
Melvin sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya menunggu kedatangan Ayahnya untuk menjemputnya.
Sembari menunggu, Melvin melihat teman-temannya yang dijemput oleh kedua orang tuanya. Dia merasa iri karena teman-temannya memiliki orang tua yang lengkap sedang dirinya, dia hanya mempunyai Ayah.
Tiba-tiba sebuah mobil lewat di depannya dan di dalam mobil itu ada Hanin yang melambaikan tangan pada Melvin. Melvin pun membalas lambaian tangan Hanin.
Tak lama kemudian, sebuah mobil yang sangat Melvin kenali berhenti di depannya. Tak lama kemudian, turunlah seorang pria yang sangat dia sayangi.
"Melvin sayang," sapa Pria itu yang ternyata adalah Karvian.
Melvin segera berlari menghampiri Ayahnya, sedangkan Karvian merentangkan tangannya menyambut Melvin lalu memeluknya.
"Maaf ya sayang Papah lama jemput kamu," kata Karvian
Melvin mengangguk menerima permohonan maaf Ayahnya.
"Tadi Oma telpon Papah, Oma nyuruh kita ke rumah buat makan siang bareng sama Oma, Opa, Om sama Tante. Gimana kamu mau kan?" tanya Karvian.
Melvin mengangguk dengan semangat karena dia sudah lama tidak ke rumah Oma dan Opanya bahkan dia sudah sangat merindukan semua orang yang ada disana.
"Ayo kita berangkat sekarang," kata Karvian.
Karvian dan Melvin segera masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan sekolah Kemal.
→RS Citra Medical
Anara sedang memijit Kaki Ibunya sedangkan Nafara, dia disuruh pulang oleh Anara untuk istirahat. Bu Nurmala memandangi Anara lalu mengusap kepala Anara dengan lembut.
"Sayang Maafkan Ibu ya gara-gara Ibu kamu dan Fara jadi repot seperti ini," kata Bu Nurmala.
"Gak papa Bu, ini kan sudah jadi kewajiban aku sebagai anak Ibu untuk merawat Ibu," kata Anara.
"Oh ya, kamu sudah izin kan sama bos kamu kalau kamu kesini?" tanya Bu Nurmala.
"Sudah Bu, bahkan dia bilang besok aku boleh cuti buat jaga Ibu disini," jawab Anara berbohong.
"Besok kamu gak perlu cuti sayang," kata Bu Nurmala.
"Tapi kan aku mau jaga Ibu disini? kalau bukan aku siapa lagi yang jaga Ibu? Fara kan harus sekolah juga besok," kata Anara.
"Kan ada suster yang bisa jagain Ibu, jadi besok Ibu minta sama aku, kamu kerja saja ya," kata Bu Nurmala.
"Baiklah jika itu yang Ibu mau, besok aku akan kerja," kata Anara.
"Nanti kamu fokus aja sama kerjaan kamu, gak usah memikirkan Ibu ya," kata Bu Nurmala.
"Iya Bu," kata Anara.
Anara sangat merasa bersalah pada ibunya karena dia sudah berbohong pada Ibunya soal pekerjaannya. Dia berharap jika besok dia segera menemukan pekerjaannya baru.
→Kediaman Orang tua Karvian
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Karvian telah sampai di depan rumah orang tuanya.
Karvian dan Melvin segera turun dari mobil lalu mereka berjalan masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam, mereka disambut oleh Liyana, Ibunya Karvian.
"Syukurlah akhirnya kalian datang juga," kata Liyana
Liyana langsung memeluk Karvian. Dia sangat merindukan putranya itu.
"Mamah kangen banget sama kamu sayang," kata Liyana.
"Aku juga kangen banget sama Mamah," kata Karvian.
Setelah puas memeluk Karvian, kini Liyana berjalan menghampiri Melvin lalu memeluknya. Liyana juga sangat merindukan cucu kesayangannya itu.
"Oma kangen banget sama kamu sayang," kata Liyana.
Melvin mengambil bukunya lalu menulis sesuatu disana. Setelah selesai menulis, dia langsung merobek kertasnya dan memberikannya pada Omanya.
Melvin:Aku juga kangen banget sama Oma.
