
...(Malam Harinya)...
→Kediaman karvian
Saat ini Anara sedang bersiap untuk pulang, tiba-tiba Karvian datang menghampirinya.
"Besok kamu gak usah kesini, saya kasih kamu libur 1 hari," kata Karvian.
"Beneran Tuan?" tanya Anara senang.
"Iya," jawab Karvian.
"Terima kasih Tuan, kalau gitu saya pulang dulu," kata Anara.
"Emm," kata Karvian.
Anara melangkahkan kakinya keluar dari rumah Karvian. Sedangkan Karvian, dia pergi menuju kamar putranya untuk menemani putranya sebelum tidur.
→Kediaman Keluarga Karvian.
Keluarga Karvian tengah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Tidak ada suara dari mereka yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu. tiba-tiba Liyana memulai pembicaraan diantara keluarganya.
Oh ya, Mamah ada kabar baik buat kalian," kata Liyana.
"Kabar baik apa Mah?" tanya Kayla penasaran.
"Mamah udah nemuin calon istri buat Vian," jawab Liyana.
"Mamah serius?" tanya Nicolas.
"Mamah sangat serius Pah," jawab Liyana
"Memangnya siapa Mah calon istrinya Kak Vian? Dan kayak gimana orangnya, apa dia berasal dari keluarga kaya juga?" tanya Kayla
"Calon istri Vian itu... Calista," jawab Liyana.
Nicolas, Althaf, dan Kayla sangat terkejut mendengar jawaban Liyana yang menyebutkan Calista sebagai calon istri Vian.
"Calista Mah?" tanya Althaf.
"Iya Calista. tadi dia kesini terus dia ngaku sama Mamah kalau dia suka sama Vian jadinya ya Mamah setuju aja lagipula dia kan gadis yang baik dan keluarga kita juga udah kenal banget sama dia," kata Liyana.
"Tapi Mah Lista itu adik Dira yang otomatis adalah adik iparnya Vian. Masa Vian harus menikahi adik iparnya," kata Nicolas.
"Ya gak papa Pah, lagipula Dira kan udah gak ada jadi gak papa dong kalau Lista mengantikan posisi Kakaknya sebagai istrinya Vian," kata Liyana.
"Kalau Kak Lista yang jadi istrinya Kak Vian aku setuju karena aku udah akrab banget sama Kak Lista," kata Kayla.
"Papah setuju kan kalau Lista jadi menantu kita?" tanya Liyana
"Papah sih setuju saja tapi gimana sama Vian? Apa dia akan setuju untuk menikahi adik dari almarhumah istrinya?" tanya Nicolas.
"Papah tenang aja, besok kita akan ke rumah dia buat bicarain soal ini. Mamah yakin dia pasti akan menerima perjodohan ini," kata Liyana.
"Wah benar banget tuh Mah, kita kan udah lama banget gak datang ke rumahnya Kak Vian," jawab Kayla.
"Ya udah terserah Mamah saja. Tapi kalau dia gak mau jangan dipaksa. Mamah tau kan sifat Vian kalau marah gimana," kata Nicolas.
"Iya," kata Liyana.
Sejak tadi Althaf hanya diam saja mendengar tentang perjodohan Kakaknya dengan Calista. Sebenarnya dia tidak setuju dengan perjodohan yang dilakukan Ibunya. Tapi dia tidak menentang keinginan Ibunya. Althaf berharap semoga Kakaknya menolak perjodohan ini.
Mereka pun melanjutkan makan malam. Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
→Rumah Anara
Anara telah sampai di depan rumahnya. Setelah membayar biaya taksi, Anara pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya. Kedatangannya disambut oleh Nafara.
"Kakak udah pulang, " kata Nafara," tumben malam ini Kakak pulang cepat?"
"Soalnya Bos Kakak lagi ada dirumah makanya dia nyuruh Kakak buat pulang cepat," kata Anara," Oh ya, apa Ibu udah tidur?"
"Ibu belum tidur, ini aku lagi masak buat makan malam," kata Nafara.
"Sini biar aku aja yang masak, kamu fokus belajar aja," kata Anara.
Anara mengambil beberapa bahan makanan dikulkas lalu mulai memotong sayuran. Sedangkan Nafara, dia pergi ke kamarnya untuk belajar sesuai dengan perintah Kakaknya.
20 menit kemudian, Anara telah selesai masak. Dia menata masakannya di atas meja lalu memanggil adiknya.
"Fara, makanannya sudah siap," panggil Anara.
Tak lama kemudian, Nafara keluar dari kamarnya lalu berjalan mendekati meja makan.
