
Anara dan anak kecil itu sedang duduk di sebuah kedai ice cream yang letaknya tidak jauh dari taman. Anara menatap anak kecil itu yang sedang memakan ice creamnya dengan tersenyum.
"Nama kamu siapa?" tanya Anara.
Anak kecil itu berhenti sebentar lalu dia mengambil sebuah buku lalu menulis disana. Sedangkan Anara, dia merasa bingung dengan anak itu.
Setelah selesai, dia menunjukkan tulisannya pada Anara.
??? :"Nama ku Melvin.
Ternyata anak kecil itu adalah Melvin. Barulah Anara paham jika anak yang ada dihadapannya ini tidak bisa berbicara.
"Oh jadi nama kamu Melvin ya, kenalin nama Tante Anara," kata Anara," Sekarang katakan gimana kamu bisa tersesat? Dan dimana orang tua kamu?"
Melvin:Tadi aku lagi main bola terus gak sengaja ketendang jauh lalu aku cari bola ku gak taunya aku malah tersesat. Aku kesini sama Bibi, Papah aku lagi kerja sedangkan Mamah aku udah gak ada. Dia ada disurga.
Setelah membaca tulisan dari Melvin membuat Anara merasa sedih setelah tau jika Ibu Melvin telah tiada. Anara tersenyum lalu mengusap rambut Melvin dengan pelan.
"Apa kamu tau dimana rumah kamu? Biar Tante yang anterin kamu ke rumah?" tanya Anara.
Melvin:Aku tinggal di komplek yang ada disana itu.
"Oh yaudah sekarang kamu habisin ya ice creamnya habis itu Tante akan antar kamu pulang," kata Anara.
Melvin menghabiskan segera ice creamnya. Setelah menghabiskan Ice crem dan membayarnya, Anara dan Melvin segera pergi meninggalkan Kedai ice cream itu.
Disisi lain,Karvian telah sampai di rumah. Setelah turun dari mobil, Karvian segera memasuki rumahnya dengan tergesa-gesa. Sesampainya di dalam, dia melihat Bi Arum yang sedang menangis.
Menyadari kedatangan majikannya, Bi Arum segera berjalan menghampiri Karvian.
"Tuan," kata Bi Arum.
"Sekarang ceritakan bagaimana Melvin bisa hilang seperti ini?" tanya Karvian.
"Den Melvin mengajak saya ke Taman Tuan, terus sesampainya disana, dia langsung bermain. Saat saya membelikan minum buat dia, Den Melvin udah gak ada disana Tuan," kata Bi Arum menjelaskan semuanya pada Karvian.
"Kenapa kamu bisa melakukan hal seceroboh ini hah? kamu sudah lalai menjaga anak saya," kata Karvian seraya memarahi Bi Arum
"Maafkan saya Tuan," kata Bi Arum memohon maaf pada majikannya seraya menundukkan kepalanya.
"Awas kalau sampai anak saya terluka, kamu akan langsung saya pecat," ancam Karvian.
Tiba-tiba mereka mendengar bel rumah berbunyi. Karvian segera berjalan menuju pintu lalu membukanya. Dia sangat terkejut ketika melihat siapa yang datang.
"Melvin sayang," kata Karvian
Karvian langsung memeluk Melvin dengan erat. Dia meneteskan airmatanya, sungguh dia takut sekali kehilangan putranya itu.
"Sayang kamu darimana saja sayang? Papah panik ketika tau kamu hilang " kata Karvian.
Karvian menatap Anara lalu Dia langsung mendekap Melvin dan memarahi Anara.
"Siapa kamu? Kamu yang udah menculik anak saya kan? " tanya Karvian.
"Bukan Pak saya bukan penculik, saya---"
"Alah, ngaku aja kamu pasti ingin menculik anak saya saat tau dia adalah anak putra pengusaha dan kamu kesini pasti mau minta tebusan kan?" kata Karvian.