Liyana tersenyum lalu dia mengusap rambut Melvin dan mencium kening Melvin.
Tak lama kemudian, datanglah keluarga yang lain menghampiri mereka.
"Vian, bagaimana kabar kamu? Apa bisnis kamu lancar? " tanya Papah Karvian yang bernama Nikolas.
"Kabar aku baik Pah terus bisnis aku juga lancar," jawab Karvian.
"Syukurlah kalau begitu," kata Nikolas.
Setelah berbicara dengan Putranya, kini Nikolas menghampiri cucunya lalu memeluknya Cucunya.
"Jagoan Opa, Opa kangen banget sama kamu," kata Nikolas
Melvin:Aku juga kangen banget sama Opa.
Kini Giliran adik perempuan Karvian yang bernama Kayla yang memeluk Karvian. Dia juga sangat merindukan Kakaknya itu.
"Kak Vian, aku kangen banget sama Kakak," kata Kayla.
"Aku juga kangen sama kamu Kay," kata Karvian.
"Hai Jagoan, kamu pasti kangen kan sama Om?" tanya adik laki-laki Karvian pada Melvin. Dia bernama Althaf.
Melvin mengangguk menjawab pertanyaan dari Omnya itu.
"Om juga kangen banget sama kamu, tos dulu dong," kata Althaf mengajak tos Melvin. Melvin pun tos bersama Althaf.
"Cuma Om Althaf aja yang dikangenin, Aunty Kay gak nih?" tanya Kayla pada Melvin.
Melvin:Aku juga kangen sama Aunty Kay.
"Aunty juga kangen banget sama kamu sayang," kata Kayla seraya memeluk Melvin.
"Karena Kak Vian sama Melvin udah datang, ayo kita makan sekarang," ajak Althaf.
"Tunggu, kita harus menunggu tamu spesial kita datang dulu," kata Liyana.
"Tamu spesial? Siapa tamu spesial kita Mah?" tanya Kayla.
"Nanti kalian juga tau sendiri," kata Liyana.
Sementara di luar rumah, datanglah sebuah mobil mewah lalu turunlah seorang gadis cantik dari mobil itu. Dia segera melangkahkan kakinya memasuki rumah orang tua Karvian.
Sesampainya di dalam rumah, gadis itu langsung menyapa keluarga Karvian.
"Hai semua," sapa gadis itu.
Keluarga Karvian sangat terkejut dengan kedatangan gadis itu kecuali Liyana. Dia sudah mengetahui kedatangan gadis itu.
"Lista, ayo masuk sayang," kata Liyana.
Ternyata nama gadis itu adalah Calista atau sering di panggil Lista. Dia adalah adik iparnya Karvian. Namun keluarga Karvian sudah menganggap Calista sebagai keluarga mereka.
Calista berjalan menghampiri Liyana lalu memeluk Liyana dengan erat.
"Aku kangen banget sama Tante," kata Calista.
"Tante juga kangen banget sama kamu dan Tante senang kamu akhirnya pulang ke Indonesia setelah 1 tahun berada di Sydney," kata Liyana.
Setelah memeluk Liyana, kini giliran Kayla yang memeluk Calista. Mereka berdua sangatlah dekat.
"Aku kangen banget sama Kak Lista," kata Kayla.
"Aku juga kangen banget sama kamu Kay," kata Calista.
Semua orang menyambut kedatangan Calista dengan gembira kecuali Karvian dan Melvin. Entah kenapa Karvian tidak menyukai adik iparnya itu sedangkan Melvin, setelah melihat Calista,dia langsung ketakutan dan bersembunyi di belakang punggung ayahnya.
Setelah memeluk Kayla, Calista berjalan menghampiri Karvian dan Melvin.
"Hai Kak Vian, kamu apa kabar?" tanya Calista.
"Baik," jawab Karvian dengan wajah dinginnya," Mamah sama Papah bagaimana kabar mereka?"
"Kabar mereka baik Kak," jawab Calista.
Lalu tatapan Calista beralih pada Melvin yang sedang ketakutan di belakang punggung Karvian.
"Hai Melvin, kamu udah besar ya sekarang. Ayo sini sama Tante, " sapa Calista.
