
→Kediaman keluarga Ardian.
Setelah Berziarah ke makam Andira, kini Ardian sedang duduk di ruang kerjanya sambil melamun. Entah kenapa tiba-tiba dia memikirkan Anara.
"Kenapa tiba-tiba aku kepikiran sama gadis yang jadi pengasuh cucu ku? Entah kenapa aku gak asing sama dia dan aku merasa sudah mengenal dia sangat lama," gumam Ardian.
Lamunan Ardian buyar ketika Farah secara tiba-tiba. Farah pun berjalan mendekati Ardian.
"Pah, ada yang mau Mamah bicarain sama Papah," kata Farah.
"Mamah duduk dulu baru kita bicara," kata Ardian.
Farah pun duduk di kursi di depan Ardian dan mereka memulai pembicaraan mereka.
"Mamah mau bicara apa sama Papah?" tanya Ardian.
"Emm... gini Pah, kemarin Lista pergi ke rumah Bu Liyana buat silahturahmi terus mereka ngobrol dan Bu liyana bilang kalau dia punya rencana jodohin Vian sama Lista," kata Farah.
"Apa? Bu Liyana mau jodohin Vian sama Lista?" tanya Ardian.
"Iya. Papah setuju kan sama perjodohan Vian dengan Lista?" tanya Farah penuh harap.
"Maaf Mah, bukannya kita sudah membicarakan ini semua kalau Papah gak setuju kalau Lista menikah dengan Vian," jawab Ardian.
"Kenapa sih Papah gak setuju kalau Lista menikah sama Vian? Pah Lista itu sangat mencintai Vian. Jadi apa salahnya kita menikahkan putri kita dengan laki-laki baik seperti Vian," kata Farah.
"Tapi Vian gak cinta sama Lista," kata Ardian.
"Cinta bisa datang seiring waktu berjalan Pah. Mamah mohon tolong restui Lista menikah sama Vian," kata Farah.
"Maaf Pah, keputusan sudah bulat dan Papah gak akan pernah merestui Calista menikah dengan Vian," tegas Ardian.
"Kenapa Papah bisa tega sama Lista, Papah tau dia sangat berharap untuk bisa menikah dengan Vian dan merawat Melvin sebagai anaknya tapi Papah menghalangi kebahagiaan dia. Kenapa Papah melakukan ini Pah? Apa karena Lista itu anak tiri Papah jadi Papah melakukan ini semua karena gak mau Lista bahagia?" cecar Farah.
Ardian terdiam setelah mendengar perkataan Farah. Dia pun berusaha menenangkan istrinya itu.
"Gak Mah, bukan begitu maksud Papah. Papah juga sayang banget sama Lista maka dari itu Papah gak merestui Lista menikah dengan Vian karena Papah gak mau Lista hidup menderita karena Vian gak mencintai dia," kata Ardian.
"Kalau emang Papah sayang sama Lista. Mamah mohon Pah tolong restui Lista menikah dengan Vian," pinta Farah memohon pada Ardian.
Ardian kembali terdiam. Dia sedang berada dilema yang besar. Di satu sisi dia gak mau hidup putrinya menderita jika dia menyetujui pernikahan Calista dengan Karvian tapi disisi lain, dia tidak tega melihat Farah memohon seperti ini. Setelah berpikir panjang, akhirnya Ardian pun memberi keputusan.
"Baiklah, jika itu keinginan Mamah dan Lista maka Papah akan menyetujui pernikahannya Lista dengan Vian," kata Ardian.
"Beneran Papah menyetujui pernikahan Lista dengan Vian?" tanya Farah memastikan perkataan Ardian.
"Iya," jawab Ardian.
"Makasih ya Pah, Lista pasti bahagia banget karena Papah menyetujui pernikahannya dengan Vian terus Mamah juga akan segera menghubungi Bu Liyana untuk memberitahukan hal ini," kata Farah," Mamah keluar dulu ya Pah, Mamah mau nyampein kabar baik ini sama Lista."
"Iya Mah," kata Ardian.
Farah pun keluar dari ruangan Ardian. Sedangkan Ardian, Entah kenapa dia masih ragu dengan keputusan untuk menyetujui pernikahan Calista dengan Karvian.
Sementara diluar ruang kerja Ardian, Farah menghapus airmatanya lalu dia tersenyum puas. Dia puas karena dramanya tadi berjalan dengan lancar.