"Kamu makan duluan ya, aku mau antar makanan ini dulu buat Ibu," kata Anara.
"Iya Kak," kata Nafara.
Saat Anara ingin mengantarkan makanan, tiba-tiba Ibu Nurmala berjalan keluar dari kamar.
"Ya ampun Ibu, kenapa Ibu keluar kamar, Ibu kan masih belum sehat," kata Anara.
"Ibu sudah sehat kok, Ibu mau makan malam bersama kalian," kata Ibu Nurmala.
"Tapi Bu---" kata Anara.
"Nara sayang, Ibu udah sehat. lagian Ibu udah lama banget gak makan malam bersama kalian," kata Ibu Nurmala.
"Ya udah, Ibu boleh makan malam bersama kami disini," kata Anara
Anara menggandeng tangan Ibunya menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, Mereka pun duduk di kursi masing-masing lalu mereka mulai menyantap makanan masing-masing.
"Sepertinya mulai besok Ibu kembali jualan gorengan," kata Ibu Nurmala.
"Ibu, kan aku sudah bilang sama Ibu Ibu gak usah jualan lagi biar aku aja yang kerja Bu," kata Anara.
"Kalau Ibu gak jualan, Ibu bosen dirumah sendirian lebih baik Ibu jualan aja," kata Ibu Nurmala.
"Gimana nanti kalau Ibu kelelahan lagi? Aku gak mau lihat Ibu sakit lagi," kata Nafara.
"Ibu udah sehat, percaya deh sama Ibu nanti kalau Ibu merasa lelah Ibu libur dulu jualan," kata Ibu Nurmala.
"Tapi Ibu---" kata Anara
"Ibu Mohon sekali ini aja tolong kalian turuti kemauan Ibu," sela Ibu Nurmala sebelum Anara sempat menyelesaikan ucapannya.
"Baik Bu, kami izinkan Ibu jualan tapi kalau Ibu udah lelah, Ibu istirahat ya," kata Anara.
"Iya sayang, Terima kasih kalian udah izinin Ibu buat jualan," kata Ibu Nurmala.
Mereka pun melanjutkan makan malam. Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
→Kediaman Karvian.
Kini Melvin bersiap untuk tidur. Dia ditemani oleh Ayahnya untuk tidur.
"Sayang besok rencananya Papah sama Kakek Ardian mau ke makam Mamah apa kamu ikut?" tanya Karvian.
Melvin mengambil buku komunikasinya yang terletak di atas nakas. Dia menulis sesuatu disana. setelah selesai menulis, dia memperlihatkan tulisannya pada Ayahnya.
Melvin:Aku mau ikut Pah, soalnya aku kangen banget sama Mamah.
Karvian sangat terluka setelah membaca tulisan dari anaknya itu. Dia mengerti jika saat ini putranya sangat merindukan Ibunya. Karvian berusaha untuk tidak menangis di depan putranya.
"Ya udah besok kita ke makam Mamah ya. Mamah pasti juga kangen sama kamu," kata Karvian.
Melvin:Papah juga kangen kan sama Mamah?
"Papah juga kangen banget sama Mamah," kata Karvian.
Melvin:Tapi Tante Anara juga ikut kan Pah?
"Gak sayang, Papah udah nyuruh Tante Anara libur besok, kan kasihan kalau dia kerja setiap hari," kata Karvian.
Melvin:Pokoknya aku mau Tante Anara ikut.
Karvian menghela nafasnya setelah Melvin meminta Anara untuk ikut dengan mereka. Dengan terpaksa akhirnya dia pun memenuhi permintaan Melvin.
"Ya udah besok Papah akan suruh Tante Anara buat ikut ya," kata Karvian.
Melvin:"Yeyy, aku sayang Papah.
"Papah juga sayang banget sama kamu," kata Karvian," Udah sekarang kamu tidur ya."
Melvin pun mengangguk lalu dia merebahkan tubuhnya ke kasur. Karvian mengusap kepala putranya agar bisa tertidur. Tak lama kemudian, Melvin pun tertidur.
Setelah putranya tidur, barulah dia menumpahkan rasa sedihnya. Karvian mengambil foto mendiang istrinya yang ada diatas nakas putranya lalu memeluk foto itu dengan erat sambil menangis sejadi-jadinya.
"Aku tau pasti kamu dengar kalau anak kita kangen banget sama kamu. Aku juga kangen banget sama kamu sayang. tapi kamu tenang aja besok aku dan anak kita akan datang jenguk kamu," gumam Karvian sambil memandangi foto mendiang istrinya.