Saat Calista ingin menyentuh Melvin, Melvin menolak disentuh oleh Calista bahkan ketakutan semakin menjadi-jadi.
Meskipun Karvian tidak menyukai Calista, tapi dia tetap menyuruh putranya untuk bersikap baik pada Calista karena Calista adalah Tantenya.
"Gak Papa Kak, mungkin dia takut sama aku karena aku kan jarang banget kesini," kata Calista.
"Nah karena Lista udah datang, ayo kita mulai makan siangnya," kata Liyana.
Mereka semua segera pergi menuju ruang makan untuk makan siang bersama.
Sesampainya di ruang makan, Mereka segera duduk dikursi masing-masing lalu mulai menyantap hidangan makan siang mereka.
"Masakan Tante enak banget, gak pernah berubah," kata Calista.
"Kamu bisa aja Lista," kata Liyana," Makasih ya kamu udah mau nyempatin waktu kamu buat datang kesini."
"Sama-sama Tante justru seharusnya aku yang bilang makasih sama Tante karena udah ngundang aku buat makan siang bareng kalian, padahal kan Kak Rista udah gak ada, kalian masih saja menganggap aku sebagai keluarga kalian," kata Calista.
"Karena kami sudah menganggap kamu sebagai keluarga kami sayang, kami menyayangi kamu sama seperti kami menyayangi Carista," kata Liyana," Oh ya apa di Sydney kamu udah punya pacar?"
"Belum Tante," jawab Calista.
"Loh kenapa? Bukannya cewek secantik Kakak bisa dapat pacar dengan mudah?" tanya Kayla.
"Ya mungkin aku belum ketemu saja sama jodoh aku," jawab Calista.
"Semoga nanti kamu mendapatkan laki-laki yang baik ya," kata Nikolas.
"Makasih Om atas doanya," kata Calista
Mereka melanjutkan makan mereka. Sesekali Calista melirik ke arah Karvian. Sedangkan Karvian, dia tau Calista sedang memperhatikannya namun dia mengabaikannya. Selain Karvian, Althaf juga tau jika Calista sedang memperhatikan Kakaknya. Althaf termasuk orang yang juga tidak menyukai Calista sejak dulu.
Setelah menyelesaikan makannya, Karvian segera berpamitan kepada keluarganya.
"Mah, Pah aku pamit pulang dulu," kata Karvian.
"Loh kok buru-buru sayang? baru aja sebentar kamu disini," kata Liyana.
"Aku kan udah bilang sama Mamah kalau aku cuma makan bareng aja disini, masih banyak kerjaan yang harus aku kerjaan Mah di kantor," kata Karvian.
"Ya sudah tapi weekend nanti kamu kesini ya," kata Liyana.
"Iya Mah," kata Karvian," Melvin, ayo kita pulang. Salim dulu sama Oma, Opa, Tante, sama Omnya."
Melvin segera beranjak dari duduknya lalu menyalami Opa, Oma, Tante dan Omnya kecuali Calista.
"Kami pulang dulu," kata Karvian.
"Iya sayang, Hati-hati dijalan ya," kata Liyana.
Karvian dan Melvin segera pergi meninggalkan meja makan. Sesampainya diluar, mereka segera masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah orang tuanya.
→RS Citra Medical
Saat ini Anara sedang menyiapkan obat yang akan diminum oleh Ibunya.
"Nah ini Bu obatnya, Ibu minum ya obatnya biar cepat sembuh," kata Anara seraya memberikan beberapa butir obat pada Ibunya.
Bu Nurmala segera menelan Obat-obat yang Anara berikan padanya. Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah seseorang yang sangat Anara kenali.
"Rifa, ayo masuk," kata Anara.
Ternyata orang itu adalah Rifa. Rifa pun menghampiri Anara dengan membawa parcel buah.
"Gimana keadaan Tante sekarang?" tanya Rifa.
"Tante sudah membaik Rifa, makasih ya udah jenguk Tante," jawab Bu Nurmala.
"Sama-sama Tante," kata Rifa.
"Oh ya ini aku bawain Parcel buah buat Tante," kata Rifa.
"Makasih ya, pakai ngerepotin segala," kata Bu Nurmala.
