
"Saya langsung to the point aja ya sama kamu," kata Karvian," Menikahlah dengan ku!"
"Apa?" kata Anara.
Anara sangat terkejut mendengar perkataan Karvian yang memintanya untuk menikah dengannya.
"Maksud Tuan apa?" tanya Anara.
"Saya mau kamu menikah sama saya," jawab Karvian.
"Tapi saya gak cinta sama Tuan dan Tuan gak cinta sama saya, jadi mana mungkin kita bisa menikah," kata Anara.
"Jadi begini, saya mau kita menikah secara kontrak," kata Karvian.
"Menikah secara kontrak? Maksudnya?" tanya Anara.
"Kita akan menikah tapi secara kontrak dengan waktu yang kita sepakati, selama kita menikah, nanti ada syarat yang harus kita taati dan setelah waktu yang kita sepakati, kita berdua akan bercerai dan kamu akan saya bayar sesuai dengan yang kamu inginkan," jawab Karvian.
Brakkk...
Anara menggebrak meja kerja Karvian. Dia sangat kesal karena Karvian mempermainkan pernikahan.
"Tuan keterlaluan! Tuan ingin mempermainkan pernikahan. Tuan pikir saya cewek matre hingga saya mau menerima ini. Gak! saya gak mau menikah sama Tuan," kata Anara memarahi Karvian.
Saat Anara ingin pergi, Tiba-tiba ucapan Karvian membuatnya berhenti.
"Bagaimana jika saya menikahi kamu karena kemauan Melvin?" tanya Karvian.
"Maksud anda?" tanya Anara.
"Melvin mau kamu yang menjadi Ibunya. Dia sayang sama kamu dan berharap kamu menjadi Ibunya," jawab Karvian.
Anara terdiam. Sekarang dia merasa bimbang. Di satu sisi dia tidak mau menikah dengan Karvian karena dia tidak mencintai pria itu tapi disisi lain, dia sangat menyayangi Melvin.
"Begini saja, kalau kamu mau menikah sama saya demi Melvin saya akan memberi kamu uang sebesar 100 juta dan saya akan membiayai kebutuhan keluarga kamu," kata Karvian.
Mendengar ucapan Karvian yang berjanji akan memenuhi kebutuhan keluarganya, membuat Anara semakin bimbang.
'Apa yang harus aku lakukan? di satu sisi aku memang membutuhkan uang untuk biaya kuliah adiknya nanti tapi disisi lain aku gak mau menikah sama pria ini. Duh, aku harus jawab apa?' batin Anara.
"Jika kamu gak mau ya sudah, saya bisa cari orang lain yang mau menikah kontrak dengan saya," kata Karvian.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Anara membuat keputusannya.
"Baiklah, saya setuju untuk menikah dengan anda Tuan, tapi saya punya satu syarat," kata Anara.
"Apa itu?" tanya Karvian.
"Anda harus benar-benar membiayai kebutuhan dan keperluan Ibu dan adik saya dan saya mau anda juga membiayai pendidikan adik saya, bagaimana?" tanya Anara.
"Kalau itu syarat yang kamu berikan, saya akan penuhi," jawab Karvian," Jam makan siang nanti saya akan jemput kamu, kita akan makan siang dirumah orang tua saya jadi persiapkan diri kamu."
"Iya," kata Anara.
"Sudah sana kamu pergi," usir Karvian.
Anara pun pergi meninggalkan ruang kerja Karvian. Sedangkan Karvian juga menyusul Anara keluar dari ruang kerjanya.
Sesampainya di ruang makan, Melvin yang melihat Anara datang langsung menghampiri Anara.
Melvin:Tante gak dimarahin kan sama Papah?
"Gak sayang, Tante gak dimarahin kok sama Papah," kata Anara.
Tak lama kemudian, Karvian datang menghampiri mereka dan mengajak Melvin utnuk berangkat sekolah.
"Ayo sayang kita berangkat ke sekolah," ajak Karvian.
