
...(Keesokan Harinya)...
→Kediaman Karvian
Kringgg... Kringg... Kringg...
Karvian terbangun dari tidurnya mendengar suara alarm. Dia segera beranjak dari kasurnya lalu berjalan untuk mematikan alarmnya. Setelah itu, Karvian mengambil handuknya dan berjalan menuju kamarnya.
Karvian ingin masuk ke kamar mandi namun pintu kamar mandi terkunci.
"Pasti gadis itu yang mandi," gumam Karvian.
Karvian pun mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.
Tok... Tok... Tok...
"Siapa?" tanya Anara dari dalam kamar mandi.
"Ini saya," jawab Karvian," berapa lama lagi kamu di dalam? saya bisa telat nih ke kantor,"
"5 menit lagi Tuan," jawab Anara.
Karvian pun berdiri di depan kamar mandi menunggu Anara keluar. 5 menit kemudian berlalu namun Anara belum juga keluar dari kamar mandi, Karvian kembali mengetuk pintu kamar mandi dengan begitu keras.
Tok... Tok... Tok...
"Kamu udah selesai belum?" tanya Karvian sambil sedikit berteriak.
"Bentar lagi," jawab Anara.
"Saya hitung sampai 3 kalau kamu belum keluar saya bakalan dobrak pintu ini," ancam Karvian.
Tak lama kemudian Anara pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap.
"Ikh Tuan gak sabar banget sih pakai mau dobrak pintu segala," omel Anara.
"Saya gak ada waktu buat dengerin omelan kamu, minggir," kata Karvian.
Karvian segera masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Anara, dia duduk di meja rias. Tiba-tiba dia teringat dengan Bra dan ****** ******** yang tertinggal di dalam kamar mandi.
'Ya ampun bra sama ****** ***** aku tertinggal di kamar mandi mana Tuan Vian udah masuk lagi. Aduh gimana nih?,' batin Anara.
Sementara di dalam kamar mandi, saat Karvian ingin mengambil sikat giginya tiba-tiba dia melihat bra dan ****** ***** milik Anara yang terletak di atas wastafel. Dia sangat terkejut lalu dia menelan ludahnya dan dia langsung mengambil sikat giginya dengan membuang wajahnya ke arah lain. Setelah berhasil mengambil sikat gigi, Karvian mulai menyikat giginya.
7 menit kemudian, Karvian telah selesai mandi. Melihat Karvian yang keluar dari kamar mandi, Anara langsung berjalan menghampiri Karvian.
"Tuan di dalam apa melihat sesuatu?" tanya Anara.
"Sesuatu apa maksud kamu?" tanya Karvian pura-pura tidak tau.
Anara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil Bra dan ****** ********. Sedangkan Karvian, dia berjalan mendekati lemari bajunya.
→Kediaman orang tua Karvian.
Saat ini Keluarga besar Karvian sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama.
"Oh ya Liyana Mamah rasa kok anting kamu berbeda dari sebelumnya?" tanya Oma Dayanti.
"Iya Mah anting ini baru aku beli soalnya anting yang Mamah beliin dulu hilang satu entah kemana," jawab Liyana," Maaf ya Mah."
"Udah gak papa nanti kita shopping ke Mall Mamah bakalan beliin perhiasan baru buat kamu sekaligus Mamah mau beliin perhiasan juga buat Anara," kata Oma Dayanti," Kamu temenin Mamah ya nanti ke Mall."
"Iya Mah," kata Liyana.
"Mah hari ini aku pulang kuliahnya agak lambat ya," kata Althaf.
"Kenapa kamu pulang terlambat?" tanya Liyana.
"Aku ada tugas tambahan Mah dari dosen," jawab Althaf.
"Ya udah tapi ingat pulang jangan sampai malam," kata Liyana.
"Iya Mah paling juga sore aku udah pulang," kata Althaf.
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka.
→Kediaman Karvian.
Anara sedang memasak sarapan pagi sedangkan Karvian dan Melvin menunggunya diruang makan. 15 menit kemudian, Anara pun telah selesai memasak dan dia langsung berjalan mendekati meja makan.