"Gak papa Tante, gak ngerepotin Kok," kata Rifa.
"Bu, aku sama Rifa keluar sebentar ya ada yang mau aku bicarakan sama dia soal pekerjaan kantor," kata Anara.
"Iya sayang," kata Bu Nurmala.
Anara segera menarik tangan Rifa keluar dari ruang inap Ibunya. Sesampainya diluar, Anara segera memulai pembicaraannya pada Rifa.
"Kamu mau bicara apa sama aku?" tanya Rifa.
"Rifa, aku mohon sama kamu tolong kamu jangan kasih tau Ibu aku soal aku dipecat dari kantor," kata Anara memohon pada Rifa.
"Jadi kamu belum cerita sama Ibu kamu soal kejadian di kantor," kata Rifa.
"Belum," kata Anara.
"Harusnya kamu ceritakan itu semua sama Tante Mala," kata Rifa.
"Gak bisa Rifa, kata Dokter Tensi darah Ibu sangat naik. Kalau aku cerita sama Ibu aku kalau aku dipecat dari kantor yang ada ibu aku malah semakin drop," kata Anara.
"Apa? Jadi Kakak dipecat dari kantor," kata Nafara yang tiba-tiba datang.
Anara sangat terkejut dengan kedatangan Nafara yang tiba-tiba. Sedangkan Nafara, dia berjalan menghampiri Kakaknya.
"Jadi Kakak dipecat dari kantor Kakak?" tanya Nafara.
"Iya," jawab Anara.
"Kenapa Kakak bisa sampai dipecat?" tanya Nafara.
"Dia selalu datang terlambat ke kantor, Pak direktur kami marah jadi dia dipecat," jawab Rifa.
"Fara, aku mohon sama kamu tolong jangan kasih tau Ibu soal ini. Kalau sampai Ibu tau yang ada di malah sakit lagi," kata Anara.
"Sampai kapan Kakak berbohong sama Ibu?" tanya Nafara.
"Sampai Ibu benar-benar sembuh, baru aku akan kasih tau Ibu soal ini," jawab Anara.
"Baiklah, demi Ibu aku akan merahasiakan ini," kata Nafara.
"Aku juga akan merahasiakan ini karena aku gak mau lihat Tante Mala sakit lagi," kata Rifa.
"Makasih ya Kalian udah mau nolong aku demi Ibu," kata Anara," Ayo kita masuk ke dalam."
Mereka bertiga masuk kembali ke dalam ruang inap Bu Nurmala.
"Kalian bicarakan apa tadi?" tanya Bu Nurmala.
"Biasa Tante, soal pekerjaan kantor. Nara tanya sama aku apa ada tugas yang harus dia selesaikan buat besok ya kan Nara," jawab Rifa.
"Iya Bu, itu benar," kata Anara.
"Gimana kondisi Ibu sekarang?" tanya Nafara.
"Ibu sudah membaik sayang," jawab Bu Nurmala.
"Syukurlah, kalau Ibu sekarang sudah membaik," kata Nafara.
"Karena ini udah sore banget aku pamit pulang ya," kata Rifa.
"Kamu hati-hati di jalan terus makasih udah jenguk Tante," kata Bu Nurmala.
"Sama-sama Tante," kata Rifa.
"Bu aku anterin Rifa ke depan ya," kata Anara.
"Iya sayang," kata Bu Nurmala.
Anara dan Rifa segera keluar dari ruang inap Bu Nurmala.
Sesampainya di depan rumah sakit, Rifa pun berpamitan pada Anara.
"Nara aku pulang dulu ya. Nanti kalau kamu butuh bantuan kamu langsung aja telpon aku," kata Rifa.
"Iya, udah sana hati-hati dijalan ya bestie," kata Anara.
"Siip," kata Rifa.
Tak lama kemudian, taksi pesanan Rifa datang. Rifa segera masuk ke dalam taksi itu lalu taksi pun mulai berjalan meninggalkan rumah sakit.
Setelah melihat Rifa sudah pergi, Anara kembali masuk ke dalam rumah sakit lalu berjalan menuju ruang inap Ibunya.
...^^^[BERSAMBUNG]^^^...