Contract Wife

Contract Wife
013-Kemarahan Melvin



→Kediaman Karvian.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Karvian, Anara, dan Melvin telah tiba dirumah. Melihat majikannya datang, Pak Joko langsung bangkit dari duduknya dan membukakan pintu gerbang untuk Karvian.


Karvian menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Lalu mereka pun segera turun dari mobil. Setelah Karvian turun dari mobil, Pak Joko datang menghampirinya.


"Maaf Tuan Vian, dirumah ada keluarga Tuan," kata Pak Joko.


"Kapan mereka datang kesini?" tanya Karvian.


"1 jam yang lalu tuan," jawab Pak Joko.


Karvian dan Melvin melangkah masuk ke dalam rumah sedangkan Anara mengikuti mereka dari belakang. Sesampainya di dalam, Karvian melihat keluarga sedang menikmati minuman dan cemilan.


Karvian dan Melvin berjalan mendekati keluarga mereka.


"Kak Vian. Mah, Pah, Kak Vian udah datang," kata Kayla yang pertama kali melihat kedatangan Karvian dan Melvin.


"Syukurlah kalian sudah pulang," kata Liyana.


"Kalian kenapa gak bilang kalau mau kesini?" tanya Karvian.


"Kami mau bikin surprise buat Kak Vian, jadinya kami gak bilang mau kesini," jawab Kayla.


"Melvin sayang, Oma kangen banget sama kamu," kata Liyana sambil memeluk Melvin.


"Ayo salim sama Opa, Aunty, dan Om Althaf," kata Karvian.


Melvin pun menuruti perkataan Ayahnya dan segera menyalami Nicolas, Kayla, dan Althaf.


Kini tatapan Liyana beralih pada Anara yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"Vian dia siapa?" tanya Liyana.


"Dia Babysitter Melvin yang baru, namanya Anara," jawab Karvian.


"Oh jadi dia Babysitter Melvin yang baru," kata Liyana.


"Iya Nyonya, nama saya Anara," kata Anara memperkenalkan dirinya pada keluarga majikannya itu.


Anara pun mengulurkan tangannya untuk menyalami Liyana. Namun Liyana enggan menerima uluran dari tangan Anara.


"Saya Liyana, saya Omanya Melvin sekaligus Mamahnya Vian," kata Liyana.


Melihat hal itu, Nicolas berdiri dan dia langsung menerima uluran dari tangan Anara.


"Saya Nicolas, saya Opanya Melvin, " kata Nicolas.


"Kalau aku Althaf, Omnya Melvin," kata Althaf memperkenalkan dirinya.


Sedangkan Kayla, sama seperti Ibunya. Dia juga enggan mengulurkan tangannya bahkan dia enggan memperkenalkan dirinya pada Anara.


"Kayla," tegur Nicolas.


"Ck, aku Kayla," kata Kayla singkat.


"Makasih ya kamu udah mau jadi Babysitter cucu saya," kata Nicolas," Saya minta tolong, tolong kamu jagain Melvin dengan baik ya."


"Iya Tuan," kata Anara.


"Vian Mamah mau bicara serius sama kamu," kata Liyana lalu melirik Anara dan Melvin. Dia mengisyaratkan agar Anara dan Melvin pergi dari sana.


"Tolong kamu bawa Melvin bermain di ruang bermainnya," pinta Karvian.


"Baik Tuan," kata Anara," Melvin sayang, ayo kita main diruang bermain."


Anara pun membawa Melvin pergi menuju ruang bermain. Sedangkan Melvin, sebenarnya dia masih ingin disana untuk mendengarkan pembicaraan antara Ayah dan Neneknya.


Setelah Anara dan Melvin pergi, Karvian duduk disofa dan Liyana memulai pembicaraannya dengan Karvian.


"Mamah mau bicara apa sama aku?" tanya Karvian.


"Begini Vian, Mamah punya rencana buat jodohin kamu sama Lista," jawab Liyana.


"Apa Mamah mau jodohin aku sama Lista?" tanya Karvian terkejut dengan rencana dari Liyana yang ingin menjodohkannya dengan Calista.


"Iya kamu setuju kan?" tanya Liyana.


"Gak! Aku gak setuju," jawab Karvian.


"Kenapa kamu gak setuju sayang?" tanya Liyana yang kecewa mendengar penolakan dari Karvian.


