Contract Wife

Contract Wife
016-Persiapan Lamaran



Sementara di kamar, Liyana meluapkan rasa kesalnya sedangkan Kayla berusaha menenangkan Ibunya.


"Mamah benar-benar gak habis pikir sama Papah kamu, bisa-bisanya dia menyetujui hubungan Kakak kamu sama pengasuh Melvin itu," kata Liyana.


"Iya Mah, Papah udah keterlaluan! masa dia memilih gadis itu daripada Kak Lista, kita kan gak tau soal gadis itu sedangkan Kak Lista, kita udah kenal banget. Kenapa Papah lebih memilih dia?" kata Kayla.


Ceklek!


Pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah Nicolas dan Althaf. Nicolas pun berjalan menghampiri istrinya.


"Papah tau Mamah marah sama Papah, tapi Papah melakukan ini semua demi Melvin, dia terlihat dekat banget sama gadis itu dan gadis itu terlihat tulus sayang sama Melvin, makanya Papah langsung setuju jika Karvian menikah sama dia," kata Nicolas.


"Tapi Pah kita gak tau asal usul gadis itu, seperti apa sifatnya dan bagaimana keluarganya kita gak tau, Pah," kata Liyana.


"Papah yakin dia adalah gadis baik dan dia juga pasti akan jadi istri yang baik buat Karvian dan Ibu yang baik buat Melvin," kata Nicolas," Jadi Papah mohon Mamah setuju ya sama hubungan mereka?"


"Gak! Sampai kapanpun Mamah gak akan setuju sama hubungan mereka!" kata Liyana.


Nicolas menghela nafasnya. Sekarang seperti dia harus menggunakan cara terakhir agar Liyana merestui hubungan Karvian dan Anara. Namun terlebih dahulu Nicolas menyuruh Althaf dan Kayla keluar dari kamarnya.


"Althaf, Kayla tolong kalian keluar dari kamar ini ya," pinta Nicolas.


"Gak mau! aku mau temenin Mamah disini!" kata Kayla.


"Kayla!" tegur Nicolas menatap tajam Kayla.


Melihat tatapan tajam Ayahnya membuat Kayla takut dan terpaksa menuruti permintaan Ayahnya. Althaf dan Kayla pun keluar dari kamar orang tua mereka. Setelah kepergian Althaf dan Kayla, barulah Nicolas menjalankan rencananya.


"Baiklah jika Mamah gak setuju sama hubungan Karvian dan Anara Papah pastikan kalau Mamah gak akan mendapatkan sepersen pun harta warisan Papah dan Papah akan memindahkan hak Mamah ke Anara," ancam Nicolas.


Mendengar ancaman Nicolas membuat Liyana menjadi takut. Dia tidak rela jika hak dirinya ata harta warisan suaminya jatuh kepada Anara.


"Papah kok tega sih ngancem Mamah," kata Liyana.


"Bagaimana Mah, apa Mamah mau menyetujui hubungan Karvian dengan Anara atau tidak?" tanya Nicolas.


Liyana terdiam sambil memikirkan keputusannya. Setelah berpikir panjang akhirnya Liyana memutuskan untuk menyetujui hubungan Karvian dengan Anara.


"Baiklah Mamah akan menyetujui hubungan mereka," kata Liyana.


Nicolas tersenyum. Sebenarnya dia tidak berniat untuk mengancam istrinya tapi tidak ada cara lain yang bisa dia gunakan untuk meluluhkan istrinya yang keras kepala itu.


"Ya sudah besok malam, kita akan ke rumah Anara untuk melamarnya," kata Nicolas.


"Emm," kata Liyana


Setelah itu Liyana pun pergi meninggalkan suaminya. Sedangkan Nicolas mengikuti istrinya di belakang.


→Kediaman Karvian.


Kini Karvian, Anara, dan Melvin telah sampai di rumah. Mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah. Sesampainya di rumah, Karvian menyuruh Melvin untuk istirahat di kamarnya.


"Melvin istirahat ya di kamar," pinta Karvian.


Melvin pun mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya. Saat Karvian ingin pergi, tiba-tiba Anara menghentikannya.


"Tunggu," kata Anara.


"Ada apa?" tanya Karvian.


"Kenapa Tuan bilang kalau besok malam Tuan akan melamar saya?" tanya Anara.


"Supaya orang tua saya yakin sama hubungan kita," jawab Karvian.


