
Kediaman Karvian.
Karvian dan Melvin sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama. Karvian tengah menikmati sarapannya, sedangkan Melvin, dia menunggu kedatangan Anara hingga makanannya tidak dia sentuh sama sekali. Melihat hal itu Karvian pun menegur Melvin.
"Melvin, hari ini Tante Anara gak datang dan kamu akan dijaga sama Bi Arum," kata Karvian.
Melvin:Kenapa Tante Anara gak datang Pah?
"Karena Papah sama Tante Anara mau beli persiapan pernikahan. Jadi Melvin harus mau dijaga sama Bi Arum kalau Mau Papah menikah sama tante Anara," jawab Karvian.
Melvin:Ya udah deh Pah, aku dijaga sama Bi Arum asalkan Tante Anara bisa jadi Mamah aku.
"Ya udah sekarang habisin sarapannya ya," kata Karvian.
Melvin pun menurut dan langsung menghabiskan sarapannya, Melvin dan Karvian pergi meninggalkan meja makan. Diluar rumah, mereka berdua masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya.
→Rumah Anara.
Disisi lain, Anara juga sedang sarapan pagi bersama Ibu dan adiknya. Melihat Kakaknya yang tidak bekerja, Nafara pun merasa heran dan bertanya pada Anara.
"Kakak gak kerja hari ini?" tanya Nafara.
"Gak. hari ini aku sama Tuan Karvian mau beli persiapan pernikahan kami," jawab Anara.
"Oh iya, aku lupa Kakak kan bentar lagi mau nikah. hehehe maaf kak aku lupa," kata Nafara.
"Dasar kamu selalu aja lupa," kata Anara.
"Oh ya Ibu, hari ini mungkin aku pulangnya agak telat," kata Nafara.
"Kenapa pulang telat?" tanya Ibu Nurmala.
"Soalnya aku ada tugas kelompok dirumah teman boleh kan?" tanya Nafara meminta izin pada Ibunya.
"Boleh tapi pulangnya jangan terlalu sore ya," jawab Ibu Nurmala.
"Oke Bu," kata Nafara.
Mereka pun melanjutkan makan mereka. Setelah selesai sarapan, Nafara berpamitan kepada Ibunya dan Kakaknya.
"Ibu, Kakak aku pamit dulu ya," kata Nafara.
"Iya sayang," kata Ibu Nurmala.
"Belajar yang rajin, biar nanti kamu lulus dengan nilai terbaik," kata Anara.
"Siap Kakak ku sayang," kata Nafara.
Nafara pun pergi meninggalkan meja makan dan melangkah keluar dari rumah.
"Ibu ke dapur dulu ya mau nyiapin gorengan buat di jual," kata Ibu Nurmala.
"Aku bantu ya Bu," kata Anara.
"Boleh," kata Ibu Nurmala.
"Sini biar aku aja yang bawa piring kotornya Bu," kata Anara.
Anara segera memberesksn meja makan. Setelah beres, Anara dan Ibu Nurmala pergi ke dapur membuat gorengan untuk dijual.
(Siang Harinya)
→Dirgantama Group
Karvian masih sibuk dengan pekerjaan kantornya padahal sudah waktunya dia untuk menjemput Anara. Dia pun mengambil handphonenya yang dia taruh diatas meja kerjanya dan dia langsung menghubungi Dilon.
"Hello Tuan," kata Dilon dari sebrang telpon.
"Kamu ke ruangan saya sekarang!" perintah Karvian.
Tutt... Tutt... Tutt...
Karvian memutuskan sambungan telponnya secara sepihak dan menunggu Dilon datang ke ruangannya. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut Karvian.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan Dilon masuk ke dalam ruangan Karvian lalu berjalan mendekati Karvian.
"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Dilon.
"Saya mau kamu hubungi Wedding organizer terbaik di kota ini dan pesankan restoran untuk pertemuan saya dengan WO itu," jawab Karvian.
"Baik Tuan," kata Dilon.
"Oh ya satu lagi tolong kamu jemput Anara di rumahnya," pinta Karvian.
"Tapi Tuan saya tidak tau rumah Nona Anara dimana," kata Dilon.
"Oh iya benar juga kamu. Nanti saya akan kirim lokasinya ke kamu," kata Karvian.
"Baik Tuan. Kalau begitu saya pergi mau jemput Nona Anara," kata Dilon.
