
Mereka berdua sampai dikekaisaran Wei
"Kenapa kau melamun" ceyelyna tersadar ia sedikit mundur menjauhi Jung
"Maaf aku tidak bisa bersamamu"
"Apa maksudmu" Jung panik
"Aku tidak bisa kau tahu aku sudah berkali kali dihianati oleh orang orang dan aku tidak ingin terulang lagi"
"Aku tidak akan mengkhianati mu, aku akan membahagiakan mu"
"Bahagia, hahaha aku tidak butuh kebahagian yang ada di hidupku hanya lah kesedihan tujuanku hanya satu membalaskan dendam pemilik tubuh ini setelah itu aku ingin bebas tidak ingin terlibat apapun" ceyelyna tersenyum kecut ia menatap Jung yang mematung
"Tapi aku mencintaimu" ceyelyna tersenyum mengejek
"Kau mencintaiku? Bagaimana dengan putri Lian dulu kau menyukai nya bahkan kau rela menipu ku hanya untuk melepaskan kutukan yang ada pada dirimu"
"Memang aku seperti itu tapi itu dulu"
"Sudahlah tinggalkan aku, kau pergilah, dengan kekasihmu aku tidak ingin merusak hubungan seseorang" ceyelyna segera pergi ia melompat menaiki pagar kediamannya
"Dan satu lagi tolong beritahu An bahwa aku sudah pergi dan pulang kan ia kembali ke desa nya terimakasih" diatas pagar ceyelyna berbicara kepada Jung yang masih mematung
Bruk
"Hah walaupun disini hanya ada kepahitan aku tetap merindukannya" ceyelyna berjalan santai menuju aula kekaisaran
Apa aku terlalu kasar
Ceyelyna teringat akan perkataannya tadi
Sudahlah ceyelyna kau harus melupakannya fokus lah pada tujuanmu
Sampailah ceyelyna di aula kekaisaran
"Buka pintu nya" ceyelyna berkata tegas kepada prajurit yang menjaga pintu aula
"Hei siapa kau penyusup!" Ceyelyna berdecak sebal ia membuka tudung yang menutupi kepala nya
"Ini aku putri lieu" para prajurit itu mematung mereka terkejut melihat putri kekaisaran ada didepan mereka
"Hei cepat buka"
"Tak usah beritahu kedatanganku" para prajurit mengangguk mereka segera membuka pintu aula kekaisaran
Ceyelyna berjalan masuk, tampak pangeran mahkota Qiang dan kaisar sedang duduk di singgasana mereka
"Hei siapa kau" pangeran Qiang mengeluarkan pedangnya
"Tenanglah ini aku" ceyelyna membuka tudungnya, seketika pangeran Qiang dan kaisar terkejut
Kaisar berlari turun dari singgasana nya dan menghampiri ceyelyna
Bruk
Kaisar memeluk ceyelyna
"Nak maafkan ayahanda mu ini yang telah berbuat kasar kepadamu yang tidak pernah peduli pada mu, aaku aku menyesal karna telah menelantarkan mu tolong maafkan aku" ceyelyna tertegun air mata nya pun lolos
"Ayah aku sudah memaafkan mu, setiap manusia pasti punya salah aku sudah memaafkan mu" ceyelyna menepuk bahu sang kaisar, ia melirik kearah pangeran Qiang
"Gege?" Pangeran Qiang sedikit berlari menghampiri ceyelyna
"Mei mei maafkan aku, karna karna semua perkataan ku aku menyesal aku sudah menjadi kakak yang tidak berguna"
"Sudahlah Gege aku sudah memaafkan mu" beginikah rasa nya kasih sayang keluarga
Ceyelyna menangis mereka bertiga hanyut dalam pelukan
Sret
Sebuah panah melesat dan mengenai lengan pangeran Qiang
Tampak Mentri perdagang kekaisaran datang dan dibelakang banyak sekali pasukan
"Menyerahlah kaisar kalian semua sudah terkepung semua prajurit dan jendral mu sedang bertarung diluar dan tidak ada yang bisa melindungi kalian bertiga" Mentri itu menyeringai, sedangkan ceyelyna berdecih kesal
"Apa yang kau inginkan hah" kaisar berkata dengan tegas
"Aku hanya ingin cucu dan anakku dibebaskan"
"TIDAK, Ming telah berbuat kasar kepada putriku"
"Kaisar kau sungguh baik mau melindungi putri yang tidak berguna seperti dirinya" sang kaisar mengeram kesal ia ingin maju namun ditahan oleh ceyelyna
"Kau bilang aku tidak berguna cih mungkin cucu dan anak mu yang tidak berguna, yang mereka pikirkan hanya harta dan kekuasaan sungguh serakah sekali" ceyelyna bergumam dan tak lama munculah pedang miliknya
Semua yang berada diaula kekaisaran terkejut melihat pedang milik ceyelyna
Bukankah itu pedang legenda, dan putri Lieu memilikinya
Pangeran Qiang membatin
"Ayah kau pergilah aku dan Gege akan melawan mereka"
"Tapi putri ku"
"Ayah percaya padaku" ceyelyna tersenyum meyakinkan, sang kaisar mengangguk ia memeluk kedua anaknya
"Jaga diri kalian baik baik" pangeran Qiang memanggil 10 pasukan bayang miliknya, yang sedari tadi mereka mengikuti pangeran Qiang
"Kalian semua jaga kaisar bawa yang mulia ketempat yang aman"
"Baik yang mulia" mereka menjawab serempak
"Mentri perdagang kekaisaran akan aku tunjukan siapa yang tidak berguna"
"Cih silahkan saja" ceyelyna menyeringai, ia mengerakkan tangannya seketika muncul sulur tumbuhan yang mengikat kaki para pasukan Mentri perdagang
"Mei mei kau bisa menggunakan element"
"Tentu" ceyelyna tersenyum
"Hancurkan sulur sulur itu dan serang" Mentri perdagang mengeluarkan pedangnya yang terbuat dari element api
"Aih hanya element api" ceyelyna menatap remeh ia maju dan pangeran Qiang pun mengikuti ceyelyna
Pertumpahan darah terjadi
Ceyelyna menyalurkan element nya kepedang miliknya
Ia mengeluarkan element tumbuhannya
"Gege kau berdirilah di atas kayu itu dan keluarkan element airmu buat aula ini dipenuhi air" tanpa bertanya apa yang dimaksud ceyelyna pangeran Qiang mengeluarkan element airnya yang membuat aula kekaisaran penuh dengan air
"Bagus" ceyelyna menyeringai ia menangkis serangan pasukan Mentri perdagang
Ceyelyna melompat mundur
Ia berdiri di atas kayu yang ia keluarkan dari element, ceyelyna mengerakkan tangannya ia mengeluarkan element petirnya dan mengarahkannya kearah lantai aula
Seketika pasukan Mentri perdagang tersetrum
Ceyelyna tertawa puas sedangkan pangeran mahkota Qiang terkejut bagaimana bisa adiknya memiliki element langkah
"Pasukan mu tinggal sedikit Mentri perdagang, saatnya mengirim mu keneraka" ceyelyna menyeringai, sedangkan Mentri perdagang telah membeku ditempat
"Puputri maafkan saya"
"Maaf cih kau terlambat" ceyelyna ingin menusuk namun
Clep
Ceyelyna terkejut ternyata....