Melvin pun mengangguk lalu melambaikan tangannya pada Anara. Sedangkan Anara, dia membalas lambaian tangan Melvin sambil tersenyum. Karvian dan Melvin berjalan meninggalkan meja makan.
Setelah Karvian dan Melvin pergi, Anara masih memikirkan keputusan yang dia ambil tadi. Dia berharap dia tidak salah mengambil keputusan.
'Semoga aku gak salah mengambil keputusan. Aku melakukan semua ini demi Ibu dan Fara,' batin Anara.
Lamunan Anara buyar karena Bi Arum datang dan memanggilnya.
"Anara," panggil Bi Arum.
"Hah iya Bi," jawab Anara.
"Kamu kenapa kok ngelamun?" tanya Bi Arum.
"Emm... aku gak papa kok, tadi cuma kepikiran soal keluarga aja," jawab Anara," Bibi mau kemana? Kok udah rapi begini?"
"Bibi mau ke supermarket sebentar mau beli bahan dapur soalnya udah mau habis," jawab Bi Arum," Kamu jaga rumah ya sebentar."
"Siap Bi," kata Anara.
"Bibi pergi dulu ya," kata Bi Arum.
"Iya Bi," kata Anara.
Bi Arum pun pergi meninggalkan Anara. Sedangkan Anara, dia melakukan pekerjaan membersihkan rumah.
→TK kasih Bunda
Hanin sedang gelisah menunggu kedatangan Melvin. Dia ingin memberikan undangan ulang tahunnya pada Melvin.
"Aduh Melvin mana ya? aku mau kasih ini ke dia," gumam Hanin.
Tak lama kemudian Melvin pun datang. Hanin sangat senang karena Melvin sudah datang. Melvin pun duduk di tempat duduknya.
"Melvin ini buat kamu," kata Hanin sambil memberikan undangan ultahnya pada Melvin.
Melvin:Ini apa Hanin?
"Ini undangan ulang tahun ku, kamu datang ya besok ke rumah ku, acaranya diadakan jam sepulang sekolah," kata Hanin.
Melvin:Aku pasti datang.
"Kamu tau rasanya aku gak sabar banget pengen besok karena aku bakalan ngerayainnya bareng sama Mamah dan Papah aku terus juga bareng teman-teman aku. Ihh... pokoknya besok adalah hari yang membahagiakan buat aku," kata Hanin mengungkapkan rasa bahagianya.
Melvin tersenyum melihat kebahagiaan yang Hanin rasakan. Namun di dalam hatinya, ada perasaan sedih karena Hanin bisa merayakan ulang tahun bersama Mamah dan Papahnya sedangkan dia tidak bisa. Dia berharap suatu saat dia bisa merayakan ulang tahun dengan orang tua yang lengkap seperti Hanin.
Tak lama kemudian suara bel berbunyi. Semua murid kembali duduk di tempat duduk masing-masing dan Miss Nila pun masuk ke dalam ruang kelas dan mulai memberikan pelajaran untuk muridnya.
→Dirgantama Group
Setelah mengantar Melvin ke sekolahnya, Karvian telah sampai di kantornya dan langsung menuju ruangannya dengan menggunakan lift.
Sesampainya di ruangannya, Karvian langsung duduk di kursi kebesarannya. Dia mengambil handphonenya dari dalam tas kerjanya. Dia menghubungi Dilon dan menyuruhnya ke ruangannya.
"Hello," kata Dilon.
"Kamu ke ruangan saya sekarang juga!" perintah Karvian.
Tut.. Tut... Tut...
Belum sempat Dilon menjawab, Karvian lebih dulu memutuskan sambungan telpon. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut Karvian.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Dilon. Dia segera berjalan mendekati Karvian.
"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Dilon.
"Apa siang ini kita ada meeting dengan client?" tanya Karvian.
"Sepertinya tidak ada Tuan," jawab Dilon.
"Siang ini saya ada urusan sama keluarga saya, jadi saya mau kamu menghandle semua pekerjaan kantor," kata Karvian.
