Contract Wife

Contract Wife
021-Merasa Dekat



→Kediaman Keluarga Karvian


Nicolas dan Liyana sedang bersantai diruang keluarga. Liyana yang asyik menonton sinetron kesukaannya di Televisi sambil menikmati cemilan dan Jusnya. Sedangkan Nicolas, dia asyik membaca buku sambil menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba Kayla datang menghampirinya dengan pakaian rapi.


"Kamu mau kemana sayang? tumben rapi begini?" tanya Liyana.


"Aku mau jalan-jalan sama temen-temen aku Mah," jawab Kayla.


"Jalan-jalan sama temen-temen kamu?" tanya Nicolas memastikan perkataan Kayla.


"Iya, emang kenapa Pah?" tanya Kayla.


"Kayla, sebentar lagi kamu itu akan mengikuti Ujian akhir sekolah apa gak sebaiknya kamu belajar aja daripada jalan-jalan gak jelas sama teman-teman kamu?" tanya Nicolas.


"Papah, aku itu butuh refreshing kalau aku belajar terus yang ada aku bakalan strees berat," kata Kayla," Pokoknya Papah tenang aja, aku pasti bakalan dapat nilai terbaik di kelulusan nanti. Udah ya aku pergi dulu Bye Mah, Pah."


Kayla pun pergi meninggalkan orang tuanya. Sedangkan Nicolas, dia menggelengkan kepalanya melihat sifat putrinya yang sangat susah dinasehati.


"Mah lihat tuh putri kamu sangat susah dinasehati," kata Nicolas pada Liyana.


"Udah lah Pah biarin aja, lagipula benar kata Kayla kalau kita suruh dia belajar terus yang ada dia akan strees Pah, biarkan dia refreshing bersama teman-teman sebelum kelulusan tiba," kata Liyana.


"Kamu itu Mah selalu saja memanjakan dia," kata Nicolas.


Tiba-tiba handphone Nicolas berdering. Nicolas segera mengambil handphone yang dia taruh diatas meja dekat sofa untuk melihat siapa yang menghubunginya.


Drttt... Drttt... Drttt...


My Mother is calling...


Setelah mengetahui yang menelponnya adalah Ibunya, Nicolas segera menerima panggilan telpon dari Ibunya tersebut.


"Hello Mah," kata Nicolas.


"Hello Nico, gimana kabar kamu nak?" tanya Ibu Nicolas disebrang telpon.


"Aku baik Mah, kabar Mamah gimana? Mamah sehat kan disana?" tanya Nicolas.


"Mamah sehat Nak," jawab Ibu Nicolas.


"Syukurlah kalau Mamah sehat. Oh ya Mamah ada apa telpon aku?" tanya Nicolas kembali.


"Mamah mau ngabarin kalau besok Mamah akan pulang ke Indonesia," jawab Ibu Nicolas.


"Jadi besok Mamah mau pulang ke Indonesia?" tanya Nicolas senang dan memastikan perkataan Ibunya.


"Iya, soalnya Mamah udah bosan di sini Mamah udah kangen sekali sama rumah yang ada di Indonesia. Oh ya Mamah dengar dari Reonal Vian menikah lagi apa itu benar?" tanya Ibu Nicolas.


"Iya Mah, itu benar," jawab Nicolas.


"Seperti apa gadis yang dinikahi Vian? Dan bagaimana asal usul gadis itu?" tanya Ibu Nicolas.


"Menurut aku dia itu gadis yang baik bahkan dia bisa dekat sama Melvin. Dia orang dari kalangan biasa Mah," jawab Nicolas.


"Setelah Mamah pulang besok, Mamah mau kamu undang mereka ke rumah kamu, Mamah mau lihat gimana istrinya Vian kali ini," kata Ibu Nicolas.


"Iya Mah, nanti aku akan bilang sama Vian kalau Mamah akan datang besok," kata Nicolas


"Ya sudah Mamah tutup dulu ya telponnya, Mamah mau nyiapin pakaian dan keperluan Mamah buat besok," kata Ibu Nicolas.