'Syukurlah kalau Mas Ardian percaya sama aku dan dia sudah menyetujui pernikahan Calista dengan Vian. Aku harus kasih tau ini sama Lista,' batin Farah.
Farah pergi menuju kamar Calista untuk memberitahunya tentang keputusan Ardian.
Sementara Di kamar, Calista sedang bersantai di balkon kamarnya sambil mendengarkan musik kesukaannya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan menampilkan panggilan telpon di layar handphonenya.
Drtt.. Drtt... Drtt...
Tante Liyana is calling...
"Tante Liyana? Pasti dia mau kasih tau aku soal jawaban Kak Vian, semoga aja hasilnya baik," gumam Calista.
Buru-buru Calista menerima panggilan telpon dari Liyana.
"Hello Tante," kata Calista.
"Hello Lista, maaf Tante ganggu waktu kamu ya," kata Liyana dari disebrang telpon.
"Gak papa Tante, ada apa Tante telpon aku?" tanya Calista.
"Tadi Tante habis dari rumah Vian dan Tante udah bicarain soal perjodohan kalian sama Vian," jawab Liyana.
"Terus gimana Tante? Kak Vian setuju kan sama perjodohan kami?" tanya Calista penuh harap.
"Tante harus bilang apa sama kamu? Vian gak setuju sama perjodohan kalian karena Melvin tidak menyetujui pernikahan kalian," kata Liyana.
Calista seketika langsung terdiam setelah mendengar kabar dari Liyana. Tangannya terkepal kuat menahan emosinya.
"Dan ternyata Vian udah punya pacar," kata Liyana.
"Kak Vian udah punya pacar? Masa sih Tante? Aku gak percaya deh," kata Calista.
"Tante juga gak tau Lista, besok Vian akan bawa pacarnya ke rumah buat kenalan sama Tante dan Om. tapi kalau besok dia gak bawa pacarnya berarti dia sudah membohongi Tante," kata Liyana.
"Tapi Tante bakalan tetap milih aku kan sebagai istrinya Kak Vian?" tanya Calista.
"Tentu aja sayang, Tante cuma mau kamu yang jadi istrinya Vian bukan orang lain," jawab Liyana," Besok kamu datang kesini ya, kita makan siang bersama."
"Oke Tante, besok aku pasti datang," kata Calista.
"Udah dulu ya Lista, sampai jumpa besok," kata Liyana.
"Iya Tante," kata Calista
Calista memutuskan sambungan telponnya dengan Liyana. Dia pun langsung melemparkan handphonenya ke kasur. Calista kesal karena Melvin, perjodohannya dengan Karvian terancam batal. Tak lama kemudian Farah masuk ke kamar Calista dan berjalan menghampiri Calista.
"Lista sayang kamu kenapa? Kok wajah kamu kayak orang kesal begitu?" tanya Farah.
"Mah, aku lagi kesal banget tadi Tante Liyana telpon, dia bilang dia udah bicara sama Kak Vian soal perjodohan kami," jawab Calista.
"Terus?" tanya Farah.
"Kak Vian menolak perjodohan kami Mah dan Mamah tau kenapa Kak Vian menolak perjodohan kami? Itu semua gara-gara Melvin Mah, anak itu yang udah bikin pernikahan aku sama Kak Vian terancam gagal," kata Calista.
"Udah kamu sabar Oke, kamu tenang dulu," kata Farah berusaha menenangkan Calista.
"Gimana aku bisa tenang Mah, malahan tadi Tante Liyana bilang kalau Kak Vian udah punya pacar," kata Calista.
"Apa? Vian udah punya pacar?" tanya Farah.
"Iya, sekarang posisi aku benar-benar terancam," jawab Calista," Besok Tante Liyana ngundang aku kesana buat lihat pacarnya Kak Vian."
"Mamah ikut besok. Mamah juga mau lihat siapa pacarnya Vian? tapi ingat kamu harus tetap tenang jangan mudah emosi, ingat sayang kita harus main cantik untuk mendapatkan apa yang kita mau," kata Farah.
"Iya Mah, aku bakalan nahan emosi aku sebisa mungkin," kata Calista.
"Nah itu baru putri Mamah," kata Farah, "Mamah keluar dulu, ingat pesan Mamah tadi ya."
"Iya Mamah ku sayang," kata Calista.
