
Karvian sedang menunggu Melvin di depan gerbang sekolah. Tak lama kemudian, Melvin datang berlari menuju ke arahnya. Karvian merentangkan tangannya lalu dia memeluk putranya itu dengan erat.
"Gimana sekolahnya hari ini? Apa semuanya baik?" tanya Karvian
Melvin pun mengangguk menjawab pertanyaan dari Ayahnya.
"Ayo kita pulang," ajak Karvian.
Karvian dan Melvin masuk ke dalam mobil. Karvian pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan sekolah Melvin.
Selama diperjalanan pulang, Melvin hanya memasang wajah cemberutnya. Melihat putranya cemberut, Karvian pun bertanya.
"Jagoan Papah kenapa cemberut begitu? Apa disekolah ada yang menganggu kamu?" tanya Karvian.
Melvin menggeleng menjawab pertanyaan dari Ayahnya.
"Terus kenapa?" tanya Karvian.
Melvin mengambil buku komunikasinya dari dalam tasnya lalu menulis sesuatu disana. Setelah selesai menulis, dia memperlihatkan tulisannya pada Ayahnya.
Melvin:Aku mau ikut Papah ke kantor, aku bosen dirumah terus.
Setelah membaca tulisan putranya itu, barulah Karvian mengerti jika putranya ingin ikut ke kantor bersamanya.
"Jadi Melvin mau ikut Papah ke kantor?" tanya Karvian.
Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Ayahnya.
"Ya udah, Melvin boleh ikut sama Papah ke kantor tapi dengan satu syarat Melvin gak boleh nakal disana," kata Karvian.
Melvin kembali mengangguk dengan semangat. Dia senang karena hari ini dia akan ikut ke kantor Ayahnya dan bermain disana. Melihat Melvin yang senang, membuat Karvian tersenyum.
Mobil Karvian terus melaju menuju DIRGANTAMA GROUP.
→Caffe
Disisi lain, Calista sedang asyik kumpul bersama teman-temannya di sebuah Caffe. Mereka asyik membicarakan sesuatu.
"Oh ya Lista, gimana rencana lo buat deketin Kakak ipar lo itu?" tanya teman Calista yang bernama Pinkan.
"Masih dalam proses, dia masih nolak gue," jawab Calista seadanya.
"Dia nolak lo? Ya ampun cewek secantik lo dia tolak?" tanya teman Calista yang bernama Amel.
"Ya mau gimana lagi, dia itu sifatnya dingin banget jadi ya gue harus sabar deketin dia," jawab Calista.
"Lo yakin dia bakalan luluh sama lo?" tanya teman Calista yang lain bernama Teressa.
"Yaiyalah mana ada cowok yang nolak kecantikan gue," kata Calista dengan PDnya.
"Gimana kalau lo gak berhasil?" tanya Pinkan.
"Kalau gue gak berhasil, nama gue bukan Calista, kalian tunggu aja, gue pasti bakalan jadi nyonya Karvian Jevras Dirgantama," kata Calista.
"Kalau lon udah berhasil, lo jangan lupa ngundang kita ya ke pernikahan lo," kata Amel.
"Pasti lo semua bakalan gue undang nanti ke pernikahan gue tenang aja semua dapat kok," kata Calista
"Yuk lanjut makan," kata Teressa.
Mereka melanjutkan makan mereka sedangkan Calista, dia terdiam sambil memegang sebuah gelas berisi jus ditangannya.
Gue harus pastiin jika Kak Vian mau untuk menikah sama gue, kalau gak bisa malu gue. Tapi dengan cara apa ya supaya dia mau nikah sama gue?, batin Calista.
→Dirgantama Groups
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya Karvian telah sampai di depan kantornya. Setelah turun dari mobil, Karvian dan Melvin berjalan memasuki kantor.
Sesampainya di dalam kantor, tiba-tiba Melvin melihat Anara yang sedang berjalan bersama Ratih menuju dapur. Melvin langsung berlari mendekati Anara.
"Melvin sayang kamu mau kemana?" tanya Karvian.
Melvin langsung memeluk Anara dengan erat. Sedangkan Anara, dia sangat terkejut dengan kedatangan Melvin lalu dia membalas pelukan Melvin. Entah kenapa sejak bertemu kemarin, Anara sangat merindukan anak ini.