"Baik Tuan," kata Dilon.
"Sekarang kamu boleh pergi," kata Karvian.
Dilon pun pergi meninggalkan ruangan Karvian. Karvian menyalakan laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan kantornya.
...****************...
...(Siang Harinya) ...
→Kediaman Karvian.
Saat ini Anara dan Bi Arum sedang bersiap memasak makan siang untuk Melvin. tiba-tiba handphone Anara berbunyi. Dia merogoh saku bajunya untuk mengambil handphonenya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
Drtt... Drtt... Drtt...
Bos nyebelin is Calling.
Setelah mengetahui Karvian yang menelponnya, Anara pun menjauh dari Bi Arum dan menerima panggilan telpon tersebut.
"Hello," kata Anara.
"Kamu siap-siap sekarang juga, saya akan jemput kamu," kata Karvian.
"Emangnya kita mau kemana?" tanya Anara.
"Kamu lupa ya? kita ada makan siang dengan keluarga saya untuk memperkenalkan kamu sebagai pacar saya. Udah pokoknya saya gak mau tau, ketika saya sudah sampai dirumah kamu harus sudah siap dan tolong bilang sama Bi Arum untuk gak masak hari ini karena Melvin juga akan ikut sama kita," kata Karvian.
Tut...tut... Tut...
Belum sempat Anara menjawab, Karvian lebih dulu memutuskan sambungan telponnya.
"Ck, selalu aja diputus sebelum aku ngomong," gumam Anara.
Anara kembali menghampiri Bi Arum dan memberitahu Bi Arum untuk tidak memasak hari ini.
"Bi, tadi Tuan Karvian telpon katanya hari ini Bibi gak usah masak soalnya dia sama Melvin mau ke rumah orang tuanya," kata Anara.
"Oh, pasti mereka mau membahas soal perjodohan kemarin," kata Bi Arum," Bibi sih berharap semoga perjodohan itu batal."
"Kenapa Bibi berharap begitu?" tanya Anara.
"Bibi gak suka sama Non Calista itu. Dia itu suka genit sama Tuan Karvian terus dia juga sombong dan angkuh bahkan Bibi pernah melihat Non Calista itu pernah menggoda Tuan Karvian saat Nyonya Dira masih hidup tapi Tuan Karvian gak pernah tergoda sama dia," kata Bi Arum.
Tak lama kemudian, mereka mendengar suara mobil Karvian berhenti di depan rumah.
"Itu pasti Tuan Karvian yang datang," kata Bi Arum.
Bi Arum segera pergi untuk menyambut Karvian dan diikuti Anara dari belakang.
"Tuan sudah pulang," kata Bi Arum.
"Emm," jawab Karvian," Anara ayo kita pergi jemput Melvin sebelum ke rumah orang tua saya."
"Baik Tuan," kata Anara.
"Bi Arum, tolong kamu jaga rumah baik-baik," pinta Karvian.
"Baik Tuan," kata Bi Arum.
Karvian melangkah menuju keluar rumah diikuti oleh Anara di belakangnya. Sesampainya diluar rumah, mereka masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumah.
→TK kasih Bunda.
Saat Ini Melvin sedang menunggu Karvian untuk menjemputnya. Tak lama kemudian, Melvin melihat mobil Ayahnya datang dan berhenti di depannya lalu Ayahnya pun keluar bersama Anara. Melvin sangat senang karena Anara juga ikut menjemputnya. Dia pun langsung menghampiri Anara dan memeluknya.
"Gimana tadi sekolahnya? seru?" tanya Anara.
Melvin:Seru Tante.
"Melvin Papah mau ke rumah Oma, apa Melvin mau ikut?" tanya Karvian.
Mendengar Omanya disebut membuat Melvin kembali mengingat kejadian kemarin. Sampai sekarang dia masih kesal dengan Omanya yang berniat ingin menjodohkan Ayahnya dengan Calista.