Farah pun keluar dari kamar Calista. Sedangkan Calista, dia kembali mendengar musik untuk meredakan emosi sekaligus menghilangkan stress dipikirannya.
→Rumah Anara.
Anara telah tiba di depan rumahnya. Dia pun turun dan membayar tukang ojek yang sudah mengantarkannya pulang. Tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih pada tukang ojek itu. Setelah itu, Anara masuk ke dalam rumahnya.
"Bu, aku pulang," kata Anara.
"Kamu udah pulang Nara," kata Ibu Nurmala yang baru keluar dari dapur.
"Iya Bu, maaf ya lama soalnya tadi Rifa minta tolong sama aku buat bantu dia nyiapin dekorasi buat ulang tahun adiknya," kata Anara.
"Gak papa kok. Oh ya apa kamu udah makan?" tanya Ibu Nurmala.
"Udah Bu, tadi sama Rifa," jawab Anara," Ibu lagi masak ya? Aku bantuin ya?"
"Gak usah sayang, Ibu bisa kok sendiri lagipula kamu baru pulang pasti capek, " kata Ibu Nurmala.
"Gak papa Bu. Aku gak capek kok, boleh ya aku bantu Ibu," kata Anara.
"Ya sudah, kamu boleh bantu Ibu," kata Ibu Nurmala.
Anara dan Ibu Nurmala pergi ke dapur untuk memasak makan malam.
...****************...
...(Malam Harinya)...
→Rumah Anara.
Kini Anara sedang membantu Ibunya menyiapkan makan malam. Setelah selsai barulah Anara memanggil Nafara untuk makan malam bersama.
"Fara ayo keluar, makan malam udah siap nih," panggil Anara.
Tak lama kemudian Nafara pun datang dan menghampiri meja makan. Setelah itu mereka pun duduk dikursi masing-masing dan memulai makan malam.
"Ibu yakin mah jualan besok?" tanya Nafara.
"Ibu sudah yakin sayang," jawab Ibu Nurmala.
"Ingat ya Bu pesan aku, Ibu gak boleh kecapekan," kata Anara.
'Apa saatnya aku jujur ya soal pekerjaan aku lagipula Ibu sekarang sudah sehat daripada nanti Ibu tau dari orang lain, pasti Ibu bakalan marah karena aku gak jujur sama dia,' batin Anara.
"Nara," panggil Ibu Nurmala.
"Hah, Iya Bu," jawab Anara.
"Kamu kenapa melamun? kamu sakit?" tanya Ibu Nurmala.
"Gak Bu, aku gak papa," jawab Anara," Emm... Bu, aku mau bicara sesuatu sama Ibu."
"Bicara soal apa?" tanya Ibu Nurmala.
"Sebenarnya aku udah gak kerja diperusahaan, aku udah di pecat Bu dari sana," jawab Anara.
"Apa? Kamu di pecat? kapan?" tanya Ibu Nurmala terkejut.
"Saat Ibu masuk rumah sakit saat itu juga aku di pecat Bu. Tapi Ibu tenang aja aku udah punya pekerjaan baru," jawab Anara.
"Apa pekerjaan kamu sekarang?" tanya Ibu Nurmala.
"Aku kerja sebagai Babysitter Bu," jawab Anara," Maaf udah bikin Ibu kecewa karena aku di pecat dari kerja kantoran dan maaf udah bohongin Ibu."
"Gak papa sayang, mungkin disitu bukan rezeki kamu dan Ibu gak masalah kalau kamu kerja jadi Babysitter atau kerja apapun asalkan itu halal," kata Ibu Nurmala.
"Jadi Ibu gak masalah kalau aku kerja jadi Babysitter?" tanya Anara.
"Gak papa sayang, Ibu bangga sama kamu karena kamu sudah berani jujur sama Ibu soal pekerjaan kamu sekarang," kata Ibu Nurmala.
Anara langsung memeluk Ibunya dengan erat. Nafara pun juga ikut memeluk Ibu dan Kakaknya
"Makasih Bu udah maafin aku dan mendukung aku. Aku sayang banget sama Ibu," kata Anara.
"Aku juga sayang banget sama Ibu," kata Nafara.
"Ibu juga sayang sama kalian, kalian berdua adalah harta berharga yang Ibu punya," kata Ibu Nurmala.
Setelah puas pelukan, mereka melepaskan pelukan masing-masing dan melanjutkan makan malam.
→Kediaman Karvian.