"Karena aku gak mau menikah lagi Mah, cukup Melvin aja di dalam hidup ku, aku gak mau ada orang lain yang masuk ke dalam kehidupan aku dan aku gak mau dijodohkan kayak gini apalagi sama Lista, adik dari almarhumah istri ku," kata Karvian.


"Tapi Vian Mamah kasihan sama kamu. Mamah yakin kamu pasti kelelahan mengurus anak dan perusahaan sekaligus dan Mamah rasa Melvin juga butuh seorang Ibu untuk menyayangi dia," kata Liyana.


"Aku gak perlu dikasihani Mah dan Melvin gak butuh seorang Ibu sambung untuk menyayangi dia," kata Karvian.


Tanpa mereka sadari, Melvin telah mendengar semua pembicaraan mereka dari balik tembok. Melvin sangat sedih karena Omanya berniat untuk menikahkan Ayahnya dengan Calista, orang yang sangat dia benci.


Saat Melvin ingin pergi, Tiba-tiba dia menabrak sebuah Vas hingga pecah. pandangan semua orang tertuju pada Melvin. Karvian sangat terkejut melihat Melvin dan dia yakin Melvin sudah mendengar semua pembicaraannya dengan orang tuanya tadi.


"Melvin," gumam Karvian.


Melvin segera meninggalkan ruang tamu dan berlari menuju kamarnya. Karvian pun menyusul Melvin diikuti oleh keluarganya.


Sesampainya di kamar, Melvin langsung mengunci pintu kamarnya. Dia sangat sedih karena Ayahnya akan menikah lagi. Melvin mengambil foto Ibunya yang terletak di atas nakas lalu duduk diatas kasurnya sambil memeluk foto Ibunya dengan erat.


"Sayang buka pintunya Papah mau bicara sama kamu," kata Karvian dari luar kamar.


"Melvin sayang buka pintunya," kata Liyana.


Namun Melvin tidak menghiraukan teriakan Ayah dan Neneknya dari luar kamarnya.


Sementara itu, Anara yang baru saja kembali ke ruang bermain setelah dia pergi ke toilet. Dia pun seketika terkejut melihat Melvin tidak ada diruang bermain.


"Ya ampun Melvin kemana? kok dia gak ada disini," gumam Anara.


Anara langsung pergi dari ruang bermain untuk mencari keberadaan Melvin. Sesampainya di ruang tamu, dia bertemu dengan Bi Arum.


"Bi Arum, apa Bibi melihat Melvin?" tanya Anara.


"Anara kamu darimana aja sih? Den Melvin sekarang lagi dalam bahaya," kata Bi Arum.


"Melvin kenapa Bi?" tanya Anara.


"Tadi Den Melvin gak sengaja dengar pembicaraan Tuan Vian sama Nyonya besar tentang perjodohan Tuan Vian dan Den Melvin mendengar itu semua jadinya sekarang dia marah dan mengurung diri di kamarnya," jawab Bi Arum.


Setelah mendengar jawaban dari Bi Arum, Anara langsung pergi menuju kamar Melvin. Sesampainya disana, dia melihat Karvian berusaha membuka pintu kamar Melvin


"Melvin sayang, ini Tante Anara. kamu buka dong pintunya Tante mau bicara sama kamu," kata Anara.


"Kamu! Darimana aja kamu hah? kenapa Melvin bisa sampai ke ruang tamu? Lihat gara-gara kamu lalai, dia jadi marah begini, " kata Karvian memarahi Anara.


"Iya, lihat gara-gara kamu gak becus jaga cucu saya. kalau aja seandainya kamu menjaga cucu saya dengan baik, dia gak akan marah seperti ini " kata Liyana yang juga ikut memarahi Anara.


"Gak ada cara lain, Bi Arum ambil kunci serep kamar Melvin," pinta Karvian.


"Baik Tuan," kata Bi Arum.


Bi Arum pergi untuk mengambil kunci serep. Tak lama kemudian, Bi Arum kembali dengan membawa kunci serep dan memberikan pada Karvian.


Ceklek!


Pintu kamar Melvin berhasil terbuka dan Karvian langsung masuk ke dalam kamar putranya itu.


"Melvin," panggil Karvian.