"Bapak anda salah paham saya---"
"Masih belum mengaku juga, Oke sekarang kamu sebutkan nominal tebusannya. Orang seperti kamu pasti hanya mau uang tebusan saja dasar miskin," kata Karvian menghina Anara.
Anara seketika emosi mendengar hinaan Karvian lalu dia menampar Karvian dengan sangat keras.
Plakk...
"Kamu!!!" geram Karvian.
"Dengarkan saya, saya itu bukan penculik dan saya kesini bukan untuk meminta uang, saya kesini hanya ingin mengantarkan putra anak pulang. Kalau anda tidak percaya Anda bisa tanyakan langsung kepada anak anda," kata Anara.
"Sayang, apa benar yang dikatakan sama Tante ini kalau dia bukan penculik?" tanya Karvian.
Melvin pun mengangguk. Sungguh, saat ini Karvian sangatlah malu dan merasa bersalah pada Anara. Namun dia sangat gengsi untuk meminta maaf.
"Anda dengar sendiri kan, dan satu hal lagi saya memang orang miskin tapi saya diajarkan untuk tidak meminta uang pada orang lain, permisi," kata Anara.
Anara segera pergi menghadap rumah Karvian. Sedangkan Karvian memandangi kepergian Anara dengan tatapan bersalah.
"Ayo kita masuk," ajak Karvian.
Karvian dan Melvin masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Melvin mengambil bukunya lalu menulis sesuatu disana. Setelah selesai, dia memberikan tulisannya pada Ayahnya.
Melvin:Papah kenapa marahin Tante itu? Tante itu baik banget, dia nenangin aku saat aku tersesat terus dia juga beliin aku ice cream.
"Papah melakukan itu semua karena Papah sayang sama kamu. Siapa tau Tante itu punya niat jahat sama kamu. Pokoknya Papah gak mau kamu dekat sama orang asing kayak tadi," kata Karvian.
Tiba-tiba Bi Arum datang. Dia langsung memeluk Melvin dengan erat.
"Den Melvin kemana saja? Bibi panik cariin Den Melvin?" tanya Bi Arum.
Melvin:Tadi aku mau cari bola aku Bi, taunya kejauhan, makanya aku tersesat. Maaf udah bikin Bibi Panik.
"Gak papa, yang penting Den Melvin sekarang udah pulang," kata Bi Arum.
Melvin:Pah, pasti Papah juga marahin Bi Arum kan? Jangan marahin Bi Arum Pah, ini semua salah aku dan jangan pecat dia juga.
"Baiklah Papah gak akan pecat Bi Arum, tapi kejadian ini jangan sampai terulang lagi," kata Karvian.
Melvin pun mengangguk. Karvian kembali memeluk Melvin dengan sangat erat. Tiba-tiba Bel rumah kembali berbunyi.
"Cepat bukain pintu dan lihat siapa yang datang!" perintah Karvian.
"Baik Tuan," kata Bi Arum.
Bi Arum segera berjalan menuju pintu lalu membukannya dan dia terkejut melihat orang yang datang itu.
"Tuan Ardian. mari silahkan masuk Tuan, " kata Bi Arum.
"Terima kasih Bi," kata Ardian.
Bi Arum kembali masuk ke dalam rumah, sedangkan Ardian mengikuti Bi Arum dari belakang.
Melihat Ardian yang datang, Karvian segera menghampiri mantan mertuanya itu begitu pun dengan Melvin, dia langsung menghampiri Kakeknya dan memeluk Kakeknya.
"Melvin sayang, Kakek kangen banget sama kamu," kata Ardian
Melvin:Aku juga kangen sama Kakek.
"Kakek bawain mainan yang banyak buat Melvin," kata Ardian.
Melvin:Benaran Kek?
"Iya benar, mainannya ada dimobil Kakek. Kamu kesananya sama Bi Arum ya," kata Ardian.
Melvin pun mengangguk dan dia langsung menarik tangan Bi Arum untuk menemaninya keluar.
"Ternyata Papah yang datang kenapa gak bilang sama aku kalau mau datang?" tanya Karvian.