"Tapi saya belum bilang sama keluarga saya dan saya harus bilang apa sama mereka? karena ini sangat tiba-tiba," kata Anara.


"Ya kamu jawab sebisa kamu lah, pokoknya besok persiapkan diri kamu dan jangan sampai kamu membuat kesalahan sedikit pun besok, ngerti," kata Karvian.


Karvian pergi meninggalkan Anara. Anara sangat kesal karena Karvian pergi begitu saja saat Anara masih perlu bicara dengannya.


"Dasar pria nyebelin, aku belum selesai ngomong eh dia langsung pergi gitu aja. Aduh, apa ya yang aku harus bilang sama Ibu dan Farra soal lamaran besok?" gumam Anara.


Sementara Karvian, dia pergi ke ruang kerjanya. Sesampainya disana, dia duduk dikursinya. Dia memikirkan acara besok. Karvian tidak menyangka jika sebentar lagi dia akan menikah lagi padahal dia sudah berniat untuk tidak menikah lagi.


Karvian melirik ke arah foto mendiang istrinya. Diambilnya foto mendiang istrinya itu dan mengusapnya dengan pelan.


"Dira sayang, aku gak nyangka kalau sebentar lagi aku akan menikah lagi tapi asal kamu tau, aku melakukan ini demi putra kita. tapi kamu tenang aja cinta aku cuma buat kamu sayang," gumam Karvian.


Karvian mencium foto mendiang istrinya itu lalu memeluknya dengan erat.


Sementara itu Anara kini sedang menemani Melvin bermain diruang bermainnya. Melvin memberikan undangan ultah Hanin pada Anara dan memintanya untuk menemaninya besok.


"Apa ini sayang?" tanya Anara.


Melvin:Ini undangan Ultah Hanin Tante. Acaranya besok siang setelah pulang sekolah. Apa Tante mau temenin aku kesana?


"Tentu Tante mau sayang, besok Tante akan temenin kamu kesana," kata Anara.


Melvin sangat senang karena Anara mau menemaninya ke Ultah Hanin. Saking senangnya, dia pun memeluk Anara.


"Melvin udah siapin kado belum buat Hanin?" tanya Anara.


Melvin melepaskan pelukannya pada Anara lalu menggelengkan kepalanya.


"Ya udah gimana kalo kita beli kado buat Hanin?" tanya Anara.


Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Anara untuk membeli kado  buat Hanin.


"Tapi izin dulu sama Papah, " kata Anara.


Melvin dan Anara beranjak dari duduknya dan pergi menuju ruang kerja Ayahnya untuk meminta izin. Sesampainya disana, Anara terlebih dulu mengetuk pintu sebelum masuk.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut Karvian dari luar ruangan.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan Anara dan Melvin masuk ke dalam ruang kerja Karvian lalu Melvin berjalan mendekati Karvian.


"Ada apa sayang?" tanya Karvian.


Melvin:Aku sama Tante Anara boleh gak ke Mall buat cari kado buat Hanin. Soalnya besok Hanin ulang tahun Pah.


"Boleh sayang, " kata Karvian.


Melvin sangat senang karena Ayahnya mengizinkan untuk jalan-jalan bersama Anara.


"Jangan lama-lama habis beli kado langsung pulang," kata Karvian pada Anara.


"Baik Tuan," kata Anara.


Melvin memeluk Ayahnya sebagai tanda Terima kasih karena Ayahnya sudah mengizinkan jalan-jalan. Tak lupa dia mengecup kedua pipi Ayahnya. Setelah itu, Melvin menarik tangan Anara keluar dari ruang kerja Ayahnya untuk menemaninya bersiap.


→Kediaman Ardian.


Farah dan Calista telah sampai di rumah mereka. Mereka berdua turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumah. Sesampainya dirumah, Calista langsung menumpahkan amarahnya. Dia tidak terima jika Karvian lebih memilih Anara daripada dirinya.


"Arghh.. kenapa sih Kak Vian lebih memilih gadis itu daripada aku? kurang cantik apa coba aku sampai dia memilih gadis itu daripada aku," kata Calista.


"Mamah juga gak habis pikir sama Vian, bisa-bisanya dia menolak kamu dan lebih memilih gadis lain sebagai istrinya padahal kamu itu adik mendiang istrinya. Harusnya dia memilih kamu daripada gadis itu," kata Farah.


"Aku gak bisa menerima ini semua gitu aja Mah. Kita harus bisa membatalkan pernikahan mereka," kata Calista.


