
→Kediaman Orang tua Karvian.
Calista telah tiba dirumah orang tua Karvian. Setelah turun dari mobil, Calista pun berjalan menuju rumah orang tua Karvian. Tak lupa dia menekan bel sebelum masuk.
Ting.. Tong...
Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dan yang membuka pintu adalah Bi Minten.
"Non Lista mari silahkan masuk," kata Bi Minten.
Calista melangkah masuk ke dalam rumah orang tua Karvian. Sedangkan Bi Minten, setelah menutup pintu kembali, dia mengikuti Calista dari belakang.
"Sebentar ya Non saya panggilkan Nyonya dulu," kata Bi Minten.
"Emm," jawab Calista.
Bi Minten pun pergi menuju kamar majikannya sedangkan Calista, dia memainkan handphonenya sambil menunggu kedatangan Liyana. Tak lama kemudian, Liyana pun datang.
"Lista," panggil Liyana.
"Tante," kata Calista.
Mereka pun bercipika-cipiki lalu Liyana menyuruh Calista untuk duduk.
"Ini Tante, aku bawain Tante kue kesukaan Tante," kata Calista seraya memberikan kantong kresek berisi kue.
"Wah makasih ya, jadi ngerepotin kamu," kata Liyana.
"Ah, enggak kok Tante," kata Calista," Tante mau kemana kok tumben udah rapi begini?"
"Biasa, tante mau ke arisan sosialita Tante sekalian mau nyariin istri buat Vian," kata Liyana.
"Cari istri buat Kak Vian?" tanya Calista terkejut.
"Iya, rencananya Tante mau bikin perjodohan buat Vian. Soalnya Tante kasihan lihat dia, ngurus anak sendiri apalagi dia juga harus ngurus perusahaan tapi yang lebih kasihan itu Melvin, dia masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang Ibu. Itu sebabnya Tante berencana mau jodohin Vian," kata Liyana.
'Aduh gimana nih? Tante Liyana mau jodohin Kak Vian sama wanita lain lagi. Apa aku nawarin diri aja ya buat dijodohin sama Kak Vian, batin Calista.
"Lista," panggil Liyana.
"Hah, iya Tante?" tanya Calista.
"Kok bengong? Lagi mikirin apa?" tanya Liyana.
"Tante, sebaiknya Tante gak usah cari istri buat Kak Vian karena disini sudah ada calonnya," kata Calista.
"Maksud kamu?" tanya Liyana.
"Sebenarnya aku suka sama Kak Vian Tante," jawab Calista.
Liyana sangat terkejut dengan pengakuan Calista.
"Kamu beneran suka sama Vian? Kamu lagi gak bercanda kan Lista?" tanya Liyana memastikan perkataan Calista benar atau tidak.
"Aku gak bercanda Tante, aku beneran suka sama Kak Vian tapi kalau Tante nolak aku, aku gak papa kok," kata Calista.
Tiba-tiba Liyana memeluk Calista dengan erat. Calista seketika terkejut karena Liyana tiba-tiba memeluknya.
"Gak, tante gak nolak kamu, justru Tante setuju kalau kamu yang jadi istrinya Vian apalagi kan kamu Tantenya Melvin jadi kamu pasti bisa lebih ngertiin dia," kata Liyana setelah melepaskan pelukannya pada Calista.
"Beneran Tante nerima aku buat jadi istrinya Kak Vian?" tanya Calista.
"Iya," jawab Liyana.
"Makasih ya Tante, aku senang deh Tante mau nerima aku sebagai calon istrinya Kak Vian," kata Calista.
"Sama-sama. Kamu tau sayang, kamu itu menantu idaman Tante," kata Liyana.
"Menantu idaman Tante? Maksud Tante?" tanya Calista.
"Sebenarnya dulu Tante pengen kamu yang jadi istrinya Vian tapi malah Kakak kamu yang jadi istrinya Vian," kata Liyana.
"Emangnya apa yang Tante suka dari aku?" tanya Calista.
"Kamu itu cantik, modis, dan elegan beda banget sama Kakak kamu yang penampilannya sederhana banget," kata Liyana.
"Tapi kenapa Tante nerima Kak Dira sebagai istrinya Kak Vian?" tanya Calista kembali.