Seperti biasa, Karvian selalu menemani putranya untuk tidur. Saat ini Karvian sedang berbicara serius dengan Melvin mengenai Calista. Karvian penasaran apa alasan Melvin tidak menyukai Calista padahal Calista itu adalah Tantenya sendiri.
"Sayang Papah boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya Karvian.
Melvin:Tanya Apa Pah?"
"Kenapa sih kamu gak suka banget sama Tante Lista. Dia itu tante kamu Loh. Masa kamu gak suka sama Tante kamu sendiri," kata Karvian.
Melvin:Aku gak suka sama Tante Lista karena dia jahat Pah.
Karvian seketika terkejut membaca jawaban dari Melvin yang menyebut Calista orang jahat.
"Melvin gak boleh bicara begitu, Tante Lista itu bukan orang jahat buktinya dia sayang sama kamu," kata Karvian.
Melvin:Dia gak sayang sama aku Pah bahkan dia juga gak sayang sama Mamah.
Karvian semakin bingung dengan jawaban dari Melvin. Dia penasaran kenapa Melvin bisa berbicara seperti itu tentang Calista. Namun ini bukan saatnya Karvian menanyakan alasan Melvin berbicara seperti itu tentang Calista.
"Terus Melvin mau Papah gak menikah sama Tante Lista begitu? atau Melvin gak mau menikah lagi karena Melvin menganggap Papah udah melupakan Mamah? " tanya Karvian.
Melvin:Papah boleh menikah lagi tapi bukan sama Tante Lista.
"Terus Melvin maunya Papah menikah sama siapa?" tanya Karvian.
Melvin:Aku mau Papah menikah sama Tante Anara. Aku mau Tante Anara jadi Mamah aku Pah.
Karvian terkejut mengetahui keinginan Melvin yang menginginkan dirinya menikah dengan Anara. Dia pun segera mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah sekarang Melvin tidur ya, besok kan Melvin harus sekolah," kata Karvian.
Melvin pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya untuk tidur. Karvian mengelus rambut Melvin agar putranya itu cepat tidur. Tak lama kemudian Melvin akhirnya tertidur pulas.
Melihat Putranya yang sudah tidur, Karvian segera menyelimuti tubuh Melvin dengan selimut. Tak lupa dia mencium kening Melvin dengan pelan lalu dia mematikan lampu tidur Melvin dan melangkah keluar dari kamar Melvin.
Karvian berjalan menuju ruang kerjanya. Sesampainya disana, dia duduk di kursinya dan memikirkan permintaan putranya tadi.
'Apa aku penuhi aja keinginan Melvin untuk menikah dengan Anara lagipula Melvin terlihat dekat banget sama Anara dan gadis itu terlihat tulus sayang sama Melvin tapi gimana Mamah sama Papah? Mereka pasti gak setuju kalau aku menikah dengan Anara tapi demi kebahagian Melvin, aku akan mewujudkan keinginannya yaitu menikah dengan Anara. Sebaiknya aku bicarakan ini dengan gadis itu besok, ' batin Karvian.
Setelah puas menyendiri dan menenangkan diri, Karvian pun keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
...****************...
...(Keesokan Harinya) ...
Keluarga Anara sedang menikmati sarapan pagi mereka. Tak ada suara diantara mereka, yang ada hanya dentingan suara peralatan makan saja.
"Fara, kapan ujian nasional kamu di laksanakan?" tanya Ibu Nurmala.
"Sekitar 2 bulan lagi Bu," jawab Nafara.
"Kamu belajar yang rajin ya biar nanti kamu lulus dengan nilai terbaik," kata Ibu Nurmala.
"Iya Bu aku akan berusaha biar nilai aku bagus dan bisa bikin Ibu bangga," kata Nafara.
"Iya Fara, biar kamu bisa kuliah di universitas yang kamu inginkan," kata Anara.
"Emm... Kayaknya setelah lulus sekolah ini aku maunya kerja aja deh, aku gak mau kuliah," kata Nafara.
"Loh kenapa kamu gak mau kuliah Fara?" tanya Anara.
"Soalnya aku gak mau bikin susah Kakak sama Ibu karena kuliah itu butuh uang yang banyak. Jadi biar aku kerja aja supaya aku bisa bantu Kakak cari uang," kata Nafara
"Fara kamu gak bikin susah aku kok, aku kerja demi kamu dan Ibu demi memenuhi kebutuhan kita. Jadi aku mohon sama kamu, kamu tetap harus kuliah dan biar aku aja yang kerja ya," bujuk Anara kepada Nafara.
