
Jung membawa ceyelyna menuju taman kekaisaran
Ceyelyna menghempaskan tangan nya yang digenggam Jung
Ceyelyna melipat kedua tangannya didepan dada ia menatap Jung dengan datar, Jung pun sama hentahlah kenapa ia seperti ini
"Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu"
"Apa" Jung sedikit menyeringai ia tahu maksudĀ gadis didepannya ini
Hah
"Kemana kau selama ini" ceyelyna bertanya dengan acuh tak acuh
"Aku??"
"Siapa lagi? Ayah ku begitu?" Jung terkekeh melihat wajah marah ceyelyna ah gadis nya begitu lucu
"Mengapa kau terkekeh apa lucu begitu" ceyelyna menatap nyalang Jung
"Ah tidak tidak aku hanya teringat kejadian lucu"
"Kejadian apa itu"
"Ah itu, sudahlah" Jung mencoba memeluk ceyelyna jujur saja ia sangat merindukan gadis nya ini ah selama seminggu ini ia sibuk mengurus beberapa dokumen dikekaisaran
"Jangan coba memelukku" ceyelyna berjalan mundur, namun
Grep
Jung berhasil memeluk ceyelyna
Ia mengusap kepala ceyelyna
"Aku tahu kau merindukanku kan? Kau tahu aku pun sangat merindukan gadis ku ini"
Blush
Seketika pipi ceyelyna memanas ah ia sungguh malu
Mereka melepaskan pelukan mereka
Jung terkekeh melihat pipi ceyelyna yang Semerah tomat
Jung menangkup pipi ceyelyna
Ia mendekatkan wajahnya
Semakin dekat
Dekat
Terus mendekat
Ceyelyna menahan napas nya
Hidung mereka bersentuhan
Dan
Bruk
Ceyelyna seketika terduduk di tanah
Ia menatap sang empu yang kini berdiri didepannya ah gadis menyebalkan ini
"Kaisar Jung kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku" gadis itu bergelayut manja di lengan jung, ceyelyna bersedih sebal jujur melihat gadis didepannya ini ia merasa malas sekali
Perusak suasana
Jung hanya diam sedangkan ceyelyna hanya menatap datar mereka berdua
"a-aku-"
"Yang mulia apa kau mau menemaniku keliling kekaisaran ini" ceyelyna memasang wajah jilid nya aih ini kekaisaran ayahnya kenapa harus Jung yang mengajaknya berkeliling sungguh aneh
"Ehem putri lian ini kekaisaran ayah ku seharusnya kau meminta berkeliling bersama ku atau Gege ku" ceyelyna tersenyum manis meski hati nya ia banyak mengumpat
"tapi aku ingin bersama yang mulia Jung" ceyelyna memasang wajah datarnya, sedangkan Jung ia hanya diam hentahlah apa yang ia pikirkan
"kau tahu kan ia tunangan ku" ceyelyna menekan kata tunangan tersebut walau sebenarnya ia masih belum menerima sepenuhnya
"ta-tapi kami sepasang kekasih" Lian mulai menunduk dan menitikan air mata
"tap-"
"Sudah hentikan" Jung memasang wajah dingin ia menatap ceyelyna, ia menggenggam erat tangan Lian
"tapi, hah yasudah" ceyelyna hanya berkata acuh tak acuh, ia segera melesat pergi meninggalkan mereka berdua
Ceyelyna berjalan cepat menuju kediamannya sesekali ia melapalkan sumpah serapah, para pengawal dan yang melihat itu terheran heran
Ceyelyna terus berjalan dan
Bruk
Ceyelyna terjatuh
" Sial Jalan saja tidak benar" ceyelyna berdiri ia mengibas ngibaskan hanfu miliknya
" Seorang putri berkata tidak sopan"
"Terserah" ceyelyna pergi meninggalkan lelaki tersebut
Menarik
Ceyelyna berjalan menuju kediamannya hentahlah hari ini mood nya sedang tidak baik ah mungkin ia harus berjalan jalan sebentar, ceyelyna segera mengambil jubahnya ah heran sekali kenapa An tidak ada hentahlah ceyelyna tidak tahu
Ceyelyna berusaha mengendap ngendap, namun mata nya tak sengaja menangkap kedua sejoli yang asik bercengkrama
Ah disini rupa nya gadis itu
Ceyelyna terkekeh melihat An yang malu malu kucing, aih gadis itu sedang jatuh cinta
Ceyelyna hanya menonton dari atas tembok kekaisaran ah sungguh menyenangkan sekali mungkin jika bisa ia menginginkan popcorn dan kola aih tapi itu tidak mungkin, ceyelyna masih sibuk dengan tontonan gratis nya ia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang dibelakangnya
"Ehem tuan" ceyelyna mengusap tekuknya ia merasa merinding sekali
"Tuan" ceyelyna merasa ada seseorang yang mencolek bahu nya
Wah apa nih nengok kagak nengok kagak astaga merinding aku
"Tuan" ceyelyna semakin ketakutan mengingat banyak pelayan yang mengatakan jika taman kediamannya ada hantu ceyelyna merinding sendiri
"Tuan" ceyelyna mencoba memberanikan diri ia menolehkan kepalanya kebelakang dan
"Aaa-mpph" ceyelyna menghentikan teriakkan karna lelaki itu membekap mulut nya
"ss-sst tuan jangan berisik" ceyelyna mengerutkan kening tuan kata nya ah sungguh aneh padahal ia tidak mengenal lelaki itu
"Siapa kau" ceyelyna berkata dengan tegas
"tuan sudah aku katakan jangan berisik" lelaki itu memasang wajah
"Siapa kau" ceyelyna berkata dengan malas
"Perkenalkan tuan aku adalah pedang milik mu" ceyelyna mengerutkan kening pedangnya kata nya
"Apa kau pedang itu"ceyelyna teringat pedang sakti miliknya ah apa mungkin lelaki didepannya ini bergurau ah ceyelyna ingin sekali memukulnya jika lelaki ini bergurau
"Tidak tuan aku benar pedang milikmu" lelaki itu mencoba meyakinkan ceyelyna, namun ceyelyna hanya mencibir
"Halah aku tidak percaya"
"Baiklah tuan akan hamba buktikan" lelaki itu tersenyum nampak mulutnya berkomat kamit seperti membaca mantra ceyelyna sedikit mundur hentahlah ia takut disembur mungkin
Namun ceyelyna ia tidak disembur tetapi lelaki tersebut seketika berubah menjadi pedang milik ceyelyna
"a-apa mungkin" ceyelyna terkejut, ia menatap pedangnya yang mulai berubah menjadi manusia
"Ya tuan ini hamba"
Ceyelyna terdiam mungkin dia ngebug guys
Plak
Ceyelyna menampar lelaki didepannya
"tu-tuan-
Lelaki itu terkejut mengapa tuannya menampar dirinya
Grep
Ceyelyna memeluk lelaki tersebut
"Hiks ini nyata kukira tidak huwa mengapa kau tidak memberitahu ku bahwa kau bisa berubah menjadi manusia, kau tahu aku sendiri disini huwa aku patah hati, potek hatiku" lelaki itu sedikit kewalahan dengan tingkah tuan nya ia tidak tahu apa yang dialami oleh tuannya
"Sudahlah tuan lebih baik kita berjalan jalan menuju pasar ibu kota"
Ceyelyna melepaskan pelukannya ia segera menarik tangan lelaki tersebut