Dilon segera pergi meninggalkan ruangan Karvian. Sedangkan Karvian dia kembali mengerjakan pekerjaan kantornya.
→Rumah Anara
Saat ini Anara sedang menunggu kedatangan Karvfian di depan rumahnya. Dia sudah menunggu Karvian hampir 1 jam, namun Karvian tidak datang juga. Akhirnya mobil Karvian datang dan berhenti di depan Anara. Anara terkejut ketika melihat yang turun dari mobil bukan Karvian melainkan Dilon.
"Saya disuruh Tuan Karvian jemput Nona," kata Dilon.
"Oh gitu," kata Anara.
"Mari Nona kita berangkat sekarang," kata Dilon.
Dilon pun membukakan pintu untuk Anara. Setelah Anara masuk, Dilon dengan cepat berputar dan masuk ke bangku kemudi. Dia mulai menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Anara.
→Kediaman Keluarga Ardian.
Saat ini Calista sedang bersiap untuk pergi. Setelah selesai dandan, Calista mengambil handphone yang dia taruh diatas meja riasnya lalu menghubungi seseorang.
"Hello Tante Liyana," kata Calista.
"Hello Lista. Ada apa kamu telpon Tante?" tanya Liyana di sebrang telpon.
"Aku mau ajakin Tante Ke Mall, apa Tante mau jalan-jalan ke Mall bareng aku?" tanya Calista.
"Tentu saja mau sayang," jawab Liyana.
"Ya udah aku jemput sekarang ya Tante," kata Calista.
"Oke," kata Liyana.
Tutt.. Tutt.. Tutt...
Calista pun memutuskan sambungan telponnya dengan Liyana. Kemudian dia mengambil tasnya dan pergi keluar dari kamarnya.
Sesampainya diruang tamu, Calista ditegur oleh Mamahnya.
"Lista sayang kamu mau kemana? Kok tumben udah rapi begini?" tanya Farah.
"Aku mau jalan-jalan ke Mall sama Tante Liyana Mah. Apa Mamah mau ikut?" tanya Calista.
"Lain kali aja sayang soalnya Mamah ada pertemuan sosialita Mamah jam 2 siang ini," jawab Farah.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya Mah," kata Calista.
"Iya sayang," kata Farah.
Setelah berpamitan, Calista melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Sesampainya di luar, Calista masuk ke dalam mobilnya. Dia mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya.
→Dirgantama Group.
Anara telah tiba di depan kantor Karvian. Dilon terlebih dahulu turun dan membukakan pintu untuk Anara.
"Terima kasih," kata Anara setelah turun dari Mobil.
"Mari, Tuan sudah menunggu Nona di dalam," kata Dilon.
Dilon pun masuk terlebih dahulu sedangkan Anara mengikutinya dari belakang. Anara menatap sekeliling kantor tempat dia bekerja dulu. Dia tidak menyangka setelah sekian lama akhirnya dia kembali meinjakkan kakinya di kantor ini. Saat dia dan Dilon menuju ke arah Lift. Tiba-tiba seseorang menghampiri Anara.
"Anara," panggil orang itu.
"Ratih," jawab Anara.
Ternyata orang itu adalah Ratih. Ratih langsung memeluk Anara dengan erat sedangkan Anara, dia terkejut karena Ratih tiba-tiba datang dan memeluknya seperti sekarang.
"Aku kangen banget sama kamu," kata Ratih.
"Aku juga kangen banget sama kamu," kata Anara.
"Ekhmm," kata Dilon menegur Anara dengan deheman.
"Anda duluan saja nanti saya akan menyusul. Saya mau ngobrol sebentar sama Ratih, " kata Anara.
"Tapi Nona jangan lama-lama ya nanti Tuan Karvian bisa marah," kata Dilon.
Anara pun mengangguk. Dilon segera pergi menuju ruangan Karvian dengan menggunakan lift.
"Kita ngobrolnya di kantin aja biar lebih enak," kata Ratih.
"Oke," kata Anara.
Ratih menarik tangan Anara. Mereka pun berdua berjalan menuju kantin.
Sementara itu, Dilon telah sampai di ruangan Karvian dan dia segera masuk ke dalam ruangan Karvian. Sesampainya di dalam, dia melihat Karvian baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
"Apa kamu sudah jemput Anara?" tanya Karvian menyadari kedatangan Dilon.
"Sudah Tuan tapi Nona Anara lagi ngobrol sama temannya di bawah," jawab Dilon.
