
...(Keesokan Harinya)...
→Kediaman Karvian.
Keluarga kecil Karvian sedang sarapan pagi bersama. Tidak ada suara diantara mereka yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu. Tiba-tiba Karvian membuka suaranya.
"Ingat, nanti kalau saya jemput kamu sudah harus siap. Saya gak mau membuang waktu saya hanya untuk nungguin kamu dandan," kata Karvian.
"Iya," kata Anara.
Melvin:Papah sama Ibu mau kemana?
"Kami mau ke rumah Opa sayang, Oma buyut hari ini datang jadi nanti siang kita ke rumah Opa buat makan siang bersama," jawab Karvian.
Melvin:Oke Pah, lagian aku juga udah kangen banget sama Oma buyut.
"Ayo lanjut makan, nanti kamu telat ke sekolah," kata Karvian.
Melvin pun mengangguk dan melanjutkan makannya. Setelah selesai sarapan, Karvian dan Melvin segera meninggalkan meja makan. Anara mengantar mereka sampai ke depan rumah.
"Melvin belajar yang rajin ya dan jangan nakal Oke," kata Anara.
Melvin pun mengangguk mengiyakan perkataan Anara. Setelah itu, Karvian dan Melvin masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya.
→Bandara
Nicolas telah berada di Bandara. Mereka sedang menunggu Ibunya dan adiknya keluar dari Bandara. Tak lama kemudian, Nicolas melihat Ibunya keluar dari Bandara. Dia pun berjalan ke arah Ibunya.
Nicolas langsung memeluk Ibunya untuk melepaskan rindunya.
"Mamah aku sangat senang karena akhirnya Mamah pulang juga ke Indonesia," kata Nicolas.
"Mamah merasa bosan disana jadinya Mamah memutuskan untuk pulang ke Indonesia lagipula Mamah itu kangen banget sama kamu, Liyana, dan cucu-cucu Mamah," kata Ibu Nicolas yang bernama Oma Dayanti.
"Kami semua juga kangen banget sama Mamah," kata Nicolas," Ayo Mah kita pulang, kami udah siapin kepulangan Mamah dirumah."
"Oh ya? kalau begitu ayo kita pulang," kata Oma Dayanti.
Nicolas dan Oma Dayanti masuk ke dalam mobil. Mobil Nicolas mulai berjalan meninggalkan Bandara. Selama di perjalanan menuju rumah, Nicolas dan Oma Dayanti sedang berbincang tentang Anara.
"Oh ya Nicolas, bagaimana istri baru Vian? Dan bagaimana latar belakang gadis itu?" tanya Oma Dayanti.
"Dia gadis yang sangat baik Mah terus juga sopan bahkan Melvin sangat dekat sama dia dan untuk soal latar belakang dia sudah aku beritahu Mamah ditelpon, dia dari kalangan biasa Mah," jawab Nicolas.
"Bagaimana Vian bisa menjalin hubungan sama gadis itu?" tanya Oma Dayanti kembali.
"Untuk soal itu aku gak tau Mah, mereka berdua menjalin hubungan secara diam-diam dan baru ketahuan setelah Liyana mau menjodohkan Vian sama Lista," jawab Nicolas.
"Apa? Liyana mau menjodohkan Vian sama si Calista itu?" tanya Oma Dayanti terkejut.
"Iya Mah," jawab Nicolas.
"Sepertinya nanti Mamah akan kasih gadis itu ujian," kata Oma Dayanti.
"Ujian? Maksud Mamah?" tanya Nicolas.
"Mamah akan kasih dia beberapa test kalau dia mampu menyelesaikan itu maka Mamah tidak akan ragu lagi sama dia," jawab Oma Dayanti.
"Aku harap Mamah jangan kasih dia test yang aneh-aneh," kata Nicolas mengingatkan Mamahnya.
"Udah kamu tenang aja Oke, test yang Mamah berikan gak akan aneh-aneh kok," kata Oma Dayanti.
Nicolas terdiam namun dia berharap ucapan Ibunya itu benar. Dia hanya takut Ibunya bersikap tidak baik pada Anara. Nicolas tau bagaimana sifat Ibunya itu, jika Ibunya tidak menyukai orang itu maka Ibunya akan terus memusuhi orang itu. Mobil Nicolas terus melaju menuju kediamannya.