"Nasi gorengnya sudah siap," kata Anara.
Anara langsung menaruh nasi goreng dan omelet dipiring Melvin dan Karvian. Melvin mulai memakan nasi goreng dan omelet buatan Anara dengan semangat sedangkan Karvian, dia ragu dan enggan untuk menyentuh makanannya.
"Gimana sayang, apa nasi gorengnya enak?" tanya Anara.
Melvin mengacungkan kedua jempolnya menandakan jika nasi gorengnya sangat enak dan dia sangat menyukainya.
"Tuan kenapa gak makan?" tanya Anara.
"Saya gak mau, pasti makanannya gak enak," jawab Karvian.
"Dicoba dulu kalau gak dirasa mau tau rasanya enak atau gak," kata Anara.
Melvin:Iya Pah ayo makan. Masakan Ibu enak banget Loh Pah.
"Kalau gak mau ya udah biar saya aja yang habiskan," kata Anara.
Saat Anara ingin mengambil piring Karvian. Tiba-tiba Karvian menahannya.
"Enak aja mau ambil. Ya udah saya coba awas ya kalau masakan kamu ini gak enak," kata Karvian.
Karvian mulai menyantap nasi gorengnya. Setelah nasi goreng masuk ke dalam mulutnya, dia terkejut karena nasi goreng buatan Anara sangat enak namun dia gengsi untuk mengungkapnya.
"Gimana enak kan Tuan?" tanya Anara.
"Gak enak. Enakan nasi goreng di resto bintang lima," jawab Karvian.
Anara tersenyum mendengar jawaban dari Karvian dan melihat Karvian memakan nasi goreng buatannya dengan sangat lahap.
'Dasar katanya gak enak tapi makannya lahap banget gitu,' batin Anara.
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka. Tidak ada suara diantara mereka yang ada hanya suara denting sendok dan garpu saja.
→Rumah Anara.
Kini keluarga Anara juga sedang menikmati sarapan pagi mereka. Tiba-tiba Ibu Nurmala merasa pusing di kepalanya dan hampir terjatuh dari kusir namun dengan sigap Nafara menahan tubuh Ibunya.
"Ya ampun, Ibu kenapa?" tanya Nafara.
"Ibu gak papa," jawab Ibu Nurmala.
"Ibu pasti kecapean. Hari ini aku minta Ibu gak usaha jualan dulu sampai kondisi Ibu benar-benar pulih," kata Nafara.
"Tapi---"
"Esst, Ibu gak boleh menolak kalau Ibu menolak aku bakalan telpon Kak Nara dan kasih tau kalau Ibu sakit," kata Nafara
"Jangan! kamu jangan telpon Kakak kamu. Ibu gak mau bikin Kakak kamu repot," kata Ibu Nurmala.
"Makanya Ibu harus dengerin aku ya gak usah jualan dulu sampai kondisi Ibu pulih," kata Nafara.
"Ya udah Ibu hari ini gak jualan dulu," kata Ibu Nurmala.
"Sekarang Ibu istirahat ya, sini aku anterin Ibu ke kamar," kata Nafara.
Nafara segera menuntun Ibunya ke kamar untuk istirahat. Setelah memastikan Ibunya istirahat, Nafara keluar dari kamar Ibunya.
"Maaf Bu tapi aku harus kasih tau Kak Nara karena Kak Nara berhak tau kalau Ibu sakit," kata Nafara.
Nafara mengambil handphone yang ada di dalam tasnya lalu dia segera mengirim pesan pada Anara. Setelah itu, dia langsung pergi untuk berangkat ke sekolahnya.
→Kediaman Karvian
Disisi lain, Anara sibuk membersihkan rumah. Kini dia sedang mengepel lantai.
"Akhir selesai juga. Saatnya untuk di lantai 2," gumam Anara.
Anara segera pergi ke lantai dua dengan menggunakan tangga. Sesampainya di sana. Dia langsung membersihkan kamarnya dan kamar Melvin. Selesai membersihkan kamar, Tiba-tiba dia melihat sebuah ruangan.
"Ruangan itu belum aku bersihin," kata Anara.