"Ya sudah biar saya yang jemput dia kesini," kata Karvian.
Karvian pun berjalan keluar dari ruangannya sedangkan Dilon, dia mengikuti Karvian dari belakang.
Di kantin, Anara dan Ratih sedang asyik mengobrol sambil menikmati minuman yang sudah pesan.
"Aku senang deh kamu kesini lagi. Kamu tau saat aku tau kamu ngundurin diri aku langsung kaget dan sedih karena aku kehilangan sahabat aku," kata Ratih," Kenapa sih kamu ngundurin diri dari perusahaan ini?"
"Karena aku udah punya pekerjaan baru dan gaji disana lumayan gede makanya aku ngundurin diri dari perusahaan ini," jawab Anara bohong.
"Tapi hari ini untuk apa kamu kemari? aku tau kamu pasti kesini mau kerja lagi kan disini?" tanya Ratih.
'Aduh gimana nih, kalau aku jawab jujur tujuan aku datang ke kantor ini yang ada Ratih bakalan heboh dan menyebarkan berita ini ke semua pegawai yang ada disini, tapi kalau aku bohong aku gak punya alasan lain,' batin Anara.
"Kok diam aja? Pasti tebakan aku benar kan?" tanya Ratih.
"Aku datang kesini untuk---"
Belum sempat Anara menyelesaikan ucapannya, dia melihat Ratih dan karyawan yang ada di kantin itu menatap seseorang tanpa berkedip. Merasa penasaran Anara pun menoleh dan seketika dia terkejut melihat Karvian ada dibelakangnya.
"Apa kalian sudah selesai bicaranya? Apa saya bisa membawa calon istri saya pergi?" tanya Karvian sambil merangkul Anara dengan mesra.
Anara terkejut mendengar Karvian menyebutnya sebagai calon istrinya di depan semua karyawan.
"Calon istri?" tanya Ratih bingung dengan perkataan Karvian.
"Iya, dia adalah calon istri saya," jawab Karvian.
Ratih dan semua karyawan terkejut mendengar pengakuan dari Karvian. Tanpa memperdulikan rasa terkejut karyawannya, Karvian mengajak Anara pergi.
"Ayo sayang kita ke ruangan ku untuk membahas persiapan pernikahan kita," ajak Karvian.
Karvian mengambil tangan Anara dan mengenggamnya dengan erat kemudian dia membawa Anara pergi meninggalkan kantin kantor dan berjalan menuju ruangannya. Sepanjang perjalanan, mereka menjadi pusat perhatian semua karyawan.
Sesampainya di ruangannya, Karvian langsung melepaskan pegangan tangannya pada Anara.
"Kamu kenapa malah ngobrol sama teman kamu? Bukannya langsung ke ruangan saya. Kamu sudah membuang waktu saya," kata Karvian memarahi Anara.
"Maaf lagipula saya kangen sama teman saya makanya saya ngobrol dulu sama dia," kata Anara membela diri.
"Duduk!" perintah Karvian.
Karvian pun duduk di kursi kebesarannya sedangkan Anara, dia
duduk di kursi di depan Karvian. Setelah mereka duduk, Karvian mengeluarkan selembar kertas dan. Puplen lalu memberikannya pada Anara.
"Ini bacalah. Kalau kamu setuju kamu bisa langsung tanda tangani," kata Karvian.
Anara pun membaca selembar kertas dengan seksama dan teliti.
Surat perjanjian Pernikahan
Pada hari rabu, bulan Februari, tahun 2023 di kota jakarta telah dibuat perjanjian pernikahan dari dan diantara:
1.Nama:Karvian Jevras Dirgantama
Alamat:Jl.Mayjend katamso no. 40 menteng, jakarta pusat
Tempat dan tanggal lahir:Jakarta, 17 Juli 1995
------------------Selanjutnya disebut pihak pertama------------------
Alamat:Jl.Yos sudarso No.4 jakarta selatan
Tempat dan tanggal lahir:Bandung, 24 September 2001.
--------------------Selanjutnya disebut pihak kedua--------------------
Selanjutnya para penghadap telah membuat kesepakatan tentang perjanjian pernikahan sebagai berikut.
--------Pasal 1--------
Waktu pernikahan
Lamanya waktu pernikahan telah disepakati bersama yaitu dalam satu tahun. Setelah satu tahun pihak pertama dan pihak kedua setuju untuk berpisah atau bercerai dengan penolakan apapun.