Disisi lain, Rifa sedang menunggu taksi online pesanannya dengan perasaan pasalnya dia sudah terlambat pergi ke kantor.
"Aduh taksinya mana lagi nih, mana aku udah telat lagi ke kantor. Pasti aku kena marah bos nih," gumam Rifa.
Tiba-tiba sebuah mobil sport berhenti di depannya. Rifa mengerutkan keningnya ketika melihat mobil itu karena dia tidak mengenali mobil itu. Kemudian seorang laki-laki turun dari mobil itu dan Rifa terkejut melihat laki-laki itu.
"Kamu," kata Rifa.
"Hai mbak Rifa," sapa orang itu yang ternyata adalah Althaf," Mbak mau kemana?"
"Bukan urusan kamu," ketus Rifa.
"Ya emang bukan urusan aku sih tapi aku mau antar mbak," kata Althaf," kalau dilihat dari pakaian mbak sih kayaknya mbak mau ke kantor ya, ayo aku antar."
"Maaf ya saya gak mau menerima tumpangan dari kamu," kata Rifa.
"Ya udah kalau mbak gak mau biarin aja Mbak telat ke kantor terus di pecat deh sama Bos," kata Althaf.
Rifa pun terdiam. Dia merasa perkataan Althaf benar, jika dia terus menunggu taksi dia bisa terlambat ke kantor. Dengan terpaksa Rifa pun menerima tawaran dari Althaf.
"Ya udah saya menerima tawaran kamu," kata Rifa.
"Nah gitu dong kan enak," kata Althaf.
Althaf pun segera membukakan pintu mobil untuk Rifa dan mempersilahkan Rifa untuk masuk ke mobilnya.
"Silahkan masuk Mbak cantik," kata Althaf.
Rifa segera masuk ke dalam mobil, Setelah Rifa masuk Althaf dengan cepat berputar dan masuk ke bangku kemudinya. Althaf mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju kantor Rifa.
Selama di perjalanan, Althaf terus mengajak Rifa berbicara sedangkan Rifa hanya menjawab seadanya.
"Nama kantor Mbak apa?" tanya Althaf.
"Stevano Groups," jawab Rifa.
"Oke," kata Althaf.
"Kamu nganterin saya ini emangnya kamu gak telat ke kampus?" tanya Rifa.
"Gak papa Mbak kalau aku telat ke kampus lagian aku udah biasa kok telat begini, kalau telat aku bolos aja, " kata Althaf.
"Jangan dibiasain kasihan orang tua kamu yang biayain kamu mahal-mahal kuliah tapi kamu malah bolos kuliah," kata Rifa.
"Iya Mbak ku sayang," kata Althaf.
Rifa langsung melototkan matanya ketika Althaf mengucapkan sayang padanya. Sedangkan Althaf, dia tertawa kecil melihat Rifa melotot padanya.
Tak terasa Althaf telah sampai mengantar Rifa sampai di depan kantornya.
"Terima kasih udah anterin saya," kata Rifa.
"Sama-sama Mbak cantik," kata Althaf.
Rifa pun turun dari mobil Althaf dan segera berjalan memasuki kantornya. Melihat Rifa yang sudah masuk ke dalam kantornya, Althaf kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampusnya.
→Kediaman Orang tua Karvian.
Disisi lain, Liyana mengawasi ARTnya yang sedang membersihkan kamar tamu untuk Ibu mertuanya.
"Bersihin yang bersih, kamu tau kan Ibu mertua saya itu orangnya sangat pembersih," kata Liyana.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
"Oh ya? Apa kamu udah beli semua bahan untuk masakan makan siang?" tanya Liyana.
"Sudah Nyonya," jawab Bi Minten.
"Ya sudah kamu selesaikan pekerjaan kamu ini, ingat kamar ini harus sudah bersih sebelum Ibu mertua saya datang," kata Liyana.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Liyana memutuskan keluar dari kamar tamu itu dan pergi menuju ruang tamu. Sesampainya diruang tamu, dia langsung duduk disofa.
"Apa aku undang Lista aja ya kesini? siapa tau Mamah dukung aku buat menyatukan Lista sama Vian dan menyuruh Vian buat menceraikan gadis itu," gumam Liyana.
Liyana mengambil handphone yang dia taruh diatas meja didekat sofa dan dia segera menghubungi Calista untuk menyuruhnya datang ke rumahnya.