"Ya mau bagaimana lagi, Vian sudah jatuh hati sama Kakak kamu, jadi mau gak mau Tante nerima aja keputusan Vian buat nikahin Kakak kamu," kata Liyana," Ada bagusnya juga sih dia tiada jadinya kamu bisa menempati posisi jadi istri Vian dan menantu Tante."
"Tapi Tante apa Kak Vian mau menerima perjodohan ini? Terus bagaimana sama orang tua aku? " tanya Calista ragu.
"Kamu tenang aja, Tante akan pastikan Vian dan orang tua kamu akan menerima perjodohan ini Oke. Udah kamu gak usah khawatir," kata Liyana.
"Baik Tante," kata Calista.
"Ya ampun udah jam segini, Tante telat nih ke arisan sosialita tante," kata Liyana.
"Ya udah Tante, biar aku antar Tante kesana," kata Calista.
"Gak ngerepotin nih?" tanya Liyana.
"Gak Tante, Tante kan calon Ibu mertua aku. Jadi aku gak ngerasa direpotin," kata Calista.
"Baiklah," kata Liyana," Bi... Bi Minten."
"Iya Nyonya," kata Bi Minten datang menghampiri Liyana.
"Saya mau ke arisan dulu, jaga rumah baik-baik," kata Liyana.
"Baik Nyonya," kata Bi Minten.
Calista dan Liyana berjalan keluar dari rumah. Sesampainya di luar, mereka masuk ke dalam mobil. Calista mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat arisan Liyana.
→Dirgantama Groups.
Karvian sedang sibuk memeriksa berkas perusahaannya. tiba-tiba dia mendengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut Karvian.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Dilon dengan membawa map berisi berkas penting. Dia berjalan mendekati Karvian.
"Ada apa?" tanya Karvian tanpa menoleh sedikit pun pada Dilon.
"Hari ini kita ada meeting di restoran Tuan," jawab Dilon.
"Jam berapa?" tanya Karvian.
"Jam 11 siang Tuan," jawab Dilon.
"Jam 11 ?" tanya Karvian kembali.
"Iya Tuan," jawab Dilon.
"Ya sudah, tolong kamu siapkan berkas meeting hari ini," kata Karvian.
"Baik Tuan," kata Dilon.
Dilon segera pergi meninggalkan Karvian. Sedangkan Karvian, dia terlihat bingung karena jam 11 juga dia akan pergi menjemput Karvian sekolah tapi dia juga harus pergi menemui client nya untuk meeting.
'Apa sebaiknya aku minta bantuan gadis itu ya untuk jemput Melvin,' batin Karvian.
Karvian mengambil handphonenya yang terletak di atas meja kerjanya lalu dia segera menelpon Anara.
→Kediaman Karvian.
Setelah selesai membereskan rumah, kini Anara sedang duduk disofa sambil mengistirahatkan tubuhnya.
Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Anara pun mengambil handphonenya yang terletak diatas meja untuk melihat siapa yang menelponnya.
Drtt... Drttt... Drtt..
Bos Nyebelin...
"Ngapain Bos Nyebelin telpon aku? Ya udah angkat aja deh," gumam Anara.
Setelah mengetahui Karvian yang menghubunginya, Anara langsung menerima panggilan telpon itu.
"Hello," kata Anara.
"Tolong kamu jemput Melvin disekolahnya," pinta Melvin to the point.
"Jemput Melvin sekolah?" tanya Anara.
"Iya, saya ada meeting penting jadinya saya gak bisa jemput dia," jawab Karvian.
"Tapi Tuan saya gak tau sekolahnya Melvin?" tanya Anara.
"Dia sekolah di TK Kasih Bunda. Udah pokoknya kamu jemput dia, jangan sampai telat dan jangan bawa dia ke mana-mana lagi langsung pulang aja," kata Karvian.
"Tapi---"
Tut... Tut.. Tut...
Anara sangat kesal karena sambungan telponnya diputus secara sepihak oleh Karvian.
Anara pun mengambil tasnya yang dia letakkan di atas meja lalu dia pergi menuju dapur untuk berpamitan pada Bi Arum.
"Bi aku pergi ya," kata Anara.
"Kamu mau kemana?" tanya Bi Arum.
"Aku mau jemput Melvin di sekolahnya," jawab Anara.
"Jemput Den Melvin di sekolahnya? Tapi kan biasanya Tuan Karvian yang jemput?" tanya Bi Arum.
"Tadi Tuan telpon aku nyuruh aku jemput Melvin, dia gak bisa jemput ada meeting penting di kantornya," jawab Anara.