Setelah puas memandangi foto mendiang istrinya, Karvian kembali meletakkan foto itu diatas nakas lalu dia menyelimuti putranya dengan selimut dan pergi keluar dari kamar Melvin.
...****************...
Kini malam sudah berganti. Matahari sudah menampakkan sinarnya, namun Anara masih nyaman dengan tidurnya. tiba-tiba handphonenya berbunyi mengusik tidurnya.
"Ck, siapa sih yang telpon pagi-pagi gini," gumam Anara.
Anara mengambil handphonenya yang terletak diatas nakas untuk melihat siapa yang menelponnya.
Drtt... Drtt... Drtt..
Bos Nyebelin is calling.
Anara langsung mengubah posisinya yang semula rebahan kini menjadi duduk setelah mengetahui Karvian yang menelponnya.
"Ngapain si bos nyebelin telpon aku? Ini kan hari libur," gumam Anara.
Anara pun langsung menerima panggilan telpon dari Karvian tersebut.
"Hallo," kata Anara.
"Kamu ke rumah sekarang juga!" perintah Karvian dari sebrang telpon.
"Tapi Tuan ini kan hari libur saya, Tuan kan yang bilang kemarin malam kalau hari ini saya libur. Kenapa tiba-tiba saya disuruh ke rumah Tuan sekarang?" tanya Anara.
"Udah kamu turuti aja perintah sama jangan banyak protes," jawab Karvian.
"Tapi---"
Belum sempat Anara melanjutkan ucapannya, Lagi-lagi Karvian memutuskan sambungan telpon secara sepihak.
"Dasar Bos nyebelin," gumam Anara.
Anara beranjak dari kasurnya. Dia langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
10 menit kemudian, Anara telah selesai mandi dan dia bersiap-siap untuk bekerja. Setelah siap, Anara pun keluar dari kamarnya.
Sesampainya diluar, dia melihat Ibunya dan Nafara sedang menyiapkan makanan diatas meja. Anara pun berjalan mendekati mereka.
"Nara kamu kemana? Kok udah rapi begini?" tanya Ibu Nurmala.
"Itu Bu. Aku mau ke rumah Rifa. Ada yang mau aku bicarakan sama dia boleh kan Bu?" tanya Anara.
"Boleh, masa Ibu larang kamu buat ketemu sama Rifa," jawab Ibu Nurmala.
"Makasih Bu," kata Anara.
"Tapi sebelum pergi, kamu sarapan dulu," kata Ibu Nurmala.
"Oke Ibu ku sayang," kata Anara.
Mereka bertiga segera duduk di kursi masing-masing lalu mulai menyantap hidangan sarapan pagi mereka.
Setelah selesai sarapan, Anara pun pamit kepada Ibunya dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
→Kediaman Karvian.
Karvian dan Melvin telah siap untuk pergi ke makan Andira. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Anara.
Tak lama kemudian, Anara pun datang. Setelah membayar biaya taksi, Anara turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Karvian.
Sesampainya di dalam, Anara langsung menghampiri Karvian yang tengah duduk santai sambil memainkan handphonenya. Anara pun melakukan protes kepada Karvian.
"Ini gimana sih? Kenapa Tuan nyuruh saya kesini? Bukannya hari ini saya libur? kenapa gak konsisten gini," protes Anara.
"Udah protesnya? dengar ya, saya melakukan ini semua demi Melvin. Dia mau kamu ikut ke makam Mamahnya," kata Karvian.
Mendengar jawaban Karvian, membuat Anara terdiam namun di dalam hatinya dia masih kesal dengan Karvian. Tiba-tiba Melvin datang bersama Bi Arum. Melihat Anara, Melvin berlari menghampiri Anara dan memeluknya.
Melvin menuliskan sesuatu di buku komunikasinya lalu memperlihatkannya pada Anara.
Melvin:Aku senang Tante ikut ke makam Mamah aku.
Anara tersenyum setelah membaca tulisan dari Melvin lalu dia mengusap rambut Melvin dengan lembut.
"Ayo kita berangkat sekarang nanti keburu siang," ajak Karvian.
Melvin menggandeng tangan Anara keluar dari rumah. Sesampainya diluar, mereka masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.
Sementara di tempat pemakaman Andira, keluarga Ardian telah sampai duluan disana. Kini mereka sedang menunggu kedatangan Karvian.
"Ih Kak Vian mana sih? Kenapa lama banget datangnya," kata Calista.
"Sabar, mungkin dia lagi kejebak macet," kata Ardian.
