
Sesampainya di rumah sakit Citra Medical, Anara segera turun dari taksi dan membayar biaya taksi. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam rumah sakit mencari keberadaan adiknya.
Setelah lama mencari, akhirnya dia menemukan adiknya yang sedang duduk dengan wajah yang cemas dan gelisah. Anara segera berjalan menghampiri adiknya itu.
"Fara, gimana keadaan Ibu?" tanya Anara.
"Aku juga belum tau Kak," jawab Nafara.
Tak lama kemudian, Dokter yang menangani Ibu Nurmala pun keluar. Anara dan Nafara segera menghampiri Dokter itu.
"Dok bagaimana keadaan Ibu saya?" tanya Anara.
"Tensi darah Ibu anda sangat naik dan bisa berakibat fatal jika dibiarkan, jadi saya sarankan tolong jangan biarkan beliau mendengar berita yang menyebabkan tensi darahnya semakin naik dan beliau harus menjaga pola makan mulai dari sekarang Lalu beliau harus dirawat selama beberapa hari disini untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dokter.
"Baik Dok, kami akan menjaga Ibu kami dengan baik," kata Anara.
"Ibu anda mau dirawat di ruangan mana?" tanya Dokter.
"Diruang kelas 3 saja Dok," jawab Anara.
"Baik. Nanti kami akan pindahkan Ibu anda keruangan inapnya. Kalau begitu saya permisi dulu," kata Dokter.
Dokter pun segera pergi meninggalkan mereka. Tak lama kemudian, datanglah seorang suster menghampiri Anara.
"Maaf Mbak, Mbak harus urus administrasinya dulu," kata Suster itu.
"Fara kamu jagain Ibu ya, aq mau urus administrasi dulu," kata Anara.
"Iya Kak," jawab Nafara.
Anara segera pergi bersama suster itu untuk mengurus administrasi ibunya.
→TK KASIH BUNDA.
Suasana di kelas Melvin sangat ramai. Ada yang berkejaran kesana kemari dan ada juga yang bermain bersama teman. Namun tidak dengan Melvin, dia hanya diam ditempat duduknya sambil melihat teman-temannya.
Di dalam kelas, Melvin tidak punya teman. Mereka tidak mau berteman dengan Melvin karena mereka menganggap Melvin anak yang aneh.
Tiba-tiba guru pengajar mereka masuk ke dalam kelas. Suasana yang tadi ribut kini menjadi tenang bahkan para murid sudah duduk dikursi masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak," sapa Ibu Guru yang bernama Bu Nila.
"Selamat pagi juga Bu," jawab anak-anak serempak dan semangat.
"Nah, hari ini kalian kedatangan teman baru. Ayo sayang silahkan masuk," kata Bu Nila.
Tak lama kemudian, masuklah seorang anak perempuan yang sangat ceria dan periang. Anak perempuan itu lalu berdiri disamping Bu Nila.
"Sayang, ayo perkenalkan diri kamu," kata Bu Nila.
"Hai teman-teman nama ku Arabella *** panggil saja aku Ara, aku pindahan dari Bandung. Aku harap kita bisa jadi teman ya, salam kenal," kata Anak perempuan itu yang ternyata bernama Arabella.
"Nah Arabella sekarang kamu boleh duduk di tempat duduk kamu yang disebelah sana itu," kata Bu Nila.
"Makasih Bu," kata Arabella.
Arabella segera berjalan menuju tempat duduknya Ternyata dia duduk disamping Melvin
Arabella duduk di kursinya lalu mengajak berkenalan.
"Hai aku Arabella, kamu siapa?" tanya Arabella.
Namun Melvin hanya diam saja dan mengabaikan Arabella, sedangkan Arabella. Dia tampak kesal sekaligus bingung karena Melvin mengabaikannya.
"Anak-anak, mari kita mulai pelajaran kita pada hari ini," kata Bu Nila.
Bu Nila mulai memberikan materinya kepada anak muridnya. sedangkan anak-anak murid menyimak penjelasan Bu Nila.
→Dirgantama Groups
Karvian sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya di laptop. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Karvian langsung mengambil handphonenya yang dia taruh diatas meja kerjanya.
Mommy is Calling...
Setelah mengetahui siapa yang menghubunginya, Karvian langsung menerima panggilan telpon dari ibunya.
"Hello Mah, ada apa telpon aku?" tanya Karvian.
"Hello sayang, Mamah cuma mau tau aja kabar kamu? Gimana kabar kamu dan Melvin? Soalnya kalian udah lama banget gak ke rumah," jawab Ibu Karvian disebrang sana.
"Aku baik Mah dan Melvin juga baik," kata Karvian.