"Hello Lista sayang," kata Liyana.
"Hello Tante ada apa telpon aku?" tanya Calista disebrang telpon.
"Tante mau ngundang kamu makan siang dirumah Tante karena Oma Vian mau datang kesini," jawab Liyana.
"Aku sih mau aja datang kesana Tante tapi Om Nicolas kemarin bilang sama aku kalau aku gak boleh ikut campur urusan keluarga kalian," kata Calista.
"Udah kamu datang aja, urusan Om Nicolas biar Tante aja yang urusin," kata Liyana.
"Beneran Tante?" tanya Calista.
"Iya benar," jawab Liyana.
"Kalau gitu nanti siang aku bakalan datang ke rumah tante," kata Calista.
"Oke Tante tunggu loh kedatangan kamu," kata Liyana.
"Iya Tante. Udah dulu ya Tante," kata Calista.
"Oke sayang bye," kata Liyana.
"Bye Tante," kata Calista.
Liyana memutuskan sambungan telponnya dengan Calista. Tak lama kemudian, dia mendengar suara mobil suaminya telah datang. Liyana langsung beranjak dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.
Senyumnya merekah ketika dia melihat Ibu mertuanya telah datang. Liyana langsung mendekati Ibu mertuanya dan memeluknya dengan erat.
"Aku kangen banget sama Mamah," kata Liyana.
"Mamah juga kangen banget sama kamu," kata Oma Dayanti.
"Mari Mah kita masuk," ajak Liyana.
Liyana mengenggam tangan Ibu mertuanya lalu menuntun Ibu mertuanya memasuki rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Oma Dayanti memandangi rumah anaknya yang sudah tidak dia kunjungi selama beberapa tahun.
"Oh ya Kayla sama Althaf mana?" tanya Oma Dayanti setelah dia duduk disofa.
"Althaf sama Kayla masih sekolah Mah," jawab Nicolas.
"Benar juga, ini kan masih jam sekolah ya," kata Oma Dayanti.
Kemudian Bi Minten datang menghampiri merekam
"Maaf Tuan, Nyonya, kamar Nyonya besar sudah selesai dibersihkan," kata Bi Minten.
"Nah sekarang Mamah istirahat pasti capek habis perjalanan jauh," kata Liyana.
"Ya kamu benar, badan Mamah rasanya pegal semua," kata Oma Dayanti.
"Mari Mah aku antar Mamah ke kamar," kata Liyana.
"Makasih ya," kata Oma Dayanti.
Oma Dayanti segera beranjak dari duduknya. Liyana pun mengantarkan Oma Dayanti ke kamarnya untuk istirahat.
...****************...
...(Siang Harinya) ...
→Kediaman Karvian
Anara sedang menunggu Karvian untuk menjemputnya. Sudah 1 jam dia menunggu namun tidak ada tanda-tanda Karvian akan datang. Hal itu membuat Anara menjadi kesal.
"Kebiasaan nih orang, tadi nyuruh aku siap-siap duluan biar cepat sekarang dia yang telat jemput aku," gumam Anara pada dirinya sendiri.
Tin!
Tin!
Bunyi klason mobil Karvian terdengar sangat nyaring.
Anara pun keluar dari rumah untuk menemui Karvian. Sesampainya diluar rumah, Anara langsung mengomeli Karvian ketika Karvian menurunkan jendela mobilnya.
"Kenapa Tuan lama banget jemput saya? Tuan tau saya sudah hampir 1 jam nungguin tadi nyuruh saya duluan siap-siap biar gak buang waktu tapi Tuan sendiri yang malah membuang waktu banget," omel Anara pada Karvian.
"Udah ngomelnya?" tanya Karvian.
"Udah emang kenapa?" tanya Anara kembali.
"Kalau udah mending sekarang kamu masuk daripada ngomel gak jelas kayak gini," kata Karvian.
Anara segera masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya.
→Kediaman Orang tua Karvian
Liyana sedang sibuk di dapur menyiapkan bahan masakan untuk makan siang.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Bi Minten segera mengambil bahan yang Liyana sebutkan itu di dalam kulkas.
Kemudian, Oma Dayanti datang menghampiri Liyana.
"Mamah kok kesini? Aku kan udah bilang Mamah istirahat aja biar aku sama Minten yang masak," kata Liyana.