Melvin:Aku gak mau ikut!
"Kenapa kamu gak mau ikut? bukannya biasanya kamu senang ke rumah Oma dan Opa?" tanya Karvian kembali.
Melvin:Aku masih kesal sama Oma. Soalnya Oma mau jodohin Papah sama Tante Lista.
Karvian menghela nafasnya ketika melihat jawaban yang Melvin tuliskan padanya. Anara yang juga melihat tulisan itu, langsung menasehati Melvin.
"Melvin sayang, kamu gak boleh gitu. Bagaimana pun juga Oma itu tetap Oma kamu juga, Melvin gak boleh kesal sama Oma karena Oma itu adalah orang tua bukannya kita harus hormat sama orang tua? Melvin anak baik kan?" tanya Anara.
Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Anara.
"Nah kalau Melvin anak baik, Melvin harus hormat sama Oma dan gak boleh kesal apalagi benci sama Oma. Oke," kata Anara.
"Tos dulu dong," kata Anara.
Anara dan Melvin melakukan Tos bersama. Karvian yang melihat itu semua merasa lega karena Melvin tidak membenci Ibunya.
"Melvin mau kan ke rumah Oma dan Opa?" tanya Karvian.
Melvin:Aku mau ke rumah Oma dan Opa asalkan Tante Anara juga ikut kesana.
"Iya, Tante Anara juga ikut kesana sama kita," kata Karvian.
Melvin:Aku ikut!
"Ayo kita berangkat sekarang, " ajak Karvian.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Karvian kembali menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Melvin dan menuju kediaman orang tuanya.
→Kediaman Orang tua Karvian.
Liyana dan ARTnya sedang sibuk menyiapkan makan siang. Sepertinya rencananya, dia ingin melihat pacar dari putranya dan ingin tau bagaimana sifat gadis yang dipacari anaknya itu walaupun sebenarnya dia lebih setuju jika Karvian bisa bersama Calista. Tak lama kemudian, terdengar suara ketikan pintu dari luar rumah.
Tok... Tok... Tok...
"Sepertinya ada orang datang, Bi tolong kamu buka pintunya dan lihat siapa yang datang," kata Liyana.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Bi Minten pergi meninggalkan meja makan. Sesampainya di ruang tamu, Bi Minten segera membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Calista dan Farah.
"Nyonya Farah, Non Lista mari silahkan masuk," kata Bi Minten.
"Terima kasih Bi," kata Farah.
Farah dan Calista melangkah masuk ke dalam rumah Liyana sedangkan Bi Minten, dia mengikuti mereka dari belakang.
"Bu Farah, Lista kalian udah datang," kata Liyana.
Liyana dan Farah pun bercipika-cepiki dan Liyana mempersilahkan mereka duduk.
"Mari Bu Farah, Lista silahkan duduk," kata Liyana.
"Makasih Bu Liyana," kata Farah.
"Makasih Tante," kata Calista.
Mereka pun duduk disofa dan memulai pembicaraan mereka.
"Saya sangat berterima kasih sama Bu Liyana karena Bu Liyana berencana ingin menjodohkan Lista dengan Karvian," kata Farah.
"Bu Farah jangan berterima kasih sama saya. Alasan saya memilih Calista karena saya merasa dia cocok menjadi istri Karvian dan saya sudah terlanjur menyayangi Calista dan menganggap Calista sebagai putri saya," kata Liyana.
"Tapi saya kaget ketika Lista memberitahu saya kalau Karvian dan Melvin tidak setuju menyetujui perjodohan ini apalagi saat saya tau kalau Karvian sudah punya pacar," kata Farah.
"Saya juga kaget saat Karvian bilang dia punya pacar tapi selama ini yang kami tau sejak Andira tiada, dia sama sekali gak pernah dekat sama gadis mana pun," kata Liyana," Dan untuk soal Melvin, saya juga heran kenapa dia sangat menentang perjodohan ini dan tidak menyukai Calista menjadi Ibunya padahal Calista ini kan Tantenya."