"Oh iya, apa hari ini kamu bisa ke rumah? Kita makan siang bareng disini?" tanya Ibu Karvian.
"Aku gak bisa Mah, aku lagi sibuk sekarang," jawab Karvian.
"Gak bisa ya? Padahal Mamah kangen banget sama kamu dan Melvin, bukan cuma Mamah yang kangen, Papah dan adik-adik kamu juga kangen sama kalian," kata Ibu Karvian.
Karvian pun terdiam setelah mendengar perkataan Ibunya. Memang Akhir- akhir ini dia jarang ke rumah orang tuanya karena kesibukannya.
"Hello Vian, kamu masih disana kan?" tanya Ibu Karvian.
"Masih Mah, emm... Ya udah nanti siang aku akan ke rumah tapi cuma buat makan siang aja ya," kata Karvian.
"Iya sayang, gak papa kalau kamu cuma sebentar disini. Oh ya, kamu ajak Melvin juga ya," kata Ibu Karvian.
"Iya Mah, nanti aku akan ajak dia juga," kata Karvian.
"Udah dulu ya sayang, Mamah tunggu loh kedatangan kamu siang nanti ke rumah jangan sampai gak datang," kata Ibu Karvian.
"Iya Mah," kata Karvian.
"Bye sayang," kata Ibu Karvian.
"Bye Mah," kata Karvian.
Karvian memutuskan sambungan telponnya lalu dia kembali mengerjakan pekerjaan kantornya.
→TK Kasih Bunda
Melvin sedang duduk di taman sekolahnya sambil memakan bekalnya yang disiapkan oleh Bi Arum tadi. Tiba-tiba tiga orang anak laki-laki datang menghampiri Melvin.
"Hai anak aneh," sapa salah satu anak berbadan gemuk. Nama anak itu adalah Bimo.
"Lihat teman-teman, dia bawa bekal makan dari rumah," kata Teman Bimo yang bernama Doni.
"Hahaha Dasar anak Mami, eh tapi dia kan gak punya Mami," ejek Bimo.
"Iya, jadi dia anak Papi dong," ejek teman Bimo yang satu lagi bernama Bobby.
Melvin hanya diam saja, dia mengabaikan ejekan dari Bimo dan teman-temannya. Merasa kesal karena Melvin hanya diam, Bimo pun merebut kotak makan Melvin.
"Kalau kamu mau ini, ayo ambil," kata Bimo.
"Hahaha, dasar lemah ambil ini aja gak bisa. Dasar anak aneh," ejek Bimo.
Tiba-tiba Melvin melihat sebuah uluran tangan dihadapannya lalu Melvin menoleh ke arah orang itu dan ternyata orang itu adalah Hanin.
"Ayo berdiri, sini aku bantu," kata Hanin.
Melvin pun menerima uluran tangan Hanin lalu Hanin membantu Melvin berdiri.
"Heh anak gendut, cepat kembalikan kotak makan dia," teriak Hanin.
"Apa kamu bilang!!!" kata Bimo tidak Terima jika dia dibilang gendut oleh Hanin.
"Iya, kamu kan emang gendut lihat aja badan kamu besar kayak gitu," ejek Hanin.
Mendengar ejekan Arabella membuat seluruh murid menertawakan Bimo.
"Cepat kembalikan kotak makan dia," kata Hanin.
"Ih, nih awas kalian," ancam Bimo.
Karena malu, Bimo dan kedua temannya pergi meninggalkan Melvin dan Hanin.
"Nih, kotak makan kamu," kata Hanin.
Melvin menerima kotak makannya itu. Dia mengambil buku kecilnya lalu menuliskan sesuatu disana. Sedangkan Hanin, dia bingung melihat Melvin yang sedang menulis. Setelah selesai menulis, Melvin merobek kertas itu lalu memberikannya pada Arabella.
Melvin:Makasih.
Hanin pun paham jika Melvin tidak bisa bicara.
"Sama-sama, jadi kamu gak bisa bicara ya," kata Hanin," Oh ya, nama kamu siapa?"
Kemal kembali menulis lalu merobeknya dan memberikan lagi kepada Hanin.
Melvin:Nama ku Melvin.
"Oh jadi nama kamu Melvin, salam kenal ya. Apa kamu punya teman disini?" tanya Hanin.
Melvin pun menggeleng pelan.
"Aku juga gak punya teman, gimana kalau kita berteman? Kamu mau kan berteman sama aku?" tanya Hanin.
Melvin terdiam. Dia bingung harus jawab apa karena baru kali ini ada orang yang mau mengajaknya berteman.
"Mau gak kamu temenan sama aku?" tanya Hanin Kembali.