"Iya Mah," kata Nicolas.


Tutt... Tutt... Tutt...


Nicolas memutuskan sambungan telpon dengan Ibunya.


"Mamah besok mau pulang ke Indonesia Pah?" tanya Liyana.


"Iya jadi besok tolong Mamah masak makanan kesukaan Mamah ya," kata Nicolas.


"Iya Pah, serahkan aja semua sama Mamah," kata Liyana.


"Dan juga tolong Mamah telpon Vian kasih tau dia kalau besok Omanya akan datang dan mau kenalan sama istrinya," kata Nicolas.


"Iya Pah, nanti Mamah akan telpon Vian," kata Liyana.


"Ya sudah Papah mau ke kamar dulu," kata Nicolas.


"Iya Pah," kata Liyana.


Nicolas pun pergi ke kamar untuk istirahat. Sedangkan Liyana, dia mengambil handphone yang dia taruh diatas meja lalu segera menghubungi Karvian.


→Dirgantama Groups


Karvian sedang sibuk menandatangani beberapa dokumen perusahaannya. Tiba-tiba handphonenya berdering. Karvian segera mengambil handphonenya yang dia taruh diatas meja kerjanya untuk melihat siapa yang menghubunginya.


Drtt... Drtt... Drtt...


Mamah is calling...


Setelah mengetahui yang menelponnya adalah Ibunya, Karvian segera menerima panggilan telpon dari Ibunya tersebut.


"Hello Mah, ada apa telpon aku?" tanya Karvian.


"Hello sayang, Mamah cuma mau kasih tau kalau besok Oma kamu akan pulang ke Indonesia," jawab Liyana di sebrang telpon


"Apa Mah? Oma mau pulang ke Indonesia besok?" tanya Karvian terkejut.


"Iya sayang, Oma mau mau ketemu sama Kamu dan istri kamu. Jadi Mamah harap besok kamu datang ya ke rumah," kata Liyana.


"Iya Mah. Aku tutup dulu ya Mah telponnya aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan," kata Karvian.


"Iya sayang," kata Liyana.


Karvian pun memutuskan sambungan telponnya dengan Ibunya. Setelah mendengar jika Neneknya akan ke Indonesia membuat Karvian terkejut sekaligus takut, dia takut jika Neneknya tidak menyukai Anara karena dia tau sifat Neneknya yang sangat galak dan pemilih itu.


"Semoga saja besok Oma menyukai Anara, pokoknya malam ini aku harus bicara sama dia dan memberitahu untuk bersikap baik sama Oma," gumam Karvian.


Karvian kembali mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


→Kediaman Karvian.


Ardian telah tiba di rumah Karvian. Melihat mobil Ardian, Pak Joko segera membukakan pintu gerbang. Mobil Ardian pun berjalan masuk ke halaman rumah Karvian. Setelah mobil berhenti, Ardian, Farah, dan Calista segera turun dari mobil.


Sebelum masuk, Ardian terlebih dulu menekan bel rumah Karvian.


Kringgg... Kringg... Kringg...


Tak lama kemudian pintu pun terbuka dan ternyata yang membuka pintu adalah Bi Arum.


"Tuan Ardian, mari silahkan masuk," kata Bi Arum.


"Terima kasih Bi," kata Ardian.


Bi Arum kembali masuk ke dalam rumah. Sedangkan Ardian, Farah, dan Calista mengikuti Bi Arum dari belakang.


"Oh ya Bi apa Melvin udah pulang sekolah?" tanya Ardian.


"Udah Tuan, Den Melvin lagi bermain bersama Nyonya Anara diruang bermain," jawab Bi Arum," Sebentar ya saya panggilkan Den Melvin. Tuan, Nyonya, sama Non Lista silahkan duduk."


"Terima kasih Bi," kata Ardian.


Bi Arum segera pergi menuju ruang bermain untuk memanggil Melvin. Sedangkan Ardian, Farah, dan Calista duduk disofa sambil menunggu Melvin.