"Mamah kesini mau kasih tau kamu kalau kamu dan Minten gak usah masak," kata Oma Dayanti.
"Kalau aku gak boleh masak terus siapa yang masak makan siang buat kita Mah?" tanya Liyana.
"Yang akan masak buat kita adalah istri Vian," jawab Oma Dayanti.
"Maksud Mamah?" tanya Liyana tidak mengerti ucapan Oma Dayanti.
"Mamah punya rencana ingin memberi test buat istri Vian, Mamah ingin tau apa dia pantas menjadi istri Vian atau gak," jawab Oma Dayanti.
"Aku setuju banget sama rencana Mamah karena sebenarnya aku ragu sama gadis itu," kata Liyana.
"Kenapa kamu ragu sama dia?" tanya Oma Dayanti.
"Ya karena dia berasal dari keluarga biasa aja tidak seperti kita dari keluarga terpandang, aku ragu apa dia bisa menjaga kehormatan dan nama baik keluarga kita," kata Liyana.
"Kita lihat saja nanti bagaimana dia bisa menjalankan test itu," kata Oma Dayanti," Ya sudah ayo kita ke ruang tamu, kita ngobrol-ngobrol disana sambil nunggu cucu-cucu Mamah datang. "
"Iya Mah," kata Liyana.
Liyana dan Oma Dayanti pergi meninggalkan dapur dan berjalan menuju ruang tamu.
Sementara diluar, Althaf dan Kayla telah tiba dirumah. Mereka pun turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumah.
Sesampainya di dalam rumah, mereka terkejut melihat Nenek mereka. Mereka berdua segera berjalan menghampiri Nenek mereka.
"Oma aku kangen banget sama Oma," kata Kayla sambil memeluk Neneknya.
"Oma juga kangen banget sama kamu," kata Oma Dayanti.
Setelah Kayla, kini giliran Althaf yang memeluk Neneknya.
"Aku kangen banget sama Oma," kata Althaf.
"Oma juga kangen banget sama kamu Althaf," kata Oma Dayanti.
"Oma kapan datang kesini?" tanya Kayla.
"Pagi tadi sayang," jawab Oma Dayanti
"Oh ya, apa Oma ada oleh-oleh buat aku?" tanya Kayla.
"Tentu ada dong, Oma akan kasih oleh-oleh setelah makan siang nanti," jawab Oma Dayanti.
"Oke Oma," kata Kayla tampak senang.
"Sekarang kalian berdua ganti baju dulu sana," pinta Liyana.
"Iya Mah," kata Althaf dan Kayla bersamaan.
Althaf dan Kayla segera pergi ke kamar masing-masing untuk mengganti pakaian mereka.
Sementara diluar rumah, Karvian telah tiba di rumah orang tuanya. Dia segera turun dari mobil disusul oleh Anara dan Melvin lalu mereka berjalan memasuki rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Liyana, Nicolas, dan Oma Dayanti menyambut kedatangan keluarga Karvian. Oma Dayanti langsung memeluk Karvian dengan erat.
"Vian, Oma kangen banget sama kamu," kata Oma Dayanti.
"Aku juga kangen banget sama Oma," kata Karvian.
"Oma minta maaf karena saat kematian Andira Oma gak bisa datang," kata Oma Dayanti.
"Gak papa Oma, aku bisa maklumi kok alasan Oma gak bisa datang," kata Karvian.
Setelah memeluk Karvian, kini Oma Dayanti beralih kepada Melvin.
"Ini Melvin?" tanya Oma Dayanti.
"Iya Oma, Ini Melvin," jawab Karvian.
Oma Dayanti segera memeluk Melvin dengan erat. Dia sangat merindukan cicit kesayangannya itu.
"Oma kangen banget sama kamu sayang dan Oma gak nyangka ternyata kamu sekarang udah sebesar ini, Oma hampir gak kenalin kamu," kata Oma Dayanti.
Melvin menulis sesuatu di buku komunikasinya lalu memperlihatkan pada Oma Dayanti.
Melvin:Aku juga kangen banget sama Oma buyut.
Oma Dayanti tersenyum masam lalu mengusap kepala Melvin dengan lembut dan mencium puncak kepala Melvin. Dia mengira selama dia tinggal di New York, Melvin sudah bisa berbicara namun ternyata perkiraannya salah, Melvin masih belum bisa berbicara seperti anak normal lainnya.