"Sepertinya Mamah punya cara buat bikin pernikahan mereka batal," kata Farah.


"Gimana caranya Mah?" tanya Calista.


"Kita hasut aja Papah kamu, bilang sama Papah kamu kalau kamu ditolak sama Vian karena gadis itu, Mamah yakin Papah kamu pasti akan membela kamu dan menyuruh Vian buat menerima kamu, otomatis pernikahan mereka batal kan," kata Farah.


"Cara Mamah sangat bagus, aku setuju sama rencana Mamah ini," kata Calista.


"Ya udah nanti kalau Papah kamu pulang, kamu harus akting menangis biar Papah kamu semakin percaya kalau kamu disakiti sama Vian," kata Farah.


"Oke Mah," kata Calista.


Mereka berdua tertawa bersama. Mereka yakin jika rencana mereka untuk membatalkan pernikahan Karvian akan berhasil. Namun tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti.


→Kediaman Orang tua Karvian


Althaf menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Sesampainya di ruang tamu, dia ditegur oleh Ibunya


"Kamu mau kemana Al?" tanya Liyana


"Aku mau kerja kelompok Mah sama teman," jawab Althaf.


"Ya sudah kamu hati-hati dan pulangnya jangan kemaleman ya," kata Liyana.


"Siap Mah, aku pamit ya Mah," kata Althaf.


"Iya," kata Liyana.


Setelah berpamitan, Althaf melangkah keluar dari rumah. Sesampainya diluar rumah, dia masuk ke dalam mobil sportnya. Althaf mulai menghidupkannya mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya.


→Mall


Kini Anara dan Melvin sudah berada di Mall. Setelah membayar biaya taksi, Anara dan Melvin turun dari mobil lalu berjalan memasuki Mall. Sesampainya di dalam Mall, Anara bertanya pada Melvin soal kado yang akan diberikannya pada Hanin.


"Melvin mau kasih kado apa buat Hanin?" tanya Anara.


Melvin:Aku bingung mau kasih kado apa Tante.


"Gimana kalau Melvin kasih Boneka aja buat Hanin?" tanya Anara memberikan saran pada Melvin.


Melvin:Iya Tante, aku mau kasih Hanin boneka aja. Dia kan suka banget sama boneka teddy bear.


"Ayo kita ke toko mainan buat milih boneka lucu untuk Hanin," kata Anara.


Anara menggandeng tangan Melvin dan membawanya menuju toko mainan untuk membeli hadiah ulang tahun Hanin.


Disisi lain ditempat yang sama, Althaf sedang membeli sebuah minuman dan cemilan di kedai snack sambil menunggu teman-temannya datang.


"Ini Mas minuman coklatnya sama nugget ayamnya," kata penjaga kasir kedai tersebut.


"Berapa semuanya?" tanya Althaf.


"Jadinya 85.000," jawab Penjaga kasir tersebut.


"Ini uangnya ambil aja kembaliannya ya cantik, " kata Althaf sambi memberikan uang selembar berwarna merah.


"Makasih Mas," kata Penjaga kasir tersebut sambil tersipu malu.


Althaf mengambil pesanannya lalu pergi meninggalkan kedai snack itu. Saat Althaf melanjutkan jalannya, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang gadis hingga minuman dan makananya tumpah di baju gadis itu.


"Ya ampun baju kok, Heh kalau jalan pakai mata dong lihat baju saya jadi kotor gara-gara kamu," kata Gadis itu memarahi Althaf.


Althaf menatap gadis itu seketika dia terpesona melihat gadis itu.


"Bukannya minta maaf malah ngelamun kamu," tegur Gadis itu.


"Maaf Mbak habisnya Mbak kalau marah cantik sih, makanya saya ngelamun lihatin kecantikan Mbak," kata Althaf menggoda gadis itu.


"Dasar kamu, bukan minta maaf dengan serius malah menggoda saya, mau kamu saya bikin masuk rumah sakit Hah," ancam gadis itu.


"Eh jangan Mbak. Ya ampun galak banget sih, yaudah saya minta maaf karena saya udah nabrak Mbak tapi saya beneran gak sengaja nabrak Mbak," kata Althaf.


"Nah gitu dong, daritadi Kek udah sana minggir saya mau lewat," kata gadis itu.


Gadis itu pun pergi meninggalkan Althaf. Sedangkan Althaf memandangi gadis itu sambil tersenyum. Entah kenapa dia penasaran dengan gadis itu.