Anara segera pergi ke ruangan itu dan masuk ke dalam. Ternyata di ruangan itu adalah ruang melukis, banyak lukisan yang ada di dalam ruangan itu.
"Ternyata ini ruangan melukis," kata Anara.
Tiba-tiba Anara menemukan sebuah lukisan Karvian, Melvin, dan Ibunya Melvin.
"Aku paham sekarang, ini pasti ruangan melukisnya Ibunya Melvin. Ternyata dia jago melukis sama seperti Ibu," gumam Anara yang tiba-tiba mengingat Ibunya.
Anara pun segera membersihkan ruangan itu. Saat sedang membersihkan ruangan itu, Tiba-tiba dia menemukan sebuah anting.
"Itu Anting siapa? Kok ada disini terus mana ada noda darahnya lagi," kata Anara.
Anara segera mencari kain tidak terpakai diruangan itu untuk mengambil anting tersebut. Setelah menemukan kain, Anara langsung mengambil anting tersebut.
"Kelihatannya anting ini harga mahal, apa ini punya Ibunya Melvin ya? tapi kenapa ada noda darah begini? Ya udah deh aku simpan aja dulu," kata Anara.
Anara pun keluar dari ruangan itu. Sesampainya di ruang tamu, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Anara langsung mengambil handphone yang terletak diatas meja. Ternyata ada chat masuk dari Nafara.
Nafara
Kak, Kakak bisa gak ke rumah sebentar.
Ibu sakit Kak.
Anara seketika terkejut dan panik ketika tau jika Ibunya saat ini sedang sakit.
"Apa? Ibu Sakit? Aku harus segera kesana tapi sebelum itu aku harus minta izin dulu sama Tuan Karvian," kata Anara.
Anara pun mencari nomor Karvian lalu segera menghubungi Karvian.
Disisi lain, Karvian saat ini sangat sibuk dengan beberapa pekerjaan kantornya. Tiba-tiba handphonenya berdering, Karvian segera mengambil handphonenya yang dia taruh diatas meja kerjanya untuk melihat siapa yang menelponnya.
Drtt.. Drtt... Drtt...
Anara is Calling...
Setelah mengetahui Anara yang menelponnya, Karvian pun menerima panggilan telpon tersebut.
"Hello ada apa?" tanya Karvian.
"Maaf saya nganggu Tuan saya mau izin ke rumah Ibu saya, Ibu saya lagi sakit Tuan," jawab Anara.
"Ya sudah kamu boleh pergi kesana, saya akan kirim Dokter ke rumah kamu untuk memeriksa Ibu kamu," kata Karvian.
"Baik Tuan," kata Anara.
Karvian segera memutuskan sambungan telponnya dengan Anara lalu dia pun menghubungi Dilon.
"Hello Tuan," kata Dilon disebrang telpon.
"Kamu ke ruangan saya sekarang," pinta Karvian.
Karvian langsung memutuskan sambungan telponnya dengan Dilon. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut Karvian.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Dilon. Dilon segera mendekati Karvian.
"Ada apa Tuan?" tanya Dilon.
"Tolong kamu antar istri saya ke rumah Ibunya dan nanti siang kamu juga harus jemput Melvin di sekolahnya dan bawa dia kesini," jawab Karvian.
"Baik Tuan," kata Dilon.
Dilon segera keluar dari ruangan Karvian untuk mengerjakan tugas yang Karvian berikan padanya sedangkan Karvian, dia kembali melanjutkan pekerjaan kantornya.
Sementara Anara, setelah dia menghubungi Karvian, dia langsung bersiap untuk pergi ke rumah Ibunya.
Setelah siap, Anara segera berjalan keluar rumah dengan tergesa-gesa. Tak lupa dia mengunci pintu rumah terlebih dahulu. Saat dia ingin pergi, tiba-tiba dia melihat kedatangan mobil suaminya. Lalu Dilon pun turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Anara.
"Silahkan masuk Nyonya," kata Dilon.
"Tuan Karvian suruh saya buat antar Nyonya ke rumah Ibu Nyonya," kata Dilon," Mari Nyonya silahkan masuk."