Setelah ke Melvin, tatapan Oma Dayanti kini beralih pada Anara yang tersenyum padanya.
"Siapa dia?" tanya Oma Dayanti.
"Oma perkenalkan ini Anara, dia istri aku," jawab Karvian.
"Oh jadi dia istri baru kamu," kata Oma Dayanti.
"Ayo kamu saliman sama Oma," bisik Karvian pada Anara.
Anara pun menuruti perkataan Karvian. Dia langsung menyalami tangan Oma Dayanti sedangkan Oma Dayanti menatapnya dengan intens hingga membuat Anara menjadi takut. Tak lama kemudian, Althaf dan Kayla datang menghampiri mereka. Melihat kehadiran Anara membuat Kayla jengah. Sampai detik ini dia belum bisa menerima Anara sebagai kakak iparnya.
Tiba-tiba terdengar suara mobil lagi dari luar. Tak lama kemudian, masuklah Calista dengan membawa sebuah tas belanja. Dia berjalan mendekati keluarga besar Karvian.
"Lista syukurlah kamu datang juga," kata Liyana.
"Iya dong, kan Tante yang ngundang aku kesini jadi aku harus datang," kata Calista.
Nicolas terkejut ketika tau jika istrinya yang mengundang Calista untuk datang ke rumahnya padahal dia sudah memperingatkan istrinya itu untuk tidak membawa Calista ke dalam urusan keluarganya tapi ternyata istrinya tidak peringatan yang dia berikan.
Calista segera menghampiri Oma Dayanti dan mengulurkan tangan untuk menyalami Oma Dayanti. Namun Oma Dayanti enggan menerima uluran tangan Calista.
Melihat hal itu, Calista mengurungkan niatnya untuk menyalami Oma Dayanti Di dalam hati Calista, dia sangat merasa kesal dan sudah dipermalukan oleh Oma Dayanti.
"Kenapa kamu datang kesini? Kamu kan bukan bagian dari keluarga kami?" tanya Oma Dayanti sambil menatap tajam pada Calista.
"Aku kesini karena diundang sama Tante Liyana Oma, jadi aku gak enak nolaknya," jawab Calista.
"Liyana harusnya kamu gak boleh mengundang orang yang bukan bagian dari keluarga kita karena ini adalah acara keluarga kita," kata Oma Dayanti menyindir Calista.
Liyana hanya diam saja tanpa membela Calista. Dia tidak menyangka jika Ibu mertuanya tidak menyukai Calista.
"Hei kamu, ayo kemari," panggil Oma Dayanti pada Anara.
"Aku Oma?" tanya Anara.
"Iya kamu terus siapa lagi," jawab Oma Dayanti.
Anara segera berjalan menghampiri Oma Dayanti dengan perasaan takut.
"Ada apa Oma?" tanya Anara.
"Saya mau kamu masak makanan untuk kami semua terutama masakan kesukaan saya, ayam goreng with cream sauce," pinta Oma Dayanti.
"Maaf Oma tapi aku gak tau resep makanan kesukaan Oma itu," kata Anara.
"Minten," panggil Oma Dayanti.
"Iya Nyonya," kata Bi Minten yang sudah datang menghampiri Oma Dayanti.
"Tolong kamu ajari dia resep makanan kesukaan saya dan kamu jangan membantu dia memasak, " pinta Oma Dayanti.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Anara dan Bi Minten berjalan menuju dapur. Sedangkan yang lainnya menunggu diruang tamu sambil mengobrol satu sam lain. Calista pun berjalan menghampiri Kayla dan duduk disamping Kayla.
"Kayla, aku mau bicara sama kamu," bisik Calista pada Kayla.
Calista segera membawa Kayla pergi menjauh dari keluarganya. Melihat Calista yang membawa Kayla pergi menjauh, membuat Althaf menatap mereka dengan tatapan curiga.
"Kakak mau bicara apa sama aku?" tanya Kayla ketika mereka sudah sampai di tempat yang jauh dari keluarga.
Calista memperhatikan keadaan sekitar, setelah dirasanya cukup aman, Calista mengeluarkan sebotol obat dan memberikannya pada Kayla.
"Ini obat apa Kak?" tanya Kayla.