Sesampainya di ruang bermain, Bi Arum memanggil Melvin yang sedang asyik bermain bersama Anara.


"Den Melvin diluar ada Tuan Ardian, Tuan mau ketemu sama Den Melvin," kata Bi Arum.


Mendengar Kakeknya datang Melvin sangat senang namun dia yakin jika Farah dan Calista pasti juga ikut. Dia pun meminta Anara untuk menemaninya menemui Kakeknya.


Melvin:Tante temenin aku ya ketemu sama Kakek.


"Iya sayang," kata Anara.


Melvin menarik tangan Anara keluar dari ruang bermain dan menuju ruang tamu. Sesampainya diruang tamu, Melvin berjalan mendekati Kakeknya dengan tangan yang masih menggandeng tangan Anara.


Melihat cucunya datang, Ardian segera beranjak dari duduknya lalu memeluk Melvin.


"Melvin, kakek kangen banget sama kamu sayang," kata Ardian.


Melvin:Aku juga kangen banget sama Kakek.


Anara melirik Farah dan Calista yang menatapnya dengan tatapan tidak suka namun dia tidak memperdulikan mereka.


"Sayang Ibu mau ke dapur dulu ya buatin minum buat Kakek, Nenek, sama Tante," kata Anara.


Saat Anara ingin pergi, Tiba-tiba Melvin menahannya. Dia tidak ingin Anara pergi meninggalkannya.


"Gak papa sayang, Ibu cuma sebentar Kok Oke," kata Anara.


"Iya sayang apa yang kamu takutkan? Disini kan ada Kakek, Nenek, sama Tante Lista. Biarkan Ibu ke dapur ya," bujuk Ardian.


"Iya sayang, Biarkan Ibu Tiri kamu itu pergi dari sini," kata Calista menyindir Anara.


Melvin:Ibu janji cuma sebentar? Dan Ibu bakalan kesini lagi?


"Iya, Ibu janji cuma sebentar dan Ibu bakalan kesini lagi temenin Melvin," kata Anara.


Setelah dibujuk oleh Anara, Melvin melepaskan genggaman tangannya pada Anara. Anara pun segera pergi menuju dapur membuatkan minum untuk Ardian, Farah, dan Calista.


"Melvin sayang ayo main sama Tante," ajak Calista.


Saat Calista ingin memegang tangannya, Melvin langsung menepisnya. Melihat penolakan Melvin membuat Calista sangat marah namun dia berusaha menahan itu semua.


"Lista ayo temenin Mamah ke Toilet," kata Farah.


"Iya Mah," kata Calista.


"Pah Mamah ke Toilet sebentar ya," kata Farah.


"Jangan lama-lama," kata Ardian.


"Iya Pah," kata Farah.


Farah segera menarik tangan Calista menuju dapur.


Sementara di dapur, Anara sedang membuatkan minuman untuk Ardian, Farah, dan Calista. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kehadiran Farah dan Calista.


"Kalian ada perlu apa disini?" tanya Anara dengan sopan.


"Enak ya hidup kamu sekarang, udah jadi Nyonya besar disini setelah kamu merebut Kak Vian dari aku," kata Calista," Dasar gadis perusak hubungan orang."


"Harusnya kamu sadar, kamu itu gak sepadan sama Vian. Kamu sama Vian itu sangat beda jauh, bisa-bisanya kamu merebut Vian dari putri saya," kata Farah.


"Nyonya Farah, Non Lista, aku itu gak seperti apa yang kalian pikirkan dan aku gak ngerasa merebut Mas Vian dari kamu Lista karena Mas Vian yang memilih aku," kata Anara.


"Alah, aku yakin pasti kamu akan yang merayu Kak Vian duluan," kata Calista menuduh Anara.


"Iya, Vian mana mau sama wanita miskin seperti kamu, pasti kamu yang duluan ngerayu dia dan menginginkan harta dia," timpal Farah.