--------Pasal 2--------
Pembagian Harta
Selama pihak kedua menjadi istri pihak pertama, pihak pertama akan menjamin semua kebutuhan pihak kedua beserta keluarganya.
Setelah pihak pertama dan pihak kedua bercerai, pihak pertama akan memberikan kompensasi berupa rumah, uang sebesar 300 juta, dan mobil untuk pihak kedua.
--------Pasal 3---------
Kewajiban pihak kedua
A. Pihak kedua mendampingi pihak pertama dalam acara apapun yang berkenaan dengan kepentingan pihak pertama(Pertemuan bisnis atau pertemuan keluarga)
B. Pihak kedua harus meyakinkan semua anggota keluarga bahwa pernikahan ini adalah atas dasar cinta. Menampilkan di depan publik bahwa pihak pertam dan kedua suami istri yang harmonis.
C. Pihak kedua harus merawat, menjaga, dan menyayangi anak dari pihak pertama.
D. Pihak kedua harus menjaga nama baik pihak pertama. Dengan tidak mendatangi tempat-tempat terlarang seperti diskotik atau tempat hiburan malam lainnya.
E. Pihak kedua tidak terlibat skandal dengan lelaki mana pun selain pihak pertama.
F. Jika pihak kedua ingin pergi kemanapun maka wajib meminta izin dari pihak pertama.
--------Pasal 4--------
Batasan Pihak kedua
A. Selama pernikahan ini berjalan, tidak akan ada kontak diantara pihak kedua dan pihak pertama.
B.Pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan pribadi Pihak pertama begitupun sebaliknya.
--------Pasal 5--------
Sanksi
Jika pihak kedua memberitahukan perjanjian ini kepada siapapun, maka pihak kedua harus menganti apa yang telah pihak pertama berikan sesuai dengan kesepakatan.
Demikian surat perjanjian ini dibuat atas kesadaran tanpa ada paksaan dari siapapun.
Menyetujui,
Pihak kedua.
"Gimana apa kamu setuju dengan isi surat perjanjian ini? kalau kamu setuju silahkan kamu tandatangan," kata Karvian.
Anara pun menandatangani surat kontrak itu lalu mengembalikan pada Karvian. Setelah Karvian menyimpan surat kontrak itu dengan aman, Karvian pun mengajak Anara pergi.
"Ayo kita pergi," kata Karvian.
"Pergi kemana?" tanya Anara.
"Ke Golden resto, kita akan bertemu dengan wedding organizer yang akan membantu mengurus pernikahan kita," jawab Karvian.
Karvian dan Anara pergi meninggalkan ruangan. Sesampainya diluar kantor, mereka masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya meninggalkan kantor.
→Mall
Disisi lain, Calista dan Liyana telah berada di Mall. Saat ini mereka tengah menikmati manicure&pedicure di sebuah salon kecantikan.
"Tante gimana hubungan Kak Vian sama gadis itu? Apa Tante berhasil bikin pernikahan mereka batal? " tanya Calista.
"Maaf Lista, Tante udah berusaha buat membatalkan pernikahan mereka tapi Om Nicolas mengancam Tante kalau Tante gak merestui mereka maka Om Nicolas akan menghapus harta warisannya buat Tante dan akan menyerahkan pada gadis itu," jawab Liyana.
"Aku gak habis sama Kak Vian Tante, kenapa dia lebih memilih gadis itu daripada aku?" tanya Calista.
"Tante juga gak habis pikir sama Vian, bisa-bisanya dia menolak menikah sama aku dan malah mau menikahi gadis itu," kata Liyana.
"Kapan pernikahan mereka dilaksanakan Tante?" tanya Calista.
"3 minggu lagi," jawab Liyana.
"Kok cepat banget sih?" tanya Calista kembali.
"Ya itu kemauan Vian. katanya lebih cepat lebih baik," jawab Liyana.
"Apa yang harus kita lakukan buat ngebatalin pernikahan mereka Tante? Aku gak rela kalau Kak Vian menikah sama gadis lain," kata Calista.
"Menurut tante yang kita bisa lakukan cuma diam aja dan sabar," kata Liyana.
Calista pun terdiam namun di dalam hatinya dia merasa gelisah dan sangat tidak rela jika Karvian menikah dengan Anara. Setelah manicure&pedicure mereka selesai, Calista dan Liyana segera membayar biaya perawatan manicure&pedicure mereka lalu pergi meninggalkan salon kecantikan itu.
