
Siang hari dengan cuaca yang cerah burung burung berkicau dengan suara nya yang indah
Di sinilah ceyelyna memandang bosan keluar jendela
"An mengapa kediamanku sangat sepi sekali" Ceyelyna mengedarkan pandangannya yang ia lihat hanyalah beberapa pengawal dan tak ada dayang satu pun
"Menjawab a para dayang yang berada di kediaman mu di pindahkan oleh permaisuri" An memandang sahabatnya khawatir karna ia takut sahabatnya sedih
Suara mengejutkan ceyelyna
"Salam putra mahkota" suara An membuat a terkejut, ia menatap ke depan yang di mana kakaknya berdiri menatapnya dengan keheranan
"Salam Gege semoga kau bahagia selalu" ceyelyna sedikit menunduk dihadapan putra mahkota ia tahu bahwa ia harus menghormati kakaknya ini
"Mei mei mengapa kau keluar bukannya kau tengah dihukum”
"Memang gege aku tengah dihukum tapi aku hanya ingin ke perpustakaan saja, apa itu salah" ceyelyna menaikkan sebelah alisnya ia menunggu jawaban dari sang kakak nya itu
" itu salah mei mei tapi tak apa aku takkan mengadu kepada kaisar tentang hai ini" Ceyelyna bertepuk tangan ia berloncat loncat kegirangan dan
Bruk
Pangeran mahkota terkejut secara tiba tiba adiknya itu memeluknya, namun dengan cepat ia membalasnya
"Terima kasih Gege aku menyayangimu"
" gege mu ini juga menyayangi" ceyelyna melepas pelukaannya ia menatap kakak nya yang sungguh tampan hampir setara dengan idol yang sering ditonton oleh teman temannya saat disekolah
Ceyelyna menatap sang kakak yang menggunakan pakaian zirah
"Sepertinya Gege akan pergi”
"gege mu ini ingin melatih elemen di halaman belakang istana"
"Begitu ya baiklah semangat gege aku pamit menuju perpustakaan" pangeran mahkota tersenyum manis ia mengusap rambut adiknya dan segera melesat pergi
"An ngomong ngomong siapa nama gege ku itu”
" apa kau lupa ceye"
"Ya aku lupa hehe”
" bagaimana bisa lupa"
"Kau lupa bahwa aku ini baru sadar kau ini banyak hal yang aku lewati dan aku lupakan"
“baiklah aku berbohong sekarang, hah padahal aku bukan putri Lieu yang asli” batin ceyelyna
"Kau benar ceye, nama pangeran mahkota adalah Qiang putra mahkota Qiang"
" begitu baiklah mari kita menuju perpustakaan"
"Baik ceye"
"Indah sekali pemandangan disini dan banyak sekali buku aku suka" An mengerutkan kening setahu nya putri liue tidak menyukai buku namun yang An lihat malah sebaliknya
" putri benar benar berubah" ceyelyna berlari kegirangan ia mengambil beberapa buku yang ia perlukan lalu mencari tempat yang nyaman untuk membacanya
1 jam berlalu
Puk
"Hah melelahkan sekali" ceyelyna merentangkan tangannya ia sudah tahu tentang di mana ia bertransmigrasi, ia tahu kini ia berada di kekaisaran yang di mana ini adalah kekaisaran kedua yang terkuat dan rata rata setiap orang memiliki masing masing elemen dan kemampuan yang di mana itu memiliki beberapa jenis dan ceyelyna tahu bahwa putri liue tidak memiliki elemen serta kemampuan sehingga ia menjadi bahan ejekan, elemen dan kemampuan sendiri terdiri dari beberapa macam seperti
Petir
Angin
Api
Air
Tumbuhan
Kemampuan
Teleportasi
2.. Telekinesis
Setiap elemen memiliki tingkatan
Dapat mengerak elemen mengikuti gerakan tangan
Dapat menyerang dengan pikiran
Dapat membentuk senjata yang sesuai yang di inginkan dan jika memiliki lebih dari 1 elemen dapat menggabungkan elemen tersebut
Khusus elemen tumbuhan, elemen tumbuhan dapat digunakan untuk menyerang, menumbuhkan tanaman dan satu lagi dapat digunakan untuk menyerang, menyerangnya berbeda dari elemen lainnya elemen tumbuhan tak dapat membentuk senjata tetapi dapat menyerang dengan menggunakan pohon atau tumbuhan yang berada di sekitar pemilik elemen
Teleportasi adalah kemampuan yang dapat membuat penggunanya berpindah tempat dengan sekejap, namun teleport memiliki beberapa tingkatan yaitu
- dapat berpindah tempat hanya sekitar jarak 1 km
- dapat berpindah tempat di mana tempat tersebut di kenali oleh sang element
- dapat berpindah tempat sesuai yang ada di pikiran kita dan teleportasi tingkat 3 tidak ada batas nya
"Hah putri Liue kita akan cari apa itu elemen mu" ceyelyna bertekad ia tahu bagaimana mencari tahu bakat elemen seseorang setelah ia membaca buku
" An bisa kau antarkan aku menuju taman kediamanku aku ingin ke sana"
"Aku bisa mari akan ku antar" Ceyelyna dan An melesat pergi dari perpustakaan mereka berjalan menuju taman kekaisaran
"An apakah kau memiliki elemen"
" menjawab ceye aku memiliki elemen"
"Apa elemen mu hem"
"Elemen ku air tingkat dua ceye"
"Begitu ya"
"Sudah sampai ceye" Ceyelyna mengedarkan pandangannya di depan matanya adalah taman yang indah, bagaimana tidak tanaman bunga di mana mana kolam kecil yang jernih serta ikan yang berwarna warni tak lupa juga gazebo yang berwarna merah terletak di tengah kolam