Melihat pemandangan itu, membuat Karvian terkesiap. Dia tidak menyangka jika Melvin langsung dekat dengan Anara pahadal mereka baru bertemu kemarin dan Karvian tau jika Melvin bukanlah anak yang mudah dekat dengan orang asing.
Melvin mengambil buku komunikasinya dalam tas lalu dia menulis sesuatu. Setelah selesai menulis, dia memberikan tulisannya pada Anara.
Melvin:Aku kangen sama Tante.
Anara tersenyum setelah membaca tulisan dari Melvin. Dia pun mengelus kepala Melvin dengan lembut.
"Tante juga kangen sama kamu," kata Anara.
Karvian berjalan menghampiri mereka berdua lalu melepaskan Melvin dari pelukan Anara.
"Sayang ayo kita pergi," ajak Karvian.
Melvin:Aku mau main sama Tante Anara Pah.
"Sayang Tantenya harus kerja jadi gak bisa main sama kamu," kata Karvian.
Melvin:Pokoknya aku mau main sama Tante Anara!
"Melvin, ingatkan syarat yang Papah berikan tadi? Kalau kamu gak nurut sama Papah. Papah bakalan suruh Om Dilon buat antar kamu pulang," ancam Karvian.
Seketika Melvin pun terdiam dan wajahnya menjadi murung. Dia sedih karena tidak bisa bermain bersama Anara.
"Apa yang kalian lihat, kembali bekerja!" kata Karvian memarahi Anara dan Ratih.
Karvian segera membawa Melvin pergi menuju ruangannya. Sedangkan Anara, sebenarnya dia tidak tega melihat Melvin yang sedih. Namun apalah daya, dia tidak bisa berbuat apapun karena Melvin adalah anak dari Bosnya.
"Kamu kenal Nara sama putranya Tuan Karvian?" tanya Ratih.
"Iya," jawab Anara.
"Kenapa kamu bisa kenal sama dia?" tanya Ratih kembali.
"Jadi kemarin itu aku ketemu sama anaknya. Dia sendiri ditaman terus dia juga nangis, ya udah aku tenangin aja dia dan aku bawa dia beli ice cream terus aku antar pulang," jawab Anara menceritakan kejadian kemarin pada Ratih.
"Cuma karena itu dia sedekat itu sama kamu?" tanya Ratih.
"Iya emang kenapa?" tanya Anara.
"Aneh adahal tuh anak gak mau sama orang asing, disentuh aja dia gak mau. disini dia cuma mau dekat sama Pak Direktur atau sama asisten Pak Dilon. makanya aku jadi heran kenapa dia bisa dekat sama kamu," jawab Ratih.
"Aku juga gak tau kenapa kami bisa dekat," kata Anara," Yuk kita kembali kerja."
Mereka berdua segera kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
→Ruangan Karvian.
Karvian telah sampai di ruangannya bersama Melvin. Sejak tadi Melvin hanya memasang wajah murungnya.
"Melvin kan belum makan siang, sekarang Melvin mau makan apa?" tanya Karvian.
Melvin menggelengkan kepalanya menolak tawaran dari Ayahnya.
"Gimana kalau burger sama kentang goreng?" tanya Karvian kembali.
Lagi-lagi Melvin kembali menggelengkan kepalanya. Karvian pun menghela nafas beratnya. Dia tau menyebab Melvin menjadi murung dan menolak untuk makan. Pasti dan tidak bukan karena Anara.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Karvian menelpon Dilon untuk menyuruh Anara ke ruangannya.
"Hallo Tuan," sapa Dilon dari sebrang telpon.
"Tolong kamu panggilkan Office girl bernama Anara. Suruh dia ke ruangan saya secepatnya dan pesankan burger, kentang goreng, sama minumannya untuk putra saya, " perintah Karvian.
"Baik Tuan," kata Dilon.
Tut... Tut... Tut...
Karvian memutuskan sambungan telpon secara sepihak lalu kembali mendekati Melvin yang masih terlihat murung.
Sementara diluar, Anara sedang asyik mengepel lantai di lobby. Tiba-tiba Bu Asri datang menghampirinya.
"Memangnya ada apa Bu saya dipanggil Tuan Karvian?" tanya Anara.