Melvin tidak memperdulikan Karvian yang memanggilnya. Dia masih setia duduk memeluk foto Ibunya. Karvian pun mendekati Melvin dan memeluk Melvin namun Melvin mendorongnya. Melihat hal itu, Karvian sangat sedih karena Melvin menolak dipeluk olehnya. Dia merasa putranya itu sekarang benar-benar marah padanya.


"Gimana? Melvin baik-baik aja kan?" tanya Liyana merasa khawatir dengan keadaan cucunya.


"Dia baik-baik aja tapi saat ini dia lagi marah banget sama aku," jawab Karvian.


"Emm... Tuan boleh saya ketemu sama Melvin? Siapa tau saya bisa bujuk dia?" tanya Anara.


"Gak perlu! lagipula Vian aja sebagai Papahnya dia gak mau apalagi sama kamu yang cuma pengasuhnya saja," kata Liyana.


"Yaudah kamu masuk!" pinta Karvian.


"Baik Tuan," kata Anara.


Anara pun masuk ke dalam kamar Melvin. Saat Liyana ingin protes pada Karvian, terlebih dahulu Karvian menghentikannya dengan mengangkat  tangannya.


Di dalam kamar, Anara duduk disamping Melvin dan mengajak Melvin berbicara.


"Melvin," panggil Anara.


Melvin pun memeluk Anara. Di dalam pelukan Anara Melvin menumpahkan semua kesedihannya. Anara membalas pelukan Melvin dengan erat dan berusaha menenangnnya.


"Udah sayang kamu jangan nangis," kata Anara," Sekarang coba kasih tau Tante kenapa kamu jadi sedih begini?"


Melvin menulis sesuatu di buku komunikasinya dan memperlihatkan tulisannya pada Anara.


Melvin:Aku kesal sama Oma dan Papah Tante. Oma mau jodohin Papah sama Tante Lista.


"Emangnya kenapa kalau Oma jodohin Papah Melvin sama Tante Lista? kan bagus, biar Melvin bisa punya Mamah yang sayang sama Melvin," kata Anara.


Melvin:Tapi aku gak mau Tante Lista jadi Mamah aku.


"Kenapa Melvin gak suka kalau Tante Lista jadi Mamah Melvin?" tanya Anara.


Melvin:Karena dia orang jahat Tante, aku gak suka.


Anara terkejut setelah mendengar jawaban dari Melvin yang menyebutkan Calista adalah orang jahat.


"Sekarang Melvin jangan sedih lagi ya. Kalau Melvin sedih Tante juga ikutan nangis nih, Melvin gak mau kan lihat Tante sedih?" tanya Anara.


Melvin pun menggeleng lemah. Sungguh dia tidak mau melihat Anara sedih.


"Kalau Melvin gak mau lihat Tante sedih, Melvin harus baikan sama Papah kasihan tuh Papah Melvin jadi sedih lihat Melvin kayak gini, Melvin sayang kan sama Papah," kata Anara.


Melvin pun mengangguk mengiyakan perkataan Anara. Sebenarnya, dia tidak marah pada Ayahnya. Dia hanya merasa kesal ketika mendengar perjodohan Ayahnya dengan Calista.


"Sekarang Melvin samperin Papah dan peluk Papah ya terus Melvin juga harus minta maaf sama Papah Oke," kata Anara.


Melvin kembali mengangguk dan dia kembali memeluk Anara dengan erat. Sedangkan diluar kamar, Karvian merasa lega karena Anara berhasil membujuk Melvin. Sementara Liyana, Nicolas, Althaf, dan Kayla tidak percaya jika Anara berhasil membujuk Melvin dan Melvin sangat menurut pada Anara.


Setelah puas berpelukan dengan Anara, Melvin beranjak dari kasurnya dan berlari menghampiri Ayahnya lalu memeluknya dengan erat.


Melvin melepaskan pelukannya dengan Ayahnya lalu menulis sesuatu di buku komunikasinya dan memperlihatkannya pada Karvian.


Melvin:Papah aku minta maaf karena udah bikin Papah sedih dan khawatir. Aku sayang banget sama Papah.


Karvian terharu membaca tulisan dari putranya itu. Dia kembali memeluk Melvin dengan erat.


"Iya sayang, Papah juga sayang banget sama kamu," kata Karvian.


Melihat Karvian dan Melvin, membuat semua orang merasa terharu.


"Sekarang Melvin tidur ya, ini waktunya Melvin tidur siang," kata Karvian.