"Terima kasih," kata Anara.
Anara segera masuk ke dalam mobil. Setelah Anara masuk ke mobil, Dilon lekas berputar dan masuk ke bangku kemudi. Dilon mulai menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman Karvian.
→Rumah Anara.
Ibu Nurmala sedang istirahat di kamarnya, sampai saat ini dia masih merasakan pusing dikepalanya. Dia segera mengambil obatnya yang biasa ditaruh Anara di dalam laci kamarnya. Saat ingin mengambil obatnya, tiba-tiba dia menemukan sebuah foto usang. Di dalam foto itu ada seorang pria, seorang wanita, 2 anak perempuan yang cantik dan satu bayi perempuan yang juga cantik.
Ibu Nurmala memandangi foto itu sambil mengusapnya dengan pelan. Tanpa dia sadari airmatanya jatuh menetes mengenai foto itu.
"Kamu ada dimana sayang? Ibu yakin pasti sekarang kamu pasti sekarang sudah dewasa dan cantik bahkan kamu pasti sudah menikah dan punya anak kan? Ibu kangen sekali sama kamu Andira, dimana pun kamu berada Ibu harap kamu selalu bahagia dan Ibu akan selalu mendoakan kamu agar hidup kamu bahagia," gumam Ibu Nurmala.
Sementara di luar, Anara telah sampai di depan rumah Ibunya setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Anara pun segera turun dari mobil.
"Terima kasih ya udah antar saya," kata Anara.
"Sama-sama Nyonya. Kalau begitu saya pergi dulu," kata Dilon.
"Iya silahkan," kata Anara.
Dilon kembali menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Ibu Anara.
Sedangkan Anara, dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok... Tok... Tok...
Mendengar suara ketukan pintu, Ibu Nurmala langsung menghapus air matanya dan menyimpan foto itu kembali. Dia pun keluar dari kamar dengan langkah yang pelan.
Ibu Nurmala segera membuka pintunya dan dia terkejut dengan kedatangan Anara. Anara langsung memeluk Ibunya dengan erat untuk melepaskan rasa rindunya.
"Ibu, aku kangen banget sama Ibu," kata Anara.
"Ibu juga kangen sama kamu sayang," kata Ibu Nurmala," Ayo kita masuk."
Anara dan Ibu Nurmala segera masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, mereka berdua duduk disofa dan mulai mengobrol.
"Ibu kenapa gak kasih tau kalau Ibu sakit?" tanya Anara.
"Darimana kamu tau kalau Ibu sakit?" tanya Ibu Nurmala kembali.
"Fara yang kasih tau aku," jawab Anara.
"Ibu cuma gak mau kamu panik dan khawatir sama Ibu lagipula Ibu gak mau merepotkan kamu," kata Ibu Nurmala.
"Ibu aku anak Ibu jadi aku gak ngerasa direpotkan sama sekali," kata Anara.
Anara pun meletakkan tangannya di kening Ibunya.
"Ya ampun Ibu demam," kata Anara.
"Ibu cuma kecapean aja udah gak papa kok setelah minum obat dan istirahat cukup Ibu pasti sembuh," kata Ibu Nurmala.
Tak lama kemudian, mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
Tok... Tok... Tok...
Anara segera beranjak dari duduknya lalu berjalan untuk membukakan pintu. Pintu pun terbuka dan Ternyata yang datang adalah seorang Dokter dan seorang suster.
"Apa benar ini rumah Ibu Nurmala?" tanya Dokter tersebut.
"Iya Benar, Dokter siapa ya?" tanya Anara.
"Perkenalkan saya Dokter Alvin. Saya disuruh Tuan Karvian untuk memeriksa Ibu Nurmala pasti anda istrinya Tuan Karvian kan?" tanya Dokter tersebut yang bernama Alvin.
"Iya benar Dok, mari silahkan masuk Dokter," kata Anara.
Anara masuk kembali ke dalam rumahnya sedangkan Dokter Alvin dan susternya mengikuti Anara dari belakang. Ibu Nurmala terkejut melihat Anara datang bersama Dokter dan suster.
"Mereka siapa Nara?" tanya Ibu Nurmala.