"Ya mana saya tau, udah sana cepat sebelum Tuan Karvian marah karena kamu lama menemui dia," jawab Bu Asri.
Anara segera berhenti mengepel lalu dia pergi menuju ruangan Karvian dengan menggunakan Lift.
Sesampainya di ruangan Anara, Anara melangkah masuk ke dalam ruangan Karvian. Melihat Anara datang, Melvin langsung menghapus airmatanya. Dia berjalan mendekati Anara lalu memeluk Anara.
"Saya minta kamu temani putra saya main," kata Karvian dingin.
"Kamu mau main sama Tante?" tanya Anara.
Melvin mengangguk mengiyakan pertanyaan Anara.
"Sebelum main Melvin makan dulu ya, Melvin kan belum makan apapun daritadi," kata Karvian.
"Kamu makan dulu ya baru kita main," kata Anara.
Melvin kembali mengangguk. Melvin kembali duduk disofa diikuti oleh Anara yang duduk disamping Melvin untuk menemani Melvin makan. Sedangkan Karvian, dia duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengerjakan pekerjaan kantornya sesekali dia melirik ke arah Anara dan Melvin yang sedang asyik bercanda.
Karvian tersenyum karena melihat Melvin yang tertawa bersama Anara. Baru kali ini dia melihat Melvin sebahagia itu.
'Sepertinya Melvin dekat sama gadis ini, apa aku jadikan dia saja sebagai Babysitternya Melvin?, batin Karvian
Setelah puas melihat putranya, kini Karvian kembali mengerjakan pekerjaan kantornya.
→RS.Citra Medical
Nafara telah selesai menyuapi Ibunya untuk makan siang. Saat dia ingin mengambil obat ibunya, dia melihat obat ibunya yang hampir habis.
'Ya ampun, sisa obat ibu cuma cukup sampai malam ini, gimana nih?' batin Nafara.
Saat Nafara sedang memikirkan jalan keluar untuk membeli obat ibunya, tiba-tiba ibunya memanggilnya.
"Fara," panggil Ibu Nurmala.
"Iya Bu," jawab Nafara.
"Kamu kenapa bengong? apa ada masalah?" tanya Ibu Nurmala.
"Gak papa kok Bu," jawab Nafara.
"Kalau ada apa-apa, kenapa kamu tadi melamun? kamu jangan bohong ya sama Ibu," kata Bu Nurmala.
"Aku gak bohong Bu. emang gak ada apa-apa tadi aku cuma mikirin tugas sekolah aja," kata Nafara berbohong.
"Oh gitu," kata Bu Nurmala.
"Sekarang Ibu minum obat ya, ini Bu obatnya," kata Nafara.
Nafara memberikan beberapa butir obat pada Bu Nurmala. Bu Nurmala langsung meminum obat itu.
"Sekarang Ibu istirahat ya biar cepat sembuh," kata Nafara.
Bu Nurmala segera merebahkan tubuhnya ke kasur. Karena efek obat, dia pun tertidur dengan cepat.
Setelah memastikan Ibunya tidur, Nafara langsung menghubungi Anara untuk memberitahukan jika obat Bu Nurmala habis.
→Dirgantama groups
Saat ini Anara sedang menidurkan Melvin. Karena kelelahan bermain, Melvin tidur dengan cepat. Bagi Anara, sangat mudah untuk menidurkan Melvin.
Setelah memastikan Melvin tidur dengan nyenyak, Anara segera merebahkan Melvin di kasur tidurnya yang ada di ruangan bermain itu lalu dia segera pergi keluar dari ruang bermain Melvin.
Sesampainya diluar, dia dikejutkan dengan kedatangan Karvian yang tiba-tiba.
"Melvin udah tidur?" tanya Karvian.
"Sudah," jawab Anara.
"Saya mau bicara sama kamu," kata Karvian.
"Bicara soal apa?" tanya Anara.
"Sebaiknya kita duduk dulu," kata Karvian.
Anara dan Karvian segera duduk disofa. Karvian pun memulai pembicaraannya dengan Anara.
"Apa yang mau Tuan bicarakan sama saya?" tanya Anara penasaran.
"Begini saya butuh babysistter untuk putra saya," jawab Karvian
"Terus apa hubungannya sama saya? apa Bapak mau saya carikan orang untuk menjadi Babysistter putra Bapak?" tanya Anara.