Melvin pun mengangguk. Lalu dia berjalan menghampiri Anara dan menarik tangan Anara untuk menemaninya tidur. Karvian dan keluarganya pun pergi menuju ruang tamu.


Sesampainya diruang tamu, Liyana protes kepada Karvian soal kedekatan Melvin dengan Anara. Dia tidak suka jika Melvin terlalu dekat dengan Anara.


"Vian, kenapa Melvin bisa sangat nurut dengan gadis itu? dia kan cuma sebagai pengasuh disini? Harusnya kamu larang dia buat terlalu dekat sama Melvin," kata Liyana.


"Aku gak bisa melakukan itu semua Mah, karena kalau aku larang gadis itu buat dekat sama Melvin, yang ada Melvin marah sama aku. Dia sangat menyukai gadis itu, makanya aku biarkan dia untuk dekat sama Melvin," kata Karvian.


"Tapi Vian---"


"Udahlah Mah, gak papa kalau Melvin dekat sama pengasuhnya lagipula Papah lihat gadis itu baik dan tulus sayang sama Melvin," kata Nicolas.


"Ck, ya udah terserah kamu saja tapi Mamah minta kamu tetap harus menikah sama Lista," kata Liyana.


"Gak Mah! aku gak akan menikah sama Lista karena Melvin tidak menyukai Lista. Aku gak mau dia benci sama aku hanya karena aku menuruti keinginan dan ambisi Mamah," kata Karvian.


"Baik kalau kamu gak mau menikah sama Lista, Mamah gak akan menganggap kamu sebagai anak Mamah Vian," ancam Liyana.


Karvian seketika terdiam mendengar ancaman yang Liyana berikan. Sedangkan Liyana berharap ancamannya berhasil membuat Karvian setuju untuk menikah.


"Terus mau Mamah apa?" tanya Karvian.


"Mamah mau kamu menikah dengan Lista," jawab Liyana.


"Oke aku akan menikah tapi bukan dengan Lista," kata Karvian.


"Kalau kamu gak menikah sama Lista, kamu mau menikahnya dengan siapa? Emangnya kamu punya pacar?" tanya Liyana.


"Iya aku punya," jawab Karvian berbohong.


Mendengar jawaban Karvian, membuat Liyana, Nicolas, Althaf, dan Kayla terkejut. Mereka tidak percaya jika Karvian mempunyai pacar.


"Kak Vian punya pacar? Kakak serius? jangan coba bohongin kami Loh," kata Kayla.


"Gak, aku gak bohong! aku emang sudah punya pacar," kata Karvian.


"Kalau kamu emang punya pacar kamu kenalin sama kami," kata Liyana.


"Ya udah nanti aku kenalin dia sama kalian," kata Karvian


"Bukan nanti tapi besok, Mamah mau kamu besok mengenalkan pacar kamu ke Mamah, biar Mamah bisa kenal lebih dekat sama kamu, Mamah takut kamu salah plih pacar, " kata Liyana.


"Oke besok saat jam makan siang aku akan bawa pacar aku ke rumah Mamah, " kata Karvian.


"Mamah tunggu kedatangan kamu sama pacar kamu," kata Liyana," Pah, Althaf, Kayla ayo kita pulang sekarang."


Keluarga Karvian segera pergi meninggalkan rumah Karvian. Setelah keluarganya pergi, Karvian pergi menuju ruang kerjanya.


Sesampainya diruang kerja, Karvian langsung duduk di kursinya dan menyandarkan tubuhnya ke belakang. Dia memijat kepalanya yang terasa pusing. Dia bingung dimana mencari gadis yang mau menjadi pacar Pura-puranya besok. tiba-tiba dia dikejutkan dengan ketukan pintu.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut Karvian.


Ceklek!


Pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah Anara. Dia berjalan mendekati Karvian dengan perasaan takut.


"Ada apa?" tanya Karvian.


"Emm... apa saya sudah boleh pulang?" tanya Anara.


"Emm," jawab Karvian.


"Jadi saya boleh pulang?" tanya Anara.


"Kamu gak dengar saya tadi jawab apa? Udah sana pulang sebelum saya berubah pikiran," kata Karvian.


"Terima kasih Tuan," kata Anara.


Anara segera pergi meninggalkan ruang kerja Karvian. Sedangkan Karvian kembali melanjutkan lamunannya.


...^^^^[BERSAMBUNG...]^^^...