"Ya mungkin karena selama ini Calista ada diluar negeri jadinya dia gak dekat sama Calista makanya dia tidak setuju sama perjodohan Ayahnya dengan Calista," kata Farah.
"Ya, bisa jadi sih itu penyebabnya," kata Liyana.
Tak lama kemudian, Kayla, Althaf, dan Nicolas datang menghampiri mereka. Kayla sangat senang dengan kedatangan Calista dirumahnya.
"Kak Lista," kata Kayla.
"Hai Kayla," kata Calista.
Kayla langsung duduk di samping Calista dan memeluknya.
"Aku kangen banget sama Kakak," kata Kayla.
"Aku juga kangen banget sama kamu. Gimana sama sekolah kamu?" tanya Calista.
"Ya cukup baik ya Kak," jawab Kayla," Oh ya, nanti kita shopping ya Kak kayak biasa."
"Oke," kata Calista.
Farah dan Liyana senang melihat kedekatan Calista dan Kayla yang sudah seperti saudara itu. Sedangkan Althaf, dia jengah melihat adiknya itu sangat dekat dengan Calista karena menurutnya Calista membawa pengaruh buruk untuk Kayla karena yang dipikirkan Kayla hanyalah shopping sedangkan untuk pelajaran sekolah, dia sangat malas padahal 2 bulan lagi, dia akan ada ujian akhir sekolah.
"Althaf bagaimana kuliah kamu?" tanya Farah pada Althaf.
"Kuliah aku baik Tante," jawab Althaf.
"Tante doakan semoga nanti kamu lulus dengan nilai yang bagus ya," kata Farah.
"Makasih atas doanya Tante," kata Althaf.
"Oh ya, Pak Ardian gak ikut sama kalian?" tanya Nicolas.
"Mas Ardian lagi banyak pekerjaan di kantor, makanya dia gak bisa ikut kesini," jawab Farah.
"Oh begitu," kata Nicolas.
"Sekarang kita tinggamenunggu kedatangan Karvian dan pacarnya," kata Liyana.
"Iya Tante benar, aku mau tau kayak gimana sih wajah, penampilan, dan sifat pacarnya Kak Vian," kata Calista.
Sementara diluar rumah, Karvian telah sampai dirumah orang tuanya. Mereka bertiga langsung turun dari mobil. Karvian lebih dulu berjalan memasuki rumah sedangkan Anara dan Melvin mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di dalam, Karvian disambut oleh keluarga namun dia terkejut melihat kehadiran Farah dan Calista dirumah orang tuanya.
"Mamah yang ngundang mereka buat makan siang disini, gak papa kan kalau mereka disini?" tanya Liyana.
Karvian hanya diam mendengar perkataan Liyana. Sebenarnya dia tidak setuju dengan kehadiran Farah dan Calista karena acara ini khusus keluarga sedangkan mereka bukan keluarga mereka.
"Melvin sayang, ayo sini sama Oma," kata Liyana.
Melvin diam saja lalu menatap Anara meminta pendapat. Anara pun mengangguk untuk menyuruh Melvin mendekati Omanya. Melvin segera berjalan mendekati Omanya.
"Oma kira kamu masih marah sama Oma karena kejadian kemarin," kata Liyana sambil memeluk Melvin.
Melvin melepaskan pelukannya dengan Omanya. Dia menulis sesuatu di buku komunikasinya lalu memperlihatkan tulisannya pada Omanya.
Melvin:Aku sebenarnya masih kesal sama Oma tapi Tante Anara bilang aku harus hormat sama Oma dan harus sayang sama Oma, jadinya aku gak marah lagi sama Oma.
Liyana terkejut setelah membaca tulisan Melvin. Dia tidak menyangka jika Melvin benar-benar menurut pada Anara. Liyana memaksakan senyumnya dan mengelus rambut Melvin dengan pelan.
"Kak, pacar Kakak mana? Bukannya Kakak bilang mau kenalin pacar Kakak ke kita," kata Kayla.
