
Fajar menyingsing dari ufuk timur
BLA BLA BLA
"Woy berisik banget sih" ceyelyna menutup telinganya dengan bantal
Brak
Ceyelyna terlonjak kaget ia menatap An yang berkacak pinggang didepannya
"CEYE bangunlah"
"Apaan kau ini tidak mengetuk pintu huh menyebalkan"
"Ah maafkan aku ceye" An mengaruk kepala nya yang tidak gatal, ceyelyna mengangkat sebelah alis nya ia menatap An dengan tatapan bertanya
" Ceye kau tau hari ini adalah hari kelahiran pangeran mahkota yang ke 20 putri"
"Lalu apa hubungannya denganku"
"Aih kau ini ceye dihari ini juga pangeran mahkota akan memilih calon istrinya dan juga akan banyak pangeran serta putri putri yang hadir" An menceritakan dengan antusias ia tidak sabar melihat wajah wajah pangeran dari berbagai kerajaan
"Oh" ceyelyna kembali berbaring dikasur nya, namun An menarik kaki nya
"Ayolah kau harus bersiap kau tidak ingin melihat calon kakakmu" ceyelyna mendengar hal itu ia segera berlari menuju pemandian ia tidak ingin kakak nya memilih yang salah
"AN CEPAT SIAPKAN HANFUKU" ceyelyna berteriak dari dalam pemandian ia tidak berendam karna ia harus cepat dan ia sangat penasaran sekali bagaimana nanti di acara tersebut
Ceyelyna kini menatap cermin didepan nya ia menggunakan hanfu berwarna hitam dengan pink baby dan ukiran bunga teratai berwarna putih dan rambut yang diikat separuh
"Riasan wajahku tipis saja"
"Baik ceye"
"Sudah, ceye kau sangat cantik sekali"
"Aku memang cantik kau saja yang baru menyadari nya"
"Aih kau ini, sudahlah kita terlambat ayo"
"Ya ya"
Ceyelyna dan An berjalan menuju aula kekaisaran sepanjang jalan banyak para dayang dan prajurit yang berhenti sebentar hanya untuk melihat putri lieu yang tampilannya berbeda dari biasanya
Sampailah ceyelyna di aula kekaisaran
"PUTRI LIEU MEMASUKI AULA" suara sang Kasim membuat seluruh orang yang berada di aula kekaisaran melirik kearah dimana putri Lieu masuk
Cantik
Semua orang terpengah dengan penampilan putri Lieu sederhana tetapi elegan
Sedangkan permaisuri ming ia mengepalkan tangan kesal
Putri Lieu berjalan kesamping kakak nya yang sudah duduk di kursi pangeran mahkota miliknya, ia mengabaikan kaisar dan permaisuri, sang kaisar menatap sendu putri nya yang bahkan tidak meliriknya sama sekali
"Baiklah untuk seluruh tamu kekaisaran kita akan mulai" sang kaisar berkata dengan tegas aura kepemimpinannya terpancar membuat putri lieu melirik sekilas
"Gege kau akan memilih calon ya?" Perkataan putri Lieu membuat pangeran mahkota Qiang melirik kearah sang adik
"Hah begitulah Mei mei"
" Begitu ya"putri Lieu menunduk hentah mengapa ia merasa kasih sayang kakak nya akan terbagi
"Tenang saja aku akan selalu menyayangimu" pangeran Qiang mengusap puncak kepala putri Lieu, putri Lieu hanya diam ia menikmati usapan lembut dari kakak nya itu
"Baiklah sekarang para putri harus menunjukkan bakat kemampuan milik mereka masing masing" sang Kasim berkata dengan lantang
Ceyelyna menatap malas kedepan ia melihat banyak sekali putri putri yang sibuk dengan urusan meraka menarik perhatian kakak nya, ia melirik kearah lain ia merasa ada yang memperhatikannya tetapi ia tidak menemukan orang tersebut
" Baiklah kita mulai saja" ucap sang kasim
Ceyelyna menatap putri yang didepannya ah sepertinya ia anak seorang mentri karna tadi ceyelyna tidak terlalu mendengar perkenalan wanita itu
Perempuan itu mulai memaikan alat musik hentah apa itu nama nya yang jelas ceyelyna tidak tahu, tapi sepertinya itu dipetik ah ceyelyna terlalu pusing memikirkannya
"Terimakasih yang mulia" tepukkan tangan menggema diseluruh aula kekaisaran
"Cih gitu doang ditepukkin" ceyelyna membatin ia masih belum tertarik, ia menatap Gege nya yang sama seperti diri nya yang memasang tatapan malas
"Baiklah selanjutnya adalah nona Liu anak dari jendral Ho" ceyelyna menatap perempuan didepannya ini ia tampak memegang pedang
"Maaf sebelumnya putri Lieu saya ingin menantang anda bermain pedang"
"APA YANG KAU KATAKAN" suara pangeran Qiang menggema ia tahu adiknya tidak bisa bela diri
Ceyelyna menyeringai ia melihat kearah Liu yang memasang wajah datar
"Gege izin kan aku"
"Tapi"
"Tolonglah"
"Baiklah" ceyelyna tersenyum miring ia segera turun dari kursi nya dan mengambil salah satu pedang milik prajurit, pangeran Qiang hanya pasrah ia tidak yakin dengan adiknya, sedangkan permaisuri ming serta anaknya kiew tersenyum senang mereka yakin bahwa putri Lieu akan tamat, dan kaisar ia hanya diam walau sebenarnya ia khawatir
Ceyelyna mengambil ancang kuda kuda Liu pun sama
"Kau siap putri"
"Aku siap"
Kyaa
Liu mulai mengerakkan pedangnya kearah ceyelyna tetapi ceyelyna berhasil menghindar
Liu mencoba menyerang kearah lengan ceyelyna
String
Suara pedang beradu ceyelyna menangkis serangan Liu
Permaisuri ming, kaisar, pangeran Qiang dan putri nya kiew terkejut bagaimana putri yang dianggap sampah bisa bertarung seluruh aula pun sama hal nya mereka terkejut ah ternyata rumor itu salah batin mereka
Pertarungan semakin sengit belum ada yang kalah putri Lieu tidak terluka sama sekali dan nona Liu pun sama
Bruk
Liu terjatuh dan pedang ceyelyna telah berada didekat leher nya hanya sedikit lagi akan mengira leher nya itu
Trang
Ceyelyna melempar pedangnya kesegala arah ia mengulurkan tangan kearah Liu
Liu menatap bingung putri Lieu
"Ayolah aku akan membantu mu yang tadi kita hanya bermain" Liu terkejut dengan perkataan ceyelyna ia menerima uluran tangan ceyelyna dan berdiri
"Terimakasih"
"Tentu saja kita adalah teman" Liu terkejut ia langsung tersenyum manis kearah ceyelyna, ceyelyna pun membalas nya
Prokprokprok
Seluruh aula bertepuk tangan mereka tidak menyangka bahwa putri yang dirumorkan sampah itu sangat baik dan berbakat
Sedangkan permaisuri ming dan putri nya menatap kesal kearah putri Lieu
Mereka berdua tidak menyangka bahwa putri Lieu bisa menggunakan pedang
Tanpa semua orang sadari ada sepasang mata dari kegelapan yang menatap kearah putri Lieu
"Kau memang sulit ditebak"