→Golden Resto
Karvian dan Anara telah tiba di depan Golden Resto. Mereka pun turun dari mobil kemudian berjalan memasuki restoran. Sesampainya di dalam, Karvian dan Anara berjalan menuju sebuah meja. Disana seorang wanita sedang duduk menunggu seseorang.
"Permisi, apa anda wedding organizer?" tanya Karvian.
"Iya, apa anda adalah client yang akan saya temui hari ini?" tanya Wedding organizer itu.
"Iya," jawab Karvian.
"Perkenalkan saya Erlin, saya adalah wedding organizer yang akan mengurus pernikahan kalian," kata wanita itu yang bernama Erlin.
"Saya Karvian dan ini Anara calon istri saya," kata Karvian.
Mereka bertiga saling berjabat tangan. Setelah berjabat tangan, mereka pun duduk.
"Sebelum mulai pembicaraan, lebih baik kita pesan minuman dulu," kata Karvian.
Karvian pun memanggil waiters. Tak lama kemudian, Waiters pun datang.
"Selamat datang di Golden Resto mau pesan apa Tuan, Nyonya?" tanya Waiters.
"Saya mau pesan hot coffe," jawab Karvian.
"Saya pesan Jus strawberry," kata Erlin.
"Saya pesan jus jeruk aja," kata Anara.
"Apakah ada pesanan lain?" tanya Waiters.
"Tidak ada," jawab Karvian.
"Baik silahkan ditunggu pesanannya akan datang dalam 15 menit," kata Waiters.
Waiters itu pergi meninggalkan meja Karvian untuk menyiapkan pesanan. Setelah memesan minuman, Mereka pun memulai pembicaraan mereka.
"Ini saya bawakan Contoh-contoh dekorasi terbaik di wedding organizer kami ada beberapa juga sudah pernah di pakai client kami sebelumnya namun kalau ada masukan soal konsep dekorasi dari calon pengantin, silahkan kasih tau saya saja nanti kami akan sesuaikan," kata Erlin," Oh ya disini kami juga menyediakan baju pengantin,"
Karvian dan Anara membuka album itu dan menggeser album itu untuk melihat dekorasi pernikahan yang akan mereka gunakan.
"Kamu suka konsep yang mana?" tanya Karvian.
"Saya terserah anda saja," jawab Anara.
"Kami mau konsep shabby chic dan dekorasinya kami mau berpaduan gold dan silver terus untuk baju pengantin kita mau ambil yang ini," kata Karvian.
"Pernikahannya mau di rumah atau digedung?" tanya Erlin.
"Di gedung Dhanapala," jawab Karvian.
"Oke dan tanggal berapa kalian melaksanakan pernikahan kalian?" tanya Erlin.
"Tanggal 19 bulan ini," jawab Karvian.
"Berarti 3 minggu dari sekarang ya. Saya dan team saya akan berusaha semaksimal mungkin agar pernikahan kalian berjalan lancar," kata Erlin.
"Biayanya akan saya transfer ke rekening anda," kata Karvian.
"Baik. Karena pembicaraan kita sudah selesai saya permisi dulu," kata Erlin.
"Ya silahkan," kata Karvian.
Erlin beranjak dari duduknya segera pergi meninggalkan Karvian dan Anara. Setelah Erlin pergi, Karvian mengajak Anara untuk pulang.
"Ayo kita pulang," ajak Karvian.
Karvian dan Anara beranjak duduk mereka. Setelah membayar semua harga pesanan, mereka pun pergi dari Restoran tersebut. Sesampainya di luar Restoran, Karvian dan Anara menuju parkiran mobil.
Karvian dan Anara masuk ke dalam mobil. Karvian mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan Restoran.
→Rumah Keluarga Ardian.
Calista telah tiba dirumahnya setelah mengantarkan Liyana pulang terlebih dahulu. Dia pun turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumahnya.
Sesampainya di dalam rumah, Calista berjalan mendekati sofa dan duduk disofa dengan wajah cemberut. Melihat wajah Calista yang cemberut membuat Farah heran dan bertanya pada putrinya itu.
"Sayang kamu kenapa? Kok pulang dari Mall wajahnya cemberut gitu?" tanya Farah.
"Aku lagi kesel banget Mah. Mamah tau pernikahan Kak Vian akan dilaksanakan 3 minggu lagi dan bikin aku kesel Tante Liyana gak bisa berbuat apa-apa buat ngebatalin pernikahan Kak Vian sama gadis itu," kata Calista.