"Dia ada kok diantara kita," kata Karvian.
Karvian mengambil tangan Anara lalu mengenggam tangan Anara. Anara sangat terkejut ketika Karvian menggengam tangannya dengan erat.
"Dia adalah pacar ku," kata Karvian.
Keluarga Karvian, Farah, dan Calista sangat terkejut mendengar pengakuan Karvian tentang Anara.
"Bukannya kata kamu dia adalah pengasuh Melvin?" tanya Liyana tidak percaya dengan pengakuan putranya.
"Iya, dia memang pengasuh Melvin. Aku sengaja memperkerjakan dia di rumah sebagai pengasuh Melvin agar dia bisa dekat sama Melvin," kata Karvian.
Calista sangat marah, dia tidak menerima kenyataan jika Anara berhasil mengambil hati Karvian. Dengan penuh amarah, Calista menghampiri Anara dan memarahinya.
"Heh, harusnya kamu sadar. Kamu itu gak sepadan sama Kak Vian, kenapa kamu mau jadi pacarnya Kak Vian hah?" kata Calista.
Saat Calista ingin menyakiti Anara, Karvian dengan sigap melindungi Anara dari amukan Calista.
"Jangan kamu sakiti calon istri ku," kata Karvian dingin dan penuh ancaman.
Melihat Karvian yang ingin marah, membuat Farah menarik Calista untuk menjauh dan menenangkannya.
"Lista udah jangan kebawa emosi," kata Farah menenangkan Calista.
Calista mencoba meredakan amarahnya. Dia tidak mau Karvian menjadi tidak suka pada hanya karena amarahnya. Namun tatapan sinis dan kebencian terus dia tujukan pada Anara.
"Vian, bisa-bisanya kamu pacaran sama pengasuh anak kamu sendiri," kata Liyana memarahi Karvian.
"Apa salahnya jika aku pacaran sama pengasuh anak ku? Lagipula kami saling mencintai iya kan?" tanya Karvian.
Karvian mengedipkan matanya pada Anara supaya Anara mengiyakan pertanyaannya. Anara yang mengerti hal itu langsung mengiyakan pertanyaannya Karvian.
"Iya Bu, kami berdua saling mencintai," jawab Anara.
"Beraninya kamu mencintai putra saya, harusnya kamu sadar posisi kamu. Kamu itu gak sepadan dengan keluarga saya dan anak saya," kata Liyana memarahi Anara.
"Mah udah, Mamah jangan menghina gadis pilihan ku," kata Karvian membela Anara.
Liyana berjalan menghampiri Nicolas untuk mencari pembelaan terhadap dirinya. Dia yakin Nicolas akan membelanya dan menentang hubungan Karvian dengan Anara.
"Pah lihat Pah, putra kita pacaran sama pengasuh cucu kita. Papah juga gak setuju kan?" tanya Liyana.
Nicolas menatap Karvian dan Anara dengan tatapan intens. Liyana, Farah, Calista, dan Kayla yakin jika Nicolas akan menentang hubungan Karvian dengan Anara. Althaf dan Melvin takut jika Nicolas menentang hubungan Karvian dengan Anara karena mereka berdua sangat menyetujui jika Karvian menikah dengan Anara terutama Melvin, dia sangat menginginkan Anara menjadi Ibunya.
"Vian, apa kamu benar-benar sudah yakin dengan pilihan kamu?" tanya Nicolas pada Karvian.
"Iya Pah, aku sangat yakin dengan pilihan aku," jawab Karvian tegas.
"Baiklah jika kamu sudah yakin dengan keputusan kamu. Papah setuju dan mendukung hubungan kalian," kata Nicolas.
Liyana, Farah, Calista, dan Kayla sangat terkejut mendengar Nicolas menyetujui hubungan Karvian dan Anara. Sedangkan Althaf dan Melvin mereka sangat bahagia karena Nicolas menyetujui hubungan.