"Papah mau kasih kejutan, makanya gak bilang-bilang," jawab Ardian," gimana kabar kamu Vian?"
"Kabar aku baik Pah," jawab Karvian.
Tak lama kemudian Melvin datang dengan membawa begitu banyak mainan.
"Pah mainan sebanyak itu buat Melvin?" tanya Karvian yang terkejut melihat begitu banyak mainan yang dibawakan oleh Ardian.
"Iya, itu semua buat Melvin," Kata Ardian," Melvin kamu mau main bareng sama Kakek?"
Melvin mengangguk mengiyakan ajakan dari Kakeknya.
"Ayo kita ke taman belakang, Kakek udah lama nih gak main sama kamu," kata Ardian.
Melvin segera menarik tangan Kakeknya menuju taman belakang rumahnya.
"Bi Arum, tolong kamu buatkan minuman untuk Papah Ardian ya," kata Karvian.
"Baik Tuan," kata Bi Arum.
Bi Arum berjalan menuju dapur untuk membuat minuman untuk Ardian. Sedangkan Karvian, dia pergi menuju taman belakang rumahnya.
Disisi lain, Anara terus berjalan mengelilingi kota untuk kembali mencari pekerjaan. Tiba-tiba dia langkah terhenti di depan gedung perusahaan DIRGANTAMA GROUP. Anara memperhatikan sekeliling dan melihat gedung yang sangat besar di depannya.
"DIRGANTAMA GROUP? ini kan perusahaan yang sangat besar dan sangat terkenal itu. Wah, ternyata benar apa yang dibilang sama orang kalau DIRGANTAMA GROUP sangat besar," gumam Anara sambil terus menatap gedung yang sangat besar di depannya.
"Apa aku masuk aja ya siapa tau aku diterima. aisss apa yang aku pikirkan itu gak mungkin terjadi, lebih baik aku pulang aja," tutur Anara tidak percaya diri.
Anara pun membalikkan tubuhnya dan ingin pergi. Namun langkah terhenti saat mendengar pembicaraan para security tersebut.
"Apa kamu punya teman, saudara, atau kerabat yang ingin bekerja?" tanya security itu pada temannya.
"Tidak ada, emangnya kenapa?" tanya Security yang lain.
"Tadi aku mendengar kalau perusahaan lagi membutuhkan seorang office Girl, seandainya aja aku punya adik pasti aku akan menyuruhnya untuk bekerja disini biarpun Office Girl tapi gajinya lumayan besar," kata Security itu.
"Iya kamu benar," timpal security yang lain.
Anara yang mendengarkan obrolan security tersebut seketika wajahnya berbinar.
Anara pun menghampiri para Security tersebut dan menanyakan apakah yang mereka katakan benar.
"Permisi Pak," kata Anara.
Para Security pun menoleh dan melihat ke arah Anara.
"Iya, ada apa Mbak? Apa ada seseorang yang anda cari disini?" tanya salah satu Security tersebut.
"Tidak Pak, tapi tadi saya gak sengaja dengar obrolan kalian. Apa benar kalau perusahaan ini lagi membutuhkan office girl?" tanya Anara dengan sopan.
"Aah iya benar, apa anda mau melamar disini?" tanya Security itu
"Iya Pak saya mau," jawab Anara dengan antusias.
"Baiklah ikut saya," kata Security itu.
Security itu berjalan masuk ke dalam kantor sedangkan Anara mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di dalam, mata Anara seketika membulat melihat betapa luas dan mewahnya perusahaan tersebut.
"Wah, ini benar-benar mewah dan begitu luas," gumam Anara dengan kekaguman.
"Namanya juga perusahaan besar mbak," timpal Security itu.
"Saya pasti sangat beruntung kalau diterima di perusahaan ini," kata Anara
"Anda benar, kami semua sangat beruntung bisa bekerja disini dengan gaji yang sangat besar," kata Security.
"Apa Bos disini sangat kejam?" tanya Anara.
