua bangka siapa sayang?" tanya Farah.
"Oma Dayanti," jawab Calista.
"Apa yang dia perbuat sama bikin kamu kesal kayak gini?" tanya Farah.
"Saat makan siang tadi, aku suruh Kayla buat masukin obat ke makanan yang dibikin gadis itu buat Oma biar dia dimarahin sama Oma dan disuruh cerai sama Kak Vian tapi Oma malah mendukung dia dan memarahi aku karena Kayla ketahuan masukin obat ke dalam makanan itu," kata Calista.
"Kalau pun Mamah ada disitu pasti Mamah udah langsung marah sama kamu," kata Farah.
"Kok Mamah ikutan marahin aku sih?" tanya Calista terkejut karena Mamahnya juga ikut memarahinya.
"Kalau kamu mau melakukan sesuatu itu harus dipikir dulu jangan asal langsung jalankan saja. Lihat pasti nama kamu dikeluarga Vian akan terlihat buruk," kata Farah.
"Iya Mah bahkan Oma melarang aku buat ke rumah Tante Liyana lagi," gumam Calista pelan.
"Tuh kan makanya kalau buat rencana itu di pikir dulu," kata Farah.
"Terus sekarang aku harus gimana Mah?" tanya Calista.
"Untuk sementara waktu kamu jangan ketemu sama mereka sampai mereka melupakan masalah ini barulah kamu meminta maaf sama mereka. Pokoknya kamu harus bikin nama kamu baik lagi dimata mereka terutama Vian," jawab Farah.
"Tapi nanti Mamah bakalan bantu aku kan?" tanya Calista.
"Iya, udah kamu tenang aja dan turuti semua apa yang Mamah suruh," jawab Farah.
"Iya Mah," kata Calista.
"Udah sana kamu ke kamar istirahat," kata Farah.
Calista segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
(Malam Harinya)
→Kediaman Karvian.
Saat ini Karvian, Anara, dan Melvin sedang menikmati hidangan makan malam mereka. Tidak ada suara di antara mereka, yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu. Tiba-tiba Bi Arum datang mendekati Karvian.
"Tuan Karvian bisa saya bicara sebentar?" tanya Bi Arum.
"Ada apa?" tanya Karvian tanpa menoleh sedikit pun pada lawan bicaranya.
"Apa boleh saya meminta cuti untuk beberapa minggu soalnya tadi saya dapat telpon dari kampung kalau anak saya saat ini sedang sakit Tuan," jawab Bi Arum.
"Kamu mau minta cuti beberapa minggu?" tanya Karvian.
"Iya Tuan," jawab Bi Arum.
"Kamu masih ingat kan perjanjian kita saat kamu pertama kali kerja disini kalau kamu meminta cuti itu sama saja dengan kamu mengundurkan diri," kata Karvian.
"Tapi Tuan anak saya lagi sakit keras jadi saya mohon tolong kasih izin saya buat cuti," kata Bi Arum memohon pada Karvian.
Anara merasa kasihan melihat Bi Arum yang memohon pada Karvian untuk meminta cuti. Dia pun berusaha untuk membujuk Karvian agar memberikan izin pada Bi Arum untuk cuti.
"Udahlah izinin aja Bi Arum buat cuti lagian apa Mas gak kasihan sama Bi Arum anaknya lagi sakit Loh. Coba deh Mas bayangin gimana kalau seandainya Mas berada diposisi Bi Arum ketika dapat kabar kalau Melvin sakit," kata Anara.
Karvian pun terdiam. Di dalam hatinya, dia membenarkan perkataan Anara jika dia di dalam posisi Bi Arum pasti dia akan langsung pulang untuk mengetahui kondisi putranya. Setelah berpikir panjang akhirnya Karvian pun mengizinkan Bi Arum untuk cuti.
"Ya sudah kamu boleh cuti tapi ingat cuma beberapa minggu kalau sampai lama kamu akan saya pecat," kata Karvian.
"Baik Tuan Terima kasih," kata Bi Arum, "Nyonya Terima kasih karena sudah membantu saya untuk mendapatkan cuti."
"Sama-sama Bi, semoga anak Bibi cepat sembuh ya," kata Anara.
"Amin, Terima kasih atas doanya Nyonya. saya permisi Tuan, Nyonya," kata Bi Arum.
Bi Arum pun pergi meninggalkan meja makan sedangkan mereka bertiga melanjutkan makan malam mereka. Setelah selesai makan malam, mereka pergi ke kamar untuk istirahat.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...