"Ibu ini Dokter Alvin dan susternya, Dokter Alvin ini disuruh sama Mas Vian buat periksa kondisi Ibu," kata Anara.
"Ibu jadi gak enak sama Vian," kata Ibu Nurmala.
"Gak papa Bu itu artinya Mas Vian sayang sama Ibu," kata Anara," Mari Dokter silahkan periksa Ibu saya."
"Suster tolong ambilkan tensimeter diatas saya," kata Dokter Alvin.
"Baik Dok," kata suster tersebut.
Suster pun segera mengambil Tensimeter lalu menyerahkannya pada Dokter Alvin. Dokter Alvin segera memeriksa kondisi Ibu Nurmala dengan teliti.
"Gimana kondisi Ibu saya Dok? Ibu saya sakit apa?" tanya Dokter Alvin.
"Ibu anda baik-baik saja Nyonya hanya saja tensi darah Ibu anda cukup tinggi sekitar 150/90mmgh. Mungkin Ibu anda kurang istirahat, " jawab Dokter Alvin.
"Iya Dok akhir-akhir ini saya memang kurang istirahat," kata Ibu Nurmala.
"Saya sarankan Ibu buat istirahat total dulu selama beberapa hari ya terus Ibu harus makan makanan yang bernutrisi seperti buah-buahan dan sayuran," kata Dokter Alvin.
"Baik Dok," kata Ibu Nurmala.
"Oh ya ini ada beberapa obat dan vitamin yang harus Ibu minum dengan rutin," kata Dokter Alvin sambil menyerahkan beberapa botol obat pada Anara.
"Terima kasih Dok karena sudah memeriksa Ibu saya," kata Anara.
"Sama-sama Nyonya itu sudah menjadi tugas saya sebagai Dokter," kata Dokter Alvin," kalau begitu saya permisi dulu."
Dokter Alvin dan susternya pun pergi meninggalkan rumah Anara.
"Ibu istirahat di kamar ya aku mau masak makanan dulu buat Ibu biar Ibu bisa minum obatnya," kata Anara.
Anara menuntun Ibunya ke kamar untuk istirahat. Setelah memastikan Ibunya sudah istirahat, Anara segera keluar dari kamar Ibunya lalu berjalan menuju dapur untuk memasak makan siang.
→TK KASIH SAYANG
Melvin sedang berdiri di depan gerbang sekolah menunggu Ayahnya untuk menjemputnya. Tak lama kemudian Melvin melihat mobil Ayahnya datang. Namun dia menjadi bingung ketika melihat Dilon yang turun dari mobil Ayahnya.
"Melvin ayo kita pulang," ajak Dilon.
Melvin menulis di buku komunikasinya lalu memperlihatkannya pada Dilon.
Melvin:Papah mana Om?
"Papah saat ini sedang sibuk makanya Om disuruh Papah buat jemput kamu," kata Dilon," Ayo kita pulang."
Melvin pun menuruti perkataan Dilon lalu dia masuk ke dalam mobil. Dilon kembali menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Melvin.
Di dalam mobil, Melvin terlihat bingung karena arah yang dilalui Dilon bukan arah menuju rumahnya.
Melvin:Kita mau kemana Om?
"Kita mau ke kantor Papah," kata Dilon.
Melvin:Kenapa kita ke kantor Papah? Terus kenapa Ibu gak ikut?
"Nyonya Anara lagi dirumah Ibunya, Ibunya sakit," kata Dilon.
Melvin:Ya udah Om kita ke rumah Nenek aja. Aku mau jenguk Nenek.
"Ya sudah tapi kita minta izin dulu ya sama Papah," kata Dilon.
Melvin pun mengangguk menuruti perkataan Dilon. Dilon pun segera menghubungi Karvian untuk meminta izin membawa Melvin ke rumah Anara.
"Hello Tuan," kata Dilon.
"Ada apa?" tanya Karvian di sebrang telpon.
"Ini Tuan Melvin mau ke rumah Nyonya Anara katanya dia mau jenguk Ibunya Nyonya Anara," jawab Dilon.