"Asal kalian tau Mas Vian memilih aku bukan karena aku yang merayu dia duluan tapi karena kami saling mencintai dan emang benar saya ini orang miskin tapi saya gak pernah menginginkan harta orang lain, saya bukan kalian yang menginginkan harta orang lain sekaligus mengikut campuri urusan orang lain," kata Anara.


Belum sempat Calista menyelesaikan bicaranya, Anara lebih dulu menyela ucapan Calista.


"Saya minta kalian pergi dari hadapan saya sekarang juga," usir Anara.


Calista ingin menyerang Anara namun dia ditahan oleh Ibunya.


"Lepas aku Mah, aku mau kasih pelajaran sama dia. Berani banget dia bicara omong kosong soal kita," kata Calista.


"Udah, kamu jangan cari masalah disini Lista apalagi ada Papah diluar," kata Farah.


Calista pun hanya bisa diam sambil menahan emosinya. Farah segera membawa Calista pergi dari dapur. Sedangkan Anara, dia meredakan kemarahannya setelah Calista dan Farah pergi dan dia kembali melanjutkan membuat minuman. tiba-tiba Bi Arum datang menghampirinya.


"Wah, Nyonya tadi benar-benar sangat keren," kata Bi Arum.


"Saya keren kenapa Bi?" tanya Anara.


"Nyonya berani melawan Nyonya Farah dan Non Lista, padahal selama ini belum ada yang berani melawan mereka tapi nyonya dengan mudah melawan mereka dan membuat mereka gak berkutik," kata Bi Arum.


"Mereka emang harus dilawan Bi karena kalau kita diamin yang ada mereka semakin menginjak harga diri kita," kata Anara.


"Iya Nyonya benar, biar tau rasa mereka karena udah berani menghina Nyonya," kata Bi Arum.


"Daripada kita bahas mereka mending Bibi bantuin saya nyiapin cemilan buat Tuan Ardian," kata Anara.


"Oke Nyonya," kata Bi Arum.


Bi Arum segera menyiapkan beberapa cemilan untuk Ardian.Setelah selesai mereka berdua pergi meninggalkan dapur sambil amembawa nampan berisi 3 gelas sirup dan cemilan.


Sesampainya diruang tamu, Anara dan Bi Arum menaruh minuman itu di meja. Anara langsung mempersilahkan Ardian untuk minum.


"Silahkan diminum Tuan, " kata Anara.


"Terima kasih ya," kata Ardian.


Ardian segera mengambil minumamnya lalu meminumnya. Sedangkan Farah dan Calista, mereka enggan untuk meminum minuman yang disiapkan Anara, mereka berdua malah menatap Anara dengan tatapan kebencian namun Anara tidak Memperdulikan semua itu.


"Melvin sayang malam ini Kakek mau pergi ke London," kata Ardian.


Melvin:Kakek mau ngapain pergi ke London?


"Kakek ada pekerjaan disana sayang," kata Ardian.


Melvin:Berarti aku gak bisa main lagi sama Kakek.


Melihat wajah sedih sang cucu, membuat Ardian tidak tega dan dia langsung memeluk Melvin dan menghiburnya.


"Jangan sedih sayang, Kakek perginya cuma sebentar kok. Nanti Kakek pasti pulang," kata Ardian.


Melvin:Kakek janji ya setelah pekerjaan Kakek selesai, Kakek harus pulang.


"Kakek janji sama Melvin kalau pekerjaan Kakek udah selesai, Kakek bakalan langsung pulang dan orang pertama yang Kakek temuin adalah Melvin," kata Ardian.


Setelah mendengar janji Kakeknya, Melvin kembali tersenyum. Melihat Melvin sudah tidak sedih lagi, membuat Ardian merasa lega. Sebenarnya dia juga tidak mau pergi ke London karena dia akan berpisah dengan cucu kesayangannya namun dia harus tetap pergi karena tuntutan pekerjaannya.


"Kalau Kakek pulang, kamu mau dibawain apa?" tanya Ardian.


Melvin:Aku mau Kakek cepat pulang biar kita bisa main lagi.