"Kamu naik apa ke Sekolahnya Den Melvin?" tanya Bi Arum kembali.
"Aku udah pesan taksi Online Bi, bentar lagi juga sampai," jawab Anara.
"Oh gitu. Kamu hati-hati di jalan," kata Bi Arum.
"Iya Bi," kata Anara.
Anara segera pergi meninggalkan dapur dan berjalan keluar dari rumah.
Sesampainya diluar rumah, taksi online yang Anara pesan telah sampai. Anara segera masuk ke dalam mobil.
"Mau kemana mbak?" tanya supir taksi.
"Ke TK Kasih bunda ya Pak," jawab Anara.
"Baik Mbak," kata Supir taksi.
Taksi yang ditumpangi Anara pun mulai berjalan menuju sekolah Melvin.
→Kediaman Ardian.
Calista telah tiba dirumahnya setelah mengantar Liyana ke tempat arisan sosialitanya. Setelah turun dari mobil, Calista pun berjalan memasuki rumahnya.
Sesampainya dirumah, dia langsung mendekati Farah yang sedang duduk disofa sambil membaca majalah.
"Mamah," panggil Calista sambil memeluk Farah dengan erat.
"Kamu kenapa sayang? Kok kelihatannya kamu lagi senang banget?" tanya Farah.
"Mah, aku mau dijodohin sama Kak Vian," jawab Calista.
"Apa? Kamu serius sayang?" tanya Farah terkejut.
"Aku serius Mah. tadi aku habis dari rumahnya Tante Liyana dan Tante Liyana bilang kalau dia mau cari istri buat Kak Vian. Terus aku nawarin diri buat jadi istrinya Kak Vian dan Tante Liyana langsung setuju Mah," jawab Calista.
"Ini kabar yang sangat baik sayang, tapi kenapa Jeng Liyana bisa langsung setuju?" tanya Farah.
"Karena aku adalah menantu idamannya Tante Liyana. Dulu dia pengen aku yang jadi istrinya Kak Vian tapi malah Kak Dira yang dinikahin sama Kak Vian," jawab Calista.
"Bagus dong sayang, berarti kamu akan mudah untuk masuk dalam keluarga itu," kata Farah.
"Tapi Mah gimana sama Papah? Mamah tau sendiri kan kalau Papah gak setuju kalau aku ada hubungan sama Kak Vian," kata Calista.
"Kamu tenang aja, soal Papah nanti biar Mamah yang bicara dan Mamah pastikan kalau Papah akan setuju sama perjodohan kamu dan Vian," kata Farah.
"Makasih ya Mah, aku sayang banget sama Mamah," kata Calista sambil memeluk Mamahnya kembali.
"Sama-sama sayang. Mamah juga sayang banget sama kamu," kata Farah.
"Kalau gitu aku mau ke kamar ya Mah," kata Calista.
"Iya sayang," kata Farah.
Calista pun pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Sedangkan Farah, dia memikirkan cara untuk membuat suami setuju dengan perjodohan putrinya dengan Karvian.
'Pokoknya aku harus berhasil membuat Mas Ardian setuju dengan perjodohan Calista dan Karvian. Aku gak mau kali ini kebahagiaan putri ku hancur kembali hanya karena restu dari Mas Ardian,' batin Farah.
→TK Kasih Bunda.
Anara telah sampai di depan sekolah Melvin. Setelah membayar biaya taksi, Anara pun turun dari taksi dan berjalan memasuki lingkungan sekolah.
Sesampainya di dalam, Anara melihat banyak orang tua yang sedang menunggui anaknya. Anara pun duduk di kursi taman sambil menunggu Melvin keluar dari kelas.
Tak lama kemudian, Bel pun berbunyi. Semua murid mulai berhamburan keluar dari ruang kelas dan menghampiri orang tua mereka masing-masing.
Melihat Melvin keluar dari ruang kelasnya bersama Hanin, Anara pun memanggil Melvin.
"Melvin," panggil Anara.
Melvin langsung berlari menghampiri Anara dan memeluknya dengan erat. Setelah puas memeluk Anara, Melvin mengambil buku komunikasinya lalu menulis sesuatu. Setelah selesai menulis, Melvin memberikannya pada Anara.
Melvin:Tante yang jemput aku? Papah Mana?
