Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
part 9



"cepat kalian selidiki dia aku curiga bahwa dia bukan adikku"


"Baik pangeran"


Hari ini ceyelyna ingin bermalas-malasan, namun An selalu membujuknya untuk beraktivitas


"Ceye bangunlah bagaimana jika permaisuri melihatmu seperti ini ia akan mengadu kepada kaisar"


"Kau ini berisik sekali"


"Nona daripada kau tidur seperti ini lebih baik kita mengerjai permaisuri" mendengar kata mengerjai ceyelyna langsung bangkit dari tidurnya ia segera berdiri tegak dengan semangat


"Hoho ide bagus mari kita kerjai mereka" ide cemerlang muncul dikepala ceyelyna


"Tapi sebelum itu kau harus bersiap ceye"


"Mengapa harus bersiap kau tahu walau aku tak mandi aku tetap harum uh" yang ceyelyna katakan memang benar ia tetap harum


"Harus ceye kau ini seorang putri"


"Hah terkadang aku ingin menjadi orang biasa saja, sudahlah cepat siapkan air untukku" An terkekeh geli ia segera menyiapkan air untuk nona nya


Ceyelyna telah selesai ia hanya menggunakan hanfu sederhana berwarna putih dengan pinggiran biru laut dan tak lupa mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda


"Selesai ceye"


"Baiklah An ayo ikut aku"


"Baiklah" An berjalan mengikuti ceyelyna menuju tempat pencucian baju yang dimana disana sangat sepi sekali hentahlah dimana para pelayan itu


"Sepi sekali sangat bagus untuk aksi ku" ceyelyna tersenyum miring ia menggenggam botol kecil yang berisi bubuk hentah apa dalamnya hanya ia yang tahu


"An dimana pakaian permaisuri ming dan anaknya itu"


"Ah disitu ceye" An menunjuk salah beberapa keranjang yang berisi pakaian milik permaisuri ming dan anaknya


"Baiklah" ceyelyna menghampiri keranjang tersebut dan mulai menaburi bubuk yang ada di dalam botol kaca tersebut


"Sudah ayo kita pergi" An mengangguk mereka segera melesat pergi, ceyelyna dan An berjalan menuju kediaman mereka


"Ceye apa yang taburkan tadi"


"Ah itu hanya obat saja"


"Obat?, Obat apa"


"Kau tak perlu tahu, sudahlah selesaikan perkejaanmu aku ingin menuju taman kediamanku" An mengangguk ia segera melesat pergi


Ceyelyna sampai ditaman kediaman milik nya


"Hah sudah lama aku tidak berlatih"


"Hei pedang muncullah" taklama muncullah pedang milik ceyelyna


"Ada apa"


"Ajari aku mengendalikan element petir milikku"


"Aih kau ini kan sudah aku ajari"


"Ajari lagi"


"Lagi pula apa kau tidak jera mengendalikan element petir itu, kau sudah berapa kali tersambar kau tahu"


"Ah seingatku cuman 5"


"Cuman katamu, rambutnya sampai menaik keatas dan muka mu sampai hitam kau tidak jera"


"Nyenyenye sudahlah jika kau terus mengomel lebih baik kau pergi"


"Aih baiklah aku akan mengajari mu"


"..."


"Fokuskan pikiranmu bayangkan kau bisa mengendalikan tenang jangan tergesa gesa" ceyelyna mulai menfokuskan pikirannya ia mencoba untuk tenang


Dan taklama petir muncul dari tangannya


"Ah aku berhasil"


"Hei fokus"


Duar


"Argh..." Ceyelyna terkejut ia mendengar suara teriakan seorang laki laki


" SIAPA KAU WOY JANGAN LARI" ceyelyna melepas sendalnya ia berniat menimpuk seorang laki laki berbaju hitam sedang melompat keluar melewati pagar kediamannya


Bugh


Sendal ceyelyna mengenai kepala laki laki tersebut, namun laki laki tersebut masih selamat ia terus berlari ceyelyna mencoba melempar sendal yang satu nya namun laki laki itu berhasil lolos


"Heran dah banyak banget yang ngintipin"


"Pedang kembalilah"


"Ya baiklah"


"Ada apa dengan badanku kenapa gatal sekali"


"Argh ibu kenapa badanku seperti ini"


"Ibu pun tidak tahu ini sangat gatal"


"Pelayan panggil kan tabib" salah satu pelayan lari tergesa gesa memanggil tabib


Sedangkan ceyelyna


Hah!