"3 minggu lagi? Kenapa dilaksanakannya begitu cepat?" tanya Farah.
"Gak tau, kata Tante Liyana itu permintaannya Kak Vian," jawab Calista.
"Sabar, kamu tenang Oke," kata Farah berusaha menenangkan Calista.
"Gimana aku bisa sabar dan tenang Mah. Aku gak rela kalau Kak Vian menikah sama gadis itu," kata Calista.
"Mamah tau dan Mamah rasa Mamah punya rencana buat ngebatalin pernikahan Mereka sekarang," kata Farah.
"Gimana caranya Mah?" Tanya Calista.
"Kita datang ke acara pernikahan mereka terus kita hancurin deh pesta pernikahan mereka, kini bikin acara pernikahan kacau dan hancur sehancur-hancurnya," kata Farah.
"Ide Mamah bagus banget, aku setuju Mah," kata Calista.
"APA? KALIAN MAU NGEHANCURIN PERNIKAHAN VIAN?"
Farah dan Calista terkejut mendengar bentakan dari seseorang. Mereka pun menoleh ke arah pintu.
"Papah," gumam Farah.
Tenyata orang itu adalah Ardian. Ardian dengan wajah penuh amarah berjalan mendekati istri dan putrinya.
"Jadi kalian punya rencana buat ngehancurin pernikahan Vian?" tanya Ardian.
"Pah dengerin penjelasan Mamah dulu," kata Farah berusaha menenangkan Suaminya.
"Gak usah! Papah udah dengar semuanya Mah. Kenapa kalian tega ingin menghancurkan pernikahan Vian?" tanya Ardian.
"Karena aku sangat mencintai Kak Vian Pah, tapi Kak Vian lebih memilih menikah dengan gadis itu daripada aku," kata Calista.
"Lista coba kamu buka mata kamu, Vian itu tidak mencintai kamu makanya dia memilih gadis itu daripada kamu. Jadi Papah mohon sama kamu tolong ikhlaskan Karvian menikah dengan gadis itu demi kebahagiaannya dan Melvin," kata Ardian.
"Gak! pokoknya sampai kapanpun aku gak akan pernah merelakan Kak Vian menikah dengan gadis itu," kata Calista.
"Papah ini gimana sih? Bukannya mendukung anak malah mendukung mereka. Harusnya Papah bertindak sesuatu demi Lista agar dia mendapatkan Karvian," kata Farah.
"Baiklah kalau begitu kita gak usah ke acara pernikahan Vian," tegas Ardian.
"Aku bakalan tetap datang kesana meskipun Papah melarang," kata Calista melawan larangan Papahnya.
"Mamah juga akan ikut Lista kesana," kata Farah.
"Jika itu keputusan kalian maka silahkan kalian pergi dari rumah ini," usir Ardian.
Farah dan Calista seketika terkejut sekaligus ketika Ardian mengusir mereka dari rumah.
"Papah ngusir Mamah sama Lista?" tanya Farah tidak percaya.
"Iya," jawab Ardian," jika kalian masih ingin pergi ke pernikahan Vian dan menjalankan rencana kalian itu, maka silahkan pergi dari rumah ini."
Mendengar hal itu, Farah berjalan mendekati Ardian dan membujuk Ardian agar tidak mengusirnya dan Calista.
"Jangan usir Mamah sama Lista Pah, masa Papah tega ngebiarin Mamah sama Lista tidur dijalanan? Oke, Mamah sama Lista gak akan datang ke pernikahan Vian," kata Farah membujuk suaminya.
"Oke Papah pegang janji Mamah ini, tapi kalau kalian melanggarnya maka ancaman Papah ini akan menjadi kenyataan," kata Ardian.
Ardian pergi meninggalkan istri dan putrinya dan berjalan menuju kamarnya. Farah sangat lega karena Ardian tidak mengusirnya.
"Ih kenapa Mamah malah mau sih nurutin Papah?" tanya Calista.
"Karena Mamah gak kehilangan kemewahan ini. Untuk sementara waktu kita turuti saja apa yang di bilang sama Papah kamu," jawab Farah.
Calista pun pergi meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Farah, dia duduk kembali disofa. Dia kesal dengan suaminya karena sudah berani mengancamnya. Namun dia harus tetap sabar menghadapi Ardian agar tujuannya menikahi Ardian tercapai.
...^^^[BERSAMBUNG]^^^...