"Bukan, saya mau kamu yang menjadi babysistter untuk Melvin," jawab Karvian dengan to the point.
Anara sangat terkejut mendengar jawaban dari Karvian yang memintanya untuk menjadi Babysistter putranya.
"Apa? Saya jadi babysistter putra Bapak?" tanya Anara.
"Iya," jawab Karvian.
"Tapi kenapa saya yang harus jadi Baby sister putra Bapak? kenapa Bapak gak cari orang aja buat jadi Babysitternya?" tanya Anara.
"Karena dia hanya mau dekat sama kamu, kalau sama orang lain dia gak mau," kata Karvian," Kamu tenang saja, saya jamin gaji kamu menjadi babysistter putra saya akan jauh lebih besar daripada gaji kamu disini sebagai office girl."
"Emangnya berapa gaji saya untuk menjadi babysistter putra Bapak?" tanya Anara.
"10 juta per bulan," jawab Karvian," Bagaimana kamu mau kan untuk menjadi Babysistter putra saya?"
"Maaf Pak, saya tidak mau untuk menjadi Babysistter putra anda," jawab Anara dengan tegas.
"Kenapa kamu gak mau? apa gaji yang saya sebutkan tadi masih kurang, Oke, saya akan tambahkan gajinya sesuai keinginan kamu," kata Karvian.
"Ini bukan soal uang Bapak, tapi ini soal harga diri saya Pak, kemarin anda sudah menuduh bahkan menghina saya, jadi saya tidak semudah itu bisa memaafkan Bapak," kata Anara," Kalau begitu saya permisi dulu."
Saat Anara ingin pergi, tiba-tiba handphone Anara berbunyi. Anara terpaksa menghentikan langkahnya lalu dia merogoh saku celananya, mengambil handphonenya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
Drtt... Drtt.. Drtt...
Fara is Calling...
Setelah tau Anara yang menelponnya, Anara langsung menerima panggilan telpon tersebut.
"Hello Fara ada apa?" tanya Anara.
"Hello Kak, maaf nganggu Kakak. Aku cuma kasih tau kalau obat ibu habis Kak," jawab Nafara.
"Obat ibu habis?" tanya Anara mengulangi perkataan Nafara.
"Iya Kak dan aku gak punya uang buat beli obat ibu," kata Nafara.
"Ya udah nanti setelah pulang kerja Kakak akan langsung beli obat buat ibu ya," kata Anara.
"Iya Kak," kata Nafara.
Anara memutuskan sambungan telponnya dengan adiknya. Saat ini dia sangat pusing karena uang tabungannya hanya sisa sedikit karena dia gunakan untuk biaya pengobatan ibunya selama dirumah sakit.
Bagaimana ini? uang tabungan ku sisa sedikit, jika aku menggunakan uang itu bagaimana kelangsungan hidup keluarga ku. Kalaupun aku mendapatkan gaji dari pekerjaan ini, aku rasa itu gak akan cukup karena aku harus membayar SPP bulanan sekolahnya Fara. Apa aku terima saja tawaran kerja dari pria ini, batin Anara.
Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya Anara memberikan keputusannya. Anara kembali menghampiri Karvian yang saat ini tersenyum penuh kemenangannya.
"Bagaimana dengan tawaran saya tadi?" tanya Karvian.
"Baiklah saya mau menerima tawaran Bapak untuk jadi babysistter putra Bapak, tapi anda jangan senang dulu, " jawab Anara.
"Oke mulai besok kamu sudah bisa mulai kerja di rumah saya, untuk soal kantor ini kamu tenang saja, saya bisa bilang kalau kamu sudah saya pecat dari sini," kata Karvian," Sekarang kamu boleh keluar dari ruangan saya."
Anara segera keluar dari ruangannya dan kembali menuju dapur. Sesampainya di dapur, Anara mengambil segelas air putih lalu dia duduk dan langsung meminum air putih itu. Sebenarnya, dia tidak mau menerima tawaran dari Karvian karena dia masih sakit hati dengan perlakuan Karvian namun tapi disisi lain, dia juga butuh uang lebih untuk biaya pengobatan Ibunya dan biaya hidup adik dan ibunya.
Apapun akan lakukan demi Ibu dan Fara termasuk aku harus bekerja untuk pria nyebelin itu, batin Anara.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...