"Ini obat pencuci perut, aku mau kamu kasih obat ini ke makanan Oma biar gadis itu dimarahin habis-habisan sama Oma," jawab Calista.
"Tapi Kak kalau aku ketahuan gimana?" tanya Kayla.
"Aku jamin kamu gak akan ketahuan, please kamu mau kan melakukan ini demi aku, kamu sayang kan sama aku dan pengen aku jadi kakak ipar kamu," kata Calista memohon pada Kayla.
"Oke aku bakalan melakukan ini demi Kakak karena aku sayang sama Kak Lista," kata Kayla.
"Makasih ya Kayla, kamu emang adik aku yang paling baik," kata Calista.
"Sama-sama Kak," kata Kayla.
"Ayo kita ke ruang tamu lagi, nanti mereka malah curiga lihat kita ada disini," kata Calista.
"Ayo Kak," kata Kayla.
Kayla dan Calista segera berkumpul kembali dengan keluarga.
Sementara di dapur, Anara langsung membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan yang akan dia masak.
"Apa aja Bi bahan yang diperlukan untuk makanan kesukaan Oma?" tanya Anara.
"Ayam mentah, paprika, telur, sama susu cair Non," jawab Bi Minten.
Setelah mengambil bahan yang disebutkan Bi Minten dan bahan yang lainnya, Anara langsung memulai memasak.
1 jam kemudian, Anara telah selesai memasak. Dia langsung membawa makanannya ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Anara menata makanan di atas meja makan. Setelah selesai, Anara pun pergi memanggil keluarganya.
Saat Anara pergi, Kayla pun masuk ke ruang makan. Dia segera melancarkan aksinya yaitu memasukan obat yang diberikan Calista pada makanan untuk Oma Dayanti. Setelah selesai, dia langsung lari meninggalkan meja makan.
Tak lama kemudian, semua orang mendekati meja makan dan duduk di kursi masing-masing kecuali Anara.
"Oke, sekarang kamu layani kami dengan baik," pinta Oma Dayanti.
Anara pun segera mengambilkan nasi, ikan, dan lauk pauk untuk keluarganya. Dia melayani keluarganya dengan sangat baik. Oma Dayanti terus memperhatikan Anara tapi di dalam hatinya, Oma Dayanti kagum dengan Anara karena walaupun terus disuruh-suruh, gadis itu tetap diam dan tidak mengeluh terhadap tugasnya.
Sedangkan Calista, dia tersenyum senang karena dia yakin rencananya akan berhasil dan Karvian akan marah besar dengan Anara karena sudah membuat Oma Dayanti terluka.
"Good. Sebelum kamu ikut makan sama kita tolong dong kamu pijat pundak saya, " pinta Oma Dayanti.
"Baik Oma," kata Anara.
Anara segera menghampiri Oma Dayanti lalu mulai memijat pundak Oma Dayanti dengan pelan dan hati-hati.
"Oke cukup, sekarang kamu duduk dan makan makanan kamu," pinta Oma Dayanti.
"Baik Oma," kata Anara.
Anara pun duduk di kursinya yang berada di samping Karvian. Mereka pun memulai makan siang mereka bersama. Tidak ada suara di antara mereka, yang ada hanya dentingan peralatan makan saja.
Setelah selesai makan mereka, mereka semua berkumpul di ruang tamu. Calista tampak bingung karena sampai sekarang Oma Dayanti terlihat baik-baik saja.
"Aneh, kok si tua bangka ini baik-baik aja padahal efeknya itu bisa terjadi sekitar 5 menit yang lalu tapi sampai sekarang dia baik-baik aja," batin Calista.
"Anara saya mau ikut saya ke kamar saya," pinta Oma Dayanti.
Oma Dayanti segera pergi menuju kamarnya sedangkan Anara mengikutinya dari belakang.
"Kira-kira Oma mau bicara apa ya sama Kak Anara?" tanya Althaf.
"Mungkin dia dihukum sama Oma karena dia bikin kesalahan dia masakannya tadi," jawab Kayla.
"Hustt, jangan bicara sembarangan kamu," kata Althaf.
"Ya bisa jadi kan ucapan aku benar," kata Kayla.
Mendengar ucapan Kayla, membuat
Karvian dilanda rasa takut. Dia takut jika Anara membuat kesalahan dan membuat Omanya marah. Karena dia tau bagaimana kemarahan Omanya.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...