"Tuan Vian memang sangat kejam tetapi hanya untuk orang-orang yang mengusiknya terus juga dia sangat dingin sama orang tapi saya yakin sebenarnya Tuan Vian itu sangat baik, buktinya kami diberi gaji yang sangat besar untuk bekerja disini," kata Pak Security," jadi kalau anda diterima disini jangan sampai anda mengusik dan menggoda Tuan Vian atau anda langsung dipecat tanpa hormat."
"Saya bukan gadis seperti itu," kata Anara dengan wajah yang tidak suka.
"Saya tidak bermaksud seperti itu, saya cuma memberitahu agar anda sedikit tau tentang sikap Tuan Vian," kata security itu merasa tidak enak pada Anara karena sudah salah bicara.
"Iya Pak, tidak papa. Kita mau kemana Pak?" tanya Anara sambil masuk ke dalam lift.
"Kita ke lantai 8," jawab security sambil menekan angka pada lift tersebut," disana ruangan HRD, anda bisa memberikan lamaran anda. Saya bisa pastikan kalau anda akan langsung diterima."
"Kenapa Bapak begitu yakin kalau saya diterima?" tanya Anara penasaran.
"Karena mereka lagi butuh cepat," jawab Security.
"Semoga aja aku diterima bekerja disini," kata Anara penuh harap.
Tingg...
Mereka telah sampai di lantai 8. Security itu mengantar Anara menuju ruangan HRD.
"Ini ruangannya," kata Security sambil menunjukkan ke arah ruangan tesebut," Anda masuk saja, saya akan kembali ke bawah."
"Terima kasih Pak," kata Anara.
Security pun pergi meninggalkan Anara. Sedangkan Anara, dia menghela nafasnya agar tidak gugup.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang dari dalam.
Anara melangkah masuk dengan perasaan yang masih sangat gugup. Walaupun ini bukan pertama baginya, tetapi tetap saja dia merasa gugup apalagi ini perusahaan yang sangat besar.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita tersebut.
"Saya mau melamar menjadi office girl disini Bu dan ini surat lamaran saya," kata Anara sambil menyerahkan surat lamarannya.
Wanita tersebut memeriksa surat lamaran Anara dan dia seketika terkejut mengetahui bahwa Anara adalah lulusan terbaik dari Universitas yang cukup besar di kota tersebut.
"Apa anda yakin mau jadi office girl disini? saya lihat di surat lamaran anda bahwa anda adalah lulusan terbaik di Universitas garuda bangsa, anda pantas menjadi staff disini," kata Wanita tersebut.
"Saya yakin Bu, lagipula disini tidak ada lamaran untuk menjadi staf dan saya sangat membutuhkan pekerjaan ini," kata Anara.
"Baiklah anda bisa bekerja disini mulai besok," kata Wanita tersebut.
"Ibu Serius?" tanya Anara.
Wanita itu mengangguk sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak Bu," kata Anara sangat senang.
"Iya sama-sama, besok anda bisa menemui kepala Office girl dan anda bisa mengambil baju anda. Anda bisa menyuruh security untuk mengantar anda," kata Wanita tersebut.
"Baik Bu, sekali lagi terima kasih. Kalau begitu saya permisi," kata Anara.
Wanita tersebut hanya mengangguk dan membiarkan Anara keluar.
Anara segera menuju lift dan menekan angka paling bawah. Setelah sampai, dia berlari keluar dan berterima kasih pada para security dan bergegas pulang.
→Kediaman Karvian
Karvian sedang menemani Ardian mengobrol di taman belakang rumahnya sedangkan Melvin, dia sedang asyik bermain sepeda barunya.
"Vian kasih mana? Kok dia gak ada disini?" tanya Ardian.
"Kasih udah gak kerja disini Pah, dia mengundurkan diri menjadi Baby sisternya Melvin," kata Karvian.
"Loh kenapa dia jadi ngundurin diri? padahal dia berpengalaman dalam mengurus anak-anak?" tanya Ardian.