"Gadis yang cantik dan galak. Semoga gue bisa ketemu sama dia lagi," gumam Althaf.


Saat Althaf ingin pergi, tiba-tiba dia menemukan sebuah gelang di dekat kakinya. Althaf pun mengambil gelang itu. Di gelang itu bertuliskan nama seseorang.


"Rifa? apa mungkin gelang ini punya cewek itu ya? ya udah gue simpan dulu nanti kalau ketemu lagi gue balikin dan kenalan sama tuh cewek," kata Althaf.


Althaf menyimpan gelang itu di saku celananya lalu berjalan untuk menemui teman-temannya di Caffe tongkrongan mereka.


Disisi lain, Anara dan Melvin sedang berada di toko mainan. Mereka memilih boneka untuk Hanin. tiba-tiba Melvin menemukan boneka teddy bear berwarna pink yang sangat lucu. Dia pun mengambil boneka itu lalu berjalan menghampiri Anara. Melvin menarik ujung pakaian yang Anara kenakan untuk memperlihatkan boneka pilihannya itu pada Anara.


"Apa sayang?" tanya Anara.


Melvin memberikan boneka itu pada Anara. Anara pun mengerti apa yang Melvin inginkan.


"Jadi kamu mau kasih Boneka ini untuk kado Hanin?" tanya Anara.


Melvin pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Anara.


"Ya udah ayo kita beli dulu biar sekalian boneka dibungkus jadi kado," kata Anara.


Anara menggandeng tangan Melvin dan membawanya ke kasir. Sesampainya di meja kasir, Anara memberikan boneka itu pada penjaga kasir untuk dihitung.


"Mbak tolong sekalian dibungkus jadi kado ya bonekanya," pinta Anara.


Setelah menscan boneka itu, Penjaga itu langsung membawa boneka itu untuk dibungkus. Tak lama kemudian, penjaga itu kembali dengan membawa tas belanja.


"Ini Mbak kadonya," kata Penjaga kasir itu sambil menyerahkan tas belanja itu pada Anara.


"Berapa semuanya?" tanya Anara.


"Total semuanya menjadi 350.000," jawab Penjaga kasir.


"Ini uangnya, ambil saja kembaliannya," kata Anara sambil memberikan uang berwarna merah sebanyak 4 lembar.


"Terima kasih Mbak," kata Penjaga kasir itu.


Setelah itu, Anara dan Melvin pun pergi meninggalkan toko mainan tersebut.


"Sekarang Melvin mau kemana lagi?" tanya Anara.


Melvin:Aku mau beli burger sama kentang goreng dulu Tante sebelum pulang.


"Oh kamu mau burger sama kentang goreng. Ayo kita beli sekarang, " ajak Anara.


Anara segera mengajak Melvin menuju restoran untuk membeli burger dan kentang goreng.


Sesampainya di restoran tersebut, Anara langsung memesan cheeseburger kesukaan Melvin dan kentang goreng jumbo tak lupa juga minuman rasa milo. Saat menunggu pesanan, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Anara dan membuatnya terkejut. Anara langsung menoleh ke belakang.


"Rifa," kata Anara.


"Iya, ini aku Rifa," kata orang itu yang ternyata adalah Rifa, sahabat Anara.


"Ya ampun, aku gak nyangka kalau kita ketemu disini," kata Anara.


"Maaf ya Nara kita jarang ketemu soalnya kerjaan aku lagi banyak banget di kantor," kata Rifa merasa bersalah.


"Ah gak papa kok santai aja kali," kata Anara.


Tatapan Rifa beralih ke Melvin yang saat ini bersembunyi di belakang Anara.


"Nara dia siapa?" tanya Rifa.


"Dia anak asuh aku," jawab Anara.


"Jadi kamu kerja sebagai Babysitter anak ini?" tanya Rifa terkejut


"Iya," jawab Anara.


"Hai anak ganteng," sapa Rifa.


"Dia takut sama orang yang baru dia kenal," kata Anara.


"Kamu gak usah takut, Tante ini temannya Anara," kata Rifa," Lihat Tante punya coklat buat kamu."


"Sayang Tante ini bukan orang jahat, dia teman Tante. Ayo terima coklat dari Tante Rifa," kata Anara


Melvin pun menerima coklat dari Rifa dengan perasaan antara takut berani.


"Rifa baju kenapa kotor?" tanya Anara.