"Tapi cuacanya udah mulai panas Pah," kata Calista.
Tak lama kemudian, Mobil Karvian pun datang. Setelah memarkir mobil dengan benar, Karvian turun dari mobilnya diikuti oleh Anara dan Melvin. Mereka bertiga berjalan menghampiri keluarga Ardian.
"Syukurlah kamu udah datang," kata Ardian.
"Iya Pah, maaf lama soalnya tadi kejebak macet sedikit," kata Karvian.
"Ah gak papa kok, yang penting kalian datang," kata Ardian," Melvin sayang, ayo sini peluk Kakek."
Melvin pun berlari menghampiri Kakeknya dan memeluk Kakeknya. Namun tiba-tiba dia ketakutan saat melihat Farah dan Calista.
"Melvin Nenek kangen banget sama kamu," kata Farah.
Saat Farah ingin mendekati Melvin, tiba-tiba Melvin berlari mendekati Anara dan bersembunyi di belakang punggung Anara.
"Melvin, kamu kenapa sayang? Itu lihat ada Kakek, Nenek, sama Tante kamu," kata Anara.
Namun Melvin enggan beralih dari belakang punggung Anara. Hal itu membuat Anara bingung, begitupun dengan Ardian dan Karvian, mereka merasa aneh dengan Melvin karena setiap bertemu Calista dan Farah, Melvin selalu ketakutan. Tatapan Ardian, Farah, dan Calista kini tertuju ke arah Anara.
"Kak Vian, dia siapa?" tanya Calista.
"Dia babysitter barunya Melvin, namanya Anara," jawab Karvian.
"Jadi dia Babysitter barunya Melvin," kata Ardian.
"Iya Pah," kata Karvian.
Calista berjalan mendekati Anara dan menatap Anara dengan tatapan sinis dan permusuhan.
"Oh jadi kamu Babysistternya Melvin. Ya akun do'ain semoga kamu betah deh jadi Babysistternya Melvin. tapi aku yakin sih palingan kamu bertahan cuma 1 minggu kerja disini," ejek Calista.
"Calista," tegur Ardian.
Calista pun diam lalu pergi meninggalkan Anara. Sedangkan Anara hanya diam saja mendengar ejekan dari Calista. Dia tidak mau meladeni ucapan Calista.
"Ayo kita pergi ke makamnya Dira," ajak Ardian.
Mereka segera berjalan menuju makam Andira berada. Lalu mereka berhenti disebuah makan yang sangat bersih dan terawat. Di makam itu tertulis nama
ANDIRA CLARYN GRACEVA
BINTI
ARDIAN ADHIWIJAYA
tanggal lahir:17 Oktober 1996
Wafat:6 Juni 2022
Karvian dan Melvin menabur bunga diatas makan Andira dilanjutkan oleh Ardian, Farah, dan Calista.
"Aku datang sayang, lihat aku bawa putra kita. Dia bilang dia kangen banget sama kamu. kamu tau sayang, selama kamu gak ada, hidup aku terasa hampa tanpa kamu. kamu yang tenang ya disana, aku pasti akan selalu menjaga putra kita dengan baik," kata Karvian sambil meneteskan airmatanya.
Karvian memeluk dan mencium makam istrinya dengan cukup lama. Setelah Karvian, kini giliran Ardian yang mencurahkan perasaannya.
"Papah juga datang jenguk kamu sayang, Papah kangen banget sama kamu. maaf Papah gak bisa membahagiakan kamu saat kamu hidup. Papah juga minta maaf karena Papah gak bisa cegah kamu buat tiada, tapi satu hal yang harus kamu tau kalau Papah sayang banget sama kamu. Kamu yang tenang ya disana," kata Ardian lalu mencium makam Andira.
Melihat pemandangan haru ini, entah kenapa membuat Anara juga ikut merasakan kesedihan mereka bahkan tanpa dia sadari airmatanya jatuh menetes dipipinya.
"Sayang kami pergi dulu ya, nanti kami pasti akan kesini lagi," kata Karvian.
Mereka pun pergi pergi meninggalkan makam Andira. Sesampainya di depan pemakaman, Karvian menawarkan Ardian untuk mampir ke rumahnya.
"Apa Papah gak mau mampir dulu ke rumah?" tanya Karvian.
"Gak perlu lain kali aja ya," kata Ardian.
Calista sangat kesal karena Papahnya menolak untuk kerumah Karvian.
"Ya udah, aku duluan ya Pah, Mah," kata Karvian.
"Iya," kata Ardian.
Karvian, Melvin, dan Anara masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pemakaman.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...