Ardian tersenyum sekaligus terharu setelah membaca tulisan Melvin yang memintanya untuk cepat pulang. Dia kembali memeluk Melvin dengan erat.


Setelah puas bertemu dengan Melvin, kini Ardian berpamitan untuk pulang. Anara dan Melvin mengantarkan mereka ke depan rumah.


"Sayang Kakek pulang dulu ya," kata Ardian.


Melvin pun mengangguk mengiyakan perkataan Kakeknya.


"Maaf apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Ardian.


"Melvin masuk duluan ya terus tunggu Ibu di ruang bermain ya," pinta Anara.


Melvin mengangguk menuruti perkataan Anara. Dia segera masuk kembali ke dalam rumahnya.


Kini giliran Ardian yang menyuruh Farah dan Calista untuk ke mobil duluan.


"Mamah, Lista, kalian duluan ke mobil. Papah mau bicara dulu sama dia," kata Ardian.


Dengan terpaksa Farah dan Calista masuk ke dalam mobil terlebih dulu padahal mereka sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Ardian pada Anara.


Setelah tinggal dirinya dan Anara saja barulah Ardian memulai pembicaraannya dengan Anara.


"Tuan mau bicara apa sama saya?" tanya Anara.


"Saya cuma minta kamu tolong jaga Melvin dengan baik selama saya tidak ada disini karena saya lihat kamu sangat dekat dengan dia," pinta Ardian pada Anara.


"Saya dan Mas Vian akan menjaga Melvin dengan baik Tuan," kata Anara.


"Saya percaya sepenuhnya Melvin sama kamu," kata Ardian.


Dan tiba-tiba Ardian memeluk Anara dengan sangat erat. Seketika Anara terkejut ketika Ardian tiba-tiba memeluknya entah kenapa dia merasa kenyamana saat dipeluk Ardian. Dia merasa dipeluk oleh Ayahnya sendiri. Sedangkan Ardian, setelah memeluk Anara entah kenapa dia merasa sangat dekat dengan Anara dan pelukannya terasa seperti dia memeluk putrinya yaitu Andira. Setelah puas memeluk Anara, Ardian melepaskan pelukannya terhadap Anara dan langsung meminta maaf.


"Maaf saya tiba-tiba memeluk kamu karena saat melihat kamu saya melihat putri saya," kata Ardian.


"Gak papa Tuan, saya paham perasaan  Tuan. Tidak mudah menerima kenyataan jika orang yang kita sayang harus pergi meninggalkan kita di dunia ini," kata Anara.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu," kata Ardian.


Setelah berpamitan pada Anara, Ardian masuk ke dalam mobil. Ardian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Karvian. Sedangkan Anara, dia kembali masuk ke dalam rumah.


...(Malam Harinya)...


→Kediaman Karvian


Karvian telah tiba dirumahnya setelah seharian bekerja di kantor. Setelah turun dari mobil, dia langsung berjalan memasuki rumahnya.


Sesampainya di dalam rumah, Karvian disambut oleh Anara.


"Eh Mas Vian udah pulang," kata Anara.


Karvian sangat kesal mendengar Anara memanggilnya dengan sebutan "Mas".


"Kamu bisa gak, gak usah panggil saya dengan sebutan itu?" tanya Karvian memarahi.


"Emangnya kenapa? Lagian kan wajar aja saya panggil Tuan dengan sebutan Mas daripada saya panggil Tuan dengan sebuah mbah," kata Anara.


"Tapi saya gak suka dengan panggilan itu lagipula kita disini cuma berdua," kata Karvian," Ingat ya jangan kamu sebut lagi panggilan itu kalau kita cuma berdua aja."


"Iya Mas ku sayang," kata Anara menggoda Karvian.


Karvian melotot pada Anara. Bukannya takut Anara malah tertawa melihat Karvian melotot padanya.


"Iyaiya Maaf saya cuma bercanda Tuan. Mendingan sekarang Tuan ganti baju habis itu langsung ke meja makan Oke Mas ku sayang, " kata Anara.