"Iya sayang Kakak kamu benar, Ibu juga akan berusaha keras demi kamu bisa kuliah di Universitas favorit di kota ini," kata Ibu Nurmala.
Nafara terdiam setelah mendengar perkataan Ibu dan Kakaknya. Sedangkan Anara dan Ibu Nurmala berharap agar Nafara mau mendengar nasehat mereka dan tetap melanjutkan pendidikannya. Setelah berpikir panjang, akhirnya Nafara memberikan keputusannya.
"Demi Ibu dan Kakak, aku akan kuliah," kata Nafara.
"Nah gitu dong, kamu harus kuliah ya," kata Anara.
"Udah, ayo kita lanjut makannya. Nanti kalian telat lagi," kata Ibu Nurmala.
Mereka bertiga melanjutkan sarapan pagi mereka. Setelah selesai sarapan, Anara dan Nafara pamit kepada Ibu Nurmala dan melangkah keluar rumah bersama.
Setelah Anara dan Nafara pergi, Ibu Nurmala menangis. Dia sangat sedih karena dirinya, kedua putrinya menjadi korban karena dirinya tidak mampu membuat kedua putrinya bahagia.
"Maaf Ibu sayang, Ibu sudah membuat kalian menderita. Ibu gak bisa membuat kalian bahagia. Seandainya Ayah kalian tidak meninggalkan kalian, kalian pasti tidak akan menderita seperti ini. Maafkan Ibu," gumam Ibu Nurmala.
Setelah kesedihannya mereda, Ibu Nurmala menghapus airmatanya lalu dia bersiap untuk pergi jualan.
→Kediaman Karvian.
Karvian dan Melvin sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama. Karvian tengah menikmati sarapannya, sedangkan Melvin, dia enggan untuk menyentuh sarapannya.
"Melvin sayang, kok kamu gak makan? Apa kamu sakit?" tanya Karvian khawatir.
Melvin mengambil buku komunikasinya lalu menulis sesuatu disana. Setelah selesai, dia memperlihatkan tulisannya pada Karvian.
Melvin:Aku Mau nungguin Tante Anara. Aku mau disuapin sama Tante Anara.
"Melvin jangan manja, Tante Anara belum datang kalau kamu tunggu dia yang ada kamu telat ke sekolah dan Papah telat ke kantor gara-gara kamu. Udah kamu makan sendiri aja gak usah makan," kata Karvian memarahi putranya.
Melvin mencebik kesal kepada Ayahnya. Padahal dia ingin menunggu Anara dan disuapi Anara namun Ayahnya tidak mengerti keinginannya. Melvin hanya bisa menuruti Ayahnya karena dia tidak mau Ayahnya semakin marah padanya.
Tak lama kemudian Anara pun datang. Melihat Anara datang, Melvin sangat senang.
"Selamat pagi anak ganteng," sapa Anara kepada Melvin.
Melvin:Selamat pagi juga Tante. Tante aku mau disuapin sama Tante boleh kan?
"Kamu mau disuapin sama Tante? Boleh sayang, sini tante suapin kamu ya," kata Anara.
Saat Anara ingin mengambil piring Melvin. Tiba-tiba Karvian menegurnya.
"Kamu ikut ke ruangan saya dan Melvin udah Papah bilang kan kamu harus makan sendiri jangan manja," kata Karvian.
Melvin kembali mencebik kesal kepada Karvian dan akhirnya dia pun makan sendiri. Sedangkan Anara, dia mengikuti Karvian dari belakang menuju ruang kerja Karvian berada.
Sesampainya diruang kerja, Karvian segera duduk di kursi kebesarannya dan mempersilahkan Anara duduk.
"Kamu duduk!" pinta Karvian.
"Bapak mau bicara apa sama saya?" tanya Anara setelah duduk di kursi di depan Karvian.
"Kamu pasti sudah tau permasalahan saya dengan keluarga saya kemarin," kata Karvian.
"Ya, saya cuma taunya sedikit aja," kata Anara," Emangnya ada apa Bapak berkata seperti itu sama saya?"
"Saya langsung to the point aja ya sama kamu," kata Karvian," Menikahlah dengan ku!"
"Apa?"
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...