"Tadi aku tabrakan sama cowok, minuman dia sama makanan dia tumpah ke baju aku tapi aku kesal banget sama dia," kata Rifa.


"Kesal kenapa?" tanya Anara.


"Masa dia godain aku bukannya minta maaf udah nabrak aku," jawab Rifa.


"Mungkin dia jodoh kamu kali," canda Anara.


"Jodoh aku? Ih ogah aku berjodoh sama dia lagian usia dia beda jauh sama aku keliatan dia masih kuliah," kata Rifa.


"Ya siapa tau kan? kan kalau emang udah jodoh gak pandang usia," kata Anara.


"Udah ah jangan bahas cowok itu lagi," kata Rifa.


Tak lama kemudian pesanan Melvin pun telah jadi. Anara langsung mengambil pesanan Melvin tersebut.


"Rifa maaf ya aku gak bisa lama-lama," kata Anara.


"Gak papa kok, nanti aku main ke rumah kamu aja kalau mau lama ngobrol," kata Rifa.


Saat Anara ingin mengeluarkan uang untuk membayar pesanan Melvin, tiba-tiba Rifa menghentikannya.


"Kamu gak usah bayar, biar aku aja yang bayarin," kata Rifa.


"Gak usah Rifa," kata Anara.


"Udah gak papa kok, kita kan bestie apa kamu mau nolak bestie kamu?" tanya Rifa.


Mendengar perkataan Rifa membuat Anara mengalah dan membiarkan Rifa membayar pesanan Melvin.


"Makasih ya Rifa udah bayarin pesanan Melvin," kata Anara.


"Sama-sama," kata Rifa.


"Kalau gitu kami pulang dulu ya," kata Anara.


"Oke, Hati-hati ya," kata Rifa.


Anara dan Melvin pergi meninggalkan restoran tersebut sedangkan Rifa, dia memesan makanan pesanannya.


Disisi Lain, Ibu Nurmala sedang berjalan menjajakan gorengannya. Tiba-tiba dua orang gadis menghentikannya.


"Bu Beli gorengannya," kata Salah satu gadis itu.


"Silahkan mau gorengan yang mana?" tanya Ibu Nurmala.


Dua gadis itu memilih gorengan yang ingin mereka beli. Ibu Nurmala mengambil gorengan itu lalu membungkusnya.


Di dalam mobil, Ardian sedang mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Dia pun menghentikan mobilnya karena lampu lalu lintas berwarna merah. Tanpa sengaja Ardian melihat Ibu Nurmala dari jendela mobilnya dan dia sangat terkejut melihat Ibu Nurmala.


"Ya ampun, apa benar wanita itu Nurmala? jadi artinya dia ada di kota ini juga. Aku harus turun untuk memastikan dia itu Nurmala atau bukan" gumam Ardian.


saat Ardian ingin turun dari mobilnya, tiba-tiba lampu yang semula merah kini menjadi hijau. Ardian mengurungkan niatnya dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya.


→Kediaman Karvian.


Karvian telah selesai memeriksa berkas perusahaan lewat email. Karvian mengambil handphonenya yang dia taruh di atas meja kerjanya untuk menghubungi Dilon.


"Hello Tuan," kata Dilon setelah telpon tersambung.


"Besok tolong kamu siapkan persiapan lamaran mulai dari cincin, hantaran, dan konsumsi makanan," kata Karvian.


"Persiapan lamaran? Lamaran untuk siapa Tuan?" tanya Dilon.


"Buat saya," jawab Karvian.


"Buat Anda Tuan?" tanya Dilon semakin bingung.


"Ah sudahlah pokoknya kamu harus siapkan itu semua besok," kata Karvian.


"Baik Tuan saya akan siapkan semuanya besok," kata Dilon.


"Dan besok saya tidak ke kantor, jadi kamu yang menghandle semua pekerjaan kantor besok," pinta Karvian.


"Baik Tuan," kata Dilon.


Tutt.. Tutt... Tutt..


Karvian memutuskan sambungan telponnya dengan Dilon. Setelah itu, Karvian melamun memikirkan acara lamaran besok. Dia berharap keputusannya ini sudah tepat. Dia pun beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari ruang kerjanya.


Sementara itu, Anara dan Melvin telah sampai di depan rumah. Setelah membayar biaya taksi, Anara dan Melvin pun turun dari mobil dan berjalan memasuki rumahnya.


Sesampainya di dalam rumah, Melvin berlari menghampiri Ayahnya.