"Papah apaan sih? Kenapa Papah menyetujui hubungan mereka?" tanya Liyana.
"Karena Vian sudah yakin dengan Anara Mah, lagipula Melvin juga sudah dekat kan sama Anara jadi apa salahnya kita menyetujui hubungan mereka demi Melvin," kata Nicolas.
"Tapi Pah---" kata Liyana.
"Sudah, ini sudah keputusan dan tidak bisa diganggu gugat lagi," kata Nicolas.
"Terserah Papah," kata Liyana.
Dengan kemarahan, Liyana pergi menuju kamarnya meninggalkan ruang tamu. Sedangkan Kayla menyusul Mamahnya ke kamar untuk menenangkannya. Nicolas pun mengusir Farah dan Calista secara halus untuk pergi dari rumahnya.
"Bu Farah, Lista mohon maaf tapi bisa kah kalian berdua pergi, soalnya ini adalah urusan kami," usir Nicolas dengan halus.
"Baik Pak, kalau begitu kamu permisi," kata Farah.
Farah dan Calista pergi meninggalkan rumah Karvian. Setelah Farah dan Calista pergi, Nicolas menghampiri Karvian dan Anara dan memegang pundak putranya.
"Sekarang bilang sama Papah kapan kamu melamar Anara?" tanya Nicolas.
"Besok Malam Pah," jawab Karvian.
Anara sangat terkejut dengan perkataan Karvian yang akan melamarnya besok malam padahal dia belum bilang apapun pada Ibu dan adiknya.
"Baiklah. Kalian alasan Papah merestui kalian?" tanya Nicolas.
"Apa alasan Papah menyetujui hubungan aku sama Anara?" tanya Karvian penasaran.
"Karena Papah rasa Anara ini adalah gadis yang baik, buktinya Melvin bisa dekat dan sayang banget sama dia dan sebenarnya Papah juga gak setuju kalau kamu menikah sama Lista. Makanya saat kamu memperkenalkan Anara sebagai pacar kamu, Papah merasa senang," kata Nicolas.
"Tapi Tuan, Nyonya Liyana bagaimana?" tanya Anara.
"Kamu gak usah khawatir. Saya akan bujuk istri saya untuk menerima kamu sebagai calon menantunya," kata Nicolas.
Melvin berlari menghampiri Anara dan memeluknya dengan erat. Dia senang karena sebentar lagi Anara akan menjadi ibunya.
Melvin:Aku senang banget karena sebentar lagi Tante bakalan jadi Ibu aku.
Anara hanya membalas perkataan Melvin dengan senyuman lalu dia mengelus rambut Melvin.
"Pah, kalau gitu kami pulang dulu ya," kata Karvian.
"Iya, besok kalau kamu mau melamar Anara kamu harus hubungin Papah ya," pinta Nicolas.
"Iya Pah," kata Karvian," Melvin ayo salim dulu sama Opa dan Om Althaf."
Melvin segera menghampiri Nicolas dan Althaf lalu dia menyalami tangan mereka berdua satu per satu. Setelah selesai bersaliman, Melvin kembali menghampiri Ayahnya dan Anara.
"Pah, kami pergi dulu," kata Karvian.
"Iya," kata Nicolas.
Karvian, Anara, dan Melvin pergi meninggalkan rumah Nicolas.
"Akhirnya Kak Vian mendapatkan kebahagiaan kembali ya Pah setelah kepergian Kak Dira," kata Althaf.
"Ya Papah cuma berharap semoga Anara bisa membawa perubahan pada Vian dan bisa membuat Vian dan Melvin bahagia," kata Nicolas," Papah mau ke kamar dulu, mau lihat Mamah kamu."
"Aku ikut Pah," kata Althaf.
Nicolas dan Althaf segera pergi menuju kamar dimana Liyana berada. Kali ini Nicolas harus bersikap tegas demi kebahagiaan Karvian dan Melvin. Dia tidak mau keegoisan dan keangkuhan istrinya membuat Melvin menderita.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...