Dan disinilah aku terjebak hentah dimana


Sendiri tak ada teman yang saling mengerti


Keluarga yang tidak peduli


Tak ada cinta


Tak ada kasih sayang


Hah!


Hanya aku sendiri


Kesepian tanpa siapapun


Hah!


Han-


"Pangeran mahkota Qiang memasuki ruangan"


Tak


Ceyelyna menutup buku nya, ia menatap sang kakak yang berjalan kearahnya


"Salam pangeran mahkota Qiang"


"Santai saja mei mei aku ini Gege mu"


"Ya gege" ceyelyna tersenyum tipis, sedangkan pangeran Qiang ia menatap intens sang adik hentahlah apa yang ia pikirkan


"Ada apa Gege kemari" ceyelyna memberi isyarat kepada pangeran Qiang untuk duduk


"Ah begini aku ingin mengajak mu menjenguk permaisuri dan putri kiew" ceyelyna mengerutkan kening ia heran kenapa pangeran Qiang mengajak mengunjungi permaisuri gila itu


"Ada apa Gege tidak biasa nya kau ingin mengunjungi mereka"


"Permaisuri sedang sakit"


"Hah" mulut ceyelyna terbuka lebar, hal itu membuat pangeran Qiang terkekeh geli


"Sudahlah ayo ikut aku"


"Baiklah, An ayo ikut aku" An yang sedari tadi diam menyimak percakapan mereka berdua akhirnya mengangguk


"Baik cey- ah maksud ku putri"


Ceyelyna dan pangeran Qiang berjalan beriringan


" Pangeran mahkota Qiang dan putri Lieu memasuki ruangan" nampak permaisuri ming tengah terbaring lemah dan kulit nya yang dipenuhi bintik bintik merah


"Ini sangat gatal" permaisuri ming terus menggaruk badannya yang terasa gatal dan panas


pangeran mahkota Qiang melirik permaisuri sebenarnya ia tidak berniat menjenguk permaisuri ming, namun ini karna titah kaisar sendiri


"Tabib jelaskan" pangeran Qiang berkata dengan dingin


"Menjawab yang mulia seperti nya permaisuri terkena alergi tapi hamba tidak tahu apa penyebab nya" pangeran Qiang mengangguk


"Berikan permaisuri ramuan untuk mengurangi rasa gatal nya"


"Baik pangeran"


Ceyelyna melihat sang permaisuri terbaring ia bersorak dalam hati


"Masih mau bermain lagi dengan ceyelyna hihi"


"Ah kemana putri kiew"


"Menjawab putri, putri kiew sedang berada dikediaman miliknya dan ia mengalami hal sama seperti permaisuri ming" ceyelyna mengangguk


"Apa penyakit ini menular aku sangat khawatir jika itu menular"ceyelyna memasang wajah  pura pura ketakutan sedangkan permaisuri ming menatap geram ceyelyna


"Saya belum tau putri tapi secepatnya akan saya selidiki"


"Begitu aku percayakan kepada dirimu tabib, kau tau kan jika penyakit ini menular akan sangat berbahaya ah aku khawatir nanti permaisuri dan adikku kiew akan diasingkan oleh kaisar" ceyelyna menatap permaisuri ming yang sedari tadi melotot kearahnya, ceyelyna tersenyum manis kearah permaisuri ming.


"Baiklah permaisuri ming saya pamit, saya akan melaporkan ini kepada kaisar" pangeran Qiang menatap sang adik memberi syarat untuk pergi


"Cepat sembuh permaisuri" ceyelyna segera pergi mengikuti pangeran mah kota Qiang


"Gege aku pamit"


"Ya terimakasih telah mengantarkan ku" ceyelyna tersenyum manis, pangeran Qiang tertegun


"Aku baru menyadari ternyata selama ini adikku begitu cantik"


"Gege"


"Gege"


"Ah maaf"


"Kau melamun"


"Maafkan aku tugas istana begitu banyak"


"Ah begitu, jangan pantang menyerah Gege tetaplah semangat" ceyelyna mengepalkan tangan nya dan mengangkatnya keudara


"Ya terimakasih Meimei"


"Baiklah Gege aku harus pergi"


"Ya" ceyelyna memberi isyarat kepada An agar bergegas pergi


Pangeran Qiang menatap kepergian sang adik ia tersenyum misterius