"Jagoan Papah udah pulang, tadi beli apa aja di Mall?" tanya Karvian.


Melvin:Aku beli hadiah boneka buat Hanin dan aku beli cheeseburger sama Kentang goreng.


Karvian tersenyum membaca jawaban dari Melvin lalu mengusap rambut Melvin dengan pelan.


"Kamu boleh pulang," pinta Karvian.


"Saya udah boleh pulang Tuan?" tanya Anara memastikan perkataan Karvian.


"Iya, saya kasih kamu pulang lebih awal hari ini untuk persiapan besok," jawab Karvian," Dan hari ini saya akan antar kamu pulang"


"Hah, Tuan mau antar saya pulang" tanya Anara.


"Iya. Kenapa?" tanya Karvian kembali


"Ya gak papa saya cuma heran aja tumben banget Tuan mau antar saya pulang," kata Anara.


"Karena saya mau tau rumah kamu dimana. gimana saya mau lamar kamu kalau saya gak tau rumah kamu," kata Karvian.


"Hehehe, ya juga sih," kata Anara.


"Ayo cepat jangan lama, saya masih punya urusan setelah ini," kata Karvian


Melvin:Papah aku ikut antar Tante Anara pulang ya.


"Iya sayang," kata Karvian.


Melvin sangat senang dan bersemangat karena Ayahnya memperbolehkannya untuk ikut mengantar Anara pulang. Mereka pun berjalan keluar dari rumah. Sesampainya di dalam rumah, mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya.


→Kediaman Orang tua Karvian


Althaf telah pulang ke rumahnya setelah menyelesaikan kerja kelompoknya. Setelah turun dari mobil, dia berjalan memasuki rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, kedatangan disambut oleh Bi Minten.


"Den Althaf sudah pulang," kata Bi Minten.


"Iya Bi. Kok rumah sepi kayak gini? Mamah, Papah, sama Kayla mana?" tanya Althaf.


"Nyonya pergi keluar Den kalau Tuan sama Non Kayla ada di kamar mereka," jawab Bi Minten.


"Oh gitu. Bi aku ke kamar dulu ya," kata Althaf.


"Iya Den silahkan," kata Bi Minten.


Althaf pun pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Sesampainya di kamar, Althaf langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Tiba-tiba dia teringat dengan Rifa. Dia mengambil gelang milik Rifa dari saku celananya.


"Namanya Rifa? nama yang cantik secantik orangnya. Gue harap gue bisa ketemu sama dia lagi dan bisa kenal lebih jauh lagi sama dia," gumam Althaf.


Setelah memikirkan Rifa, Althaf mengubah posisinya menjadinduduk lalu beranjak dari kasur dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


→Rumah Anara.


Karvian telah sampai mengantar Anara sampai dirumahnya. Anara pun turun dari mobil sedangkan Karvian menatap rumah sederhana milik Anara dari dalam mobil.


"Ini rumah kamu?" tanya Karvian.


"Iya emang kenapa?" tanya Anara kembali.


"Gak papa," jawab Karvian.


"Terima kasih udah anterin saya pulang," kata Anara.


"Emm," kata Karvian," Ingat untuk acara besok."


"Iya," kata Anara.


Melvin melambaikan tangan pada Anara. Anara pun membalas lambaian tangan Melvin. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya kembali meninggalkan rumah Anara. Anara pun berjalan memasuki rumahnya.


Sesampainya di dalam, dia melihat adiknya sedang serius belajar diruang tamu.


"Lagi belajar?" tanya Anara sambil duduk disofa.


"Ya ampun Kakak. Bikin kaget aja," kata Nafara." Kakak udah pulang kerja? awal banget?"


"Iya, bos kakak hari ini pulang kantornya lebih awal makanya Kakak juga pulang lebih awal hari ini," jawab Anara," Oh ya. Ibu mana?"


"Ibu belum pulang jualan," kata Nafara.


"Ya udah, aku mau ke kamar dulu. Kamu lanjut aja belajarnya," kata Anara.


"Oke Kak," kata Nafara.


Anara segera masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Anara duduk dipinggir kasurnya. Dia tengah memikirkan bagaimana cara untuk menyampaikan soal lamaran Karvian besok malam pada Ibunya.


'Aduh apa yang harus aku katakan sama Ibu soal lamaran besok. Ah daripada aku pusing gini lebih baik aku mandi dulu,' batin Anara.


Anara beranjak dari duduknya lalu mengambil handuknya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...