"Ya sudah kamu bawa dia kesana tapi kamu harus ada disana temenin dia," kata Karvian
"Baik Tuan," kata Dilon.
Dilon pun memutuskan sambungan telponnya dengan Karvian.
"Kata Papah kamu boleh disana tapi disana Om akan temenin kamu," kata Dilon," Gak papa kan kalau Om disana temenin kamu?".
Melvin pun mengangguk mengiyakan perkataan Dilon. Dilon pun membawa Melvin menuju rumah Anara.
→Rumah Anara.
Anara kini sudah selesai memasak. Dia segera membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih untuk Ibunya menuju kamar.
Sesampainya di kamar, Anara meletakkan nampan itu diatas nakas lalu duduk dipinggir kasur disamping Ibunya.
"Nah sekarang Ibu makan dulu ya habis itu langsung minum obat," kata Anara," Ibu mau aku suapin?"
"Gak usah Ibu bisa kok makan sendiri," kata Ibu Nurmala.
Ibu Nurmala segera memakan makanan yang dibuat oleh Anara sedangkan Anara memperhatikan ibunya yang sedang makan sambil tersenyum. Tiba-tiba mereka mendengar kembali suara ketukan pintu dari luar rumah.
Tok... Tok... Tok...
"Siapa lagi ya yang datang?" tanya Ibu Nurmala.
"Bentar ya Bu aku mau bukain pintu dulu," jawab Anara.
Anara pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar untuk membukakan pintu.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan Anara terkejut melihat kedatangan Melvin dan Dilon. Melvin langsung memeluk Anara.
"Maaf Nyonya tadinya saya mau antar Melvin ke kantor Tuan Karvian tapi Melvin katanya mau kesini mau jenguk Ibu Nyonya," kata Dilon.
"Tidak papa. Anda pulang saja biar saya yang jaga Melvin disini," kata Anara.
"Tapi Tuan Karvian bilang kalau saya harus disini jagain Melvin," kata Dilon.
"Biar saya saja yang jaga dia. Bilang sama Mas Vian kalau saya mampu menjaga Melvin disini jadi dia gak perlu khawatir," kata Anara.
"Ya sudah Nyonya kalau begitu saya pergi dulu," kata Dilon.
Dilon segera pergi meninggalkan rumah Anara. Setelah Dilon pergi, Anara mengajak Melvin untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo sayang kita masuk," ajak Anara.
Anara menggandeng tangan Melvin dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.
Sementara di kamar, Ibu Nurmala terkejut sekaligus senang dengan kedatangan Melvin. Melvin pun berjalan menghampiri Ibu Nurmala dan duduk di pinggir kasur didekat Ibu Nurmala.
"Melvin," kata Ibu Nurmala.
"Melvin kesini mau jenguk Ibu," kata Anara.
"Bener Melvin kesini mau jenguk Nenek?" tanya Ibu Nurmala pada Melvin.
Melvin menulis sesuatu di buku komunikasinya lalu memperlihatkan pada Ibu Nurmala.
Melvin:Iya Nek. Aku kesini mau jenguk Nenek. Nenek sakit apa?
"Nenek cuma kecapean aja," kata Ibu Nurmala.
Melvin:Cepat sembuh ya Nek.
"Makasih sayang," kata Ibu Nurmala.
Ibu Nurmala segera memeluk Melvin. Semakin kesini entah kenapa dia semakin sayang dan merasa dekat dengan Melvin padahal Melvin bukanlah cucunya.
"Melvin belum makan kan? Ayo kita makan dulu," Anara.
Melvin pun mengangguk lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Anara.
"Bu aku mau siapin makan siang dulu ya buat Anara Ibu istirahat aja," kata Anara.
"Iya," kata Ibu Nurmala.
Anara dan Melvin berjalan keluar dari kamar sedangkan Ibu Nurmala, dia tersenyum memandang Anara dan Melvin yang sudah menjauh dari pandangannya.
'Entah kenapa semakin kesini aku semakin merasa dekat sama Melvin bahkan aku sangat menyayangi dia seperti cucu ku sendiri padahal dia bukan cucu ku,' batin Ibu Nurmala.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...