Anara:"Papah ada meeting di kantornya, makanya Tante deh yang jemput kamu," kata Anara.
Tatapan Anara beralih pada Hanin yang berdiri disamping Melvin.
"Hai cantik kamu pasti temannya Melvin ya?" tanya Anara.
"Iya Tante, nama ku Hanin. Tante pasti Mamah barunya Melvin kan," jawab Hanin.
Anara dan Melvin seketika terkejut mendengar perkataan Hanin. Lalu Melvin memberikan tulisannya pada Hanin.
Melvin:Ini Tante Anara, dia Babysitter aku.
"Oh jadi Tante Babysitternya Melvin, aku kira Mamah baru Melvin, maaf ya Tante" kata Hanin merasa bersalah.
"Gak papa sayang, kenalin nama Tante Anara," kata Anara memperkenalkan dirinya pada Hanin.
Tak lama kemudian, Taksi online yang dipesan Anara telah datang.
"Taksinya udah datang, ayo kita pulang," ajak Anara pada Melvin.
Melvin pun mengangguk lalu dia menulis sesuatu di buku komunikasinya dan memperlihatkannya pada Hanin.
Melvin:Hanin, aku pulang dulu ya.
"Oke Melvin sampai jumpa besok ya," kata Hanin.
Anara dan Melvin masuk ke dalam taski. Taksi pun mulai berjalan meningggalkan sekolah.
→RS.Citra medical
Nafara sedang membereskan pakaian dan perlengkapan Ibunya karena hari ini adalah jadwal kepulangan Ibunya. Setelah berkonsultasi dengan Dokter akhirnya Ibu Nurmala diperbolehkan pulang hari ini.
"Ibu senang banget akhirnya Ibu diperbolehkan pulang hari ini," kata Ibu Nurmala.
"Iya Bu, aku juga senang banget Ibu akhirnya bisa pulang ke rumah tapi tetap Ibu harus rutin nanti minum obat biar gak sakit lagi," kata Nafara.
"Iya sayang," kata Ibu Nurmala," Oh ya kamu udah kasih tau Kakak kamu kan kalau hari ini Ibu pulang?"
"Udah Bu," jawab Nafara.
Setelah selesai membereskan pakaian dan perlengkapan Ibunya, Nafara membantu Ibunya untuk turun dari brankar dan menuntun Ibunya berjalan keluar dari kamar inap.
Sesampainya diluar rumah sakit, mereka menunggu kedatangan taksi yang dipesan oleh Nafara. 10 menit kemudian, Taksi pun datang. Mereka pun masuk ke dalam taksi.
"Mau kemana Mbak?" tanya Supir Taksi.
"Ke jalan Jaya indah ya pak," jawab Nafara.
"Baik Mbak," kata Supir Taksi.
Supir itu mulai menjalankan taksinya dengan kecepatan sedang meninggalkan lingkungan rumah sakit.
→Kediaman Karvian.
Karvian telah sampai dirumah. Hari ini dia sengaja pulang lebih awal karena dia merasa lelah dan butuh istirahat.
Sesampainya di dalam, kedatangannya disambut oleh Bi Arum.
"Tuan sudah pulang," kata Bi Arum.
"Melvin mana?" tanya Karvian.
"Den Melvin ada di ruang bermain Tuan bersama Anara," jawab Bi Arum.
"Oh," kata Karvian.
"Apa Tuan mau saya buatkan kopi?" tanya Bi Arum.
"Gak usah, saya mau ke ruang kerja," jawab Karvian.
"Baik Tuan. kalau begitu saya kembali ke dapur Tuan," kata Bi Arum.
"Emm," kata Karvian.
Bi Arum kembali pergi ke dapur. Sedangkan Karvian, dia pergi menuju ruang kerjanya. Namun sebelum dia pergi ke ruang kerjanya, Karvian terlebih dahulu pergi ke ruang bermain putranya.
Sesampainya di sana, Karvian melihat Melvin sedang bermain tembak-tembakkan bersama Anara. Melvin terlihat sangat ceria dan bahagia bermain bersama Anara. Melihat hal itu, Karvian pun tersenyum. Belum pernah Karvian melihat Melvin sebahagia ini. Terakhir melihat Melvin bahagia ketika Ibunya masih hidup.
Mengingat mendiang istri membuat Karvian sedih. Dia pun segera pergi menuju ruang kerjanya.
...^^^[BERSAMBUNG...] ^^^...