"Papah tau sendiri kan kelakuan Melvin dengan orang baru, dia gak tahan Pah sama kenakalan yang Melvin lakukan," jawab Karvian.
"Apa kamu akan cari Baby sister lagi buat Melvin?" tanya Ardian.
"Ya, rencana aku sih begitu Pah tapi sampai sekarang aku belum menemukan baby sister yang cocok buat Melvin," jawab Karvian.
"Emm... Vian, apa sebaiknya kamu cari istri saja? kan dia bisa mengurus Melvin juga," kata Ardian dengan hati-hati. Dia takut jika Karvian merasa tersinggung dengan ucapannya.
"Gak Pah, aku gak mau nikah lagi. Cinta aku hanya untuk Rista saja Pah bukan untuk wanita lain. Lagipula Melvin pasti gak mau kalau aku menikah lagi," kata Karvian.
"Baiklah jika itu keputusan kamu," kata Ardian.
Setelah puas bermain dengan Melvin, Ardian pun pamitan untuk pulang. Karvian dan Melvin mengantarnya sampai depan rumah.
"Melvin Kakek pulang dulu ya, kakek janji nanti Kakek akan sering kemari buat main sama Melvin," kata Ardian.
Melvin pun mengangguk. Sebenarnya dia sedih karena Kakeknya harus pulang. Dia belum puas bermain dengan Kakeknya itu.
"Vian, Papah pulang dulu ya dan tolong jaga Melvin dengan baik terus kalau kamu butuh bantuan apa kamu bilang ya sama Papah," kata Ardian.
"Iya Pah," kata Karvian.
Ardian segera masuk ke dalam mobilnya. Mobil Ardian mulai berjalan meninggalkan rumah Karvian sedangkan Karvian dan Melvin, mereka kembali masuk ke dalam rumah.
→Kediaman Calista
Setelah dari kantor Karvian, kini Calista telah sampai di rumahnya. Setelah turun dari mobil, dia langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Sesampainya di dalam rumah, Calista langsung mendaratkan tubuhnya ke sofa lalu memainkan handphonenya. Tak lama kemudian, Farah pun datang menghampiri Calista.
"Kamu udah pulang sayang, gimana tadi usaha kamu?Sukses?" tanya Farah.
"Apanya yang sukses? Mamah tau dia usir aku Mah dari kantornya," jawab Calista.
"Sekarang Mamah udah gak tau lagi deh gimana caranya agar Vian luluh sama kamu," kata Farah.
"Aku heran dulu Kak Rista pakai cara apa ya dia bisa jadi dekat sama Kak Vian?" tanya Calista.
"Mana Mamah tau," jawab Farah.
"Udah ah aku capek mau istirahat," kata Calista.
Calista segera pergi menuju kamarnya untuk istirahat.
→RS.Citra Medical
Anara telah berada di rumah sakit. Dia langsung berjalan menuju kamar inap Ibunya. Sepanjang perjalanan, dia sangat senang karena akhirnya dia mendapatkan pekerjaan.
'Syukurlah akhirnya aku mendapatkan pekerjaan baru ya walaupun cuma sebagai office girl tapi gak papa lah yang penting aku bisa memenuhi kebutuhan Fara sama Ibu,' batin Anara.
Sesampainya di kamar Inap Ibunya, Anara melihat Ibunya sedang makan dan disuapi oleh Fara. Dia pun segera menghampiri mereka.
"Ibu," panggil Anara.
"Kamu sudah pulang sayang, gimana tadi kerjaan kamu?" tanya Bu Nurmala.
"Lancar Bu," jawab Anara.
"Syukurlah," kata Bu Nurmala.
"Sekarang gantian biar aku yang rawat Ibu kamu istirahat aja ya," kata Anara.
"Iya Kak," kata Nafara.
Anara segera duduk disamping ibunya sedangkan Nafara, dia duduk disofa lalu mengambil buku pelajarannya dan mengerjakan tugas sekolahnya.
...^^^[BERSAMBUNG...]^^^...