Setelah berpikir, akhirnya Melvin pun mengiyakan permintaan Hanin untuk mereka menjadi teman.
"Oke mulai sekarang kita akan jadi teman ya. Oh ya, aku kita main disana," kata Hanin.
Hanin pun menarik tangan Melvin lalu mengajak Melvin bermain bersama menggunakan permainan di sekolah mereka.
Kedua anak itu sangat asyik bermain bersama bahkan mereka tertawa bersama. Tiba-tiba Bel pun berbunyi, semua murid masuk kembali ke dalam kelas masing-masing untuk belajar kembali.
→RS Citra Medical
Setelah mengurus administrasi ibunya, Anara berjalan kembali ke kamar inap Ibunya.
Untung saja aku punya tabungan dari hasil kerja ku sebelumnya. Kayaknya aku harus merahasiakan ini dulu dari ibu dan aku harus secepatnya mendapatkan pekerjaan baru, batin Anara.
Sesampainya di kamar inap Ibunya, dia melihat Ibunya yang terbaring lemah di kasur dengan infus yang terpasang ditangannya dan selang oksigen yang terpasang di hidungnya.
Anara duduk disamping ibunya. Dia mengambil tangan ibunya lalu menciumnya sambil menangis.
"Ibu, Ibu harus cepat sembuh ya. Aku gak mau lihat ibu sakit kayak gini aku sayang Ibu," kata Anara pelan.
Tiba-tiba Nafara datang menghampiri Anara dengan membawa kantong kresek berisi nasi bungkus.
"Kak, ayo Kak kita makan dulu. Kakak gak makan kan seharian?" tanya Nafara.
"Aku gak lapar Fara, kamu aja ya yang makan," kata Anara menolak tawaran dari Nafara.
"Kalau Kakak gak makan nanti kakak yang sakit terus siapa yang jagain aku sama Ibu nanti kalau Kakak sakit?" kata Nafara mencoba membujuk Anara untuk makan.
"Ya udah, sini mana makanannya," kata Anara.
Nafara pun tersenyum lalu dia memberikan sebungkus nasi pada Anara. Mereka berdua makan siang bersama sambil menjaga Ibu mereka.
Setelah mereka selesai makan, tiba-tiba jemari tangan Ibu Nurmala bergerak dan Nafara melihat hal itu.
"Kak, lihat tangan Ibu bergerak bentar lagi Ibu akan sadar Kak," kata Nafara.
Bu Nurmala membuka matanya perlahan lalu dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Ibu, syukurlah Ibu udah sadar," kata Anara.
"Ibu ada dimana?" tanya Bu Nur.
"Ibu ada dirumah sakit, tadi Bu pingsan di depan rumah," jawab Nafara.
"Kata Dokter Tensi Ibu naik, jadi mulai sekarang Ibu gak boleh berpikiran apapun, harus istirahat tepat waktu dan Ibu harus menjaga pola makan ibu," kata Anara.
"Tapi---" kata Bu Nurmala.
"Udah Ibu turutin aja apa kata Kak Nara, ini semua demi kebaikan Ibu juga, kami gak mau Ibu sakit kayak gini lagi," kata Nafara
"Baiklah, demi kalian Ibu akan menuruti semua apa yang kalian katakan," kata Bu Nurmala.
Tak lama kemudian, seorang suster masuk ke dalam kamar inap Bu Nurmala dengan membawa nampan berisi Makanan, segelas air putih dan obat-obatan.
"Maaf Mbak, ini makanan dan obat buat Ibu Nurmala," kata Suster itu.
"Makasih ya Sus," kata Anara.
"Sama-sama Mbak," kata Suster itu lalu Berlalu pergi meninggalkan kamar inap Bu Nurmala.
Anara menaruh nampan itu diatas nakas lalu dia mengambil piring berisi makanan.
"Nah sekarang Ibu makan dulu ya habis itu minum obat, sini biar aku yang suapin Ibu," kata Anara.
Anara segera menyuapi Ibunya dengan telaten dan penuh kasih sayang. Setelah menghabiskan makanan, dia memberikan beberapa butir obat kepada Ibunya dan langsung diminum oleh Bu Nurmala
"Nah sekarang Ibu istirahat ya," kata Anara.
Bu Nurmala segera merebahkan tubuhnya ke kasur lalu memejamkan matanya untuk tidur. Tak lama kemungkinan, Bu Nurmala pun sudah tertidur pulas.
Melihat Ibunya yang tertidur pulas, Anara pun tersenyum. Dia bersyukur karena ibunya sudah sadar dan dia juga berharap bisa secepatnya menemukan pekerjaan baru untuk dirinya.
......[Bersambung...]......