"Ini sangat indah" ceyelyna merentangkan tangannya dan ia langsung berlari kecil menuju gazebo
"Ceye jangan berlari kau seorang putri jika permaisuri tahu dia akan menghukummu" An berteriak panik ia takut jika permaisuri tahu bahwa putri Liue bertindak seperti tadi mungkin ia akan dicambuk, An menghampiri ceyelyna
"An kau terlalu takut sekali kepada permaisuri gila itu" Ceyelyna masih berbaring santai
"Nona kau tidak boleh berkata seperti itu" ucap An yang nampak panik
"Apa peduli mu ia hanya selir rendahan yang diangkat menjadi permaisuri, gila banget gue" An mengerutkan kening ia bingung apa yang dikatakan nonanya tadi "gue" apa itu
"Nona kau tidak boleh seperti itu"
"Aih kau sebenarnya memihak diriku atau permaisuri gila itu"
"Aku memihak mu ceye"
"Good jadi kau tak usah terus menerus membela permaisuri gila itu"
"Baik ceye" An bingung lagi lagi putri liue berkata yang tidak ia mengerti, namun ia mencoba mengabaikannya mungkin ia salah dengar
" An kau bisa tinggalkan aku sebentar"
"Baik ceye"
"Tolong jangan biarkan siapa pun masuk ke dalam kediamanku mengerti"
"Baik ceye" An sedikit menunduk lalu ia segera melesat pergi
"Baiklah putri Liue kita akan cari elemen mu" Ceyelyna mulai fokus ia mengarahkan tangannya kearah kolam, namun tidak ada hasil
"Sepertinya bukan ini elemen mu putri" Ceyelyna mengarahkan tangannya kearah bunga mawar didepannya ia mulai merasakan energi mengalir dalam tubuhnya dan benar saja bunga mawar tersebut bergerak mengikuti gerakan tangan ceyelyna
"Yosh putri elemen mu tumbuhan"
Selanjutnya Ceyelyna mengangkat tangannya di udara ia mulai fokus dan merasakan energi yang mengalir ditubuhnya
Sflash
Element angin miliknya langsung menumbangkan pohon apel di depannya
"Bagaimana mungkin aku langsung naik ke tingkat kedua"
Ceyelyna menatap takjub pohon yang tumbang di depannya matanya, ia mencoba berkonsentrasi kearah pohon apel tersebut
"Aku harap dapat mengembalikannya seperti semula" ia mulai berkonsentrasi dan benar saja seketika pohon apel yang di depannya berdiri kokoh seperti semula
"Akhirnya kita belajar dengan cepat putri" Ceyelyna menatap langit yang mulai menggelap
"Sebentar lagi akan turun hujan seperti nya aku akan mencoba elemen petir apa aku memilikinya"
Ceyelyna mulai mengarahkan tangannya kearah langit
"Konsentrasi ceye" ia mulai menarik napas ia mencoba fokus dan
Jedarr
Ceyelyna terkena sambaran petir yang berasal dari elemennya sendiri
"Anjir rambut gue pada ke atas" ceyelyna memegang rambutnya yang tegak lurus seperti duri, jujur saja baru kali ini Ceyelyna mengumpat biasanya ia selalu menahannya untuk tidak mengumpat
"Huwa muka aku" ceyelyna panik ia menatap pantulan wajahnya dikolam
"Astaga muka aku pada cemong kayak gini" Ceyelyna membasuh wajahnya yang tampak sangat kotor.
" nah ini lumayan gak kotor, tapi rambut aku huwee" Ceyelyna bingung bagaimana ia ingin kembali ke kamarnya tanpa ketahuan An
"Harus mengendap ngendap ini" Ceyelyna mulai berjalan dengan perlahan ia mengendap ngedap sesekali ia bersembunyi dari para prajurit dan dayang yang lewat
Clek
Bruk
"Huh akhirnya, tadi kalo aku beneran ketauan gimana anjir"
Pak
Ceyelyna memukul mulutnya sendiri
"Eh di zaman ini aku jadi banyak mengumpat" Ceyelyna mengusap dadanya,ia bersandar dibalik pintu
"Huh elemen petir susah banget mengendalinya udah ini elemen langka, cuman satu orang yang punya elemen ini yaitu kaisar jung" kaisar jung adalah kaisar yang memimpin kekaisaran Jung , kekaisaran jung adalah kekaisaran terkuat nomor satu dan kekaisaran nomor dua diduduki oleh kekaisaran wei yaitu ayahnya putri liue
Duk
Duk
Ceyelyna membenturkan kepalanya kepintu kamarnya
" tapi ntuh kaisar kata nya kaisar yang sadis dikit dikit nebas gak pandang bulu terus katanya dia buruk rupa gimana lagi" ceyelyna menarik napas ia segera melesat pergi yang ia butuhkan saat ini adalah berendam
"Sekalian juga aku skincare ran pake lidah buaya" ceyelyna berkonstrasi ia berusaha menumbuhkan tanaman lidah buaya
"Ayo ayo lidah buaya muncullah simsalabim ahahahaha" seketika di depan mata Ceyelyna muncullah tanaman lidah buaya
"Eh kan bener jago banget aku" Ceyelyna memetik beberapa tanaman lidah buaya ia mencabut akarnya, dan ia memindahkannya ke vas bunga yang berada di meja miliknya
"Saatnya mandi" Ceyelyna mulai menceburkan dirinya dan mengolesi wajahnya dengan gel lidah buaya
" enam hari ini aku harus bisa meningkatkan elemen aku biar aku bisa balas dendam sama selir gila dan anaknya yang alay bin gila" Ceyelyna menenggelamkan tubuhnya dan mulai berendam dengan tenang