Karvian segera pergi meninggalkan Anara dengan perasaan kesal Sedangkan Anara, dia tertawa melihat wajah Karvian yang tampak kesal kepadanya lalu dia pergi menuju dapur


untuk menyiapkan makan malam.


→Kediaman orang tua Karvian


Saat ini keluarga Nicolas sedang menikmati hidangan makan malam mereka. Tiba-tiba Liyana membuka suara diantara mereka.


"Oh ya besok Oma akan pulang ke Indonesia," kata Liyana pada Althaf dan Kayla.


"Apa Mah? Oma besok mau pulang ke Indonesia?" tanya Kayla memastikan perkataan Ibunya.


"Iya jadi besok kalian harus ada dirumah buat menyambut kedatangan Oma kalian," kata Liyana.


"Ih, kenapa sih Oma harus pulang ke Indonesia," kata Kayla.


"Kamu gak senang Oma pulang ke Indonesia?" tanya Nicolas.


"Senang tapi kalau ada Oma aku gak bisa bebas jalan-jalan, Oma pasti bakalan ngurung aku dirumah dan nyuruh aku buat mengerjakan pekerjaan rumah," jawab Kayla.


"Oma melakukan itu semua demi kebaikan kamu Kayla," kata Nicolas.


"Apanya demi kebaikan? yang ada aku kayak ART dirumah sendiri," gumam Kayla pelan namun dapat didengar oleh keluarganya.


"Kayla udah, jangan berani kamu menghina Oma kamu," tegur Liyana.


Kayla pun terdiam setelah ditegur oleh Liyana.


"Papah gak mau ya kalian bikin Oma marah dan gak betah disini, kalau ada sikap Oma yang bikin kalian gak nyaman, kalian diam saja jangan melawan Oma kalian, paham," kata Nicolas.


"Iya Pah," kata Kayla dan Althaf bersamaan.


"Ayo kita lanjut makannya," kata Liyana.


Mereka pun melanjutkan makan malam. Setelah selesai makan, mereka pergi ke kamar Masing-masing untuk beristirahat.


→Kediaman Karvian


Setelah makan malam, Anara dan Karvian kembali ke kamar mereka. Saat Anara ingin mendekati kasur, tiba-tiba Karvian menghentikannya.


"Saya mau bicara sama kamu," kata Karvian.


"Bicara soal apa?" tanya Anara.


"Besok Oma saya akan pulang ke Indonesia, kita di suruh ke rumah orang tua saya untuk makan siang disana karena Oma saya mau kenalan sama kamu," jawab Karvian.


"Baiklah," kata Anara," Oh ya, tadi Tuan Ardian kesini."


"Pasti Papah Ardian kesini mau ketemu sama Melvin kan?" tanya Karvian.


"Iya sekaligus beliau mau berpamitan sama Melvin," kata Anara.


"Berpamitan? Emangnya Papah Ardian mau pergi kemana?" tanya Karvian kembali.


"Yang saya dengar sih katanya beliau mau pergi ke London, ada urusan bisnis," jawab Anara.


"Melvin pasti sedih banget Kakeknya harus pergi jauh dari dia," kata Karvian.


"Ya Melvin tadi sempat sedih tapi setelah dibujuk dan dihibur sama Tuan Ardian, dia jadi gak sedih lagi," kata Anara.


"Saya minta sama kamu bersikap baiklah sama Oma dan jangan membuat Oma saya marah besok," pinta Karvian.


"Iya saya akan berusaha menjaga sikap saya dan gak membuat Oma Tuan marah," kata Anara.


"Oke saya pegang janji kamu," kata Karvian.


"Udah ya saya mau tidur udah ngantuk banget nih," kata Anara.


"Tuh jangan lupa dimatiin lampu tidurnya," kata Karvian.


"Oke Mas ku sayang," kata Anara.


Karvian yang lebih dulu merebahkan tubuhnya di kasur saking kesalnya dengan Anara. Sedangkan Anara, dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk tidur. 15 menit kemudian, akhirnya mereka berdua sudah tertidur dengan pulas.


...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...